Claim Missing Document
Check
Articles

DAMPAK STRATEGI PETANI DALAM MERUBAH ARAH PEMANFAATAN LAHAN SAWAH TERHADAP KENYAMANAN HIDUP DI KOTA DENPASAR Dewa Made Atmaja
Media Komunikasi Geografi Vol. 16 No. 1 (2015)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v16i1.10167

Abstract

            Meningkatnya jumlah penduduk yang diiringi dengan peningkatan kebutuhan manusia dalam berbagai aspek menyebabkan terjadinya berbagai permasalahan keruangan (spacial problems) yang berujung pada stres lingkungan. Oleh karena itu dibutuhkan adanya strategi dalam merubah arah pemanfaatan lahan sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas ruang, sehingga kehidupan yang nyaman dan harmoni akan tercapai.             Arah perubahan pemanfaatan lahan yang dilakukan petani dapat dilihat dari dua bentuk perubahan yaitu  perubahan lahan secara vertkal dan perubahan lahan secara horisontal. Perubahan pemanfaatan lahan sawah secara vertikal merupakan perubahan bentuk intensitas dari pemanfaatan lahan sawah karena adanya perubahan pola tanam dari berbagai jenis komoditi yang diusahakan, frekuensi penanaman dan diversifikasi tanaman. Perubahan pemanfaatan lahan sawah secara horisontal pada dasarnya diarahkan untuk merubah lahan sawah menjadi lahan non pertanian.            dampak dari arah perubahan pemanfaatan lahan sawah di kota Denpasar menyebabkan suhu meningkat secara signifikan (0,7oC – 0,9oC) serta diiringi peningkatan kelembaban udara yang menyebabkan ketidaknyamanan hidup. Zonasi kenyamanan hidup di wilayah Denpasar secara umum tergolong tidak nyaman yang melebar dari daerah Nusadua sampai pusat kota Denpasar. Ketidaknyamanan hidup masyarakat Denpasar dapat berakibat pada gangguan psikis seperti mudah marah, malas karena kelelahan, bahkan terjadi perilaku yang menyimpang, seperti sikap tidak patuh dan cenderung memberontak bahkan sering terjadi pertengkaran.
ANALISIS KUALITAS AIR SUMUR DI DESA CANDIKUNING KECAMATAN BATURITI Dewa Made Atmaja
Media Komunikasi Geografi Vol. 19 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v19i2.14644

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pH, suhu warna, TDS (Total Dissolved Solid), dan kekeruhan air pada air sumur di            Desa Candikuning Kabupaten Tabanan,  Subjek penelitian ini adalah air sumur di Desa Candikuning, dan objek dalam penelitian ini adalah pH, suhu, warna, TDS dan kekeruhan dalam air sumur tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar warna, TDS, dan kekeruhan air sumur secara berturut-turut adalah 7,8, 310C, 30,4 Skala TCU; 221,7 mg/L; 6,1 Skala NTU. Warna dan kekeruhan berada di atas batas kadar maksimal yang diperbolehkan sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 907/MENKES/SK/VII/2002, sedangkan kadar TDS masih berada di bawah batas kadar maksimal yang diperbolehkan. Hal ini menunjukkan bahwa air sumur di  Desa Candikuning perlu mendapat pertimbangan untuk dikonsumsi secara langsung.
KAJIAN INFLOW, OUTFLOW DAN WATER BALANCE DANAU BERATAN DI DATARAN TINGGI BEDUGUL BALI Dewa Made Atmaja
Media Komunikasi Geografi Vol. 20 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/mkg.v20i1.17261

Abstract

Pengetahuan tentang imbangan air merupakan suatu komponen yang tidak dapat dipisahkan antara lain: pengaliran masuk (inflow), pengaliran keluar (outflow), dan timbunan air. Penelitian bertujuan untuk: 1) mengetahui variasi inflow (curah hujan, limpasan), 2)  mengetahui variasi aliran outflow (evaporasi, pemakaian air), 3) mengetahui water balance yang terjadi di Danau Beratan. Objek penelitian ini adalah kuantitas air Danau Beratan, metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, metode interview/wawancara, dan metode studi dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini seluruhnya menggunakan metode deskriptif kuantitatif.Hasil penelitian ini menunjukan bahwa, variasi pengaliran masuk (inflow) Danau Beratan rata-rata bulanan terendah selama 5 tahun terdapat pada bulan September sebesar 3,18 x 106 m3 dan rata-rata bulanan tertinggi terdapat pada bulan Januari sebesar 269,63 x 106 m3. Besar pengaliran masuk (inflow) tahunan rata-rata sebesar 107,50 x 106 m3. Adanya variasi pengaliran masuk (inflow) tersebut disebabkan oleh faktor vegetasi penutup lahan (land cover vegetation); topografi serta kemiringan lereng. Variasi pengaliran keluar (outflow) Danau Beratan rata-rata bulanan terendah selama 5 tahun terdapat November sebesar 27,3 x 106 m3 dan rata-rata bulan tertinggi terdapat pada bulan Maret sebesar 27,4 x 106 m3. Pengaliran ke luar (outflow) tahunan rata-rata sebesar 328,32 x 106 m3. Imbangan air periode tahun 2013-2017 memiliki nilai pengaliran masuk (inflow) bulanan lebih besar daripada pengaliran ke luar (outflow), yaitu sebesar 961,64 x 106 m3 atau dengan imbangan rata-rata tiap bulannya sebesar 80,14 x 106 m3. Berdasarkan analisa debit perubahan timbunan air selama 5 tahun dari tahun 2013-2017, menunjukan rata-rata imbangan air bulanan tertinggi terdapat pada bulan Januari dan Desember sebesar 312,22 x 106 m3 (positif), sedangkan terendah terdapat pada bulan Agustus sebesar -24,14 x 106 m3 (negatif). 
PEMETAAN KERAWANAN TANAH LONGSOR PADA OBJEK WISATA SWAFOTO DI DESA WANAGIRI, KECAMATAN SUKASADA, KABUPATEN BULELENG Meris Otniel Stefanus Tamonob; Dewa Made Atmaja; Wayan Damar Windu Kurniawan
Pranatacara Bhumandala: Jurnal Riset Planologi Vol 2 No 1 (2021): Pranatacara Bhumandala: Jurnal Riset Planologi
Publisher : UNHI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.052 KB) | DOI: 10.32795/pranatacara_bhumandala.v2i1.1719

Abstract

Landslides are one of the world's disasters. areas that are prone to landslides when viewed from the topography are mountains and hills with moderate to steep slopes. slope stability is affected due to earthquakes and human activities. This research aims to determine the level of vulnerability and distribution of landslide-prone areas on a selfie photo tourism object in the wanagiri village, Sukasada sub-district and find out the potential loss in landslide-prone areas on a selfie photo tourism object in Wanagiri village, Sukasada sub-district. the process of identifying vulnerability of landslide areas is carried out by scoring each class which has different weights and previously it had been classified in advance according to each class trought overlay analysis on maps that have been classified to get results in the form of landslide vulnerability maps, then to determine the level of landslide vulnerability in tourist attractions then by using an overlay analysis between the landslide vulnerability map and the self-spreading tourism site. the results of this research are vulnerability of landslide maps on selfie photos tourism object which are overlays of slope maps, rainfall maps, land types maps, land use maps and elevation maps (evalation). division point of landslide vulnerability in this research is divided into 5 parts, namely not prone, somewhat vulnerable, quite vulnerable, vulnerable and landslide vulnerability. the results of this research indicate that the tourism objects that are at the level of prone as many as 4 objects, namely hidden hill, selfie tourism spotspot Pak oles, pucak swing and wanagiri tower garden. tourism object with a very vulnerable level is in 1 object, namely the black bamboo tower tourism selfie spot.
PEMETAAN UNIT LAHAN UNTUK KESESUAIAN TANAMAN KAKAO DI DESA UNGGAHAN KECAMATAN SERIRIT Dewa Made Atmaja
Jurnal ENMAP Vol. 1 No. 1 (2020): Maret, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/em.v1i1.26718

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pemetaan Unit Lahan Untuk  Kesesuaian Tanaman Kakao di Desa Unggahan Kecamatan Seririt”. Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui pemetaan unit lahan di Desa Unggahan Kecamatan Seririt. (2) Untuk menilai kesesuaian tanaman kakao di Desa Unggahan Kecamatan Seririt. Obyek dalam penelitian ini adalah kesesuaian lahan untuk tanaman kakao  di Desa Unggahan Kecamatan Seririt. Subyek penelitiannya adalah unit-unit lahan  yang ditanami tanaman kakao di Desa Unggahan Kecamatan Seririt. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah tehnik interpretasi citra satelit, observasi, dan pencatatan dokumen. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis tehnik interpretasi dan pengamatan lapangan serta menggunakan sistem kunci penilaian kesesuaian lahan pada kategori tingkat kelas dan sub kelas tanaman kakao. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Pemetaan unit lahan diperoleh dari hasil interpretasi citra satelit, analisis peta dan uji medan sehinggga dapat dipetakan unit lahan dan diperoleh 15 unit lahan pada daerah penelitian, dan yang diteliti hanya 7 unit lahan yang ditanami kakao. (2) Lahan yang sesuai untuk tanaman kakao seluas 907 Ha atau 59,20% dan lahan yang tidak sesuai seluas 625 Ha atau 40,80%. Kelas kesesuaian untuk lahan yang sesuai termasuk S3 yaitu hampir sesuai dengan sub kelas S3ns tersebar pada satuan pemetaan 3, 5. 7, dan 9 serta sub kelas S3rns tersebar pada satuan pemetaan 15. Lahan yang tidak sesuai termasuk kelas N1 dengan sub kelas N1s tersebar pada satuan pemetaan 10 dan 12
IDENTIFIKASI POTENSI ANCAMAN BENCANA TANAH LONGSOR BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KECAMATAN BATURITI KABUPATEN TABANAN Ida Bagus Kade Aditya Manuaba; Dewa Made Atmaja; I Wayan Krisna Eka Putra
Jurnal ENMAP Vol. 2 No. 1 (2021): Maret, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/em.v2i1.33374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Mengidentifikasi Potensi Kerentanan Bencana Tanah Longsor Berbasis Sistem Informasi Geografis di Kecamatan Baturiti Kabupeten Tabanan. Penelitian ini mengunakan metode penelitian survei dengan mengunkan teknik obserpasi dan teknik dokumentasi dalam pengumpulan data. Objek dalam penelitian ini yaitu identifikasi potensi kerentanan bencana tanah longsor berbasis system informasi geogrfis. Teknik analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan cara analisis deskriptif dan kualitatif.yang dikorelasikan dengan teknik pembobotan. Teknik ini digunakan untuk mengetahui prolehan bobot tertinggi dan bobot terendah yang nantinya akan dianalisis dan diklasifikasikan ke dalam katagori pembobotan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebaran tingkat potensi kerentanan tanah longsor yang terdapat di Kecmatan Baturuti Kabupaten Tabanan   sangat berpariasi dan memiliki keunikan tersediri. Terdapat 35 titik persebaran potensi kerentanan bencana tanah longsor. Kecamatan Baturuti merupakan salah satu dari sepulu kecamatan yang ada di Kabupaten Tabanan terletak dibagian paling uatra. Dan memiliki letak geografis daerah pegunungan, pariwisata,pertanian, merupakan andalan di Kecamtan Baturiti. Perkembangan teknologi informasi serta komunikasi yang semakin cepat. Yang dibarengi dengan kritisnya sikap masyarakat terhadap berbagai pelaksanaan dari hasil pembangunan yang sedang dilaksanalan telah mendorong pemerintah pusat, dan daerah untuk melaksanakan pemerintah secara efektif,efisien, dan transvaran.
PEMETAAN TEKSTUR TANAH DI KABUPATEN BANGLI Komang Evi Krisnayanti; Dewa Made Atmaja; Wayan Damar Windu Kurniawan
Jurnal ENMAP Vol. 3 No. 2 (2022): September, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/em.v3i2.52804

Abstract

Tekstur tanah dapat digunakan untuk mengetahui klasifikasi sebaran tekstur tanah maupun kesesuaian tekstur tanah berdasarkan tutupan lahan, tekstur tanah merupakan tingkat kehalusan tanah yang dilihat dari partikel-partikel yang terdapat pada suatu tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sebaran tekstur tanah serta pola sebaran tutupan lahan berdasarkan tekstur tanah di Kabupaten Bangli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu empirik kualitatif diamana metode ini dilakukan dengan pengambilan sampel tanah secara acak pada wilayah penelitian serta pengujian sampel ini agar menghasilkan tekstur tanah dilakukan pengujian di laboratorium hasil uji sampel tanah diberikan pengkelasan tekstur tanah berdasarkan diagram segitiga tekstur tanah sehingga menghasilkan sebuah peta kondisi tekstur tanah di Kabupaten Bangli serta dibentuk pula dalam diagram tabel yang menunjukan bahwa hasil sebaran kondisi tekstur tanah di Kabupaten Bangli paling dominan berada pada tekstur tanah geluh pasir seluas 12920.05 ha yang tersebar di 3 Kecamatan yaitu Bangli, Kintamani dan Susut namun Kecamatan Kintamani memiliki luasan terbesar seluas 11452.40 ha serta memiliki sebaran tutupan lahan dengan luasan terbesar terdapat pada tutupan lahan kebun campuran dan tegalan atau ladang.
KOREKSI GEOMETRIK DATA DRONE DENGAN METODE AFFINE DAN METODE POLYNOMIAL ORDE 2 PADA PEMETAAN LAHAN SAWAH DI BANJAR TEGAL, DESA SANGSIT Kadek Ryan Adi Nugraha; Dewa Made Atmaja; I Gede Budiarta
Jurnal ENMAP Vol. 3 No. 2 (2022): September, Jurnal ENMAP
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/em.v3i2.53257

Abstract

Kebutuhan data geospasial sebagai informasi geofgrafis suatu daerah perlu adanya pembaruan karena pada setiap tahunnya perkembangan pembangunan suatu daerah semakin banyak. Penggunaan teknologi UAV atau drone dapat membantu mempercepat berbagai pekerjaan salah satunya dalam mendapatkan data geospasial. Penggunaan drone dalam pemetaan tentunya mengenai keakurasian posisi kebanyakan masih rendah. Sehingga diperlukan dilakukan koreksi geometric. Koreksi geometric dilakukan dengan tujuan untuk membetulkan distorsi pada citra agar sesuai dengan koordinat posisi sebenarnya di permukaan bumi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah GCP yang optimal dalam melakukan proses koreksi geometric data drone dan untuk mengetahui mekanisme orthorektifikasi dalam proses koreksi geometric data drone. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu meenggunakan metode orthorektifikasi dengan menyatukan GCP (Ground Control Point) dan data drone menggunakan bantuan softwere ArcGIS. Penentuan jumlah GCP berdasarkan metode transformasi Affine dengan jumlah 4 titik GCP dan metode transformasi Polynomial Orde-2 dengan jumlah 8 titik GCP. Hasil penelitian ini berupa visualisasi data drone yang sudah ter-rektifikasi dengan total ketelitian geometric horizontal pada metode Affine sejumlah 0,160129635 m dan pada metode polynomial orde-2 sejumlah 0,06590305225 m. Sehingga kedua metode transformasi ini memenuhi syarat ketelitian geometric horizontal pada peta kelas 1 skala 1:1000 dengan nilai ketelitian ≤ 0,2 m.
MENYERUAK KELESTARIAN DANAU TAMBLINGAN DI DATARAN TINGGI BEDUGUL BALI Dewa Made Atmaja
Ekosains Vol 8, No 02 (2016)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (43.847 KB)

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian yang dilakukan di danau Tamblingan dataran tinggi Bedugul Bali dan  bertujuan untuk memahami latar belakang kelestarian danau Tamblingan serta bagaimana pola tindakan krama Desa Adat Munduk dalam menjaga kelestarian danau sebagai obyek pariwisata. Strategi yang digunakan dalam penelitian ini mengikuti model penelitian grounded dan analisis datanya digunakan pendekatan inter pretatif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelestarian danau Tamblingan tetap terjada  disebabkan oleh banyak faktor antara lain: Kepercayaan masyarakat terhadap danau sangat angker, bagi orang yang berani merusak kelestariannya akan kena sangsi religius magis; Kelestarian danau disadari memberi manfaat yang besar yaitu: sebagai sumber air permukaan untuk domistik dan irigasi, sebagai perikanan, sebagai masukan finansial dari wisatawan; Adanya sumber air lain dan etnisitas yang berwawasan tri hita karana. Mereka mensosialisasikan tatakelakuan yang berkaitan dengan pelestarian danau secara informal dalam lingkungan keluarga maupun masyarakat. Mereka bisa menegur bagi yang melanggar, disertai dengan tindakan mengingatkan bahwa perbuatan serupa bisa menimbulkan implikasi yaitu terkena sangsi religius dan sangsi hukum formal. Pelaksanaan ritual di pura-pura kawasan danau, serta menyebarkan cerita-cerita gaib tentang keangkeran di kawasan danau, memiliki fungsi penting dalam keyakinan bahwa pura-pura dan danaunya dihuni oleh kekuatan adikodrati. Keyakinan ini mempengaruhi prilaku masyarakat untuk tetap menjaga kelestarian danau.
PEMANFAATAN CITRA PENGINDERAN JAUH MULTI-TEMPORAL UNTUK DETEKSI URBAN HEAT ISLAND (UHI) TERHADAP PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI KABUPATEN BULELENG A Sediyo Adi Nugraha; Dewa Made Atmaja
Majalah Ilmiah Globe Vol. 22 No. 2 (2020): GLOBE VOL 22 NO 2 TAHUN 2020
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena Urban Heat Island (UHI) sering dipengaruhi oleh kepadatan penduduk dan perubahan penggunaan lahan. Perubahan tesebut memiliki hubungan dengan peningkatan suhu permukaan (Land Surface Temperature/LST) sebagai awal terjadinya UHI. Deteksi perubahan penggunaan lahan dan suhu permukaan dilakukan dari tahun 2000, 2010, dan 2018 pada daerah Kabupaten Buleleng dan berfokus di Kecamatan Buleleng karena memiliki perubahan lahan terbangun lebih cepat dibandingkan kecamatan lain. Tujuannya untuk mengetahui bagaimana fenomena UHI itu terjadi akibat dari perubahan penggunaan lahan. Selain itu, seberapa besar peningkatan suhu permukaan selama 18 tahun khususnya di Kecamatan Buleleng dengan mengetahui kondisi sebaran dan intensitas UHI. Metode yang digunakan dalam deteksi UHI menggunakan citra penginderaan jauh multi-temporal yaitu citra Landsat 7 ETM+ dan citra Landsat 8 OLI/TIRS (The Operational Land Imager and the Thermal Infrared Scanner) sebagai data primer. Pengolahan data akan berfokus pada ekstraksi suhu permukaan dengan metode Split-Windows Algorithm Sobrino (SWA-S) untuk Landsat 8 dan metode Brightness Temperature Emissivity Correction untuk Landsat 7, kemudian Maximum Likelihood sebagai metode deteksi perubahan penggunaan lahan. Hasil pengolahan menunjukkan bahwa perubahan penggunaan lahan memberikan dampak terhadap fenomena UHI. Perubahan penggunaan lahan dari tahun 2000 hingga 2018 terdapat peningkatan lahan terbangun di Kecamatan Buleleng dan peningkatan suhu permukan sebesar 2°-7°C dari lahan terbangun. Fenomena UHI untuk distribusi dan instensitas UHI terjadi di daerah pusat perkotaan dan kenaikan intensitas UHI sebesar 1.75°C. Kesimpulannya bahwa perubahan lahan terbangun memberikan dampak kenaikan suhu permukaan dan menyebabkan fenomena UHI.