Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

TERMINAL TIPE C DI TAHUNA. Arsitektur Neo Vernakular Eden K. Patombongi; Aristotulus E. Tungka; Ingerid L. Moniaga
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.30161

Abstract

Terminal Angkutan Darat merupakan penyedia jasa angkutan umum yang berfungsi untuk dapat memberikan pelayanan kemudahan, kenyamanan dan rasa aman kepada pengguna jasa angkutan umum di dalam melakukan perjalanan.  Terminal Merupakan suatu elemen yang sangat penting dalam sebuah kota untuk mendukung keefektifan, kelancaran kegiatan mobilitas bagi masyarakat. Sehingga fungsi dari suatu terminal haruslah benar-benar memberikan suatu pelayanan penyedia jasa angkutan yang baik untuk pengguna jasa angkutan. Kota Tahuna merupakan ibukota Kabupaten Kepulauan Sangihe Provinsi Sulawesi Utara yang cukup berkembang dalam segi ekonomi dan pariwisata dengan aktifitas mobilitas penduduk yang cukup tinggi. Melihat kondisi ini, diperlukan Fasilitas Terminal penumpang berskala tipe C yang dapat melayani kebutuhan masyarakat di wilayah Kabupaten.  Untuk meningkatkan daya tarik masyarakat dalam menggunakan Terminal tipe C maka dibutuhkan desain Terminal yang aman, nyaman, dengan pengaturan frekuensi waktu tunggu kendaraan yang teratur. Perancangan Terminal tipe C Kota Tahuna ini bertujuan, pertama menghadirkan ikon baru melalui fasilitas transportasi yang representatif sesuai standarisasi yang ditetapkan pemerintah pada wilayah kabupaten.  Kedua, melayani kebutuhan aksesibilitas masyarakat di wilayah kepulauan dengan mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal  melalui  tema Arsitektur Neo Vernakular yang memunculkan unsur-unsur tradisional  kota Tahuna. Kata Kunci: Terminal tipe C, arsitektur neo vernakular,  kota tahuna
PUSAT INDUSTRI KREATIF KOTA MANADO. Arsitektur Nusantara Christina L. Bakara; . Suryono; Ingerid L. Moniaga
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 1 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 1, Mei 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i1.31098

Abstract

Pusat Industri Kreatif Kota Manado adalah salah satu fasilitas yang berfungsi sebagai ruang bersama dan tempat berkembang para pelaku-pelaku usaha di bidang industri kreatif. Dengan melihat potensi subsektor industri kreatif di kota Manado yang setiap tahun menunjukkan perkembangan dalam ekonomi kreatif di Sulawesi Utara dan Indonesia, namun belum adanya wadah untuk memaksimalkan potensi tersebut sehingga penulis membuat rancangan Pusat Industri Kreatif Kota Manado dengan Tema Arsitektur Nusantara. Dalam perancangan Pusat Industri Kreatif Kota Manado, metode yang digunakan adalah metode pengumpulan data, yaitu studi yang dilakukan secara deskriptif, dengan beberapa langkah yaitu studi literatur, observasi, studi komparasi, analisa, sintesa, dan desain final.Hasil dari Perancangan Pusat Industri Kreatif Kota Manado berupa rancangan desain Arsitektur Nusantara yang bersumber pada kearifan lokal,kekayaan budaya, kondisi lingkungan & ciri khas daerah Sulawesi Utara untuk menghadirkan ruang dan fasilitas bagi pelaku industri kreatif di Manado untuk mengembangkan usahanya.Kata Kunci         : Pusat, Industri Kreatif, Pelaku Usaha, Arsitektur Nusantara
TONDANO WALK, Biofilik Desain Missela E. Paseki; Ingerid L. Moniaga; Hendriek H. Karongkong
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 9 No. 2 (2020): DASENG Volume 9, Nomor 2, November 2020
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/daseng.v9i2.34583

Abstract

Keberadaan sebuah tempat perbelanjaan dalam suatu kota selalu menjadi tempat yang paling menarik dan mudah diingat karena termasuk tempat yang sering dikunjungi oleh warga kota tersebut. Tempat ini biasanya terletak di jalan-jalan utama dan pusat-pusat kota sehingga dapat menimbulkan image baru pada sebuah kota. Bahkan tidak jarang kuantitas dan kualitas tempat perbelanjaan dapat memberikan gambaran tingkatan kemakmuran warga kota tersebut. Strategi penataan ruang di wilayah kabupaten Minahasa mewujudkan kebijakan penataan ruang sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) menjadi pusat pelayanan utama di Kabupaten Minahasa yang terintegrasi dengan sistem kota-kota di wilayah Provinsi Sulawesi Utara. Ibukota wilayah Kabupaten Minahasa yaitu Tondano. Tondano memiliki iklim udara yang sejuk dengan pemandangan bentang alam perairan yakni danau Tondano dan petak sawah yang membentang indah membelah wilayah perkotaan Tondano. Pola ruang perkotaan Tondano berbentuk grid atau petak-petak dengan garis-garis jalan yang saling memotong sehingga berbentuk kotak-kotak yang teratur.Hasil dari objek ini adalah pusat perbelanjaan yang memberikan suasana baru bagi masyarakat kota Tondano yang ingin memenuhi kebutuhan berbelanja dan bersantai (refreshing). Sehingga Tondano Walk bisa menjadi suatu magnet atau daya tarik tersendiri bagi masyarakat Provinsi Sulawesi Utara untuk menikmati fasilitas perbelanjaan modern yang rekreatif dan healthy.Kata Kunci: Kota Tondano, Pusat perbelanjaan, Biofilik Desain
RUMAH SUSUN SINDULANG MANADO: Arsitektur Perilaku Leon S. P. Kondoy; Ingerid L. Moniaga; Esli D. Takumansang
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 11 No. 2 (2022): DASENG Volume 11, Nomor 2, November 2022
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah aliran sungai adalah satu hal yang seringkali dikesampingkan dari fokus pemerintah. Daerah sungai hanya menjadi sebuah hal yang terabaikan dari beberapa aspek.. Dampaknya kawasan kumuh terus berkembang secara ganas di pinggir sungai. Kota Manado, mempunyai bahkan memiliki pertumbuhan masa yang semakin bertambah per tahunnya. Seiring dengan hal itu, Kota Manado mempunyai daerah permukiman kumuh yang masuk dalamkategori kumuh ringan, sedang bahkanpun berat . Kawasan sungai Tondano menjadi yang paling sering diperhatikan karena dominan. permukiman kumuh yang ada mengakibatkan area ini pun pernah mengalami banjir bandang. Perilaku yang sering muncul pada beberapa aktifitas permukiman di daerah bantaran sungai adalah masyarakat yang memanfaatkan lahan sebagai tempat bermain anak- anak, melakukan interaksi sosial, sebagai aktivitas ekonomi (berjualan), mencuci di luar unit hunian, serta pembuangan limbah yang dilakukan di sungai. Akibatnya, pola kehidupan mereka terlihat semerawut, mulai dari pola penataan hunian atau rumah tinggal, sistem drainase (air bersih- air kotor), sistem penghawaan dalam ruang hunian, sistem buangan limbah, sampai pada sistem utilitas dan sarana dan prasarana lingkungan yang tidak sedap dipandang mata. Kalau tidak segera dilakukan penataan permukiman, maka dampak buruknya selain fungsi sungai yang hilang dan citra kota menjadi buruk, juga jiwa masyarakat bantaran sungai dapat terancam ketika suatu waktu terjadi banjir. Sehingga dari permasalahan yang ada inilah maka diadakanlah perencanaan perancangan Rumah susun pada kawasan aliran sungai Tondano di Manado dengan menerapkan pendekatan tema “Arsitektur Perilaku” pada desain. Kata Kunci : Rumah Susun, Sindulang Manado, Arsitektur Perilaku
ARSITEKTUR ORGANIK PADA PERANCANGAN BANGUNAN RELIGIUS Jhohan B. Oranye; Ingerid L. Moniaga
MEDIA MATRASAIN Vol. 10 No. 3 (2013)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v10i3.4123

Abstract

Dalam ilmu Arsitektur dikenal dengan istilah arsitektur organik. Arsitektur organik adalah perancangan bangunan arsitektural yang menjadikan alam sebagai media implementasinya. Perancangan arsitektur organik pada perancangan bangunan religius adalah pesan spiritual yang ingin disampaikan oleh seorang arsitek terhadap rancanganya atau desainya sesuai dengan fungsi bangunan sehingga terjadi keselarasan antara fungsi bangunan itu sendiri dan nilai filosofinya. Pesan tersebut biasanya diterjemahkan dalam bahasa gambar atau bahasa bangunan yang ada pada rancangan desain. Pesan arsitektural biasa disebut dengan nilai filosofi atau banyak juga yang menyebut filosofi bentuk, tapi semuanya mempunyai makna sama.Bentuk dalam arsitektur juga meliputi permukaan luar dan ruang dalam. Pada saat yang sama, bentuk maupun ruang mengakomodasi fungsi-fungsi ( baik fungsi fisik maupun non fisik). Fungsi-fungsi tersebut oleh arsitektur berusaha mengkomunikasikan kepada pemakai bangunan bahwa bentuk-bentukan pada arsitektur organic pada perancangan bangunan religious, dalam kenyataanya mempunyai hubungan spiritual dengan alam dan pencipta,sehingga dapat menghadirkan berbagai macam ekpresi pada bangunan religious .Jadi, besarnya pengaruh arsitektur organic menjadi jelas tatkala kita mengingat perbedaan penampilan bangunan tersebut yang diilhami dari alam, dan oleh arsitek kondisi , atau site pada alam dapat menciptakan bentuk tresebut.
TUMATENDEN PARK. Sustainable Architecture Debora Ferdine; Pingkan Peggy Egam; Ingerid L. Moniaga
MEDIA MATRASAIN Vol. 15 No. 2 (2018)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35792/matrasain.v15i2.21271

Abstract

Masalah keberlanjutan (sustainability issues) telah merambah di semua bidang kehidupan manusia, dimana pada kenyataanya perancangan suatu bangunan sering sekali kurang memperhatikan keselarasan antara bangunannya dengan lingkungan alam sekitarnya baik dalam hal pemanfaatan sumber daya alam maupun dalam hal penggunaan teknologi yang tidak ramah terhadap lingkungan. Disamping itu, Indonesia merupakan suatu negara kepulauan yang penuh dengan kekayaan serta keragaman budaya, ras, dan suku bangsa. Namun pada zaman modern sekarang, budaya yang mewujudkan identitas suatu daerah banyak yang telah ditinggalkan atau mengalami pengikisan seiring dengan berkembangnya zaman. Kabupaten Minahasa Utara adalah salah satu dari 15 kabupaten/kota di provinsi Sulawesi Utara yang memiliki potensi pariwisata dan budaya yang dapat dikembangkan, salah satunya yang terkenal adalah legenda Tumatenden. Namun, untuk fasilitas rekreasi berupa Taman (Park) tematik yang mengandung unsur budaya berupa cerita rakyat tersebut, masih belum ada untuk di kabupaten Minahasa Utara itu sendiri, sehingga keberadaan bangunan ini perlu untuk dihadirkan, dimana selain dapat meningkatkan tingkat pariwisata di Minahasa Utara, tetapi juga dapat digunakan sebagai wadah untuk mengangkat atau memberlanjutkan kembali identitas atau ciri khas yaitu Tumatenden yang ada di Minahasa Utara secara khusus kecamatan Airmadidi. Konsep Sustainable Architecture dirasa sangat cocok untuk diterapkan pada objek perancangan, dimana bukan hanya ingin menciptakan bangunan yang berkonsep alami namun juga dapat menjaga kelangsungan ekosistem, kelestarian alam serta tetap menjaga budaya yang ada agar tetap terus terjaga dari generasi ke generasi. Kata Kunci : Tumatenden Park, Sustainable Architecture
MUSEUM KAPAL DI KOTA TAHUNA: Arsitektur Metafora Aris S. Terah; Johannes Van Rate; Ingerid L. Moniaga
Jurnal Arsitektur DASENG Vol. 12 No. 2 (2023): DASENG Volume 12, Nomor 2, April 2023
Publisher : PS S1 Arsitektur. Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemakmuran alam di Kepulauan Sangihe menjadi rebutan kerajaan dan bangsa-bangsa salah satu buktinya adalah kapal karam diteluk Tahuna. Kapal ini diduga kapal nelayan jepang yang tenggelam oleh serangan kapal selam Amerika USS Paddle di pantai barat Sangihe pada 6 Juli 1944. Kapal kara ini dapat menjadi objek konservasi, objek wisata sekaligus objek edukasi untuk Museum. Teluk Tahuna terpilih sebagai lokasi yang strategis untuk perancangan objek museum ini, karena sesuai dengan syarat berdirinya bangunan museum yaitu “lingkungan yang dihubungkan dengan pusat komunitas”. Dilihat dari aspek objek dan lokasi maka tema perancangan yang terpilih adalah Arsitektur Metafora yang adalah suatu pendekatan arsitektur kontemporer yang berawal dari ide yang menghubungkan arsitektur dan bahasa. Metafora juga mengadopsikan gagasan bentuk dan pola suatu objek kedalam asitektur yang pada dasarnya mirip dengan konsep analogi dalam arsitektur. Metafora mengidentifikasi hubungan antar benda dimana hubungan tersebut lebih bersifat abstrak daripada nyata serta mengidentifikasikan pola hubungan yang sejajar. Kata Kunci: Kapal, museum, metafora