Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENAMBAHAN MINYAK ATSIRI KULIT BUAH JERUK PURUT TERHADAP KUALITAS SABUN TRANSPARAN DARI MINYAK INTI BUAH KETAPANG Murniati, Murniati; Suhendra, Dedy; Ryantin G, Erin; Handayani, Sri Seno; Ariani, Dwi
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.485 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v9i2.28633

Abstract

Sabun transparan adalah sabun yang memiliki tampilan yang menarik dan transparan. Sabun biasanya dibuat dari trigliserida minyak nabati edible oil seperti minyak kelapa dan kelapa sawit. Salah satu bahan baku alternatif adalah minyak inti buah ketapang. Untuk meningkatkan efektifitas sabun maka perlu ditambahkan zat aktif yaitu minyak astiri kulit jeruk purut. Minyak atrisi kulit jeruk purut mengandung senyawa-senyawa yang bersifat anti bakteri dan anti virus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi minyak atsiri terhadap kualitas sabun transparan dari minyak inti buah ketapang sesuai standar SNI 3532-2016. Konsentrasi minyak astiri yang ditambahkan sebesar 0,0%; 0,5%; 1,0%; 1,5%; 2,0%; 2,5% dan 3%. Parameter yang diamati meliputi kadar air, total lemak, bahan tak larut dalam etanol, alkali bebas dan asam lemak bebas, kadar klorida, lemak tidak tersabunkan dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan minyak astiri mempengaruhi kualitas dari sabun transparan tetapi masih memenuhi standar SNI 3532-2016, kecuali nilai total lemak pada konsentrasi 0%, 0,5%, 1%, 1,5% dan nilai lemak tak tersabunkan tidak memenuhi standar SNI 3532-2016, hal ini dapat menyebabkan penurunan daya detergensi sabun.
Sintesis Metil Ester Sulfonat Berbasis Minyak Biji Kelor (Moringa oliofera L.) Pada Variasi Waktu dan Suhu Sulfonasi Murniati; Handayani, Sri Seno; Suhendra, Dedy; Gunawan, Erin Ryantin; Ramdani, Nanila
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 12 No. 2 (2023): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v12i2.50380

Abstract

Penggunaan surfaktan sintetis berbasis petrokimia memiliki efek negatif pada kesehatan manusia dan lingkungan karena bersifat korosif dan beracun, menyebabkan pemanasan global, dan kelangkaan sumber daya fosil. Metil ester sulfonat (MES) merupakan salah satu jenis surfaktan anionik yang banyak diaplikasikan dalam berbagai industri. Bahan baku pembuatan surfaktan berasal dari minyak bumi yang tidak dapat diperbaharui dan tidak ramah lingkungan, sehingga diperlukan bahan baku alternatif lain yaitu dari minyak biji kelor. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis MES dari minyak biji kelor (Moringa oliofera L.) pada variasi suhu (70, 80, dan 90) 0C dan waktu reaksi (3, 4 dan 5) jam, serta mengkarakterisasi MES menggunakan spektrofotometer FTIR pada kondisi optimum. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MES dapat sintesis dari minyak biji kelor pada kondisi optimum suhu 80 0C dan waktu reaksi 4 jam. Produk MES berwarna putih kekuningan, pH 7 dan yield 66,72 %. Karakterisasi FTIR menunjukkan pita serapan S=O sulfonat yang menandakan terbentuknya produk MES.
EDUKASI ANTIOKSIDAN ALAMI DALAM MINYAK NABATI NON PANGAN DI KELOMPOK WANITA PKK DESA BAGIK POLAK LABUAPI LOMBOK BARAT Handayani, Sri Seno; Suhendra, Dedy; Gunawan, Erin Ryantin; Murniati, Murniati; Arlia, Erma
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5916

Abstract

Antioksidan merupakan zat kimia yang membantu menangkal radikal bebas. Antioksidan alami dalam ditemukan didalam tanaman tertentu dan telah terbukti melindungi sel manusia dari kerusakan oksidatif. Tanaman yang mengandung antioksidan alami dan belum termanfaatkan secara maksimal antara lain adalah kelor, nyamplung dan ketapang. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan edukasi kepada ibu-ibu PKK desa Bagik Polak Lombok Barat untuk meningkatkan pengetahuan akan bahaya antioksidan sintetik yang terkandung dalam berbagai sediaan kosmetik. Sumber antioksidan alami dapat diperoleh dari tanaman pangan non komersil. Salah satu tanaman yang dimanfaatkan aktivitasnya sebagai antioksidan yaitu tanaman kelor (Moringa oleifera Lam). Ekstrak daun kelor mempunyai aktivitas antioksidan karena mengandung senyawa flavonoid dan beta karoten. Sedangkan minyak biji kelor mengandung asam-asam lemak yang memiliki aktivitas antioksidan yang baik. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam beberapa tahap, yaitu: (1) Sosialisasi pengetahuan tentang antioksidan, sumber antioksidan dan bahaya dari antioksidan sintetik (2) Pelatihan pembuatan bahan pangan menggunakan sumber antioksidan alami (3) evaluasi hasil kegiatan pengabdian. Ibu-ibu kelompok Wanita PKK sangat antusias dan semangat selama mengikuti kegiatan pengabdian. Kegiatan ini telah memberikan tambahan pengetahuan tentang antioksidan alami dalam minyak nabati non pangan yang berasal dari tumbuhan dan tanaman yang tidak termanfaatkan dengan baik.
Formulation and Physical Quality Test of Body Lotion of Averrhoa bilimbi L. Extract as Anti-Mosquito Agent for Aedes aegypti Eryani, Farica; Miryati, Nanda Riztina; Faulatun, Ike Afni; Gifari, M. Arya; Ramadhan, Fajri; Handayani, Sri Seno
Jurnal Pijar Mipa Vol. 19 No. 3 (2024): May 2024
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v19i3.6438

Abstract

Mosquitoes are one of the vectors with a high disease spread compared to several other types of insects. Making a body lotion from Averrhoa bilimbi L. leaf extract is an effort to reduce the spread of Aedes aegypti mosquitoes. Averrhoa bilimbi L. leaves contain secondary metabolite compounds that can be utilized as natural repellants. This study aimed to test the phytochemical compounds, physical quality and repellant power of the body lotion formula of the Averrhoa bilimbi L. leaf extract. The test results showed that the lotion preparation was stable in organoleptic observation and homogeneity test. Repellant activity against Aedes aegypti mosquitoes was conducted for 5 hours. The highest protection power of lotion with Averrhoa bilimbi L. leaf extract was obtained at 76.92% at 4% extract concentration from three formulas.