Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

EDUKASI ANTIOKSIDAN ALAMI DALAM MINYAK NABATI NON PANGAN DI KELOMPOK WANITA PKK DESA BAGIK POLAK LABUAPI LOMBOK BARAT Handayani, Sri Seno; Suhendra, Dedy; Gunawan, Erin Ryantin; Murniati, Murniati; Arlia, Erma
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5916

Abstract

Antioksidan merupakan zat kimia yang membantu menangkal radikal bebas. Antioksidan alami dalam ditemukan didalam tanaman tertentu dan telah terbukti melindungi sel manusia dari kerusakan oksidatif. Tanaman yang mengandung antioksidan alami dan belum termanfaatkan secara maksimal antara lain adalah kelor, nyamplung dan ketapang. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan edukasi kepada ibu-ibu PKK desa Bagik Polak Lombok Barat untuk meningkatkan pengetahuan akan bahaya antioksidan sintetik yang terkandung dalam berbagai sediaan kosmetik. Sumber antioksidan alami dapat diperoleh dari tanaman pangan non komersil. Salah satu tanaman yang dimanfaatkan aktivitasnya sebagai antioksidan yaitu tanaman kelor (Moringa oleifera Lam). Ekstrak daun kelor mempunyai aktivitas antioksidan karena mengandung senyawa flavonoid dan beta karoten. Sedangkan minyak biji kelor mengandung asam-asam lemak yang memiliki aktivitas antioksidan yang baik. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam beberapa tahap, yaitu: (1) Sosialisasi pengetahuan tentang antioksidan, sumber antioksidan dan bahaya dari antioksidan sintetik (2) Pelatihan pembuatan bahan pangan menggunakan sumber antioksidan alami (3) evaluasi hasil kegiatan pengabdian. Ibu-ibu kelompok Wanita PKK sangat antusias dan semangat selama mengikuti kegiatan pengabdian. Kegiatan ini telah memberikan tambahan pengetahuan tentang antioksidan alami dalam minyak nabati non pangan yang berasal dari tumbuhan dan tanaman yang tidak termanfaatkan dengan baik.
Kajian Pengaruh Suhu Pemanasan Awal Dan Waktu Sokletasi Terhadap Perolehan Minyak Biji Kelor (Moringa Oleifera Lam.) Handayani, Sri Seno; Gunawan, Erin Ryantin; Suhendra, Dedy; Murniati, Murniati
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 10 No. 4 (2024): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v10i4.754

Abstract

Sound healing, or commonly referred to as music therapy using Acoustic Sound for Wellbeing (ASW) Moringa seed oil (Moringa oleifera Lam.) has significant potential for use in various industrial sectors, including food, pharmaceuticals, and cosmetics. One of the critical factors influencing oil extraction efficiency is preheating treatment and extraction process duration. This study aims to evaluate the effect of varying preheating temperatures and Soxhlet extraction times on the yield of Moringa seed oil, as well as to determine the most optimal extraction conditions. The extraction process was conducted using the Soxhlet method with n-hexane as the solvent. Preheating temperatures used in this study ranged from room temperature to 50°C, 60°C, and 70°C, with extraction times of 2, 4, and 6 hours. The results showed that preheating treatment on moringa seeds and extraction duration had a significant impact on oil yield. The optimal conditions were achieved at a preheating temperature of 70°C with an extraction time of 6 hours, yielding the highest oil recovery of 41.74%.
Extraction and Characterization of Moringa Seed Oil Results from Soxhletation and Screw Pressing Handayani, Sri Seno; Gunawan, Erin Ryantin; Suhendra, Dedy; Murniati, Murniati; Bali, Rizka Dhia Khalilah; Sari, Gita Sagita
Jurnal Pijar Mipa Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram. Jurnal Pijar MIPA colaborates with Perkumpulan Pendidik IPA Indonesia Wilayah Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpm.v20i1.8245

Abstract

Moringa seed oil is a vegetable oil that has many benefits for health and the pharmaceutical industry. Moringa seed oil can be extracted either chemically or mechanically. This research aims to characterize moringa seed oil’s physicochemical properties and fatty acid composition using soxhletation chemical extraction and screw-pressing mechanical extraction with various pretreatment temperatures of 50, 60, and 70°C. The research showed that the highest yield of moringa seed oil, 41.74%, was obtained at an initial treatment temperature of 70°C using the soxhletation method for 6 hours. The acid value of moringa seed oil from soxhletation is 2.01 mg KOH/g, and screw pressing is 4.37 mg KOH/g. The iodine number from soxhletation was 66.62 mg iod/100g, and screw pressing was 60.27 mg iod/100g. The density of the oil from soxhletation and screw pressing is 0.922 mg/mL and 0.934 mg/mL, respectively, with an oil viscosity of 3.298 cP and 3.424 cP. The results of GC-MS analysis show that moringa seed oil from soxhletation has an oleic acid composition of 40.92%, while the screw pressing has an oleic acid composition of 22.50%. This finding demonstrates the influence of extraction methods on the fatty acid profile, particularly the concentration of oleic acid, a key component of moringa seed oil. These results contribute to understanding how specific extraction techniques can optimize the quality of moringa seed oil.
Peningkatan Keterampilan Masyarakat dalam Pengelolaan Minyak Nabati dari Limbah Pertanian di Desa Barabali Batuk Liang Lombok Tengah Handayani, Sri Seno; Suhendra, Dedy; Ryantin Gunawan, Erin; Miftahul Aini, Diah; Putra Adiguna, Sya’ban; Sari Fania, Rosita; Maulida, Ema; Rischia, Amida; Nurlaela, Nurlaela
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia (Indonesian Journal Of Science Community Services) Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmsi.v7i1.1156

Abstract

Biji kelor (Moringa oleifera), nyamplung (Calophyllum inophyllum), dan ketapang (Terminalia catappa) sering kali dianggap sebagai limbah pertanian atau hasil samping yang tidak termanfaatkan secara optimal, termasuk di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Kondisi ini menggambarkan kurangnya pemanfaatan potensi ekonomi dan lingkungan dari biji-bijian tersebut, yang sebenarnya memiliki kandungan minyak nabati dengan beragam aplikasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan peningkatan keterampilan kepada masyarakat Desa Barabali melalui pemberdayaan masyarakat dalam mengolah limbah pertanian menjadi produk bernilai tambah. Pemanfaatan limbah biji terbuang ini tidak hanya berkontribusi pada reduksi limbah tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan dan dapat mendorong Sustainable Development Goals (SDGs). Metode yang digunakan meliputi pemberian informasi, demonstrasi langsung proses pembuatan sabun dan lotion dari minyak kelor, ketapang dan nyamplung, tanya jawab, pretest untuk mengukur pemahaman awal dan evaluasi hasil kegiatan. Antusiasme peserta pengabdian cukup tinggi, terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam setiap tahap kegiatan dan banyaknya pertanyaan yang diajukan. Kegiatan ini dinilai berhasil memberikan pengalaman edukatif yang memuaskan bagi peserta, juga mampu meningkatkan kesadaran terhadap potensi sumber daya lokal serta pengenalan produk inovatif hasil dari limbah terbuang.
Optimasi Sintesis Biodiesel dari Minyak Biji Nyamplung (Calophyllum inophyllum) Melalui Reaksi Transesterifikasi Menggunakan Katalis TiO2 Arlia, Erma; Gunawan, Erin Ryantin; Murniati, Murniati; Handayani, Sri Seno; Suhendra, Dedy
JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN Vol. 11 No. 1 (2025): JURNAL SAINS TEKNOLOGI & LINGKUNGAN
Publisher : LPPM Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jstl.v11i1.759

Abstract

Dependence on solar power needs can be overcome by switching to renewable energy, namely biodiesel. Biodiesel can be synthesized from non-food vegetable oil, namely nyamplung seed oil, with the help of a catalyst. The aim of this research is to optimize the synthesis of biodiesel from nyamplung seed oil through a transesterification reaction using a TiO2 catalyst. Variations in reaction conditions include the mole ratio of oil: methanol, catalyst mass, reaction time and reaction temperature. The optimum conditions for biodiesel synthesis were obtained at mole ratio of oil: methanol  1:8; catalyst 0.15 g; reaction time 150 minutes and reaction temperature 60℃ with an average yield of 76.54%. The characteristics of the biodiesel obtained include  0.877 g/mL of density, 3.65 cSt of viscosity,   234.217 mg KOH/g of saponification value, and 2.1 mg NaOH/g of acid value. The chemical composition of biodiesel resulting from GC-MS is methyl palmitate, methyl oleate and methyl stearate.
Pengenalan dan Demonstrasi Berbagai Teknik Pemisahan untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa SMA Negeri 1 Batukliang Lombok Tengah Pada Mata Pelajaran Kimia Kelas XI Gunawan, Erin Ryantin; Suhendra, Dedy; Handayani, Sri Seno; Aini, Diah Miftahul; Adiguna, Sya’ban Putra; Yanti, Sepia Dwi; Usiana, Shilan; Rischia, Amida
Jurnal Pengabdian Inovasi Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): Edisi Agustus
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpimi.v4i2.7903

Abstract

This Community Service activity was conducted at SMA Negeri 1 Batukliang, Central Lombok, a senior high school offering a science (IPA) program and supported by the availability of a chemistry laboratory. The school faces several challenges, including a curriculum that has yet to incorporate real-life applications of chemistry, limited student understanding of chemical separation techniques, and inadequate laboratory facilities and infrastructure. This community service program aimed to introduce and demonstrate various separation techniques including extraction, distillation, and chromatography through interactive lectures, educational videos, and simple hands-on experiments, including processes like extraction, Soxhletation, and distillation. Through this activity, students not only gained theoretical knowledge but also practical experience in applying separation techniques and observing the products generated from these processes. This initiative aligns with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly in supporting quality education. The program is expected to enhance students’ scientific literacy and serve as an initial step toward raising awareness of the importance of chemistry in everyday life.
Peningkatan Keterampilan Masyarakat dalam Pengelolaan Minyak Nabati dari Limbah Pertanian di Desa Barabali Batuk Liang Lombok Tengah Handayani, Sri Seno; Suhendra, Dedy; Ryantin Gunawan, Erin; Miftahul Aini, Diah; Putra Adiguna, Sya’ban; Sari Fania, Rosita; Maulida, Ema; Rischia, Amida; Nurlaela, Nurlaela
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains Indonesia (Indonesian Journal Of Science Community Services) Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmsi.v7i1.1156

Abstract

Biji kelor (Moringa oleifera), nyamplung (Calophyllum inophyllum), dan ketapang (Terminalia catappa) sering kali dianggap sebagai limbah pertanian atau hasil samping yang tidak termanfaatkan secara optimal, termasuk di Desa Barabali, Kecamatan Batukliang, Kabupaten Lombok Tengah. Kondisi ini menggambarkan kurangnya pemanfaatan potensi ekonomi dan lingkungan dari biji-bijian tersebut, yang sebenarnya memiliki kandungan minyak nabati dengan beragam aplikasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan peningkatan keterampilan kepada masyarakat Desa Barabali melalui pemberdayaan masyarakat dalam mengolah limbah pertanian menjadi produk bernilai tambah. Pemanfaatan limbah biji terbuang ini tidak hanya berkontribusi pada reduksi limbah tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat pedesaan dan dapat mendorong Sustainable Development Goals (SDGs). Metode yang digunakan meliputi pemberian informasi, demonstrasi langsung proses pembuatan sabun dan lotion dari minyak kelor, ketapang dan nyamplung, tanya jawab, pretest untuk mengukur pemahaman awal dan evaluasi hasil kegiatan. Antusiasme peserta pengabdian cukup tinggi, terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam setiap tahap kegiatan dan banyaknya pertanyaan yang diajukan. Kegiatan ini dinilai berhasil memberikan pengalaman edukatif yang memuaskan bagi peserta, juga mampu meningkatkan kesadaran terhadap potensi sumber daya lokal serta pengenalan produk inovatif hasil dari limbah terbuang.
PENAMBAHAN MINYAK ATSIRI KULIT BUAH JERUK PURUT TERHADAP KUALITAS SABUN TRANSPARAN DARI MINYAK INTI BUAH KETAPANG Murniati, Murniati; Suhendra, Dedy; Ryantin G, Erin; Handayani, Sri Seno; Ariani, Dwi
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 9 No. 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.485 KB) | DOI: 10.23887/jstundiksha.v9i2.28633

Abstract

Sabun transparan adalah sabun yang memiliki tampilan yang menarik dan transparan. Sabun biasanya dibuat dari trigliserida minyak nabati edible oil seperti minyak kelapa dan kelapa sawit. Salah satu bahan baku alternatif adalah minyak inti buah ketapang. Untuk meningkatkan efektifitas sabun maka perlu ditambahkan zat aktif yaitu minyak astiri kulit jeruk purut. Minyak atrisi kulit jeruk purut mengandung senyawa-senyawa yang bersifat anti bakteri dan anti virus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan konsentrasi minyak atsiri terhadap kualitas sabun transparan dari minyak inti buah ketapang sesuai standar SNI 3532-2016. Konsentrasi minyak astiri yang ditambahkan sebesar 0,0%; 0,5%; 1,0%; 1,5%; 2,0%; 2,5% dan 3%. Parameter yang diamati meliputi kadar air, total lemak, bahan tak larut dalam etanol, alkali bebas dan asam lemak bebas, kadar klorida, lemak tidak tersabunkan dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan minyak astiri mempengaruhi kualitas dari sabun transparan tetapi masih memenuhi standar SNI 3532-2016, kecuali nilai total lemak pada konsentrasi 0%, 0,5%, 1%, 1,5% dan nilai lemak tak tersabunkan tidak memenuhi standar SNI 3532-2016, hal ini dapat menyebabkan penurunan daya detergensi sabun.
Sintesis Metil Ester Sulfonat Berbasis Minyak Biji Kelor (Moringa oliofera L.) Pada Variasi Waktu dan Suhu Sulfonasi Murniati; Handayani, Sri Seno; Suhendra, Dedy; Gunawan, Erin Ryantin; Ramdani, Nanila
JST (Jurnal Sains dan Teknologi) Vol. 12 No. 2 (2023): July
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jstundiksha.v12i2.50380

Abstract

Penggunaan surfaktan sintetis berbasis petrokimia memiliki efek negatif pada kesehatan manusia dan lingkungan karena bersifat korosif dan beracun, menyebabkan pemanasan global, dan kelangkaan sumber daya fosil. Metil ester sulfonat (MES) merupakan salah satu jenis surfaktan anionik yang banyak diaplikasikan dalam berbagai industri. Bahan baku pembuatan surfaktan berasal dari minyak bumi yang tidak dapat diperbaharui dan tidak ramah lingkungan, sehingga diperlukan bahan baku alternatif lain yaitu dari minyak biji kelor. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis MES dari minyak biji kelor (Moringa oliofera L.) pada variasi suhu (70, 80, dan 90) 0C dan waktu reaksi (3, 4 dan 5) jam, serta mengkarakterisasi MES menggunakan spektrofotometer FTIR pada kondisi optimum. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MES dapat sintesis dari minyak biji kelor pada kondisi optimum suhu 80 0C dan waktu reaksi 4 jam. Produk MES berwarna putih kekuningan, pH 7 dan yield 66,72 %. Karakterisasi FTIR menunjukkan pita serapan S=O sulfonat yang menandakan terbentuknya produk MES.
EDUKASI ANTIOKSIDAN ALAMI DALAM MINYAK NABATI NON PANGAN DI KELOMPOK WANITA PKK DESA BAGIK POLAK LABUAPI LOMBOK BARAT Handayani, Sri Seno; Suhendra, Dedy; Gunawan, Erin Ryantin; Murniati, Murniati; Arlia, Erma
Jurnal Pepadu Vol 5 No 4 (2024): Jurnal PEPADU
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/pepadu.v5i4.5916

Abstract

Antioksidan merupakan zat kimia yang membantu menangkal radikal bebas. Antioksidan alami dalam ditemukan didalam tanaman tertentu dan telah terbukti melindungi sel manusia dari kerusakan oksidatif. Tanaman yang mengandung antioksidan alami dan belum termanfaatkan secara maksimal antara lain adalah kelor, nyamplung dan ketapang. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan edukasi kepada ibu-ibu PKK desa Bagik Polak Lombok Barat untuk meningkatkan pengetahuan akan bahaya antioksidan sintetik yang terkandung dalam berbagai sediaan kosmetik. Sumber antioksidan alami dapat diperoleh dari tanaman pangan non komersil. Salah satu tanaman yang dimanfaatkan aktivitasnya sebagai antioksidan yaitu tanaman kelor (Moringa oleifera Lam). Ekstrak daun kelor mempunyai aktivitas antioksidan karena mengandung senyawa flavonoid dan beta karoten. Sedangkan minyak biji kelor mengandung asam-asam lemak yang memiliki aktivitas antioksidan yang baik. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam beberapa tahap, yaitu: (1) Sosialisasi pengetahuan tentang antioksidan, sumber antioksidan dan bahaya dari antioksidan sintetik (2) Pelatihan pembuatan bahan pangan menggunakan sumber antioksidan alami (3) evaluasi hasil kegiatan pengabdian. Ibu-ibu kelompok Wanita PKK sangat antusias dan semangat selama mengikuti kegiatan pengabdian. Kegiatan ini telah memberikan tambahan pengetahuan tentang antioksidan alami dalam minyak nabati non pangan yang berasal dari tumbuhan dan tanaman yang tidak termanfaatkan dengan baik.