Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

BIOLOGI KEPIK LABU (Leptoglossus australis Fabricius, Hemiptera: Coreidae) PADA TANAMAN PERIA (Momordica charantia) DI LABORATORIUM AZIS AZIS; SARBINO SARBINO; TRIS HARIS RAMADHAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.22325

Abstract

BIOLOGI KEPIK LABU (Leptoglossus australis Fabricius, Hemiptera: Coreidae) PADA TANAMAN PERIA (Momordica charantia) DI LABORATORIUMAzis (1), Sarbino (2), Tris Haris Ramadhan (3)(1)       Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAKKepik labu (Leptoglossus australis F.) merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman peria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biologi kepik labu pada buah peria (Momordica charantia). Penelitian dilaksanakan di laboratorium Hama Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama 4 bulan. Kepik labu dipelihara dalam toples, toples dilubangi bagian bawah nya dan ditutup dengan kain kasa, toples digunakan secara terbalik. Buah peria diganti 2 hari sekali. Pengamatan dilakukan terhadap 100 ekor sebagai kohort yang dibagi dalam 10 toples. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : masa perkembangan L. australis F. dari menetas sampai menjadi imago berkisar antara 30-48 hari, stadium telur berkisar antara 7-10 hari. Nimfa terdiri dari 5 instar, lama stadium instar I (3-5 hari) instar II (5-23 hari) instar III (13-32) instar IV (13-35) dan instar V (16-27) hari.  Nisbah seks diperoleh perbandingan jantan : betina 3,1 : 2. Lama hidup imago jantan 5-74 hari dan imago betina 14-79 hari. Periode prapeneluran berkisar 9-35 hari(rata – rata 22,23 hari). Periode pasca peneluran berkisar 1-6 hari (rata – rata 2,16 hari). Fertilitas telur berkisar antara 81,94% - 100%. Panjang dan lebar telur berkisar antara 1,85-1,89 mm dan 1,26-1,30 mm. Jumlah telur yang dihasilkan berkisar antara 8-72 telur (rata – rata 23 telur). Mortalitas nimfa instar I (3%) instar II (9%) instar III (12%) instar IV (8%) dan instar V (17%). Pemberian pakan dengan buah peria menghasilkan siklus dan umur yang panjang pada kepik (L. australis F.). Kata kunci     : Biologi, L. australis F., Peria (Momordica charantia L.
PENGARUH CAMPURAN EKSTRAK TANJUNG Mimusops elengi DAN EKSTRAK KEBEN Barringtonia asiatica TERHADAP BIOLOGI Crocidolomia pavonana Tiari Aulia Putri; Edy Syahputra; Sarbino sarbino
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42702

Abstract

 ABSTRAK            Salah satu hama penting tanaman dari famili Brassicaceae ialah ulat krop kubis Crocidolomia pavonana. Kerusakan yang ditimbulkan hama ini dapat menyebabkan penurunan hasil produksi tanaman kubis. Salah satu pengendalian yang dapat dilakukan adalah menggunakan insektisida berbahan nabati. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh campuran ekstrak biji Mimusops elengi dan Barringtonia asiatica terhadap larva C. pavonana. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pestisida, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak dari bulan November 2018-Oktober 2019. Pengujian dilakukan dengan metode residu pada daun. Bahan yang digunakan adalah ekstrak biji tanjung dan ekstrak biji keben. Uji mortalitas dilakukan pada larva C. pavonana instar dua melalui tahapan uji pendahuluan dan uji lanjutan, uji reproduksi C. pavonana dilakukan terhadap imago C. pavonana yang sehat dan berhasil muncul. Pengamatan dilakukan terhadap mortalitas dan reproduksi C. pavonana. Hubungan konsentrasi-mortalitas dianalisis dengan probit. Pengujian reproduksi diuji pada konsentrasi setara LC30 dan LC50. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas letal ekstrak campuran pada LC50 sebesar 3,27%. Hasil uji reproduksi menunjukkan konsentrasi LC50 dapat mempersingkat umur imago jantan selama 11,8 hari, dan konsentrasi LC30 belum dapat menyebabkan perubahan lama hidup imago jantan dibandingkan kontrol.  Ekstrak campuran pada konsentrasi yang diuji belum dapat menyebabkan perubahan lama hidup imago betina, dan konsentrasi ekstrak campuran 1,50%-4,00% dapat menurunkan keperidian imago betina sebesar 7,4%-10,4%.
UJI PERSISTENSI ISOLAT BAKTERI ENTOMOPATOGEN TERHADAP LARVA Crocidolomia pavonana (F.) gusti agus sapransyah; Indri Hendarti; sarbino sarbino
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 2: Agustus 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i2.5575

Abstract

ABSTRAK Persistensi merupakan faktor yang sangat penting dalam pengendalian hama di lapangan, semakin tinggi tingkat persistensinya semakin tinggi pula keberhasilan dalam mengendalikan hama di lapangan. Pada umumnya insektisida biologi yang bersumber dari mikroorganisme belum diketahui secara pasti tentang persistensinya di lapangan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui persistensi bakteri entomopatogen terhadap larva Crocidolomia pavonana (F) pada permukaan tanaman brokoli di lapangan. Metode pengujian yang dilakukan adalah metode force feeding. Serangga uji larva instar II dipaksa untuk memakan daun yang telah disemprtotkan isolat bakteri (residu pada daun). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan yaitu selang waktu antara aplikasi bakteri dengan infestasi hama C. pavonana dan setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Hasil dari pengujian yang dilakukan ternyata bakteri yang diujikan mempunyai daya persistensi yang cukup tinggi di lapangan. Hal ini terlihat dari mortalitas larva C. pavonana pada selang waktu perlakuan 14 hari, kematian yang disebabkan oleh infeksi bakteri pada larva masih mencapai 52%. Kata Kunci : Bakteri entomopatogen, Crocidolomia pavonana (F), Persistensi.
PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP KEBERHASILAN SETEK BATANG ROMBUSA PUTIH (Tabernaemountana coryimbusa) NUR KHOLIS; Sarbino Sarbino; Agus Hariyanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.106 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.25196

Abstract

INFLUENCE OF PLANTING MEDIA ON THE SUCCESS OF WHITE ROMBUSASTEM   CUTTINGS(Tabernaemontana coryimbusa)Nurkholis1, Sarbino2, Agus Hariyanti3 1Agriculture; Faculty University of Tanjungpura2Agriculture; Faculty University of Tanjungpura3Agriculture; Faculty University of Tanjungpurae-mail*nurkholis­_h@ymail.com ABSTRAKWhite rombusa is an ornamental plant that has a green-white leaf pattern as well as beautiful flowers with white color and has five crowns resembling a ship's propeller with the bottom shaped like a small pipe. This study aims to determine the effect of planting media on the success of  white rombusa stem cuttings and get the best planting media. The research was conducted at Bening Multi Flora Garden of Ampera Kota Baru Pontianak from March 30 - May 10, 2017. The design used Completely Randomized Design with treatment m1 = PMK soil (kontrol),  m2 = PMK soil andcharcoal husk(1:1), m3 = PMK soil andcow manure(1:1),        m4 = PMK soil and charcoal husk(2:1), m5 = PMK soil and cow manure(2:1),  m6 = PMK soil, charcoal husk, and cow manure. Observation parameters Percentage of live cuttings (%), Leaf emeration time (days), Number of shoots (fruit), Number of leaves (length), (cm), Root length (cm). Planting medium has an effect on to success of stem of  white rombusa and treatment PMK soil and cow manure (1:1) gives the best influence to the success percentage variable of live cut 70,85, Number of shoots 3,25,Number of leaves 8,00, Shoot length 6,05 and Root lengt 5,05 compared with other treatment. Keywords: Charcoal Husk, Cow Manure, Soil PMK 
TINGKAT KEPERIDIAN Menochilus sexmaculatus FABRICIUS BERDASARKAN PERBEDAAN JUMLAH PAKAN YANG DIBERIKAN PADA PENGUJIAN DI LABORATORIUM dwi fitriyani; Tris Haris Ramadhan; Sarbino Sarbino
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.18596

Abstract

ABSTRAK Salah satu serangga predator adalah Menochilus sexmaculatus Fabrisius (Coccinellidae : Coleoptera) dan memiliki keperedian yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menegtahui keperidian  M. sexmaculatus dengan perlakuan jumlah pakan yang berbeda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan yang diberikan berupa pemberian pakan dengan jumlah yang berbedaan yakni : 10, 40, dan 80. Penelitian dengan rancangan digunakan untuk melihat perbedaab jumlah pakan terhadap keperidian M. sexmaculatus. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan M. sexmaculatus yang dipelihara dengan pakan A. craccivoramampu berkembang dan menghasilkan telur terbanyak 138,83/hari, dengan ukuran telur paling besar pada perlakuan P3 yaitu 9,82 µm, lama peneluran/umur peneluran 8-16 hari, dan persentase telur menetas tertinggi  76,24%/hari. Pemberian pakan 80 ekor pakan menghasilkan telur sehat dan kuantitas terbaik pada M. sexmaculatus.   Kata kunci : Keperidian, M. sexmaculatus, pakan.  
INVENTARISASI PATOGEN CENDAWAN PADA BEBERAPA VARIETAS JAGUNG Dedi Noviardi; Sarbino Sarbino; Edy Syahputra
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i3.40467

Abstract

Jagung merupakan sumber bahan pangan penting setelah beras di Indonesia. Tingginya kebutuhan jagung, sehingga Indonesia harus mengimpor. Faktor penghambat utama dalam budidaya tanaman jagung adalah gangguan organisme pengganggu tanaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis dan intensitas serangan penyakit pada beberapa varietas jagung. Penelitian ini dilaksanakan di Rasau Jaya 2, Kecamatan Rasau, Kabupaten Kubu Raya, pada bulan Maret sampai bulan Juni 2019. Benih jagung yang digunakan adalah, Piooner-21, Bisi-18, Pertiwi-3, dan Hi-Corn. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 5 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa hanya terdapat 4 jenis patogen yang ditemukan pada beberapa varietas tanaman jagung yaitu penyakit hawar daun (Helminthosporium sp), penyakit bulai (Peronosclerospora maydis, penyakit bercak daun (Curvularia sp), penyakit hawar pelepah (Rhizoctonia solani Kuhn). Penyakit hawar daun, bercak daun, dan hawar pelepah menyerang varietas Piooner-21, Bisi-18, Pertiwi-3 dan Hi-Corn. Penyakit bulai hanya menyerang varietas Piooner-21 dan Pertiwi-3. Intensitas serangan tertinggi penyakit hawar daun dan bulai terjadi pada varietas Piooner-21, penyakit bercak terjadi pada varietas Bisi-18, sedangkan penyakit hawar pelepah terjadi pada varietas Hi-Corn. Kata kunci : Cendawan, Jagung, Patogen, Penyakit
KEEFEKTIFAN BEBERAPA HERBISIDA CAMPURAN DALAM MENGENDALIKAN GULMA UMUM PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Nopiansyah Nopiansyah; Edi Syahputra; Sarbino Sarbino
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v11i2.61203

Abstract

Herbicide mixing technology is an opportunity to improve efficiency and control weeds. This study aimed to develop the effectiveness of a mixed herbicide (tank mix) between the active ingredient formulations of tiafenacil, glyphosate, methyl metsulfuron, and paraquat dichloride in controlling common oil palm weeds. The research was carried out for approximately 3 months, from January to March 2021, in oil palm plantations. The research used was a randomized block design with 9 treatments and 4 replications. Herbicide application using a knapsack sprayer and a red nozzle. Spraying is carried out on weeds in the oil palm weed circle. Vegetation analysis was carried out before the application of herbicides, the percentage of mortality was observed 3,7, 14, 21, and 30 days after spraying and weed regrowth was carried out 30, 45, and 60 days after spraying. The results showed that the paraquat mixture of tiafenacil was able to increase the effectiveness of the herbicide against common weeds compared to the single herbicide tiafenacil at doses of 2 l/ha and 4 l/ha based on mortality. The paraquat mixture in methyl metsulfuron was able to increase the effectiveness of the herbicide against common weeds compared to the single herbicide methyl metsulfuron based on its mortality. The single herbicide tiafenacil dose of 2 l/ha was able to suppress the dry weight of Ottochloa sp better than the single herbicide tiafenacil dose of 4 l/ha. The mixture of methyl metsulfuron in tiafenacil was able to suppress the dry weight of Asystasia sp better than the single herbicide tiafenacil at a dose of 2 l/ha.
Pengaruh Campuran Hormon Organik dan Pupuk Organik Cair terhadap Peningkatan Daya Tumbuh Bibit Stum Mata Tidur Tanaman Karet Wirahadi Admaja; Henny Sulistyowati; Sarbino Sarbino
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 4, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.81 KB) | DOI: 10.26418/plt.v4i2.9371

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan campuran hormon organik dan pupuk organik cair  yang terbaik bagi peningkatan daya tumbuh bibit stum mata tidur tanaman karet. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok yang terdiri dari 7 perlakuan perendaman pada bibit stum mata tidur, yaitu k0=perendaman dengan air, k1 = perendaman dengan pupuk organik cair dengan konsentrasi 3cc/l air, k2 = perendaman dengan hormon organik (1cc/liter air) + pupuk organik cair (3cc/liter air), k3 = perendaman dengan hormon organik cair (3cc/liter air) + pupuk organik cair (3cc/liter air), k4 =  perendaman dengan hormon organik cair (5cc/liter air) + pupuk organik cair (3cc/liter air), k5= perendaman dengan hormon organik cair (7cc/liter air) + pupuk organik cair (3cc/liter air), k6= perendaman dengan hormon organik cair (9cc/liter air) + pupuk organik cair (3cc/liter air). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah kecepatan bertunas, persentase hidup, panjang tunas, jumlah daun, diameter tunas dan volume akar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibit stum mata tidur yang direndam dengan hormon organik cair (5cc/liter air) + pupuk organik cair (3cc/liter air) merupakan perlakuan terbaik untuk variabel persentase hidup yaitu sebesar 93,33%,  sedangkan untuk variabel yang lain, semua perlakuan memberikan pengaruh yang tidak nyata. Kata kunci: hormon organik, pupuk cair organik, stum mata tidur karet
PENGARUH CUKA (ASAP CAIR) TEMPURUNG KELAPA TERHADAP P. palmivora PENYEBAB PENYAKIT BUSUK BUAH PADA KAKAO Yunita Yunita; Iman Suswanto; Sarbino Sarbino
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 11, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v11i2.60096

Abstract

Cocoa pod rot disease is one of the important diseases on cocoa crop because they cause substantial losses in crop yields. One method to control spoilage of pod using vinegar (Liquid Smoke) coconut shell. This research aims to obtain a concentration of Vinegar (Liquid Smoke) to suppress the activity of P. pamivora. The study lasted for three months in the laboratory of plant disease Faculty of Agriculture University of Tanjungpura. The method used was Complete Random Design (CRD) with 6 treatment 0%, 5%, 10%, 20%, 40% and fungicides mancozeb 80% active material based on repeated 3 times. The observed parameters is the number of patches and spots, long observations began on the fifth day after incubation. The research results showed that rotten pod disease control using Wood Vinegar is effective at concentrations of 5% and 10% are able to inhibit the activity of P. palmivora.Keywords: Cocoa pod, Vinegar (Asap Cair) Coconut Shell, P. palmivora
Studi Keragaan Kebun Kelapa Sawit Swadaya di Kabutapen Kubu Raya Henny Sulistyowati; Sarbino Sarbino; Nur Arifin
Perkebunan dan Lahan Tropika Vol 11, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/plt.v11i1.53358

Abstract

Performance Study of Independent Small Holder Oil Palm Plantation at Kubu Raya Regency. Independent small holder oil palm plantations are small holder oil palm plantations that are not affiliated with any institution. Farmers sell their own produce to local mills directly or through traders. Independent oil palm smallholders are faced with various problems, including limited access to information technology sources, financing, and markets. Independent small holder oil palm plantations in Kubu Raya Regency are facing a bigger problem because most of the plantations are on peatlands, therefore efforts are needed to help these farmers. Efforts that need to be made at this time are the provision of a database of independent small holder oil palm plantations, which so far do not exist. This study aims to obtain data on the performance of independent small holder oil palm plantations in Kubu Raya Regency. Collecting data using the interview method with a questionnaire. The results showed that most of the independent small holder oil palm farmers in Kubu Raya Regency running their business only as a side job so that the management is not optimal. Another obstacle is the difficulty in accessing the market so they are forced to sell their fruit through middlemen. The problem of transportation, namely transportation and inadequate roads, is also one of the causes of the difficulty in marketing the fresh fruit bunch.