Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Tropical Aquatic Resource Management

Identifikasi Ektoparasit Pada Ikan Toman (Channa micropeltes) Hasil Tangkapan Alam dan Budidaya Di Desa Beringin Kabupaten Sambas Nurfatehah, Nurfatehah; Mulyadi, Ahmad; Anzani, Yunita Magrima
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 3, No 1 (2025): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i1.91422

Abstract

Ikan Toman (Channa micropeltes) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat kerena memiliki nilai gizi dan ekonomis yang tinggi. Ektoparasit merupakan parasit yang menyerang ikan di bagian luar pada tubuh ikan. Pada dasarnya infeksi ektoparasit pada ikan dapat menimbulkan kerugian. Meskipun kerugian tersebut tidak sebesar kerugian akibat infeksi organisme patogen lain seperti virus dan bakteri, infeksi ektoparasit dapat menjadi salah satu faktor predisposisi bagi infeksi organisme patogen yang lebih berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ektoparasit yang menyerang ikan toman baik dari tangkapan alam maupun budidaya di Desa Salwa Kabupaten Sambas. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode Purposive Sampling dan Random Sampling yang dilakukan di setiap stasiun. Hasil pengamatan selama penelitian yaitu jenis ektoparasit yang ditemukan ada dua jenis ektoparasit yang menyerang ikan toma yaitu Dactylogyrus sp pada organ insang dan Argulus pada kulit ikan. Prevalensi ikan toman stasiun I yaitu 15% termasuk kategori sering dan infeksi sering, stasiun II yaitu 10% termasuk kategori sering dan infeksi sering dan stasiun dan IV yaitu 5% termasuk kategori terkadang dan infeksi terkadang sedangkan pada kolam budidaya stasiun I yaitu 80% termasuk kategori biasa dan infeksi biasa, stasiun II dan III yaitu 50-60% termasuk kategori sering kali dan infeksi sangat sering, dan stasiun IV 30% termasuk kategori umumnya atau infeksi biasa. Intensitas stasiun I, II, III dan IV pada tangkapan alam dan budidaya berkisar antara 1-2 ekor/ind, dan termasuk dalam kategori infeksi rendah.Kata Kunci: Desa salwa, Ektoparasit, Ikan Toman
Identifikasi Ektoparasit pada Benih Ikan Biawan (Helostoma temminckii) di Unit Pelaksana Teknis Perikanan Budidaya Air Payau dan Laut (UPT-PBAPL) Kalimantan Barat Fajar, Frolensius Fernando; Mulyadi, Ahmad; Anzani, Yunita Magrima
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 2, No 1 (2024): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v2i1.78330

Abstract

Ikan biawan (Helostoma temminckii) adalah ikan asli indonesia yang terdapat di beberapa sungai di Sumatera dan Kalimantan, seperti daerah Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur. Di Kalimantan Barat budidaya ikan biawan di lakukan di UPT-PBAPL Anjongan Kalimantan Barat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ikan biawan yang berada di kolam UPT-PBAPL Kalimantan Barat terdapat infeksi parasit. Untuk mengidentifikasi jenis parasit apa saja yang menginfeksi Ikan biawan (Helostoma temminckii) dari kolam yang berada dikolam UPT-PBAPL Kalimantan Barat. Penelitian dilaksanakan kurang lebih 2 bulan di dua tempat yaitu, untuk pengambilan sampel dilakukan di UPT-BPAPL. Pengukuran kualitas air pengukuran suhu dan DO mengunakan DO Meter dengan mencelupkan ke dalam air, maka dengan otomatis nilai oksigen terlarut dan suhu akan terlihat pada monitor DO Meter. Identifikasi parasit pada ikan biawan dengan dilakukan menggunakan metode pengambilan sampel purposive sampling adalah metodologi pengambilan sampel secara purposive (ikan dengan gejala-gejala seperti kerusakan pada organ luar tubuh dan tingkah laku ikan) dimana kelompok sampel ditargetkan memiliki atribut-atribut tertentu. Hasil penelitian yang telah dilakukan pada 120 sampel benih ikan biawan dari satu kolam, ditemukan 14 sampel ikan positif terserang ektoparasit dan hanya satu jenis ektoparasit yang menginfeksi benih ikan, yaitu Dactylogyrus sp. Prevalensi pada ikan biawan menunjukan jumlah ikan yang terinfeksi paling banyak ditemukan di sampling ke IV yaitu 5 ekor sedangkan jumlah ikan yang teridentifikasi yang paling sedikit di temukan pada sampling ke II yaitu 2 ekor. Intensitas pada ikan biawan menunjukan intensitas pada sampling I, II, III dan IV termasuk dalam kategori rendah menurut Kabata (1985), intensitas ikan yang terinfeksi ektoparasit adalah 1-2 individu /ekor yang masuk kedalam kategori rendah.
Keanekaragaman Jenis Ikan di Kawasan Bendungan Merowi Desa Semayang Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau Andika, Arya; Mulyadi, Ahmad; Magrima Anzani, Yunita
Akuatik Tropis: Journal of Tropical Aquatic Resource Management Vol 3, No 2 (2025): Jurnal Akuatik Tropis
Publisher : Department of Aquatic Resource Management, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/akuatik tropis.v3i2.91907

Abstract

Penelitian keanekaragaman jenis ikan di Kawasan Bendungan Merowi Desa Semayang Kecamatan Kembayan Kabupaten Sanggau terdiri dari empat stasiun pengamatan pada bulan April-Mei 2024. Pemilihan stasiun pengamatan secara terpilih (purposive sampling) yaitu berdasarkan pertimbangan terwakili keadaan perairan. Hasil penelitian terdapat 18 jenis dari 11 famili dari ikan yang berhasil dikumpulkan berjumlah 156 ekor ikan menggunakan tajur, serok, bubu dan pukat. Hasil pengamatan menunjukan adanya keragaman jenis ikan yang diperoleh di Kawasan Bendungan Merowi. Stasiun 1 tercatat ada 9 spesies dari 6 famili, stasiun 2 ditemukan 12 spesies dari 9 famili, di stasiun 3 ditemukan 15 spesies dari 10 famili dan pada stasiun 4 ditemukan 14 spesies dari 10 famili. Kelimpahan jenis ikan tertinggi pada setiap stasiun berasal dari famili Cyprinidae, yaitu masingmasing pada stasiun 1,2,3 dan 4 adalah 55.17%, 53.38%, 61.36% dan 52.63%. indeks keanekaragaman pada stasiun 1,2,3 dan 4 berada pada kategori sedang dengan kisaran yaitu nilai 1,99, 2,03, 2,29 dan 2,34. Sedangkan untuk Indeks keseragaman berada dalam katagori merata dengan nilai secara berturut-turut yaitu 0,60, 0,62, 0,61 dan 0,58. sedangkan indeks dominasi berada pada kondisi stabil dan tidak ada jenis ikan tertentu yang mendominasi dengan nilai pada setiap stasiun 0,17, 0,15, 0,11 dan 0,12.