Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMASI KEKUATAN HORIZONTAL VESSEL MENGGUNAKAN ANALISIS ELEMEN HINGGA Riki Effendi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bejana tekan (pressure vessel) adalah tempat untuk menampung sementara suatu fluida baik yangberupa  cairan  maupun  gas.  Bejana  tekan  dibangun  dengan  pesyaratan  kekuatan  dan  kestabilankonstruksinya.  Kekuatan  suatu  struktur  dihitung  berdasarkan  tegangan  maksimum  yang  terjadipada  struktur  tersebut  berdasarkan  beban  operasi  yang  diterimanya.  Tegangan  yang  terjadi  padadinding bejana sering disebut dengan tegangan membran, yang mempunyai tiga arah utama yaitu;tegangan  hoop,  tegangan  meridian,  dan  tegangan  radial.  Kemajuan teknologi  telah  memberikanpilihan  dalam  melakukan  analisis  kekuatan  struktur,  selain  secara  eksperimental,  komputasinumerik dengan metode elemen hingga (MEH) juga menjadi pilihan. Pada analisis ini objek yangdi analisis adalah bejana horizontal berdinding tipis dengan menggunakan paket program komersialANSYS  Rel  11.  Pembebanan  dilakukan  secara  statik  dengan  memberikan  tekanan  internalmaksimum 120 psi. Dari hasil analisis di dapat tegangan tarik maksimum sebesar 11931 psi dantegangan geser maksimum sebesar 6434,7 psi, yang terjadi pada nozzle di daerah sambungan antaranozzle dengan silinder shell.
PERANCANGAN MESIN PENCETAK BANTALAN PALET DARI SERBUK KAYU Ahmad Yunus Nasution; Riki Effendi
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dewasa ini kepedulian terhadap lingkungan dan energi menjadi sangat penting, salah satu peningkatan kepedulian tersebut dapat diwujudkan dengan penggunaan material yang berasal dari limbah, salah satunya adalah serbuk kayu (sawdust), Yang melatarbelakangi Analisa Desain pembuatan mesin pencetak bantalan palet adalah sudah makin dibutuhkannya penggunaan fallet dan tersedianya limbah serbuk kayu yang cukup melimpah. Limbah Serbuk kayu sering dianggap sebagai limbah sehingga nilai dan manfaatnya kurang bisa dirasakan. Serbuk kayu bisa dijadikan bahan baku untuk pembuatan bantalan palet sehingga mempunyai nilai dan manfaat. Metode yang digunakan dalam pembuatan mesin ini yaitu studi pustaka lalu dengan melakukan perhitungan. Tahap selanjutnya adalah pembuatan mesin dan proses pengujian untuk mengetahui keberhasilan perancangan.Dimana limbah serbuk kayu seringkali hanya dibakar untuk mengurangi keberadaannya tetapi hal tersebut bukan menjadi sebuah solusi yang terbaik dalam menangani limbah tersebut, tetapi banyak cara untuk menanganiya yaitu salah satunya dengan cara mengolah serbuk kayu tersebut menjadi suatu produk yang bernilai jual tinggi seperti untuk pembuatan bantalan palet. Mesin ini mengunakan sistem hidrolik sebagai perantara penekannya, dengan dimensi produk yang dihasilkan berukuran 380 mm x 150 mm x 510 mm dengan komposisi campuran yang ideal antara serbuk kayu dan perekat (lem kayu)  adalah 60 : 40, dimana kapasitas produksi 2 buah produk palet dalam satu kali proses dan total hasil olahan pada tiap jamnya mampu menghasilkan produk sebanyak 12 bantalan tiap jamnya.
Pembuatan Mesin Pengcopy Camchaft Racing Sepeda Motor 4 TAK dengan Kapasitas 1 Pcs/30Menit Ahmad Yunus Nasution; Riki Effendi Muhammad; Robiansyah Nur Kholik
Prosiding Semnastek PROSIDING SEMNASTEK 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari pengembangan desain ini adalah membuat alat modifikasi Camshaft dengan cara menduplikat dari part yang ada dipasaran. Untuk pembuatan alat duplikat Camshaft Racing . Adapun metode yang dilakukan yaitu mulai dari survai lapangan, ide, studi pustaka, menghitung komponen, perakitan, pengujian, jika hasinya belum target dilakukan perbaikan dan modifikasi serta pembuatan laporan. Dengan demikian supaya alat yang dirancang bisa menghasilkan Camshaft racing yang berkualitas. Proses desian alat tersebut menggunakan software SOLIDWORKS simulasion untuk mendapatkan hasil distribusi gaya pada rangka sebesar Fk = 10,37 kgf pada setiap tumpuan atau kerang alat tersebut. Jumlah tumpuan atau kaki alat tersebut sebanyak 4 buah. Jadi Ftotal sebesar 41,46kgf pada rangka utama. Sekarang ini sudah banyak mekanik melakukan modifikasi camshaft dengan mendatangi bengkel bubut, akan tetapi prinsip kerjanya masih membutuhkan waktu yang sangat lama. Dengan cara ini diharapkan bisa mempercepat waktu modifikasi dan mendapatkan hasil dengan kualitas yang baik, hasil yang presisi dan biaya yang efisien. Hasil tugas akhir ini adalah berupa redesain atau pengembangan alat modifikasi camshaft konvensional, ide pembuatan Tugas Akhir ini berasal dari melihat Mesin duplikat kunci yang ada sekarang ini. Maka dari ini kami mengubah mesin tersebut untuk mengcopy komponen sepeda motor yaitu camshaft dengan tujuan bisa membuat camshaft racing yang berkualitas baik. Komponen untuk pembuatan mesin diantaranya rangka hollow profile dengan ukuran 50 X 50 mm, pipa Galvanis 35 mm untuk penahan tengah, dengan bahan plat baja SS 400 dengan tebal 5 mm. mesin pengcopy camshaft racing ini mempunyai dimesi alat tersebut tidak terlalu besar, alat ini mempunyai panjang 76 cm, Lebar 48 cm dan tinggi 40 cm
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT PENGUPAS KULIT KOPI BASAH DENGAN KAPASITAS 120 KG/JAM Ahmad Yunus Nasution; Riki Effendi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.745 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i2.809

Abstract

Konsumsi kopi yang menjadi gaya hidup masyarakat sekarang menunjukan tren peningkatan. Biji kopi basah harus digiling sebelum proses pengeringan. Penulis melakukan penelitian berupa perancangan dan pembuatan pengupas kulit kopi basah dengan kapasitas 120 kg/jam menggunakan motor bensin 5,5 hp untuk UMKM. Metode penelitian yang digunakan pada penelitan ini dimulai dari studi literatur, perancangan dan perhitungan, proses pembuatan alat diakhiri dengan pengujian alat. Desain gambar teknik dilakukan dengan modeling pada software solidworks. Rancangan alat pengupas kulit kopi terdiri dari rangka bawah yang ditopang roda troli, motor bensin dengan daya 5,5 hp sebagai penggerak, transmisi daya dengan menggunakan pulley, belt, rantai dan sprocket, crusher sebagai penggilas biji kopi basah, dan yang terakhir adalah roller pemisah. Dari perhitungan didapatkan desain diameter poros pada crusher dan roller pemisah 31,08 mm sedangkan poros yang terbangun adalah 35 mm dengan menggunakan baja karbon S30C. Sedangkan perhitungan belt sebagai transmisi daya didapatkan jenis sabuk V belt Tipe A dengan ukuran W 12 mm dan K0 8 mm. Hasil pengujian alat menggunakan 0,25 kg biji kopi basah dibutuhkan waktu selama 3 detik, dengan demikian kapasitas sesuai dengan hasil pengujian adalah 300 kg/jam. Hasil tersebut menunjukan target terpenuhi, namun agar membatasi performance alat pengupas kopi pada kondisi optimalnya, maka peneliti menetapkan kapasitas alat pengupas kopi pada kinerja 120 kg/jam.Kata kunci : rancang bangun, mesin kopi, performance
PENGEMBANGAN DESAIN MODEL DAN PROTOTIPE MESIN SIKAT KARPET MEKANIK DENGAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK Bambang Setiawan; Gunawan Hidayat; Riki Effendi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 7, No 1 (2018): Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.465 KB) | DOI: 10.24127/trb.v7i1.696

Abstract

Desain mesin sikat karpet mekanik ini merupakan salah satu upaya pengembangan pada alat konvensional. Hal ini untuk membantu industri kecil yang masih menggunakan alat konvensional untuk beralih ke mesin sikat karpet mekanik agar dapat menghasilkan produk yang lebih cepat dan efektif pada saat proses mencuci karpet. Tujuan penelitian ini adalah untuk pengembangan desain model dan prototipe mesin sikat karpet mekanik dengan penggerak motor listrik, skala pencucian karpet rumah tangga. Tujuan pembuatan konsep ini meningkatkan efektivitas waktu untuk penggunanya. Alat ini di gunakan untuk mencuci dan menyikat pada karpet, dimana alat tersebut bekerja menggunakan sumber daya dari motor listrik yang menggerakkan poros dan sikat pembersih/polisher untuk mencuci dan menyikat karpet yang sudah di beri cairan deterjen sebelumnya. Konsep perancangan alat sikat karpet mekanik ini di buat dengan menggunakan Computer Aided Design (CAD) SOLIDWORKS. Metode yang di pakai untuk membuat mesin sikat karpet mekanik meliputi pengembangan model yang ada, mencari riset tentang alat sebelumnya, penyempurnaan konsep model desain, pembuatan model 3D dan pembuatan alat. Setelah alat selesai di rakit maka alat akan di tes dan di uji. pengujian prototipe mesin sikat karpet mekanik dengan menggunakan tiga jenis tipe karpet berdasarkan   ketebalan   bahan,    k a r a k t e r i s t i k    k a r p e t    a k a n    b e r p e n g a r u h t e r h a d a p k i n e r j a  d a r i  m e s i n  s e r t a  h a s i l  y a n  g  d i d a p a t k a n . Kata Kunci : Desain, Prototipe, Mesin sikat karpet mekanik
Analisis terjadinya hentakan dan suara keras pada suspensi belakang unit dump truck HD 785-7 Hendro Purwono; Rasma Rasma; Riki Effendi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 8, No 2 (2019): Jurnal Turbo Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.464 KB) | DOI: 10.24127/trb.v8i2.1020

Abstract

The suspension system on the machine unit is very important to support the unit weight against the road surface and also protect the transmission from the vertical vibration of the wheels to the body of the unit. When the unit passes a damaged or bumpy road at high speed, shock loads from the road surface will be felt, so the role of the suspension is crucial in protecting components from damage, maintaining operator comfort and undamaged loads. HD 785-7 unit is one type of dump truck that uses cylindrical pneumatic hydro suspension that contains nitrogen and oil gases to absorb loads or vibrations from the road surface. In its operation which functions as a material carrier in the mine area, there are often problems with the suspension especially at the rear because it is holding a heavier load. Therefore, research needs to be carried out aimed at finding the main causes and solutions to these problems using data collection methods, namely: field surveys, interviews, and library research. The results show that damage to the valve core causes the valve to leak and cause the chamber at the top of the cylinder suspension to be occupied by nitrogen gas to be reduced so that the suspension suffers harsh strokes when operated especially on damaged roads. Damage to the valve core is caused by the use of non-standard and too tight tools in its installation. Keywords: hard suspension, valve core, feed valve, nitrogen gas, oil.
Perancangan perbaikan equipment kalibrasi pressure gauge dengan metode analisis perancangan kerja di PT. Surya Toto Indonesia Tbk Junaedi Junaedi; Wanto Sarwoko; Riki Effendi
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Turbo Desember 2020
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v9i2.1337

Abstract

In the calibration process of pressure gauge is very much needed accuracy, which can time consuming, especially in the inspection process and will affect the correction value of each inspection process. The work design application method is very useful for learning the principles and mechanisms for obtaining a better work system design or method. With using work design analysis then the work process is mapped into work maps. The aim of the research is to minimize working time by using work design application methods to determine the standard time and improvements that must be made by company.  The results showed that the standard time for the pressure gauge calibration process before improvement was 3248.44 seconds. By using work design analysis, the time of the pressure gauge calibration process becomes more efficient with a standard time of 2291.86 seconds with an efficiency value of 91.72%.Keywords: Design, pressure gauge calibration equipment, work design method.
Optimization analysis of production capacity on trimming process for passenger vehicle with a learning curve approach (case study: car os) Franka Hendra; Riki Effendi
SINTEK JURNAL: Jurnal Ilmiah Teknik Mesin Vol 16, No 2 (2022): SINTEK JURNAL
Publisher : University of Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/sintek.16.2.137-142

Abstract

The primary goal of this research to optimizing the production process capacity is expected to answer basic problems of how steps taken by the manufacturing industry to produce effective output. This study used a technique Research Design case study, namely in the automotive manufacturing industry in the process of assembling a car OS in the Trimming Process PT. XYZ. This study refers to the technique of quantitative research methods of data collection by interview and sampling cycle time by using stopwach. There are 5 models used in this research is, a) Learning Curve Approach, b) Time study c) The model of productivity to measure productivity Actual and after the application of the standard time Productivity Model, d) Efficiency and Efectivity Model. Results of this study found a) Learning Curve Effect on the curve for each station, the end effect of learning curve for operators learning process average in the assembly process units to 11 – 16 with learning rate between 88% - 94% for each stations, b) Standard time for assembly process OS is 215.17 minutes/units with the effective capacity 5.18 units / hour, c) Estimate the productivity level obtained when applying the standard time is 5.18 higher than the actual productivity is 2.45, d) the level of efficiency that can be achieved in the application of standard time is 4.7%, e) Identification of factors that affect the speed of the operator skill then found five factors that according to the operator (the respondents) that affect their work, the machine does not automatically chosen 95% of respondents, many elements of the work carried out by manual as much as 85% and 80% respectively of respondents choose the layout, engine support and salaries / wages are still not standard than other same industry.
Perencanaan Pompa Air Tenaga Surya Untuk Kebutuhan Non Domestik. (Studi Kasus: Masjid Al-Amin, Kota Subulussalam) Safrizal Safrizal; Riki Effendi
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 12, No 2 (2021): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v12i2.3127

Abstract

Air merupakan kebutuhan utama manusia untuk menjaga kesehatan dan keperluan non domestik. Dalam upaya memenuhi kebutuhan air tersebut, beberapa wilayah tidak memiliki sumber air yang layak. Masjid merupakan tempat beribadah orang Islam, kebutuhan air di masjid di kategorikan kebutuhan air non domestik. Salah satu masjid yang memiliki permasalahan air bersih adalah Masjid Al-Amin di Desa Cepu, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Provinsi Aceh.  Dalam upaya memenuhi kebutuhan air bersih di masjid tersebut di desain sebuah Pompa Air Tenaga Surya (PATS). PATS menggunakan energi surya untuk menggerakkan pompa. Alasan desain pompa air bertenaga surya ini untuk memenuhi kebutuhan air masjid serta tidak membebani masjid terhadap tagihan listrik. PATS juga menggunakan sumber energi terbarukan. Tujuan penelitian secara spesifik adalah membuat perencanaan pompa air non domestik berbasis energi surya. Analisis yang dilakukan penelitian ini meliputi radiasi matahari dan kebutuhan daya pompa. Dari analisis tersebut diketahui bahwa kebutuhan air non domestik di masjid Al-Amin adalah sebesar 3.000 liter/hari. Untuk memenuhi kebutuhan air tersebut maka dibutuhkan daya sebesar 0,236 kW yang di suplai dari modul surya. Kata kunci: PATS; air bersih; pompa; modul surya; radiasi matahari.
Pengaplikasian Sproket Untuk Putaran Lempengan Pada Mesin Pengering Sepatu Sintetis Dengan Memakai 2 (dua) Pemanas Fadwah - Maghfurah; Windarta - Windarta; Riki - Effendi; Dandy - Rizaldy; Alan - Ramadhan
Suara Teknik : Jurnal Ilmiah Vol 13, No 1 (2022): Suara Teknik: Jurnal Ilmiah
Publisher : Fakultas Teknik UM Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/stek.v13i1.4444

Abstract

Abstrak Perancangan dan pembuatan mesin pengering sepatu dengan 2 (dua) pemanas telah dilakukan sebelumnya dengan tujuannya membuat pengembangan mesin pengering sepatu menggunakan sumber panas dari kompor dan heater dengan proses pengeringan berputar hingga 5 Rpm. Keunggulan inovasi mesin pengering ini adalah pengeringan secara sempurna karena benda yang dikeringkan tidak diam dan perpindahan kalor pada kadar air berlangsung secara cepat, sehingga dapat meningkatkan waktu proses pengeringan sepatu yang sangat cepat. Proses pengeringan berputar pada poros lempengan yang digerakkan dari motor listrik 0,25 HP yang direduce kecepatan putaran menggunakan gearbox 1:50 agar menghasilkan putaran lempengan sepatu hingga 5 Rpm. Putaran poros yang ditransmisikan dari gearbox menggunakan sprocket, hal itu dipilih karena pada saat mentransmisikan daya putaran tahan terhadap panas dalam ruang pengering. Konstruksi di desain dengan ukuran tinggi 1350 mm, lebar 400 mm dan panjang 60 mm, standard suhu panas yang di telah ditentukan yaitu 80˚C dikarenakan bahan sepatu yang dikeringkan yaitu sintetis. Sistem pemanas telah dirancang menjadi hybrid sewaktu dalam keadaan emergency, jika Listrik PLN padam maka proses pengeringan akan tetap berlanjut secara langsung. Daya yang dibutuhkan untuk menggerakkan mesin sebesar 3,69 watt dengan beban yang akan diterima oleh bantalan sebesar 8,4 N/M. Mesin didesain sedemikian rupa dengan kapasitas 3 pasang sepatu dalam 1 proses pengeringan.Kata kunci: Mesin Pengering Sepatu, Sprocket, 2 (dua) Heater. Abstract The design and manufacture of a shoe-drying machine with 2 (two) heaters has been carried out. The goal is to develop a shoe-drying machine using a heat source from the stove and heater with a rotating drying process of up to 5 Rpm. The advantage of this dryer is that it dries perfectly because the object being dried is not stationary and the heat transfer at the moisture content takes place quickly, so it can increase the drying time of the shoes very quickly. The drying process rotates on the slab shaft, which is driven from a 0.25 HP electric motor, which reduces the rotation speed using a 1:50 gearbox to produce shoe slab rotation of up to 5 Rpm. The shaft rotation is transmitted from the gearbox using a sprocket; it was chosen because at the time of transmitting the rotational power is resistant to heat in the drying chamber. The construction is designed with a height of 1350 mm, a width of 400 mm and a length of 60 mm; the standard heat temperature that has been determined is 80˚C because the shoe material that is dried is synthetic. The heating system has been designed to be a hybrid during an emergency, if the PLN electricity goes out, the drying process will continue directly. The power required to drive the engine is 3.69 watts with a load that will be received by the bearings of 8.4 N/M. The machine is designed in such a way with a capacity of 3 pairs of shoes in 1 drying process.Keywords : Machine dryer shoes, Sprocket, two source heater