Claim Missing Document
Check
Articles

PENENTUAN PRIORITAS PROGRAM PENANGANAN JALAN PROVINSI DI PROVINSI KALIMANTAN BARAT Rini Afriningsih; Suryo Hapsoro Tri Utomo; Agus Taufik Mulyono; Imam Muthohar
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v7i1.4549.11-20

Abstract

Abstract Roads can facilitate the distribution of goods and services so as to improve the welfare of the people in the areas that are traversed or connected by the road. Since the funds held by the government are not proportional to the length of the roads handled, comprehensive criteria are needed to be used in determining the priority of road management programs. The results of this study indicate that the criteria weights for determining the priority of the provincial road handling program in West Kalimantan Province, based on the validation results, are 45% and 55%, for readiness criteria and multicriteria, respectively. Keywords: road; road handling; program priorities; provincial road.  Abstrak Jalan dapat memperlancar distribusi barang dan jasa sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat di wilayah yang dilewati atau dihubungkan oleh jalan tersebut. Karena dana yang dimiliki oleh pemerintah tidak sebanding dengan panjang jalan yang ditangani, diperlukan kriteria yang komprehensif untuk digunakan dalam penentuan prioritas program penanganan jalan. Hasil studi ini menunjukkan bahwa bobot kriteria penentuan prioritas program penanganan jalan provinsi di Provinsi Kalimantan Barat, berdasarkan hasil validasi, adalah readiness criteria sebesar 45% dan multicriteria sebesar 55%. Kata-kata kunci: jalan; penanganan jalan; prioritas program; jalan provinsi.
PENENTUAN PRIORITAS PROGRAM PENANGANAN JALAN KABUPATEN MENGGUNAKAN METODE MULTIKRITERIA DI KABUPATEN KULON PROGO Totok Sundoro; Suryo Hapsoro Tri Utomo; Agus Taufik Mulyono; Imam Muthohar
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 7 No. 1 (2021)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jh.v7i1.4552.43-52

Abstract

Abstract The regency road management program budgeting process is carried out through a series of stages, starting from proposal to budget determination. Common perceptions regarding the basis for determining priorities for regency road management programs are essential so that the budgeting process is fast, directed, and transparent. This study begins with a questionnaire survey of government, community, and academic or researcher repre-sentatives regarding the importance and application levels of the criteria and sub-criteria in determining priorities in Kulon Progo Regency. Survey data, which were analyzed using Importance-Performance Analysis, resulted in criteria and sub-criteria that were modeled using Structural Equation Modeling. The resulting sub-criteria weights are then validated using the Delphi Method. This study produces a readiness criteria weight of 40% and a multicriteria weight of 60%. The weights of the multicriteria compilers are technical 34%, economic spatial 35%, and social geopolitical environment 31%. Keywords: road handling; program priority; regency roads; readiness criteria; multicriteria  Abstrak Proses penganggaran program penanganan jalan kabupaten dilakukan melalui serangkaian tahapan, mulai dari usulan sampai dengan penetapan anggaran. Penyamaan persepsi, mengenai dasar penentuan prioritas program penanganan jalan kabupaten, sangat diperlukan agar proses penetapan anggaran menjadi cepat, terarah, dan transparan. Penelitian ini dimulai dengan survei kuesioner terhadap perwakilan pemerintah, masyarakat, dan akademisi atau peneliti mengenai tingkat kepentingan dan tingkat penerapan kriteria dan subkriteria dalam penentuan prioritas di Kabupaten Kulon Progo. Data hasil survei, yang dianalisis menggunakan Importance-Performance Analysis, menghasilkan kriteria dan subkriteria yang dimodelkan dengan menggunakan Struc-tural Equation Modeling. Bobot subkriteria yang dihasilkan selanjutnya divalidasi dengan menggunakan Metode Delphi. Penelitian ini menghasilkan bobot readiness criteria 40% dan bobot multicriteria 60%. Bobot kriteria penyusun multicriteria adalah teknis 34%, spasial ekonomi 35%, dan sosial lingkungan geopolitik 31%. Kata-kata kunci: penanganan jalan; prioritas program; jalan kabupaten; readiness criteria; multicriteria.
PREDIKSI KONDISI FUNGSIONAL PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN PROGRAM HDM-4 Sri Bintang Pamungkas; Suryo Hapsoro Tri Utomo; Agus Taufik Mulyono; Latif Budi Suparma
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v7i2.5054.97-106

Abstract

Abstract Road maintenance and improvement programs that are not optimal will have an impact on decreasing the functional condition of the road pavement. The functional condition of the road pavement can be predicted to estimate the potential damage that will occur. The road section of Sleman City Border–Yogyakarta City Border is a national road section that is the main route for the distribution of goods and people from Central Java Province to Special Region of Yogyakarta Province, and vice versa. The road segment must always be in a stable condition. This study aims to predict the functional condition of the pavement on the Sleman City Border–Yogyakarta City Border, using HDM-4 software. Prediction is done using 3 scenarios, namely: (1) do-nothing, (2) do-minimum, and (3) do-something. This study shows that the do-something scenario is the most appropriate scenario compared to the do-nothing scenario and the do-minimum scenario. Keywords: road maintenance; road improvement; road pavement; functional condition of the pavement. Abstrak Program pemeliharaan dan peningkatan jalan yang tidak optimal akan berdampak pada penurunan kondisi fungsional perkerasan jalan. Kondisi fungsional perkerasan jalan dapat diprediksi untuk memperkirakan potensi kerusakan yang akan terjadi. Ruas Jalan Batas Kota Sleman–Batas Kota Yogyakarta, merupakan ruas jalan nasional yang menjadi jalur utama distribusi barang maupun orang dari Provinsi Jawa Tengah ke Provinsi DI Yogyakarta, dan sebaliknya. Ruas Jalan tersebut harus selalu diupayakan berada dalam kondisi mantap. Studi ini bertujuan untuk melakukan prediksi kondisi fungsional perkerasan jalan pada Ruas Jalan Batas Kota Sleman–Batas Kota Yogyakarta, dengan menggunakan software HDM-4. Prediksi dilakukan dengan menggu-nakan 3 skenario, yaitu: (1) do-nothing, (2) do-minimum, dan (3) do-something. Studi menunjukkan bahwa skenario do-something merupakan skenario yang paling tepat dibandingkan dengan skenario do-nothing, maupun skenario do-minimum. Kata-kata kunci: pemeliharaan jalan; peningkatan jalan; perkerasan jalan; kondisi fungsional perkerasan jalan.
MODEL PENERIMAAN TEKNOLOGI APLIKASI JALAN KITA OLEH PENILIK JALAN PADA KEGIATAN PELAPORAN KERUSAKAN JALAN NASIONAL DI BALAI BESAR PELAKSANAAN JALAN NASIONAL VIII Alfian Najib Anshori; Suryo Hapsoro Tri Utomo; Agus Taufik Mulyono; Latif Budi Suparma
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 7 No. 2 (2021)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v7i2.5057.133-142

Abstract

Abstract The 'Jalan Kita' application is a software that is operated on smartphones based on android and IOS operating systems, which is used by road inspectors in reporting national road damage activities. The National Road Implementation Center VIII Surabaya has used this application, with the largest number of road damage reports. This study aims to determine the factors that influence the desire of road inspectors to use the Jalan Kita application, using the Technology Acceptance Model approach. The data analyzed in this study is the respondent's perception data, which was obtained through a survey using a questionnaire by a number of road inspectors at the VIII National Road Implementation Center. The data were analyzed using the Partial Least Square Structural Equation Modeling method to obtain the relationship between the factors that influence the contribution to the level of acceptance of the Jalan Kita application technology. This study reveals that technological factors and organizational support are 2 factors with major contributions, namely 47.6% and 46.2%, to the desire of road inspectors to use the Jalan Kita application. Keywords: road inspector; national roads; road damage; road damage reporting. Abstrak Aplikasi ‘Jalan Kita’ merupakan suatu perangkat lunak yang dioperasikan pada smartphone berbasis sistem operasi android dan IOS, yang digunakan oleh para penilik jalan dalam kegiatan pelaporan kerusakan jalan nasional. Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII Surabaya telah menggunakan aplikasi ini, dengan jumlah pelaporan kerusakan jalan terbesar. Studi ini bertujuan untuk menentukan faktor-faktor yang memengaruhi keinginan penilik jalan untuk menggunakan aplikasi Jalan Kita, dengan pendekatan Model Penerimaan Teknologi. Data yang dianalisis pada studi ini adalah data persepsi responden, yang diperoleh melalui survei menggunakan kuesioner sejumlah penilik jalan di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VIII. Data tersebut dianalisis menggunakan metode Partial Least Square Structural Equation Modelling untuk mendapatkan hu-bungan antara faktor-faktor yang berpengaruh dengan kontribusinya terhadap tingkat penerimaan teknologi aplikasi Jalan Kita. Studi ini mengungkapkan bahwa faktor teknologi dan dukungan organisasi merupakan 2 faktor dengan kontribusi besar, yaitu 47,6% dan 46,2%, terhadap keinginan penilik jalan dalam menggunakan aplikasi Jalan Kita. Kata-kata kunci: penilik jalan; jalan nasional; kerusakan jalan; pelaporan kerusakan jalan.
KEPUASAN PENGGUNA JALAN TERHADAP PELAYANAN JALAN PROVINSI DI KALIMANTAN BARAT Achmad Faisal; Agus Taufik Mulyono; Suryo Hapsoro Tri Utomo
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v8i1.5558.11-26

Abstract

Abstract The quality of road services includes the performance of road infrastructure components, which include road pavement structures, road geometry, road complementary buildings, road equipment, utilization of parts of road space, traffic engineering management, and achievement of travel satisfaction. Evaluation of road service performance is carried out by assessing the operational conditions of traffic flow, which includes the level of road service and road capacity. However, the evaluation of road service performance must also be accompanied by an analysis of road service performance in the form of an assessment of road user satisfaction. This study aims to identify the performance of road services, in terms of the level of importance and level of application of road infrastructure components, according to the perceptions of road users. The methods used for analysis are Importance Performance Analysis and Customer Satisfaction Index. This study shows that in West Kalimantan Province, based on road users' perceptions of provincial roads within the city, there are 41 sub-indicators that must be taken seriously, while for provincial roads outside the city, there are 49 sub-indicators that must be taken seriously. The results of the assessment of the road user satisfaction index on the performance of provincial roads within the city are 0.75 and for provincial roads outside the city are 0.73. Keywords: provincial road; road services; road service performance; road user perception; road user satisfaction Abstrak Kualitas pelayanan jalan mencakup kinerja komponen-komponen infrastruktur jalan, yang meliputi struktur perkerasan jalan, geometrik jalan, bangunan pelengkap jalan, perlengkapan jalan, pemanfaatan bagian-bagian ruang jalan, manajemen rekayasa lalu lintas, dan capaian kepuasan perjalanan. Evaluasi kinerja pelayanan jalan dilaksanakan dengan melakukan penilaian kondisi operasional arus lalu lintas, yang meliputi tingkat pelayanan jalan dan kapasitas jalan. Tetapi evaluasi kinerja pelayanan jalan tersebut harus juga dilengkapi dengan analisis kinerja pelayanan jalan dalam bentuk penilaian kepuasan pengguna jalan. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kinerja pelayanan jalan, ditinjau dari aspek tingkat kepentingan dan tingkat penerapan komponen-komponen infrastruktur jalan, menurut persepsi pengguna jalan. Metode yang digunakan untuk analisis adalah Importance Performance Analysis dan Customer Satisfaction Index. Studi ini menunjukkan bahwa di Provinsi Kalimantan Barat, berdasarkan persepsi pengguna jalan terhadap jalan provinsi dalam kota, terdapat 41 subindikator yang harus dilakukan penanganan serius, sedangkan untuk jalan provinsi luar kota, terdapat 49 subindikator yang harus dilakukan penanganan serius. Hasil penilaian indeks kepuasan pengguna jalan terhadap kinerja pelayanan jalan provinsi dalam kota adalah sebesar 0,75 dan untuk jalan provinsi luar kota adalah sebesar 0,73. Kata-kata kunci: jalan provinsi; pelayanan jalan; kinerja pelayanan jalan; persepsi pengguna jalan; kepuasan pengguna jalan
PENGARUH KEPADATAN CAMPURAN BERASPAL TERHADAP KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR SELAMA MASA PELAYANAN Abi Teguh Kurniawan; Agus Taufik Mulyono; Latif Budi Suparma
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 8 No. 1 (2022)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v8i1.5563.81-90

Abstract

Abstract Inspection of the quality of the asphalt pavement layer is carried out by measuring the dimensions of the pavement, namely length, width, and thickness, and by determining the density of the pavement layer. In the implementation of road construction or improvement, it is often found that the quantity and quality of the asphalt mixture is not in accordance with the specifications used. Asphalt pavement layers with thickness and density according to standards tend to reach the design service life. This study aims to identify the effect of the density level of the asphalt mixture on the damage to the asphalt surface layer during the service period, taking into account the voids in the mixture and the level of road damage, which were determined using the Pavement Condition Index method. This study shows that the voids in the mix of pavement surface layer increase after 2 years of service, and the increase exceeds the required value. Changes in the voids in the mixture affect the Pavement Condition Index of the pavement. The Pavement Condition Index value decreases due to the increase in voids in the mixture. Keywords: asphalt pavement; road; air voids; asphalt mixture; Pavement Condition Index Abstrak Pemeriksaan kualitas lapis perkerasan beraspal dilakukan dengan mengukur dimensi perkerasan, yaitu panjang, lebar, dan tebal, serta dengan menentukan kepadatan lapis perkerasan. Pada pelaksanaan pembangunan atau peningkatan jalan, sering ditemukan kuantitas maupun kualitas campuran beraspal yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang digunakan. Lapis perkerasan beraspal dengan ketebalan dan tingkat kepadatan yang sesuai standar cenderung dapat mencapai masa pelayanan rencana. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi penga-ruh tingkat kepadatan campuran beraspal terhadap kerusakan lapis permukaan beraspal selama masa pelayanan, dengan memperhitungkan rongga dalam campuran dan tingkat kerusakan jalan, yang ditentukan dengan menggunakan metode Pavement Condition Index. Studi ini menunjukkan bahwa rongga dalam campuran lapis permukaan perkerasan meningkat setelah 2 tahun masa pelayanan, dan peningkatan tersebut melebihi nilai yang disyaratkan. Perubahan rongga dalam campuran tersebut memengaruhi Pavement Condition Index perke-rasan jalan. Nilai Pavement Condition Index menurun akibat meningkatnya rongga dalam campuran. Kata-kata kunci: perkerasan beraspal; jalan; rongga udara; campuran beraspal; Pavement Condition Index
CONGESTION AS A RESULT OF SCHOOL AND SHOPPING CENTER ACTIVITY Meike Kumaat; Agus Taufik Mulyono; Ade Sjafruddin; Bagus Hario Setiadji
International Journal of Science and Engineering Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Chemical Engineering Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (942.312 KB) | DOI: 10.12777/ijse.9.2.106-112

Abstract

Development of land use in public facilities such as shopping center and school gives an impact on transportation problem in Manado City, North Sulawesi.  To determine factors which have causal relationship with congestion  as a result of school and shopping center activity then it need to be assessed and studied.  Descriptive study with observational survey was used in this study. The study ran Structural Equation Modelling (SEM) by using AMOS program. Estimated method was used to calculate sample size then found 300 repondents, comprised : visitors and mall managers, school visitors, parents, school managers, Public Works department, and urban planning department .The study yielded a statistically significant correlation between  school and shopping center activity with congestion s. The result  indicated that school activity was positively related to congestion with p value  at p=0,000 (p ≤ 0,05). Shopping center activity was positively related to congestion with p value  at p=0,000 (p ≤ 0,05). The closer proximity from school to shooping center will causes severe traffic congestion. The relationship between school facility with proximity was found in p value at  p=0,000 (p ≤ 0,05) . The relationship between shopping center facility with proximity was found in p value at  p= 0,020 (p ≤ 0,05). While, the relationship between proximity with congestion was p= 0,008 (p ≤ 0,05). Monastery school and Mega Mall activity were affecting congestion because a closer proximity of two facilities. This indicates that the occurence of traffic congestion in Monastery School  may be dependent on existence of  Piere Tendean road link
Strategi Pemulihan Industri Jasa Logistik Pasca Pandemi Covid-19 arif wismadi; Agus Taufik Mulyono; sa'duddin sa''duddin; Kuncoro Harto Widodo; Dewi Pratitha Rachmi; Umiyatun Hayati Triastuti; Dedy Cahyadi; Akhmad Rizal; yuveline aurora; Reslyana Dwitasari; Herawati herawati; Hsariwan Putra; Suci Susanti; Rita Rita
Jurnal Transportasi Multimoda Vol 18, No 2 (2020): Desember
Publisher : Puslitbang Transportasi Antarmoda-Kementerian Perhubungan Republik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/mtm.v18i2.1724

Abstract

Dampak Pandemi Covid berdampak pada industri jasa logistik baik secara kinerja maupun finansial. Dalam kondisi pandemi Covid-19, beberapa bisnis di industri jasa logistik tidak berjalan tidak seperti biasanya (busines as usual mode), tetapi bagaimana dapat bertahan (survival mode) dan dapat bergerak untuk ke tahapan pemulihan dan pertumbuhan (recovery and growth mode). Namun, tidak semua industri jasa logistik terkena dampak negatif dari Pandemi Covid-19, untuk itu diperlukan proses pemetaan industri terdampak dan yang dapat bertahan sehingga dapat dibuat strategi pemulihan bisnis pasca pandemi Covid-19.Dampak dan respon Industri Jasa Logistik terhadap upaya pemulihan sangat bervariasi, secara umum strategi pemulihan melambat karena kontradiksi antara “keinginan untuk meraih pasar baru” dan “kondisi tidak siap berinvestasi untuk pemulihan akibat tersendatnya aliran kas selama pandemi. Kontradiksi tersebut dapat diselesaikan dengan beberapa “Prinsip Inovasi” pelayanan logistik, termasuk dengan referensi “Praktek Baik” yang sukses di masa pandemik untuk menjadi standar Model Bisnis layanan logistik nasional.Perubahan model bisnis yang dapat menjamin aliran kas dapat membantu terkumpulnya keberanian untuk berinvestasi, dengan semangat menciptakan pasar baru dan memperkuat sistem layanannya agar segera pulih dan tumbuh. Ketika komunitas industri tidak sanggup untuk mengubah bisnis modelnya karena keterbatasan pendanaan dalam masa pandemi, maka Pemerintah dapat hadir dengan stimulus keuangan yang dapat memicu dan memacu pergerakan angkutan barang. Perubahan “Mekanisme Anggaran” (APBN/APBD/BUMN) diperlukan untuk menjamin aliran kas di dunia usaha sehingga mempercepat pergerakan barang dan ekonomi nasional.
PENANGANAN LOKASI RAWAN KECELAKAAN DI RUAS JALAN BANJARHARJO–NGEMPLAK KABUPATEN SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Paulus Dwi Surya Emiliyanta; Agus Taufik Mulyono; Suryo Hapsoro Tri Utomo
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v8i2.5994

Abstract

Abstract Traffic growth in the Special Region of Yogyakarta has increased significantly, and this has caused problems in the existing road network. Roads as transportation infrastructure must meet humanistic aspects, with one of the humanistic elements being safety for road users. The available data shows that several roads in Sleman Regency, Yogyakarta Special Region Province, are deficient, which affects road performance, so that the roads are unable to meet the humanistic aspects. Examples of deficiencies in road infrastructure are road damage and lack of facilities for road users. This study aims to identify and evaluate accident-prone locations and characteristics of traffic accidents that occur on the Banjarharjo–Ngemplak Road Section, which is located in Sleman Regency, Yogyakarta Special Region Province. Primary data used are in the form of photo recordings, using drones at the research location, as well as direct observations of pavement damage and observations of locations that have the potential to be prone to traffic accidents. Meanwhile, secondary data are in the form of traffic accident data in 2019-2020 and road technical data. This study shows that the dominant factors causing traffic accident-prone locations on the observed roads are pavement damage and lack of facilities for road users, such as lighting, pedestrian facilities, absence of road markings, lack of traffic speed limit signs, and lack of traffic warning signs. Keywords: traffic safety; traffic accidents; road deficiency; accident prone locations Abstrak Pertumbuhan lalu lintas di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami peningkatan yang signifikan, yang mana hal ini menimbulkan permasalahan di jaringan jalan yang ada. Jalan sebagai prasarana transportasi harus memenuhi aspek humanistis, dengan salah satu unsur humanistis tersebut ialah adanya keselamatan bagi pengguna jalan. Data yang ada menunjukkan bahwa beberapa ruas jalan di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, mengalami defisiensi, yang memengaruhi kinerja jalan-jalan tersebut, sehingga jalan tidak mampu memenuhi aspek humanistis. Contoh defisiensi pada infrastruktur jalan tersebut ialah kerusakan jalan dan kurangnya fasilitas bagi pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi lokasi rawan kecelakaan serta menentukan karakteristik kecelakaan lalu lintas yang terjadi pada Ruas Jalan Banjarharjo–Ngemplak, yang terletak di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Data primer yang digunakan adalah hasil rekaman foto yang didapat dengan menggunakan drone di lokasi penelitian, serta hasil pengamatan langsung kerusakan perkerasan di lapangan, dan hasil pengamatan di lokasi-lokasi yang berpotensi untuk menjadi lokasi rawan kecelakaan lalu lintas. Sedangkan data sekunder adalah data kecelakaan lalu lintas pada tahun 2019-2020 dan data teknis jalan. Studi ini menunjukkan bahwa faktor dominan penyebab timbulnya lokasi rawan kecelakaan lalu lintas di ruas jalan yang diamati ialah kerusakan perkerasan dan kekurangan fasilitas bagi pengguna jalan, seperti lampu penerangan jalan, fasilitas bagi pejalan kaki, ketiadaan marka jalan, kurangnya rambu batas kecepatan lalu lintas, dan kurangnya rambu peringatan. Kata-kata kunci: keselamatan lalu lintas; kecelakaan lalu lintas; defisiensi jalan; lokasi rawan kecelakaan
PENGARUH SERBUK BAN KARET TERHADAP KUAT GESER PADA LAPISAN AC-WC DAN LAPISAN AC-BC Caesar Dicky Kurniawan; Suryo Hapsoro Tri Utomo; Agus Taufik Mulyono
Jurnal HPJI (Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia) Vol. 8 No. 2 (2022)
Publisher : Himpunan Pengembangan Jalan Indonesia (HPJI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/jhpji.v8i2.5997

Abstract

Abstract Bonding conditions between layers that are not ideal in a pavement structure will not produce optimal pavement performance, because the pavement does not behave as a monolithic pavement structure. The use of a tack coat is very important to support the ability of the road pavement, thereby improving road performance. This study was conducted to analyze the shear strength at the interface of the AC-WC pavement layer and the AC-BC pavement layer due to the use of rubber tire powder and variations in the dosage of CRS-1 and CRS-1P tack coats. In this study, the dosage of tack coat used varied from 0.25 l/m² to 0.35 l/m². Shear strength was measured using the Leutner Shear Test. This study shows that the use of rubber tire powder does not increase the shear strength of the lack coat for both types of mixtures AC-WC and AC-BC. The biggest shear strength is actually produced by mixtures that do not use rubber tire powder. For the AC-WC asphalt mixture, the largest shear strength was produced by the AC-WC asphalt mixture with a distribution of 0.3 l/m2 of tack coat, while for the AC-BC asphalt mixture, the largest shear strength was also found in the mixture with 0.3 l/m2 tack coat distribution. Keywords: road pavement; tack coat; shear strength; interfaces; rubber tire powder; asphalt mixture Abstrak Kondisi lekatan antarlapisan yang tidak ideal pada suatu struktur perkerasan, tidak akan menghasilkan kinerja perkerasan yang optimal, karena perkerasan tidak berperilaku sebagai suatu struktur perkerasan yang mo-nolitik. Penggunaan lapis perekat sangat penting untuk mendukung kemampuan perkerasan jalan, sehingga meningkatkan kinerja jalan. Studi ini dilakukan untuk menganalisis kuat geser pada interface lapisan perkerasan AC-WC dan lapisan perkerasan AC-BC akibat penggunaan serbuk ban karet dan variasi takaran lapis perekat CRS-1 dan CRS-1P. Pada studi ini takaran lapis perekat yang digunakan bervariasi, mulai dari 0,25 l/m² hingga 0,35 l/m². Kuat geser diukur dengan menggunakan alat Leutner Shear Test. Studi ini menunjukkan bahwa penggunaan serbuk ban karet tidak meningkatkan kuat geser pada penggunaan lapis perekat untuk kedua jenis campuran beraspal AC-WC dan AC-BC. Kuat geser terbesar justru dihasilkan oleh campuran-campuran yang tidak menggunakan serbuk ban karet. Untuk campuran beraspal AC-WC, kuat geser terbesar dihasilkan oleh campuran beraspal AC-WC dengan sebaran lapis perekat sebanyak 0,3/m2, sedangkan untuk campuran beraspal AC-BC, kuat geser terbesar juga terdapat pada campuran dengan sebaran lapis perekat 0,3/m2. Kata-kata kunci: perkerasan jalan; lapis perekat; kuat geser; interface; serbuk ban karet; campuran beraspal