Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGUATAN BISNIS KELOMPOK USAHA MAHASISWA GOHYONG VEGAN DAN ICE CREAM SOHAGI Yernisa, Yernisa; Yulia, Ade; Sahrial, Sahrial; Emanauli, Emanauli; Oktaria, Fera; Arisandi, Meri; Fiardilla, Fauziah; Dea Uly Sitanggang, Lidwina; Situmorang, Riris
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i2.%p

Abstract

Kelompok usaha Gohyong Vegan dan kelompok usaha ice cream Sohagi merupakan kelompok usaha mahasiswa yang lolos pada kegiatan PKM-K Universitas Jambi. Kelompok usaha Gohyong Vegan memproduksi gohyong dengan menggunakan jamur tiram sebagai pengganti daging ayam. Kelompok usaha ice cream Sahogi membuat es krim dari susu kedelai, menggunakan madu sebagai pemanisnya dan ekstrak jahe untuk rasa ice creamnya.  Keterbatasan alat produksi tidak memungkinkan untuk kedua kelompok usaha memproduksi dalam jumlah besar dan menyimpan produk dalam waktu lama serta pemasaran produk yang belum maksimal. Kegiatan PPM ini berfokus pada dukungan untuk kedua usaha rintisan mahasiswa ini yang dibagi menjadi beberapa tahapan melalui kegiatan pengenalan, pelatihan, bimbingan dan pendampingan yang berfokus pada penguatan mitra usaha.  Solusi yang dapat dilakukan berupa perbaikan pada manajemen produksi, manajemen mutu daan aspek pemasaran dengan tahapan berupa kegiatan perbaikan teknologi dalam berproduksi, pelatihan tentang CPPOB dan jaminan halal, pendampingan dalam penerapan CPPOB dan jaminan halal dalam berproduksi, pendampingan dalam pengelolaan laporan keuangan usaha, dan pendampingan dalam merancang kegiatan promosi dan pemasaran.  Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini  dilakukan dilihat dari tingkat kepuasan konsumen terhadap produk dengan penyebaran kuisioner
INTEGRATED TECHNICAL FEASIBILITY ASSESSMENT OF BIOMASS-BASED BIOBRIQUETTE MANUFACTURING PLANTS Yulia, Ade; Napitupulu, Dompak MT; Sahrial, Sahrial; Nizori, Addion
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 10 No. 4 (2026): Volume 10, Nomor 4, August 2026
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiituj.v10i4.55581

Abstract

The increasing accumulation of coconut and areca nut processing residues in Pengabuan District, Tanjung Jabung Barat Regency, Jambi Province, creates environmental concerns. Although coconut shells, coconut husks, and areca husks are abundant, integrated technical feasibility assessments for industrial-scale biobriquette production remain limited. This study aimed to conduct an integrated technical feasibility assessment to establish a biomass-based biobriquette manufacturing plant using locally available agricultural residues. A mixed-method approach employed field observations, interviews, and literature review. Technical feasibility was evaluated based on biomass availability, production process design, mass balance, industrial site selection using the Weighted Factor Method, and factory layout planning using Systematic Layout Planning (SLP). Results showed biomass availability was sufficient for industrial-scale production. The proposed plant can produce 792,000 kg of biobriquettes per year with a production yield of 36.87%. The biobriquettes complied with the Indonesian National Standard (SNI), Parit Pudin Village achieved the highest suitability score (4.25) and was selected as the optimal industrial site. The novelty of this study lies in the development of an integrated technical feasibility framework that combines biomass resource assessment, production system design, mass balance analysis, industrial site selection, and factory layout planning into a single decision-making model. These findings indicate that integrated technical planning enhances implementation readiness in the biomass industry. The framework provides practical guidance for industry stakeholders and policymakers to promote agricultural waste valorization and renewable energy development while supporting future techno-economic and sustainability assessments.