Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

PENGARUH INISIASI MENYUSU DINI PADA IBU BEKERJA TERHADAP PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF SAAT PANDEMI COVID-19 Megah Stefani; Adi Iskandar; Bagas Fatan Bakhtiar
Pontianak Nutrition Journal (PNJ) Vol 6, No 1 (2023): Maret 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/pnj.v6i1.1158

Abstract

Pandemi COVID-19 memberikan perubahan pada aspek pola kerja menjadi online atau bekerja dari rumah (Work From Home). Kondisi WFH ini memiliki pengaruh positif dan negatif bagi ibu menyusui yang bekerja. Pengaruh negatif terhadap kejadian COVID-19 yaitu meningkatkan kecemasan dan mempengaruhi aspek kesiapan ibu hamil untuk melakukan IMD sesaat setelah melahirkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan inisiasi menyusu dini (IMD) pada ibu bekerja terhadap pemberian ASI eksklusif secara direct breastfeeding saat pandemi COVID-19. Metode penelitian ini dilakukan kepada 27 ibu menyusui yang bekerja WFH dan memiliki bayi yang berusia ≥ 6 bulan dan ≤ 2 tahun. Desain penelitian ini yaitu cross sectional study  dengan penentuan subjek secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara IMD dengan metode menyusui secara direct breastfeeding dan mixed breastfeeding dengan nilai p=0,002 (p<0,05). Terdapat hubungan signifikan antara IMD dengan metode menyusui (direct breastfeeding dan mixed breastfeeding), ibu yang menyusui secara direct breastfeeding memberikan pengaruh signifikan terhadap berat badan bayi yang menjalani proses IMD. Oleh karena itu, IMD dan metode menyusui direct breastfeeding disarankan dapat dilakukan oleh para ibu bekerja. 
POKIMAS (PROGRAM KEBUN GIZI MASYARAKAT) DI KOMUNITAS BGBJ, TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH TERPADU (TPST), BANTAR GEBANG, BEKASI, JAWA BARAT Wardina Humayrah; Megah Stefani; Laila Febrina
Jurnal Industri Kreatif dan Kewirausahaan Vol 3, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/kewirausahaan.v3i2.71

Abstract

Tujuan umum kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini adalah terbentuknya Kebun Gizi Masyarakat Percontohan di Komunitas Kerajaan BGBJ, Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat sebagai motivator dan penggerak masyarakat sekitar untuk ikut serta dalam POKIMAS di masing-masing rumah tangga. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini menyesuaikan situasi dan kondisi pandemi Covid 19, pelatihan dilakukan secara daring dan modul edukasi diberikan secara lengkap yang akan diberikan kepada semua sasaran sehingga mudah dipelajari mandiri di rumah. Tim PKM akan memberikan TOT (Training of Trainer) secara daring kepada tim inti Komunitas Kerajaan BGBJ dan selanjutnya tim Inti tersebut bertanggung jawab memberikan pelatihan ke 10 peserta sasaran POKIMAS. Hasil dan manfaat yang telah dicapai antara lain: data-data baseline awal tentang kondisi sosio-ekonomi dan pemahaman awal masyarakat sasaran sekitar mitra tentang kebiasaan makan sayur- buah dan kebun; 3 modul terdiri dari rangkaian video-video singkat dan sederhana dalam bentuk Compact Disk (CD) dan link YouTube antara lain: edukasi POKIMAS perwujudan gizi seimbang, pembuatan pupuk takakura, dan pembuatan vertical garden rumahan; serta tindak lanjut pelaksanaan kegiatan POKIMAS di 10 rumah tangga sasaran.
Edukasi Gizi Pencegahan Anemia pada Santriwati Sekolah Islam Pondok Pesantren Minhajushshoobiriin Tingkat Ulya Kecamatan Ciracas Megah Stefani; Syawalna Azizah; Amalia Sholeha; Ria Agustin; Mariyah Ulfa; Dwi Cahayani
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 4 No 1 (2024): I-Com: Indonesian Community Journal (Maret 2024)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/icom.v4i1.3850

Abstract

The prevalence of anemia in adolescent girls is 48.9%, which means that 3-4 out of 10 adolescent girls in Indonesia suffer from anemia. The purpose of this nutrition education program is to educate adolescent girls about the importance of consuming foods rich in iron minerals as an effort to prevent anemia by using learning media in the form of animated videos and lecture methods. The implementation location is at the Minhajushshoobiriin Islamic Boarding School, Cibubur, East Jakarta. The target of this education is 20 respondents of female santri of the Minhajushshoobiriin Islamic Boarding School at the ulya level, aged between 15-18 years. The results of the statistical difference test showed that there was a significant difference with a p-value = 0.001 (<0.05) between the scores of the knowledge questionnaire before and after the program, indicating that there was a significant effect between the provision of nutrition education through the PASTI CERIA program conducted on the knowledge of adolescent girls about anemia.
HUBUNGAN KONSUMSI TEH DAN KOPI READY TO DRINK SERTA KUALITAS TIDUR TERHADAP RISIKO ANEMIA REMAJA PUTRI DI SMAN 8 KOTA BOGOR Marini, Ajeng Rizka; Stefani, Megah
Journal of Nutrition College Vol 13, No 2 (2024): April
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v13i2.41080

Abstract

ABSTRACTBackground: The compounds tannin and caffeine found in tea and coffee can affect hemoglobin levels and sleep quality, often associated with the risk of anemia and poor sleep quality in adolescent girls.Objective: This study aims to analyze the relationship between the consumption of ready-to-drink tea and coffee and the quality of sleep with the risk of anemia in adolescent girls in SMAN 8 Kota Bogor.Methods: The method in this research employs a cross-sectional design, utilizing proportional random sampling technique. The study was conducted on 79 adolescent girls who met the inclusion criteria: having experienced menstruation, not experiencing menstrual disorders, and regularly consuming ready-to-drink tea and coffee (≤3 times/day). The exclusion criteria included students with anemia. The research was carried out on August 3, 2023, at SMAN 8 Kota Bogor, and data collection occurred at a single point in time. Data was collected using a questionnaire for respondent characteristics, a Food Frequency Questionnaire (FFQ) for the habit of consuming ready-to-drink tea and coffee, the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire for assessing sleep quality, and an assessment for anemia risk through screening using an 8-group questionnaire (Yes or No). Data analysis used the chi-square test.Results: No association of ready-to-drink tea and coffee consumption with sleep quality with p>0,05 (p-value = 0,331; p-value = 0,232 and POR = 1,728; POR = 1,859), and no association of ready-to-drink coffee consumption with the risk of anemia with p<0.05 (p-value = 0.254 and POR = 1.832). There was a significant association of ready-to-drink tea consumption and sleep quality on the risk of anemia with a p<0.05 (p-value = 0,006; p-value = 0,001 and POR = 4,148; POR = 5,920).Conclusion: It is concluded that there is no association between ready to drink tea and coffee consumption with sleep quality and anemia risk.Keywords : Adolescent girls; coffee; risk of anemia; sleep quality; tea. ABSTRAKLatar Belakang: Senyawa tanin dan kafein yang terdapat pada teh dan kopi dapat mempengaruhi kadar hemoglobin dan kualitas tidur, sehingga seringkali dikaitkan dengan risiko anemia dan kualitas tidur yang buruk pada remaja putri..Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konsumsi teh dan kopi ready to drink serta kualitas tidur terhadap risiko anemia pada remaja putri di SMAN 8 Kota Bogor.Metode: Metode dalam penelitian ini menggunakan desain cross sectional (potong lintang) dengan menggunakan teknik proportional random sampling dan dilakukan kepada 79 remaja putri dengan kriteria inklusi siswi yang sudah mengalami menstruasi, tidak mengalami gangguan menstruasi, rutin (≤3 kali/hari) mengonsumsi teh dan kopi ready to drink. Kriteria eksklusi penelitian ini yaitu siswi yang memiliki status anemia. Penelitian dilakukan pada tanggal 3 Agustus 2023 di SMAN 8 Kota Bogor dan dilakukan satu waktu dengan pengambilan data satu kali. Pengambilan data dengan menggunakan kuesioner tanya jawab untuk data karakteristik responden, kuesioner FFQ (Food Frequency Questionnaire) untuk data kebiasaan konsumsi teh dan kopi ready to drink, kuesioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) untuk mengukur penilaian kualitas tidur, dan peniliaian untuk risiko anemia dengan skrining menggunakan kuesioner yang terdiri dari 8 kelompok pertanyaan tertutup (Ya atau Tidak). Analisis data menggunakan uji chi-square.Hasil: Tidak adanya hubungan konsumsi teh dan kopi ready to drink dengan kualitas tidur dengan nilai p>0,05 (p-value = 0,331; p-value = 0,232 dan POR = 1,728; POR = 1,859), dan tidak adanya hubungan konsumsi kopi ready to drink dengan risiko anemia dengan nilai p<0,05 (p-value = 0,254 dan POR = 1,832). Terdapat hubungan signifikan konsumsi teh ready to drink dan kualitas tidur dengan risiko anemia diperoleh nilai p<0,05 (p-value = 0,006; p-value = 0,001 dan POR = 4,148; POR = 5,920).Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan konsumsi teh dan kopi ready to drink dengan kualitas tidur dan juga tidak terdapat hubungan konsumsi kopi ready to drink dengan risiko anemia. Namun, terdapat hubungan signifikan konsumsi teh ready to drink dan kualitas tidur dengan risiko anemia pada remaja putri.Kata Kunci : Kopi; kualitas tidur; teh; remaja putri; risiko anemia
HUBUNGAN KONSUMSI BUAH DAN SAYUR SERTA KOPI READY TO DRINK TERHADAP KEJADIAN GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI REMAJA PUTRI Syifa, Zahira Dwi; Stefani, Megah
Journal of Nutrition College Vol 13, No 2 (2024): April
Publisher : Department of Nutrition Science, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v13i2.41009

Abstract

ABSTRACTBackground: As many as 75% of adolescents women aged 12-24 years old experience menstrual cycle disorders. Menstrual cycle disorders are disorders experienced by a woman during the menstrual period which usually occurs due to irregular cycles, excessive pain, menstruation that becomes longer, and menstrual blood that becomes more.Objective: This study aims to analyze the relationship between fruit and vegetable consumption and ready-to-drink coffee on the incidence of menstrual cycle disorders in young women at SMKN 38 Jakarta.Methods: This research method was conducted on 66 adolescent girls who experienced menstrual cycle disorders, consumed vegetables and fruits and ready-to-drink coffee. This study used a cross sectional design with proportional random sampling of subjects. Data analysis using Chi-Square.Results: The results showed that there was a significant relationship between fruit consumption and the menstrual cycle and duration of abdominal pain or cramps of 0.002 and 0.007, consumption of vegetables and menstrual cycle and duration of abdominal pain or cramps of 0.014 and 0.050 and consumption of ready-to-drink coffee with menstrual cycles and duration of pain or abdominal cramps of 0.034 and 0.050 with a p-value <0.05. However, there was no significant relationship between fruit and vegetable consumption and menstrual duration of 0.138 and 1.000 and ready-to-drink coffee with menstrual duration of 0.066 with a p-value > 0.05.Conclusion: In conclusion, the less often someone consume fruits and vegetables and the more frequently you consume ready-to-drink coffee, the more likely you are to experience menstrual cycle disorders and complaints of abdominal pain or cramps during menstruation. It is possible that female students need to pay attention to a balanced and varied diet and limit the consumption of ready-to-drink coffee so that there are no menstrual cycle disturbances and complaints of abdominal pain or cramps during menstruation.Keywords: coffee; fruit; vegetable; menstrual cycle; young women ABSTRAKLatar belakang: Sebanyak 75% remaja putri berusia 12-24 tahun mengalami gangguan siklus menstruasi. Gangguan siklus menstruasi merupakan gangguan yang dialami seorang wanita selama masa periode menstruasi yang biasanya terjadi karena siklus tidak teratur, nyeri yang berlebihan, menstruasi yang waktunya menjadi lebih lama, serta darah menstruasi yang menjadi lebih banyak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan konsumsi buah dan sayur serta kopi ready to drink terhadap kejadian gangguan siklus menstruasi remaja putri di SMKN 38 Jakarta.Metode: Metode penelitian ini dilakukan kepada 66 remaja putri yang mengalami gangguan siklus menstruasi, mengkonsumsi sayur dan buah serta kopi ready to drink. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dengan penentuan subjek secara proportional random sampling. Analisis data menggunakan Uji Chi-SquareHasil: Hubungan yang signifikan antara konsumsi buah dengan siklus menstruasi dan lama nyeri atau kram perut sebesar 0,002 dan 0,007 konsumsi sayur dengan siklus menstruasi dan lama nyeri atau kram perut sebesar 0,014 dan 0,050 dan konsumsi kopi ready to drink dengan siklus menstruasi dan lama nyeri atau kram perut sebesar 0,034 dan 0,050 dengan nilai p-value < 0,05. Namun, tidak ada hubungan yang signifikan antara konsumsi buah dan sayur dengan lama menstruasi sebesar 0,138 dan 1,000 serta kopi ready to drink dengan lama menstruasi sebesar 0,066 dengan nilai p-value  > 0,05.Simpulan: Semakin jarang konsumsi buah dan sayur serta semakin rutin konsumsi kopi ready to drink semakin mempunyai peluang terjadinya gangguan siklus menstruasi dan keluhan nyeri atau kram perut saat menstruasi. Kata kunci: kopi; buah; sayur; siklus menstruasi; remaja putri 
POKIMAS (PROGRAM KEBUN GIZI MASYARAKAT) DI KOMUNITAS BGBJ, TEMPAT PEMBUANGAN SAMPAH TERPADU (TPST), BANTAR GEBANG, BEKASI, JAWA BARAT Humayrah, Wardina; Stefani, Megah; Febrina, Laila
Jurnal Industri Kreatif dan Kewirausahaan Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Industri Kreatif dan Kewirausahaan DECEMBER 2020
Publisher : Universitas Sahid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/kewirausahaan.v3i2.71

Abstract

Tujuan umum kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini adalah terbentuknya Kebun Gizi Masyarakat Percontohan di Komunitas Kerajaan BGBJ, Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat sebagai motivator dan penggerak masyarakat sekitar untuk ikut serta dalam POKIMAS di masing-masing rumah tangga. Metode yang dilakukan dalam kegiatan ini menyesuaikan situasi dan kondisi pandemi Covid 19, pelatihan dilakukan secara daring dan modul edukasi diberikan secara lengkap yang akan diberikan kepada semua sasaran sehingga mudah dipelajari mandiri di rumah. Tim PKM akan memberikan TOT (Training of Trainer) secara daring kepada tim inti Komunitas Kerajaan BGBJ dan selanjutnya tim Inti tersebut bertanggung jawab memberikan pelatihan ke 10 peserta sasaran POKIMAS. Hasil dan manfaat yang telah dicapai antara lain: data-data baseline awal tentang kondisi sosio-ekonomi dan pemahaman awal masyarakat sasaran sekitar mitra tentang kebiasaan makan sayur- buah dan kebun; 3 modul terdiri dari rangkaian video-video singkat dan sederhana dalam bentuk Compact Disk (CD) dan link YouTube antara lain: edukasi POKIMAS perwujudan gizi seimbang, pembuatan pupuk takakura, dan pembuatan vertical garden rumahan; serta tindak lanjut pelaksanaan kegiatan POKIMAS di 10 rumah tangga sasaran.
Hubungan Pernikahan Usia Dini dengan Angka Kejadian Stunting pada Balita di Kelurahan Mekarsari Hanifah, Nur Afni Alfiana; Stefani, Megah
Jurnal Gizi Ilmiah Vol 9 No 3 (2022): Jurnal Gizi Ilmiah
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/jgi.v9i3.819

Abstract

Wanita usia subur (WUS) adalah wanita usia produktif antara usia 15 dan 49 tahun, pada usia ini umumnya cenderung berpotensi memiliki seorang anak. Usia merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keinginan menikah WUS. Perikahan usia dini adalah pernikahan yang dilakukan secara sah oleh seseorang yang memiliki persiapan dan kedewasaan yang belum memadai, sehingga hal ini merupakan suatu keprihatinan dan membawa banyak risiko yang berkaitan dengan masalah kesehatan. Salah satu masalah kesehatan yang terkait dengan pernikahan usia dini adalah kehamilan dan persalinan dini. Usia saat pertama kali menikah adalah salah satu faktor kunci yang mempengaruhi kesuburan, yang berdampak jangka panjang dapat menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan anak gagal stunting. Stunting adalah kegagalan tumbuh kembang yang disebabkan oleh malnutrisi berulang yang berhubungan dengan asupan makanan kronis. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain observational. Penelitian dilakukan terhadap wanita usia subur (WUS) dan balita di wilayah kelurahan Mekarsari, yang datang ke Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) yang balita nya sudah terdaftar dan memiliki buku KIA. Subjek penelitian berjumlah 80 orang. Pengukuran pengetahuan gizi WUS berdasarkan hasil pengisian kuesioner untuk wanita usia subur (WUS) dan pengukuran indeks z score untuk status gizi bayi dan balita. Data dianalisis dengan uji univariat dan uji bivariat menggunakan uji Spearman rank. Hasil dari penilitian ini menunjukkan terdapat hubungan usia pernikahan WUS terhadap status gizi balita (p 0,000) dan terdapat hubungan pengetahuan gizi WUS terhadap status gizi balita (p 0,006). Penundaan usia menikah dini sebaiknya perlu dilakukan, karena pernikahan pada usia dini memiliki kecenderungan berstatus gizi pendek atau gizi kurang pada anak yang dilahirkan.
Relationship of Maternal Self-Efficacy in Exclusive Breastfeeding with Breastfeeding Frequency, Duration, and Child Nutritional Status Megah Stefani; Maryam Zulfa Sabrin; Athiya Fadlina
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Nutrition, Faculty of Health Sciences, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2024.011.02.7

Abstract

Breastfeeding self-efficacy denotes a mother's perceived confidence in her ability to breastfeed effectively. Elevated levels of maternal self-efficacy have been associated with increased breastfeeding frequency and improved breastfeeding performance, which positively impacts the child’s nutritional status, as exclusive breastfeeding is the optimal source of nutrition for infants aged 0-6 months. This research intended to analyze the association between maternal self-efficacy in exclusive breastfeeding and breastfeeding practices, including frequency and duration, as well as the nutritional status of children. This cross-sectional research was carried out between March and June 2024, involving 30 mothers of children aged 7-60 months who had been exclusively breastfed. Participants were selected through purposive sampling from families whose husbands were members of the AyahASI community. Data collection was carried out via Zoom meeting using the Breastfeeding Self-Efficacy Scale-Short Form (BSES-SF) and WHO Anthro. Data analysis was conducted employing the Chi-square test and Pearson correlation coefficient. The results showed a significant relationship between maternal self-efficacy and breastfeeding duration (p=0.039; OR 10.11; CI 95% 1.05-97.00) and height-for-age z-score (HAZ) (p=0.042; r=0.374). However, no relationship was found with breastfeeding frequency (p=1.000), weight-for-age z-score (WAZ) (p=0.146), weight-for-height z-score (WHZ) (p=0.856), BMI-for-age z-score (BAZ) (p=0.588). This study indicate that a mother's self-efficacy in exclusive breastfeeding could be linked to a longer duration of breastfeeding and improved HAZ scores in children aged 7-60 months. However, due to the cross-sectional design, small sample size, and the non-random sampling method, these findings should be interpreted with caution and may not be generalizable to broader populations.
Instrumental and Emotional Support in Breastfeeding Fathers and Exclusive Breastfeeding Success Carin, Vivien; Stefani, Megah; Fadlina, Athiya
Indonesian Journal of Human Nutrition Vol. 11 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Nutrition, Faculty of Health Sciences, Universitas Brawijaya Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ijhn.2024.011.02.8

Abstract

Fathers’ support is a key factor in the success of exclusive breastfeeding. This study analyzed the relationship between fathers’ emotional and instrumental support and the success of exclusive breastfeeding. This cross-sectional study involved 33 fathers from the “Ayah ASI” community and was conducted from March to July 2024. Data were collected online using the Partner Breastfeeding Intention Scale (PBIS) questionnaire and analyzed using the Spearman correlation test. Results showed that 90.9% of the children were exclusively breastfed. Among these, 93.8% of fathers who provided good instrumental support had children who were exclusively breastfed, compared to 92.3% with sufficient support and 75.0% with poor support. For emotional support, all fathers in the “good” category had exclusively breastfed children, compared to 87.5% in the “sufficient” and 50.0% in the “poor” category. Emotional support was significantly correlated with exclusive breastfeeding success (r = 0.354, p = 0.043), while instrumental support showed a weak, non-significant correlation (r = 0.146, p = 0.416). Thus, emotional support from fathers has a stronger association with exclusive breastfeeding success than instrumental support. Interventions should prioritize enhancing fathers’ emotional engagement while continuing to support their practical involvement in breastfeeding.
Edukasi KUACI (Kurangi Asupan Micin) Melalui Media Komik Bagi Siswa-Siswi Kelas 5 MI Al-Falah Pancoran Barat Stefani, Megah; Fadlina, Athiya; Gabriel, Fernando; Hazimah, Ananda; Estridia, Arzetta; Fawazzah, Farah; Fitri, Risma; Dwi, Tiara; Firda, Zulfa
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Universitas Al Azhar Indonesia Vol 7, No 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Universitas Al Azhar Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jpm.v7i3.4363

Abstract

Abstrak Usia atau masa pertumbuhan anak-anak lebih sensitif terhadap efek Monosodium glutamate (MSG) dibandingkan kelompok dewasa. Pada MI Al-Falah belum terdapat pembatasan akses  jajanan sekolah yang tidak sehat dan belum terdapat paparan edukasi mengenai pembatasan konsumsi jajanan yang tinggi kandungan MSG. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa sekolah dasar mengenai MSG. Kegiatan dilaksanakan di MI Al-Falah, Pancoran Barat, Jakarta Selatan. Subjek dalam kegiatan ini adalah 26 siswa kelas 5 berusia 11–12 tahun. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberian penyuluhan gizi bertema “Kurangi Asupan MSG” (KUACI), dengan menggunakan media komik. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan skor pengetahuan (p-value = 0,007) dan sikap (p-value = 0,001) sebelum dan sesudah penyuluhan gizi KUACI. Hal ini menunjukkan bahwa pemberian edukasi gizi KUACI terbukti dapat meningkatkan rata-rata skor pengetahuan dan sikap, masing-masing sebesar 6,93 dan 5,53 poin, siswa kelas 5 dalam mengurangi asupan MSG di MI Al-Falah, Pancoran Barat, Jakarta Selatan. Kata kunci: Komik, Monosodium Glutamat, Pengetahuan, Sikap.