Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

SIASAT (Edukasi Bahan Pangan Sumber Antioksidan) untuk Jaga Imunitas Tubuh di Masa Pandemi Covid-19 Sinta Nur Annisa; Rosyanne Kushargina
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2 Nomor 2 Desember 2021
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (856.204 KB) | DOI: 10.36590/jagri.v2i2.159

Abstract

Tingkat penularan Covid-19 di wilayah Indonesia khususnya provinsi DKI Jakarta masih memegang peringkat tertinggi dengan jumlah kasus positif sebanyak 2186 kasus. Perlu dilakukan upaya untuk menghentikan tingkat penularan virus. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengonsumsi makanan yang mengandung antioksidan agar imunitas tubuh meningkat. Latar belakang diselenggarakannya kegiatan kulwap edukasi bahan pangan sumber antioksidan ini karena minimnya pengetahuan masyarakat Bahari III RT 04/01 Kelurahan Tanjung Priok, Jakarta Utara mengenai perilaku untuk meningkatkan dan menjaga kebugaran agar sistem imunitas tubuh meningkat di masa pandemi Covid-19. Kegiatan Edukasi Bahan Pangan Sumber Antioksidan (SIASAT) bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pangan sumber antioksidan sehingga warga memiliki immunitas yang kuat dan tidak terinfeksi Covid-19. Adapun metode yang dilakukan yaitu kulwap (kuliah via whatsapp) dengan media video edukasi. Untuk mengetahui peningkatan pengetahuan, sasaran diberikan Pre-test dan post-test. Terjadi peningkatan nilai post-test sasaran setelah dilakukan edukasi melalui kulwap. Edukasi terkait gizi dan kesehatan dengan berbagai cara dapat terus dilakukan dengan cakupan sasaran yang lebih luas untuk meningkatkan status kesehatan masyarakat dan mencegah penyebaran Covid-19.
Pentingnya Penuhi Asupan Serat dengan Kebun Gizi (Pesan Kenzi) Desi Rohmalia; Rosyanne Kushargina
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2 Nomor 2 Desember 2021
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2862.962 KB) | DOI: 10.36590/jagri.v2i2.167

Abstract

Riset Kesehatan Dasar tahun 2018 menyebutkan bahwa 95,5% penduduk indonesia pada umumnya dinyatakan masih kurang mengkonsumsi buah dan sayur padahal buah dan sayur banyak jenisnya. Persentase kurang mengonsumsi buah dan sayur pada kelompok anak usia sekolah lebih tinggi yaitu sekitar 96%. Sayuran dan buah-buahan sangat penting sebagai pendukung pemenuhan gizi yang optimal diantaranya vitamin, mineral dan serat pangan. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan responden dalam memenuhi asupan serat harian dengan kebun gizi secara hidroponik. Kegiatan terdiri dari tahap edukasi, pelatihan dan evaluasi program. Metode yang digunakan yaitu ceramah dan diskusi. Dilakukan pre test dan post testuntuk mengevaluasi kegiatan edukasi dan pelatihan yang telah dilakukan. Terdapat peningkatan rata-rata hasil pre test dan post test responden dari 35,80% meningkat menjadi 56,79%. Kegiatan edukasi dan pelatihan efektif meningkatkan pengetahuan sasaran dan diharapkan dapat meningkatkan perilaku konsumsi sayur dan buah.
Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Minuman Sumber Antioksidan Secara Online untuk Meningkatkan Imunitas Tubuh Remaja Bella Arinda Putri; Rosyanne Kushargina
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2 Nomor 2 Desember 2021
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1539.844 KB) | DOI: 10.36590/jagri.v2i2.169

Abstract

Pandemi covid-19 hingga saat ini belum dapat ditangani. Salah satu cara mengurangi penularan virus ini yaitu dengan meningkatkan imunitas tubuh, dikarenakan karakter virus covid-19 yang menyerang system imunitas tubuh manusia. Antioksidan adalah zat yang berguna untuk meningkatkan sistem imunitas tubuh. Antioksidan terkandung pada bahan-bahan alami seperti rempah-rempah, buah dan sayur yang mengandung vitamin A, vitamin C, vitamin E dan zink. Tujuan dilakukannya pengabdian masyarakat ini adalah untuk menyebarkan informasi mengenai antioksidan dan meningkatkan pengetahuan mengenai antioksidan sehingga tumbuh kesadaran akan pentingnya mengkonsumsi pangan sumber antioksidan pada remaja. Media edukasi yang digunakan adalah power point dan video edukasi. Adanya pandemi mengakibatkan kegiatan pengabdian masyarakat hanya dapat dilakukan secara online. Hasil yang didapatkan yaitu terjadinya peningkatan pengetahuan mengenai antioksidan pada remaja setelah dilakukan edukasi pada sasaran yang ditandai dengan meningkatnya persentase akurasi menjawab soal pre-testan post-test pada sasaran.
Sosialisasi dan Edukasi Gerakan Gemar Makan Sayur (Gemas) Berbasis Online Pada Remaja Desi Fadia Syabani Ridwan; Rosyanne Kushargina
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 3 No. 1 (2022): Volume 3 Nomor 1 Juni 2022
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.814 KB) | DOI: 10.36590/jagri.v3i1.177

Abstract

Remaja adalah anak yang berusia 11-18 tahun dimana usia ini tergolong masih membutuhkan konsumsi makanan bergizi seimbang. Kondisi yang penting ini berpengaruh terhadap kebutuhan zat gizi. Kebiasaan  hidup yang kurang sehat dan kurangnya aktifitas fisik itu semua dikarenakan kurangnya pengetahuan remaja tentang pentingnya pola hidup sehat dan gizi seimbang bagi pertumbuhan mereka. Pengetahuan terkait gizi seimbang masih kurang dikalangan remaja saat ini termasuk siswa dan siswi SMP Triyasa yang masih kurang memahami pentingnya mengonsumsi sayuran. Pada dasarnya masalah gizi pada remaja ini bisa timbul karena perilaku gizi yang salah. Salah satu masalah gizi seimbang remaja adalah rendahnya konsumsi sayuran. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan terkait sayuran. Metode yang digunakan kegiatan GEMAS ini dilakukan secara online dengan menggunakan aplikasi virtual meeting karena pandemi Covid 19. Pre-test dan post-test dilakukan pada sasaran untuk mengetahui peningkatan pengetahuan. Terjadi peningkatan pengetahuan sasaran sebesar 88%setelah dilakukan sosialisasi dan edukasi.
Edukasi Gizi dan Kesehatan Wujudkan Tubuh Sehat di Era Pandemic Covid-19 Devi Wastiti Ari; Rosyanne Kushargina
Jurnal Abmas Negeri (JAGRI) Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2 Nomor 2 Desember 2021
Publisher : Sarana Ilmu Indonesia (salnesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (929.473 KB) | DOI: 10.36590/jagri.v2i2.180

Abstract

Menjaga tubuh tetap sehat di Era Pandemi Covid-19 ini sangat penting karena merupakan salah satu upaya dalam pencegahan penyebaran covid-19. Obat untuk covid-19 saat ini belum ada yang teruji efektif, sehingga meningkatkan imunitas tubuh adalah upaya paling bermanfaat saat ini. Kegiatan edukasi bertujuan untuk memberikan informasi tentang bagaimana cara menjaga tubuh tetap sehat di era pandemi covid-19 sehingga imunitas tetap terjaga kepada anggota karang taruna. kegiatan edukasi dilaksanakan secara langsung dengan metode ceramah dan diberikan pretest posttest untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan. Responden mengalami peningkatan dengan persentase rata-rata dari 56,65% meningkat menjadi 84,67%. Peserta edukasi ini berjumlah 15 orang dengan rentang usia 16-25 tahun. Hasil edukasi menyatakan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan pada responden mengenai menjaga tubuh tetap sehat di Era Pandemi Covid-19.
A Case Control in A Sub-Urban Area: Maternal Height and Nutritional Status with the Incidence of Stunting Among Toddlers Dainy, Nunung Cipta; Kusumaningati, Walliyana; Ashari, Chica Riska; Kushargina, Rosyanne
Media Gizi Indonesia Vol. 19 No. 3 (2024): MEDIA GIZI INDONESIA (NATIONAL NUTRITION JOURNAL)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgi.v19i3.259-267

Abstract

Indonesia is a country with a high incidence of stunting. In 2022, the prevalence of stunting in Bogor Regency was 24.9%, which was higher than the national average. The Padasuka subdistrict is recognized as a stunting locus area. Children's health is closely linked to the parenting style employed by their parents, particularly mothers. Therefore, this study aims to analyze the maternal factors contributing to the prevalence of stunting among toddlers. This study used an observational approach with a case-control design, conducted from December 2022 to August 2023 in Padasuka, Bogor Regency. Data collection encompassed anthropometric measurements, including the weight and height of toddlers and mothers, maternal characteristics such as age, education, and occupation, and nutritional status. The data were collected using questionnaires and interviews. The research sample consisted of 41 mothers of stunted toddlers (cases) and 41 mothers of normally developing toddlers (controls), resulting in a total of 82 participants. Bivariate analysis to explore the relationships between variables, as well as the chi-squared test and independent t-test to measure the differences in average height and nutritional status. The results of the analysis revealed that maternal height (p=0.000) and nutritional status (p=0.035) were significantly correlated with the incidence of stunting. In addition, there were notable differences in the average values of maternal height and nutritional status between the stunted group and the normally developing group with p-values of 0.038 and 0.040, respectively. Therefore, it can be concluded that maternal height and nutritional status contribute to the incidence of stunting among toddlers.
Gambaran Tingkat Kecukupan Gizi Lansia dengan Depresi di Kecamatan Pondok Jagung Kushargina, Rosyanne; Afifah, Alidina Nur
Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF) Vol 2, No 1 (2021): Muhammadiyah Journal of Nutrition and Food Science (MJNF)
Publisher : Faculty of Medicine and Health Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.097 KB) | DOI: 10.24853/mjnf.2.1.24-31

Abstract

Latar Belakang: Populasi orang lanjut usia (lansia) terus meningkat. Peningkatan ini merupakan hasil yang baik dari berbagai upaya dari setiap negara dalam meningkatkan angka harapan hidup penduduk baik, terutama dalam bidang kesehatan. Asupan gizi dan gaya hidup memberikan pengaruh pada kesehatan fisik lansia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran kecukupan gizi lansia dengan depresi di Kecamatan Pondok Jagung. Metode: penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sebanyak 100 orang lansia dengan depresi menjadi responden yang dipilih secara purposive dari Kecamatan Pondok Jagung. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui uji univariate. Hasil: Rata-rata tingkat kecukupan energi (laki-laki= 48,77%; Perempuan= 51,06%) termasuk pada kategori kurang. Rata-rata tingkat kecukupan zat gizi makro kecuali lemak termasuk pada kategori kurang yaitu protein (laki-laki= 77,5%; Perempuan= 79,74%), karbohidrat (laki-laki= 50,15%; Perempuan= 50,25%), dan serat (laki-laki= 17,16%; Perempuan= 17,02%). Rata-rata tingkat kecukupan lemak sudah baik yaitu termasuk pada kategori cukup (laki-laki= 56,89%; Perempuan= 56,47%). Tingkat kecukupan zat gizi mikro yaitu natrium (laki-laki= 53,68%; Perempuan= 54,06%) dan kalsium (laki-laki= 30,69%; Perempuan= 31%), berada pada kategori kurang. Kesimpulan: Rata-rata tingkat kecukupan energi, zat gizi makro (protein, karbohidrat, serat) dan zat gizi mikro (Na dan Ca) termasuk pada kategori kurang. Rata-rata tingkat kecukupan lemak sudah baik karena tergolong cukup.
STUDI CROSS-SECTIONAL: HUBUNGAN LOKASI SEKOLAH (PEDESAAN DAN PERKOTAAN) DENGAN STATUS GIZI MURID SEKOLAH DASAR Kushargina, Rosyanne; Dainy, Nunung Cipta
JURNAL RISET GIZI Vol 9, No 1 (2021): Mei (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v9i1.6820

Abstract

Background: Adequate nutrition plays an important roles for children on school age to developed and maintain their growth and health. Many factors could affect the nutritional status of school children, one of them is the school location.Objectives: To analysis the correlation between school location with nutritional status of elementary school students.Method: The research design used was a cross-sectional design. 80 subjects were observed from two different schools namely SDN 1 Cikelet Garut (Urban) and SDN Pesanggrahan 02 Pagi Jakarta Selatan (Rural). The relationship of school location and gender with nutritional status were analyzed using Chi Square. Independent Sample T-test used to analyze nutritional status based on different locations.Result: In rural there are 25% of children with over nutritional status (weight/age). There are still stunted child both in urban (7.50%) and rural (10%), but based on weight/height nutritional status, almost all subjects in both urban (92.50%) and rural (97.50%) in obese category. Chi Square analysis showed that the school location was significantly related (P 0.05) only with the weight/age nutritional status. Gender is significantly related to height/age nutritional status. The majority of boys (15,4%) are shorter than girls (2,4%). The results of the Independent Sample T-test based on location, showed that the nutritional status of subjects in urban was significantly different (P0.05) from the nutritional status of subjects in rural. In line with this, based in gender there is significantly different (P0.05) in nutritional status between boy and girl.Conclusions: The results of this study indicate that differences in school locations are related to the nutritional status of elementary school students.
STUDI CROSS-SECTIONAL: HUBUNGAN LOKASI SEKOLAH (PEDESAAN DAN PERKOTAAN) DENGAN STATUS GIZI MURID SEKOLAH DASAR Kushargina, Rosyanne; Dainy, Nunung Cipta
JURNAL RISET GIZI Vol 9, No 1 (2021): Mei (2021)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jrg.v9i1.6820

Abstract

Background: Adequate nutrition plays an important roles for children on school age to developed and maintain their growth and health. Many factors could affect the nutritional status of school children, one of them is the school location.Objectives: To analysis the correlation between school location with nutritional status of elementary school students.Method: The research design used was a cross-sectional design. 80 subjects were observed from two different schools namely SDN 1 Cikelet Garut (Urban) and SDN Pesanggrahan 02 Pagi Jakarta Selatan (Rural). The relationship of school location and gender with nutritional status were analyzed using Chi Square. Independent Sample T-test used to analyze nutritional status based on different locations.Result: In rural there are 25% of children with over nutritional status (weight/age). There are still stunted child both in urban (7.50%) and rural (10%), but based on weight/height nutritional status, almost all subjects in both urban (92.50%) and rural (97.50%) in obese category. Chi Square analysis showed that the school location was significantly related (P 0.05) only with the weight/age nutritional status. Gender is significantly related to height/age nutritional status. The majority of boys (15,4%) are shorter than girls (2,4%). The results of the Independent Sample T-test based on location, showed that the nutritional status of subjects in urban was significantly different (P0.05) from the nutritional status of subjects in rural. In line with this, based in gender there is significantly different (P0.05) in nutritional status between boy and girl.Conclusions: The results of this study indicate that differences in school locations are related to the nutritional status of elementary school students.
Efikasi Makanan Pendamping Bubur Kanji rumbi Instan dalam Meningkatkan Kadar Hemoglobin dan Menurunkan Status Anemia pada Balita Berat Badan Kurang: The Efficacy of Complementary Foods Instant Kanji rumbi Porridge on Increasing Hemoglobin Levels and Reducing Anemia Status in Underweight Toddlers Bustami, Bustami; Suryana, Suryana; Junita, Dini; Yunianto, Andi Eka; Kushargina, Rosyanne
Amerta Nutrition Vol. 9 No. 2 (2025): AMERTA NUTRITION (Bilingual Edition)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/amnt.v9i2.2025.329-339

Abstract

Background: Cases of underweight and anemia in Acehnese toddlers are high, requiring urgent intervention. A viable alternative is local food-based supplemental feeding, using high-protein and iron-rich meals. One of the examples is the innovative instant kanji rumbi porridge, which is made from Aceh's local protein sources. Objectives: The study aimed to analyze the effect of instant kanji rumbi porridge on hemoglobin (Hb) levels and the anemia status of underweight toddlers through a cluster-randomized control trial design. Methods: The study was conducted in three community health centers in Aceh Besar district and 15 posyandu (integrated service posts) clusters. 46 subjects selected based on the inclusion and exclusion criteria (23 in the intervention group and 23 in the control group). The intervention of instant kanji rumbi porridge was administered for 3 months, with each participant consuming it twice daily. Results: The instant kanji rumbi porridge intervention was successful in reducing the anemia rate from 92.3% of anemic toddlers at baseline to 60.7% by the end of the study. The consumption of instant kanji rumbi porridge significantly increased the energy and nutrient intake of the toddlers both before and after the intervention, as well as within the intervention groups. All groups exhibited an increase in Hb levels; however, the rise in the intervention group was substantially greater than that in the control group (p-value=0.013). Conclusions: Instant kanji rumbi porridge has the potential to be used as a complementary food for toddlers to increase macro and micronutrient intake, especially iron, hence elevating hemoglobin levels and reducing anemia in this age group.