Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI PUSKESMAS PEUSANGAN SELATAN KABUPATEN BIREUEN Fitri Novianti; Siti Saleha; Agustina
Jurnal BIMTAS: Jurnal Kebidanan Umtas Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Bimtas: Jurnal Kebidanan UMTAS
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/bimtas.v9i1.7283

Abstract

Kehamilan adalah suatu kondisi seseorang wanita memiliki janin yang tengah tumbuh dalam tubuhnya. Umumnya janin tumbuh didalam rahim. Waktu hamil pada manusia sekitar 40 minggu atau 9 bulan. Tanda dan bahaya kehamilan yaitu perdarahan pervagina, sakit kepala yang hebat, penglihatan kabur, Bengkak di wajah dan jari-jari tangan, gerakan janin tidak terasa, dan nyeri abdomen yang hebat. Penelitian ini bertujuan untuk fhubungan karakteristik Ibu hamil dengan tingkat pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Peusangan Selatan Kabupaten Bireuen. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional.  Sampel penelitian sebanyak 33 Ibu yang dipilih melalui acidental sampling di Wilayah kerja Puskesma Peusangan Selatan. Instrumen yang digunakan adalah tentang pengetahuan. Analisa data dilakukan dengan menggunakan uji Chie_Square. Hasil penelitian menunjukkan variabel distribusi yang mayoritas pada katagori umur >25-35 tahun berjumlah 21 Ibu (63,6%). Mayoritas pada tingkat pendidikan yaitu SMA berjumlah 24 Ibu (72,7%). Mayoritas pada pekerjaan yaitu tidak bekerja berjumlah 24 Ibu (72,7%). Mayoritas pada tingkat riwayat risiko kehamilan yaitu tidak memiliki riwayat risiko kehamilan sebasar 27 Ibu (81,8%). Bivariat menunjukan ada hubungan karakteristik umur (p=0,34), pendidikan (p=0,002), pekerjaan (p=0,19), riwayat risiko kehamilan (p=0,12). Dapat disimpulkan bahwa semakin ada hubungan antara umur, pendidikan, pekerjaan, dan riwayat risiko kehamilan. Disarankan untuk lebih aktif mencari informasi dan mengikuti pemeriksaan kehamilan secara rutin. Peningkatan pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan dapat membantu ibu hamil mengenali potensi risiko dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat.
Penguatan Perlindungan Merek Dagang di Era Digital: Analisis Normatif Yuridis terhadap Efektivitas Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 dan Implikasinya terhadap E-Commerce Gennaro, Fabio; Oktapiansyah, Melsa; Novianti, Fitri; Trada, Putri Pribby
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 8 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i8.725

Abstract

Transformasi digital telah membawa perubahan fundamental dalam sistem perdagangan global melalui pemanfaatan platform perdagangan elektronik (e-commerce). Perkembangan ini tidak hanya menciptakan peluang ekonomi yang signifikan, tetapi juga melahirkan berbagai tantangan hukum baru, khususnya dalam perlindungan hak atas merek dagang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas perlindungan hukum merek dagang di era digital berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis serta mengidentifikasi kendala dan strategi penguatan penegakan hukumnya dalam ekosistem perdagangan elektronik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan analitis-komparatif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, literatur hukum, jurnal ilmiah nasional dan internasional, serta putusan pengadilan terkait sengketa merek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 telah menyediakan kerangka perlindungan hukum yang relatif komprehensif, namun implementasinya di ranah digital masih menghadapi berbagai kendala struktural, teknis, dan kultural. Oleh karena itu, diperlukan penguatan mekanisme administratif, peningkatan koordinasi antar lembaga, serta peran aktif platform e-commerce guna menciptakan sistem perlindungan merek yang adaptif, efektif, dan berkeadilan.
ANALISIS ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN GANGGUAN PERNAFASAN AKIBAT PENYAKIT PARU OBSTRUKTIF KRONIK (PPOK) DISERTAI EKSASEBRASI AKUT DENGAN PENERAPAN INTERVENSI BATUK EFEKTIF TERHADAP BERSIHAN JALAN NAFAS TIDAK EFEKTIF DI RUANG ICU RSUD CILILIN TAHUN 2026 Novianti, Fitri; Sutisna, M. Iqbal; Manalu, Lisbet Octovia; Rustandi, Budi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.9268

Abstract

Background: Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) is a chronic lung disease characterized by progressive and not fully reversible airflow limitation. This condition can cause impaired gas exchange leading to chronic hypoxia. Prolonged hypoxia may increase pressure in the pulmonary blood vessels, thereby increasing the workload of the heart, especially the right ventricle, which can eventually lead to cardiac enlargement or Cardiomegaly. Therefore, appropriate nursing care is needed to manage the problems that arise in patients with COPD and cardiomegaly. Objective: To identify and implement nursing care in patients with COPD and cardiomegaly through the nursing process which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation, and evaluation. Methods: This scientific paper used a case study method with a nursing process approach that includes assessment, determination of nursing diagnoses, planning of nursing interventions, implementation, and evaluation in patients with COPD and cardiomegaly. Results: The results of the nursing care implementation showed that the main nursing problems found in the patient were ineffective airway clearance, impaired gas exchange, and decreased cardiac output. Nursing interventions included monitoring respiratory status, positioning the patient in a semi-Fowler position, deep breathing exercises, effective coughing techniques, and oxygen therapy as indicated. After the nursing interventions were implemented, the patient’s condition improved as indicated by reduced shortness of breath and improved breathing pattern. Conclusion: Nursing care for patients with COPD and cardiomegaly can help overcome nursing problems and improve the patient’s health condition through appropriate and continuous nursing interventions.