Claim Missing Document
Check
Articles

Peran Theory of Planned Behavior dan Self Efficacy terhadap Niat dan Perilaku Berbagi Pengetahuan Klinis pada Dokter Umum di Indonesia Lia Fatimah; Muhammad Irfan Syaebani
Jurnal Locus Penelitian dan Pengabdian Vol. 5 No. 6 (2026): JURNAL LOCUS: Penelitian dan Pengabdian
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/locus.v5i6.5779

Abstract

Dalam praktik kedokteran, berbagi pengetahuan klinis (knowledge sharing) merupakan faktor kunci dalam meningkatkan kualitas diagnosis, pengambilan keputusan, dan keselamatan pasien. Namun, di kalangan dokter umum di Indonesia yang berperan sebagai garda terdepan layanan kesehatan primer praktik berbagi pengetahuan masih belum optimal karena hambatan psikologis seperti kurangnya kepercayaan diri, tekanan hierarki, dan budaya kerja individualistik. Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku berbagi pengetahuan (knowledge sharing behavior) dokter umum di Indonesia dengan menggunakan kerangka Theory of Planned Behavior yang diperluas melalui variabel self-efficacy. Penelitian ini menguji pengaruh knowledge sharing attitude, subjective norm, perceived behavioral control, dan self-efficacy terhadap knowledge sharing intention serta implikasinya terhadap knowledge sharing behavior. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik covariance-based structural equation modeling (CB-SEM). Seluruh tujuh hipotesis pengaruh langsung terdukung. Perceived behavioral control dan self-efficacy merupakan prediktor terkuat niat berbagi pengetahuan. Niat berbagi pengetahuan terbukti menjadi prediktor utama perilaku aktual (koefisien 0,60) dan memediasi secara parsial pengaruh sikap dan self-efficacy, serta memediasi penuh pengaruh norma subjektif dan kontrol perilaku. Model penelitian memiliki daya eksplanasi sangat tinggi (R² niat = 0,90; R² perilaku = 0,93). Model TPB yang diperluas dengan self-efficacy sangat relevan untuk menjelaskan perilaku berbagi pengetahuan klinis dokter umum di Indonesia. Penguatan niat berbagi pengetahuan melalui peningkatan sikap positif, keyakinan diri, dan kontrol perilaku yang dirasakan merupakan strategi utama untuk mendorong praktik berbagi pengetahuan yang lebih efektif dalam layanan kesehatan primer.
Does Mindfulness and Psychological Capital affect Work Engagement of Healthcare Workers? A study case in DKI Jakarta Putu Ayu Puspita; Muhammad Irfan Syaebani
Journal of Health Policy and Management Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Master's Program in Public Health, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26911/thejhpm.2024.09.02.02

Abstract

Background: This study presents the condition of work engagement among health workers in DKI Jakarta in doing their jobs. Complaints are addressed to health workers for the lack of services provided at healthcare facilities in DKI Jakarta. This study will discuss several variables that affect the work engagement of health workers. This study will discuss several variables that affect the work engagement of health workers. This paper uses empirical methods to see the influence of mindfulness to health worker’s engagement using psychological capital as a mediator for health workers. Subjects and method: Health workers in DKI Jakarta participated in the study (N=280). The data were analyzed using structural equation modelling. Results: The results show that mindfulness is fully mediated by psychological capital. The findings can be used to increase their work engagement by exploring more deeply the use of psychological capital, and mindfulness and ultimately increasing the engagement of health workers themselves and the services provided. Conclusion: This study found a connection between mindfulness and work engagement through psychological capital and not directly from mindfulness to work engagement. This means that psychological capital is important in building a good engagement. Positive psychological capital can lead health workers to contribute more and be more engaged in their work. Keyword: mindfulness, psychological capital, work engagement, health workers