Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap terhadap Kebiasaan Konsumsi Jamu pada Mayarakat Magelang Tahun 2019 Tiara Mega Kusuma; Endaryanti Wulandari; Taufik Widiyanto; Diah Kartika
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Edisi Khusus: RAKERDA, SEMINAR, PID IAI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v0i0.10857

Abstract

Jamu is a cultural heritage of Indonesia that needs to be preserved. Jamu is classified as traditional medicine which is widely used by the community as an alternative treatment, especially Magelang city’s. This study aims to show relationship between the level of knowledge and attitudes towards the consumption habits of jamu in the community of Magelang. This research is included in a quantitative descriptive study with cross sectional approach with random sampling techniques. Data were obtained by surveying through the distribution of questionnaires and analyzed using the chi-square test (X2) to see each effect of the level of knowledge or attitudes towards herbal consumption habits based on p-value, and logistic regression tests to see the OR (Odds Ratio). The level of knowledge and attitudes about herbal medicine has a significant influence on the consumption habits of herbs with p-values of 0.003 and 0,000 (0.005). Attitude is proven to have the highest chance to improve the consumption habits of routine herbal medicine (23,262x) compared to the level of knowledge (1,273x).
STUDI PEMBERIAN INFORMASI TENTANG TEKNIK PENGGUNAAN METERED DOSE INHALER OLEH APOTEKER DAN TENAGA TEKNIS KEFARMASIAN DI APOTEK KECAMATAN MERTOYUDAN, KABUPATEN MAGELANG Heni Lutfiyati; Tiara Mega Kusuma; Septi Wardani
Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS): Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol 4 No 2 (2019): JIIS
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (119.84 KB) | DOI: 10.36387/jiis.v4i2.258

Abstract

Asthma is a serious health problem and can attack all age groups. Inhalation of drugs is the most important route in the management of asthma. The purpose of this study was to find out the description of the provision of information about the technique of using Metered Dose Inhalers by pharmacists and pharmacy technician at the Mertoyudan District pharmacy, Magelang District. This research is a descriptive study using the investigation research approach that is gathering information related to the provision of information on the use of Metered Dose Inhaler techniques by pharmacists and pharmacy technicians by means of investigation. The data obtained is then analyzed and made conclusions. The variables in this study are providing information about the use of Metered Dose Inhalers by pharmacists and pharmacy technicians. Data collection was carried out in February 2018. The population in this study were all pharmacists and pharmacy technicians in the Mertoyudan District, Magelang District. The sample in this study is Pharmacists and Pharmacy technicians who practice in the pharmacy of the Mertoyudan District Region, Magelang District. Observations made by researchers in Mertoyudan District with a total of 15 pharmacies, obtained 40% of pharmacies available inhaler drugs and 60% of pharmacies are not available because rarely patients buy and the price of drugs is expensive. The results showed that from 9 stages of using Metered Dose Inhalers, all respondents demonstrated the opening and closing stage of the inhaler and press the canister and only 6.67% gave information slowly exhaling until there was no remaining air to be exhaled. The conclusion of the pharmacist who provided complete information about the technique of using inhalers was 6.67%.
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI MINYAK ATSIRI DARI SIMPLISIA BASAH DAN SIMPLISIA KERING DAUN SIRIH MERAH (Piper crocatum) Tiara Mega Kusuma; Nurul Uswatun
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 11 No. 01 Juli 2014
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v11i1.844

Abstract

ABSTRAK Telah dilakukan penelitian tentang isolasi dan identifikasi minyak atsiri dari simplisia basah dan simplisia kering daun sirih merah (Piper crocatum). Penelitian ini meliputi ekstraksi dengan metode destilasi dengan penyari akuades. Identifikasi minyak atsiri dilakukan dengan metode kromatografi lapis tipis (KLT) untuk mencari harga Rf. Fase gerak yang digunakan adalah heksana dan etil asetat dengan perbandingan 7:3. Fase diam yang digunakan adalah silica gel GF254. Hasil identifikasi pada simplisia basah dan simplisia kering daun sirih merah menunjukkan hasil positif minyak atsiri setelah diamati pada sinar UV 254 nm. Warna totolan yang dihasilkan pada plat berwarna ungu tua. Randemen yang dihasilkan simplisia kering (1%) lebih banyak dari randemen yang dihasilkan simplisia basah (0,6%). Harga Rf yang dihasilkan simplisia kering adalah 0,89 dan Rf yang dihasilkan simplisia basah adalah 0,77. Kata kunci: daun sirih merah, Piper crocatum, isolasi, identifikasi, minyak atsiri. ABSTRACT Essential oils were isolated from dry and wet leaves of red betel (Piper crocatum) by hydro distillation. The compounds were identified by thin layer chromatography (TLC). The mobile phase was hexane ethyl acetate (7:3) on silica gel GF254 as stationary phase. The results were observed with UV light at wavelengths of 254 nm. The dark purple spots were observed on the plate. The Rf value of dry and wet leaves were 0.89 and 0.77, respectively. The recovery from dry leaves was 1%, higher than that of wet leaves (0.6%). Key words: Piper crocatum, isolation, identification, essential oil.
Analisa Kualitatif Kandungan Formalin Pada Tahu Di Pasar Tradisional Kodya Magelang Heri Susanto; Elmiawati Latifah; Tiara Mega Kusuma
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v1i1.53

Abstract

Keamanan makanan merupakan kebutuhan masyarakat karena makanan yang aman akan melindungi dan mencegah terjadinya penyakit atau gangguan kesehatan. Formalin adalah nama dagang larutan Formaldehid dalam air dengan kadar 30-40%. Formalin merupakan salah satu bahan kimia yang banyak disalahgunakan untuk mengawetkan produk olahan kedelai seperti tahu yang sangat merugikan masyarakat, karena dapat merusak kesehatan. Organisasi ternama di dunia seperti International Agency for Research on Cancer (IARC), telah menetapkan bahwa formalin merupakan senyawa pertama yang menyebabkan kanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kandungan formalin pada tahu yang beredar di pasar tradisional Kodya Magelang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif-kuantitatif dengan pendekatan laboratorik dengan pengambilan sampel secara acak sederhana, dengan nilai ketepatan sebesar 80% (nilai kritis : 0,2). Menggunakan 3 metode uji kualitatif formalin yaitu Nash’s, Fenilhidrazin HCl dan uji keawetan. Hasil dari penelitian menunjukan tidak ditemukan kandungan formalin dalam tahu. Artinya seluruh sampel tahu yang berasal dari pasar tradisional Kodya Magelang negatif mengandung formalin dengan prosentase 100% negatif.
Analisis Perencanaan Obat Dengan Metode ABC di Instalasi Farmasi Rsud Muntilan Periode Tahun 2013 Hesti Krisnaningtyas; Fitriana Yuliastuti; Tiara Mega Kusuma
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 1 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v1i1.56

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran proses perencanaan obat di Instalasi Farmasi RSUD Muntilan dengan menggunakan metode ABC. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif terhadap data sekunder yang berupa data item obat, jumlah pemakaian obat dan estimasi biaya di Instalasi Farmasi RSUD Muntilan periode bulan Oktober-Desember tahun 2013. Dengan menggunakan metode ABC, hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk daftar obat Askes diperoleh 52 item obat termasuk kelas A, 70 item obat termasuk kelas B, 150 item obat termasuk kelas C, dari total 272 item obat. Sedangkan untuk obat Jamkesmas diperoleh 14 item obat termasuk kelas A, 14 item obat termasuk kelas B, 154 item obat termasuk kelas C, dari total 182 item obat. Penetapan kebutuhan obat menggunakan analisa ABC dapat dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek dalam perencanaan obat di rumah sakit yaitu standarisasi obat atau formularium, anggaran, pemakaian periode sebelumnya, stok akhir dan kapasitas gudang, lead time dan stok pengaman, jumlah kunjungan dan pola penyakit dan standar terapi.
Uji Kualitatif Bakteri Escherichia Coli Pada Pemandian Umum Di Boton Balong Magelang Ira Dwi Anggraeni Candrawati; Prasojo Pribadi; Tiara Mega Kusuma
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v2i1.186

Abstract

Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari–hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan. Kebanyakan air tawar dan laut mengandung mikroorganisme. Salah satu mikroorganisme tersebut yaitu bakteri Escherichia coli. Bakteri Escherichia coli dapat menimbulkan berbagai macam penyakit, salah satunya diare. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya bakteri Escherichia coli pada pemandian umum di Boton Balong Magelang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji kualitatif bakteri di air dengan tiga cara pengujian yaitu uji penduga, uji penguat, dan biakan murni dengan cara tuang. Hasil dinyatakan positif bakteri Escherichia coli terkandung dalam sampel air apabila uji penduga dan uji penguat menunjukkan timbulnya gas dan keruh pada media, sedangkan pada biakan murni dengan cara tuang tampak bercak koloni bakteri pada media. Uji penduga dengan media Lactose Broth menunjukkan timbul gas dan keruh. Suspensi uji penduga diuji kembali dengan uji penguat menggunakan Brilliant Green Lactose Bile Broth dan menunjukkan timbul gas, sedangkan biakan murni dengan cara tuang menggunakan media Nutrient Agar tampak bercak koloni bakteri. Uji kualitatif pada sampel air menunjukkan hasil positif adanya bakteri Escherichia coli setelah ketiga pengujian dilakukan.
Formulasi Tablet Ekstrak Buah Pare Dengan Variasi Konsentrasi Avicel Sebagai Bahan Pengikat Puspita Septie Dianita; Tiara Mega Kusuma
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 2 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v2i1.187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi avicel sebagai bahan pengikat terhadap sifat fisik tablet ekstrak buah pare serta untuk mengetahui konsentrasi yang dapat digunakan sebagai bahan pengikat yang optimal dalam formulasi pembuatan tablet ekstrak buah pare. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Data diambil dengan menggunakan tiga formulasi dengan konsentrasi avicel yang berbeda, kemudian dilakukan pengujian sifat fisik tablet yang meliputi uji keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan tablet, kerapuhan tablet, dan waktu hancur tablet. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi avicel maka kekerasan akan semakin besar dan kerapuhan akan semakin rendah. Bahan pengikat akan berpengaruh terhadap sifat fisik tablet yang dihasilkan dengan konsentrasi maksimal terdapat pada formula II. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dari ketiga formulasi yang dilakukan, formulasi yang paling optimal yaitu formulasi II karena memiliki nilai kerapuhan dan kekerasan tablet yang sesuai.
PENGARUH VARIASI JENIS DAN KONSENTRASI GELLING AGENT TERHADAP SIFAT FISIK GEL HIDROKORTISON Tiara Mega Kusuma; Metty Azalea; Puspita Dianita; Naily Syifa
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 4 No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v4i1.2589

Abstract

Faktor kritis yang mempengaruhi sifat fisik gel adalah penggunaan gelling agent Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variasi jenis dan konsentrasi NaCMC dan Carbopol sebagai gelling agent terhadap sifat fisik gel hidrokortison. Formula gel dengan zat aktif hidrokortison 1% dibuat dengan membandingkan basis Carbopol (0,2%, 0,3%, 0,4%) dengan basis Na-CMC (3%, 3,5%, 4%). Pengamatan uji fisik gel menunjukkan bahwa variasi jenis dan konsentrasi gelling agent pada formula memberikan sifat fisik yang baik. Penggunaan Carbopol menghasilkan tampilan yang lebih menarik dibandingkan Na-CMC. Akan tetapi, penggunaan carbopol menghasilkan viskositas yang lebih rendah dibandingkan Na-CMC. Konsentrasi carbopol 0,4% atau Na-CMC 3,5% dalam gel hidrokortison 1% menghasilkan formula gel yang paling baik.
Product Development of Anti Acne Gel: Combination of White Turmeric Rhizome Ethanol Extract (Curcuma Mango Val) and Galangal Rhizome Ethanol Extract (Alpinia Galanga) Imron Wahyu Hidayat; Retna Tri Astuti; Tiara Mega Kusuma
Urecol Journal. Part C: Health Sciences Vol. 1 No. 1 (2021): January - June
Publisher : Konsorsium LPPM Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.609 KB) | DOI: 10.53017/ujhs.42

Abstract

White turmeric rhizome (Curcuma mango Val) and galangal rhizome (Alpinia galanga) have been widely studied to have antibacterial activity. One of the causes of acne is bacteria, such as Staphylococcus epidermidis. The purpose of this study was to determine the minimum inhibitory concentration of the ethanol extract of white turmeric (Curcuma mangga Val) and galangal (Alpinia galanga) rhizome against acne-causing bacteria and its effectiveness after it was formulated in gel form. Simplicia was extracted by maceration method using ethanol 96% solvent. The extract was formulated in the form of a gel with various concentrations of CMC Na. The results of the gel antibacterial evaluation showed that the ethanol extract gel of white turmeric rhizome (Curcuma mangga Val) and galangal rhizome (Alpinia galangal) showed antibacterial activity against S. epidermidis bacteria.
Formulasi dan evaluasi gel ekstrak bunga pepaya jantan (Carica papaya l) dengan variasi konsentrasi hpmc dan karbopol Prabandaru Esthi Pudyawanti; Tiara Mega Kusuma; Fitriana Yuliastuti
Borobudur Pharmacy Review Vol 1 No 2 (2021): August-Dec
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/bphr.v1i2.4875

Abstract

Tingginya kejadian infeksi Bunga papaya jantan banyak digunakan untuk berbagai pengobatan tradisional. Bunga pepaya jantan mengandung senyawa antibakteri seperti tanin, alkaloid, flavonoid, terpenoid, dan saponin. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui formulasi gel ekstrak bunga pepaya jantan (Carica Papaya L) dengan variasi konsentrasi HPMC dan Karbopol. Formula gel estrak bunga papaya jantan dibuat menjadi 4 formula dengan 2 variasi konsentrasi. Masing-masing formula dibuat dan dilakukan uji sifat fisik yang meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar dan daya lekat. Analisis data menggunakan metode desain faktorial pada perangkat lunak Design Expert . Hasil penelitian ini menunjukan formula gel yang optimum pada HPMC 1% dan Karbopol 1% yaitu formula 1 dengan karakteristik berwarna kuning kecoklatan, homogen, bau khas ekstrak bunga papaya jantan, dan tekstur kental. Nilai pH 5.46, viskositas 257 dPa.S, daya sebar 9.6 cm, daya lekat 4.62 detik.