ABSTRAKPembelajaran Bahasa Inggris pada anak usia dini memerlukan pendekatan yang kontekstual, menarik, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan kognitif anak. Namun, keterbatasan penggunaan media pembelajaran yang inovatif masih menjadi permasalahan utama, termasuk di TK Fatimah 7 Palembang, yang berdampak pada rendahnya motivasi dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran kosakata Bahasa Inggris. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris melalui pendampingan penggunaan media audio visual serta meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam merancang dan menerapkan media pembelajaran berbasis teknologi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dan kolaboratif yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Mitra kegiatan adalah TK Fatimah 7 Palembang dengan peserta sebanyak 5 guru dan 15 siswa kelompok A dan B. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif dan dokumentasi selama proses pembelajaran berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual mampu meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditandai dengan partisipasi aktif, kemampuan mengikuti pengucapan kosakata secara bersama-sama, serta respons terhadap instruksi sederhana dalam Bahasa Inggris. Suasana pembelajaran menjadi lebih kondusif, interaktif, dan menyenangkan. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan kompetensi pedagogik guru dalam menyusun materi ajar, memilih media yang sesuai, dan menerapkannya secara efektif di kelas. Dengan demikian, integrasi media audio visual terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar kosakata Bahasa Inggris anak usia dini serta memperkuat kapasitas profesional guru dalam pembelajaran berbasis teknologi.Kata kunci : Audio Visual; Bahasa Inggris; Pengabdian; Guru; TK. ABSTRACTlearner requires a contextual, engaging approach that aligns with the characteristics of children's cognitive development. However, the limited use of innovative learning media remains a major issue, including TK Fatimah 7 Palembang, resulting in low student motivation and engagement in English vocabulary learning. This community service activity aims to improve the quality of English learning through mentoring the use of audio-visual media and enhancing teachers' pedagogical competence in designing and implementing technology-based learning media. The method used is a participatory and collaborative approach, encompassing preparation, implementation, and evaluation. The activity partner was TK Fatimah in Palembang, with five teachers and 15 students from groups A and B participating. Data collection was conducted through participant observation and documentation during the learning process. The results showed that the use of audio-visual media increased student motivation, characterized by active participation, the ability to follow along with vocabulary pronunciation, and responsiveness to simple instructions in English. The learning environment became more conducive, interactive, and enjoyable. Furthermore, this activity also improved teachers' pedagogical competence in developing teaching materials, selecting appropriate media, and implementing them effectively in the classroom. Thus, the integration of audio-visual media has proven effective in increasing motivation and learning outcomes for early childhood English vocabulary, as well as strengthening teachers' professional capacity in technology-based learning.Keywords: Audio Visual; English; Community Service; Teacher; Kindergarten.