Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Selebtwits: Micro-Celebrity Practitioners in Indonesian Twittersphere Rahmawan, Detta
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1655.938 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v2i1.6046

Abstract

Drawn from the notion that Twitter is a suitable context for micro-celebrity practices (Marwick, 2010) this research examines interactions between Indonesian Twitter-celebrities called selebtwits and their followers. The results suggest that several strategies include: stimulated conversation, audience recognition, and various level of self-disclosure that have been conducted by the selebtwits to maintain the relationship with their followers. This research also found that from the follower viewpoint, interaction with selebtwits is often perceived as an “endorsement” and “achievement”. However, there are others who are not particularly fond of the idea of the selebtwits-follower’s engagement. Some selebtwits-followers’ interactions lead to “digital intimacy”, while others resemble parasocial interaction and one-way communication. Furthermore, this study suggests that in the broader context, selebtwits are perceived in both positive and negative ways.  
PERBINCANGAN MENGENAI HUKUMAN MATI TERKAIT KASUS BALI NINE DAN MARY JANE DALAM SITUS JEJARING SOSIAL TWITTER Mahameruaji, Jimi Narotama; Wirakusumah, Teddy Kurnia; Rahmawan, Detta
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.084 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v4i1.7817

Abstract

Twitter telah menjadi alat atau media komunikasi yang sangat populer diantara para pengguna Internet. Melalui Twitter, penggunanya dapat berbagi cerita hidup mereka sehari-hari, melakukan perbincangan dengan pengguna lain dan juga mengekspresikan pendapat mereka. Twitter juga dapat dilihat sebagai sebuah wadah untuk melakukan perbincangan politik dan isu-isu publik. Oleh karena itu, peran Twitter terkait partisipasi publik, kampanye, dan pembentukan opini publik kini semakin diperhitungkan (Jungherr, 2015). Fokus penelitian ini tentang perbincangan para pengguna Twitter di Indonesia mengenai peristiwa hukuman mati kasus narkoba Bali Nine dan Mary Jane. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa ragam perbincangan yang terjadi di antara para pengguna Twitter Indonesia terkait kasus hukuman mati tersebut, apa argumen yang muncul terkait penolakan maupun dukungan terhadap isu hukuman mati, dan juga siapa saja Twitter Influencer yang berperan dalam isu ini. DOI: 10.24198/jkk.vol4n1.5
POTENSI YOUTUBE SEBAGAI MEDIA EDUKASI BAGI ANAK MUDA Rahmawan, Detta; Mahameruaji, Jimi Narotama; Janitra, Preciosa Alnashava
Edulib Vol 8, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edulib.v8i1.11267

Abstract

Penetrasi Internet di Indonesia tiap tahun mengalami peningkatan. Meskipun demikian, tingginya tingkat penggunaan internet masih belum memberikan dampak yang optimal terkait pemberdayaan masyarakat, khususnya anak muda. Rendahnya tingkat literasi digital, serta kurangnya pengetahuan akan konten yang positif di Internet membuat sebagian anak muda di Indonesia belum dapat memanfaatkan peran teknologi dan media digital secara optimal dalam kehidupan mereka sehari-hari, terutama terkait dengan peran teknologi tersebut sebagai sumber informasi mengenai pengetahuan dan pendidikan. Banyaknya konten-konten negatif menimbulkan beragam permasalahan seperti hoax, cyberbullying, cybercrime, pornografi, hingga politisasi isu SARA. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kualitatif untuk memetakan beragam konten positif dengan tema pendidikan pada media sosial YouTube. Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa kreator konten di YouTube yang khusus membahas tema pendidikan masih sangat terbatas. Beberapa akun YouTube yang menjalankan fungsi media edukasi bagi anak muda terutama adalah “Kok Bisa” yang mengemas kontennya dengan menggunakan animasi, bahasa yang sederhana, dan penjelasan yang tidak begitu rumit, serta beberapa akun milik perusahaan rintisan di bidang jasa layanan pendidikan seperti Quipper, Zenius, dan Ruang Guru yang memiliki kanal berisikan pembelajaran elektronik, tutorial dan tips pembelajajaran. Media edukasi di YouTube masih memerlukan kontrbusi banyak pihak karena kami melihat misalnya masih belum banyak konten edukasi dengan genre vlog, dan masih belum banyak konten-konten kreatif lain yang juga bertemakan pendidikan. Hal ini tentunya menjadi sebuah permasalahan sekaligus potensi untuk dikembangkan.
STRATEGI PERTEMANAN MASYARAKAT URBAN PADA SITUS JEJARING SOSIAL PATH Mahameruaji, Jimi Narotama; Rahmawan, Detta
PROSIDING KOMUNIKASI PROSIDING : AKSELERSI PEMBANGUNAN MASYARAKAT LOKAL MELALUI KOMUNIKASI DAN TEKNOLOGI INFORMASI (BUKU
Publisher : PROSIDING KOMUNIKASI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.69 KB)

Abstract

Saat ini beragam situs jejaring sosial dengan fungsi dan fitur yang berbeda telah menjadi bagian dalam gaya hidup masyarakat urban. Bermacam-macam jenis situs jejaring sosial ini menimbulkan adanya corak penggunaan yang berbeda-beda. Penelitian ini terfokus pada salah satu situs jejaring sosial yang saat ini sedang populer di kalangan masyarakat urban yaitu Path. Penelitian ini mencoba untuk menganalisis salah satu corak penggunaan situs jejaring sosial Path dengan menitik beratkan pada konsep strategi pertemanan. Konsep strategi pertemanan dalam situs jejaring sosial menjadi penting karena dianggap sebagai salah satu langkah utama dalam melindungi privasi para penggunanya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek dari penelitian ini adalah masyarakat urban di Jakarta dan Bandung yang dipilih dengan metode purposive sampling. Hasil penelitian ini melihat bagaimana strategi para responden penelitian dalam mencari dan memilih pengguna lain untuk dimasukkan dalam jaringan pertemanan mereka, serta menjelaskan ragam informasi yang mereka bagikan dengan para pengguna lain dalam jaringan sosial mereka. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan untuk studi-studi lainnya yang sejenis atau berkaitan dengan isu strategi pertemanan dalam situs jejaring sosial, privasi online atau privasi dalam situs jejaring sosial. Kata Kunci: Path, strategi pertemanan , situs jejaring sosial.
Bisnis Vlogging dalam Industri Media Digital di Indonesia Mahameruaji, Jimi Narotama; Puspitasari, Lilis; Rosfiantika, Evi; Rahmawan, Detta
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.364 KB) | DOI: 10.24002/jik.v15i1.1007

Abstract

This study explores the phenomenon of Vlogger as a new business in the digital media industry in Indonesia. Vlogger refer to social media users who regularly upload a variety of video content with various themes. We used case study to describe and analyze Youtube’s significant role in managing Vlogger communities, and also design support systems to make the communities growth and sustainable. We also explore Vlogger role as Online Influencer. This study is expected to be one of the references related to Vlogger phenomenon in the context of digital media studies in Indonesia.
ANALISIS SEMIOTIKA PADA COVER NOVEL TRILOGI KARYA VIRA SAFITRI Hafiar, Hanny; Mahameruaji, Jimi Narotama; Rahmawan, Detta
Jurnal Nomosleca Vol 3, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/nomosleca.v3i1.1177

Abstract

AbstraksiCover novel memiliki peran penting dalam menarik perhatian calon pembaca, oleh Karena itu ilustrasi pada novel dibuat semenarik mungkin karena pembaca cenderung beranggapan bahwa cover novel memiliki pesan yang mewakili isi novel, sehingga semakin menarik ilustrasi pada cover novel maka semakin menarik pula lah isi novel tersebut. Novel trilogi karya Vira Safitri, merupakan novel remaja dewasa yang masuk ke dalam genre amore, atau terdapat unsur percintaan. Ketiga novel tersebut memiliki kekhasan dalam ilustrasi covernya yang dapat dikatakan cukup berhasil mewakili isi novelnya tersebut. Berdasarkan pemikiran tersebut, maka tulisan ini dilakukan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai simbol, makna simbol, serta bagaimana simbol dalam ilustrasi cover novel karya Vira Safitri mampu membangun kesan yang terbentuk di benak pembaca novelnya. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah semiotik dari Charles S. Peirce, dengan unit yang dianalisis berupa obyek gambar dan warna. Adapun hasil yang diperoleh antara lain: simbol yang dianggap memiliki makna yang disengaja adalah obyek gambar bunga, gambar alat/property, dan warna. Adapun makna yang diwakili oleh gambar bunga yaitu perwakilan negara yang menjadi lokasi utama dalam novel, sedangkan gambar alat/properti mewakili makna profesi salah satu tokoh utama, dan warna pastel yang dipilih mewakili aroma percintaan yang lembut namun elegan. Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa ilustrasi pada cover novel trilogy karya Vira Safitri ini telah mampu menggambarkan profesi sang tokoh, lokasi tempat berlangsungnya kisah, serta telah mampu untuk mendukung kesan elegan, romantic, dan happy ending yang menjadi ciri khas novel kisah cinta. DOI : https://doi.org/10.26905/nomosleca.v3i1.1177
Content Production Strategy of Instagram @globalyouth.amb in Developing Generation Z Volunteerism Bhojwani, Khayrani Kamal; Maryani, Eni; Rahmawan, Detta
COMMENTATE: Journal of Communication Management Vol. 4 No. 2 (2023): COMMENTATE: Journal of Communication Management
Publisher : Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37535/103004220233

Abstract

This research focuses on understanding the content production strategy of Instagram @globalyouth.amb (Global Youth Ambassador) in developing Generation Z volunteerism. The study uses a qualitative approach with a case study method. Data collection involves observing the @globalyouth.amb Instagram account's social media activities and conducting in-depth interviews with Global Youth Ambassador (GYA) stakeholders, followers, and social media professional. The study reveals effective strategies employed by @globalyouth.amb in engaging Generation Z in volunteer activities, focusing on three critical aspects, selecting topics, crafting compelling storylines, and strategic utilization of various Instagram features for content production. The meticulous topic selection process involves a blend of informative and persuasive content pillars, emphasizing trend adaptation. The incorporation of documentation content proves pivotal in enhancing program credibility. The study underscores @globalyouth.amb's active role in shaping positive narratives, utilizing Instagram features strategically, and maintaining a responsive approach, contributing to its success in fostering active participation in the context of volunteerism among Generation Z.
Analyzing Communication and Satisfaction in Mental Health Online Consults for Students Mirawati, Ira; Wirakusumah, Teddy Kurnia; Rahmawan, Detta
ETTISAL : Journal of Communication Vol. 8 No. 2 (2023): ETTISAL : Journal of Communication
Publisher : Universitas Darussalam Gontor collaboration with ISKI (Ikatan Sarjana Ilmu Komunikasi Indo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/ejoc.v8i2.11844

Abstract

Online mental health consultation applications have become increasingly prevalent in Indonesia. Teenagers, including college students use these applications to communicate their problems and seek solutions. This study aims to describe final year students' experiences in using these applications. This study evaluates the effectiveness of an online mental health consultation service through the perceptions of 118 users, utilizing a Likert scale across three key dimensions: usefulness, usability, also integration and infrastructure. The findings indicate a generally positive reception of the service.  In the usefulness dimension, the service scored well in terms of meeting advertised expectations, maintaining consistent quality, fostering optimism, providing clarity on mental health issues, and making users feel at ease. The usability dimension highlighted the enjoyable nature of the application and its benefits, though it revealed a need for improvement in accessibility for users with disabilities. The integration and infrastructure dimension reflected positively on the service's intuitive design and user-friendliness, with high scores in data confidentiality, responsiveness of counsellors, clarity of communication, and effectiveness in addressing user issues. Users also expressed a willingness to reuse the service for future mental health needs, indicating its perceived value and reliability.  
Strategi content marketing Sociolla pada situs web Beauty Journal Noorathasia, Noorathasia; Octavianti, Meria; Rahmawan, Detta
Comdent: Communication Student Journal Vol 1, No 1 (2023): Mei 2023 - Oktober 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/comdent.v1i1.45773

Abstract

Latar belakang: Di era digital banyak perusahaan lokapasar (e-commerce) yang berbasis teknologi dengan ritel produk kecantikan dan perawatan tubuh, salah satunya adalah perusahaan Sociolla. Banyaknya lokapasar mendorong Sociolla kemudian melakukan integrasi dengan Beauty Journal yaitu sebuah media yang berisi wadah informasi tentang produk-produk kecantikan yang mendorong eksistensi Sociolla untuk muncul di mesin pencarian dengan menggunakan teknik SEO (Search Engine Optimization). Tujuan: Peneliti bermaksud mengetahui strategi konten marketing Sociolla dalam web Beauty Journal. Metode: Dengan menggunakan pendekatan studi kasus dan metode observasi, peneliti mewawancarai tujuh informan yang sudah berkecimpung di dalam perusahaan Sociolla lebih dari satu tahun, dan pemilihan informan ini didasari dengan teknik purposive sampling. Hasil: Melalui model analisis data dari Miles dan Huberman, hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi konten marketing yang dilakukan oleh Sociolla terdiri dari tujuh tahap, yaitu: 1) menetapkan tujuan konten dan audiens yang menjadi target marketing; 2) melakukan brainstorming; 3) membuat konten berdasarkan tujuan dan target audiens; 4) melakukan publikasi konten; 5) evaluasi konten; dan 6) melakukan boost content atau promosi konten seperti melakukan iklan atau kembali menayangkan di media sosial lainnya. Namun hal yang perlu diperhatikan dari konten Sociolla, Beauty Journal perlu mengurangi intensitas unggahan konten tulisan yang bertemakan lifestyle dengan topik yang terlalu jauh dengan fokus pembahasan.
Optimizing government communication on environmental issues: Visual strategies for public engagement Iwan, Iwan; Wibowo, Kunto Adi; Rahmawan, Detta
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 12, No 2 (2024): December 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkk.v12i2.57591

Abstract

Background: Visual elements in content play a crucial role in influencing user engagement on social media platforms. This study focuses on Instagram, a widely used social media platforms in Indonesia, using the official account of a government institution, that is the Instagram account of the Ministry of Environment and Forestry (MoEF) of the Republic of Indonesia for analysis. It is important to increase public awareness about environmental challenges, such as land degradation and the decline of animal populations, and to disseminate information about preserving Indonesia’s native fauna and flora through conservation programs. Purpose: This study aims to analyze and compare the visual factors in each Instagram post of the MoEF, to evaluate user interaction with the account. Instagram was chosen because the institution is more active on this media platform compared to others. Methods: This study employed a quantitative content analysis, using one-way ANOVA analysis to review potential variations in user interaction across different visual factors. Results: The results revealed variation among categories in terms of content type (F = 8.146; p = 0.001), visual aesthetics (F = 8.299; p = 0.004), and presentation modality (F = 4.341; p = 0.038). This finding suggests that government Instagram accounts need to carefully consider visual factors to enhance user interaction. Implications: This study provides guidance for government institutions on enhancing environmental awareness through effective visual communication strategies on social media, particularly Instagram.