Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Analisis Konten Wacana Kesehatan Mental dalam Karya Musik Billie Eilish Bianti, Sabila Riska; Wibowo, Kunto Adi; Rahmawan, Detta
Journal of Music Science, Technology, and Industry Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indonesia Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan: artikel ini membahas permasalahan permasalahan kesehatan jiwa yang semakin marak dan sering dialami oleh sejumlah orang. Sebagai salah satu cara katarsis, musik bisa menjadi media untuk melampiaskan emosi seseorang akibat gangguan jiwa. Metode penelitian: dalam penelitian ini penulis menggunakan metode analisis isi kuantitatif untuk menganalisis ada tidaknya wacana kesehatan mental dalam lagu-lagu Billie Eilish. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sensus, di mana teknik ini digunakan dengan alasan jumlah populasinya relatif banyak. kecil sehingga membuat peneliti mengambil seluruh populasi menjadi sampel penelitian. Dalam menganalisis hasil penelitian, peneliti menguji data dengan uji Cochran Armitage dan Uji Tabulasi Silang dengan menggunakan SPSS. Uji Cochran Armitage digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pola linear peningkatan jumlah wacana kesehatan mental dari tahun ke tahun. Tes Tabulasi Silang digunakan untuk menganalisis kemunculan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap wacana kesehatan mental yang ada. Hasil dan pembahasan: analisis ini dilakukan terhadap sejumlah lagu yang menjadi populasi sekaligus sampel penelitian yaitu 59 lagu pada tahun 2016 hingga 2024. terdapat 35 buah lagu yang mengandung wacana kesehatan mental dan 42 buah lirik lagu yang mengandung kategori kecemasan, depresi, bunuh diri, dan metafora. Kemunculan wacana kesehatan mental dianalisis kembali untuk mengetahui faktor penyebabnya. Implikasi: penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat pola linear terhadap peningkatan jumlah wacana kesehatan jiwa dari tahun 2016 hingga tahun 2024. Grafik kenaikan dan penurunan cenderung berfluktuasi dengan ketidakstabilan peningkatan setiap tahunnya.
Representasi Stereotip Gender Tradisional dalam Poster Film Marvel Cinematic Universe Fajar, Hafizhah Ainul; Rahmawan, Detta; Wibowo, Kunto Adi
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 14 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jikom.v14i1.9544

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi gender dalam poster film Marvel Cinematic Universe dari tahun 2008 hingga 2023, dengan menyoroti bagaimana laki-laki dan perempuan digambarkan, serta bagaimana dinamika kekuasaan gender tercermin dalam visualisasinya. Khalayak muda membentuk identitas gender dan ekspektasi perilaku gender mereka melalui interaksi sosial dan media massa, termasuk film. Penelitian menggunakan metode analisis isi kuantitatif untuk memeriksa 99 poster film MCU dari tiga situs utama (IMDb, Rotten Tomatoes, dan Metacritic). Hasil uji Chi-Square menunjukkan adanya ketidakseimbangan gender yang signifikan dalam representasi karakter, di mana karakter laki-laki lebih sering muncul dan ditampilkan dengan ukuran relatif lebih besar serta peran sosial yang lebih tinggi dibandingkan karakter perempuan. Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa stereotip gender tradisional masih mendominasi dalam poster film MCU, yaitu laki-laki lebih mendominasi dalam poster film Marvel Cinematic Universe dibandingkan dengan perempuan. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pembuat konten dan pengiklan mengenai pentingnya representasi gender yang seimbang dan inklusif dalam media, di mana adanya kesetaraan dalam penggambaran gender pada film. Temuan ini menyoroti perlunya upaya lebih lanjut untuk mengatasi stereotip gender dalam media dan mengadvokasi representasi yang lebih setara dan adil bagi kedua gender.
High-End Vs High-Street: Estetika Visual Dan Modalitas Presentasi dalam Komunikasi Merek Kecantikan di Instagram Dafina Shafa Salsabil; Wibowo, Kunto Adi; Rahmawan, Detta
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 2 No. 2 (2025): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/56174j54

Abstract

Meningkatnya pengaruh media sosial dalam pemasaran digital telah menjadikan estetika visual dan modalitas presentasi sebagai elemen kunci dalam komunikasi merek. Instagram, sebagai platform yang digerakkan secara visual, memiliki dampak yang luar biasa pada persepsi dan keterlibatan konsumen dengan produk kecantikan. Baik merek kecantikan high-end maupun high-street memanfaatkan Instagram untuk meningkatkan visibilitas mereka, tetapi keampuhan pendekatan mereka terhadap presentasi visual mungkin berbeda satu sama lain. Penelitian ini bertujuan untuk menguji penggunaan estetika visual (klasik vs. ekspresif) dan modalitas presentasi (tunggal vs. ganda) dalam unggahan Instagram oleh merek kecantikan high-end  dan high-street, serta dampaknya terhadap keterlibatan konsumen. Artikel ini menggunakan analisis konten kuantitatif untuk menganalisis 1.165 unggahan Instagram dari empat merek kosmetik—Dior Beauty, Fenty Beauty, Maybelline, dan NYX Cosmetics—yang diunggah pada kuartal pertama tahun 2023. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan substansial dalam menyajikan modalitas antara merek kecantikan high-end dan high-street. Namun, estetika visual mempengaruhi keterlibatan konsumen, terutama dalam hal komentar, sementara tidak ada efek signifikan yang diamati untuk likes. Temuan ini membantu merek kecantikan menyesuaikan strategi media sosial mereka dengan menyoroti relevansi estetika visual dalam mendorong keterlibatan konsumen. Penelitian di masa depan disarankan untuk menyelidiki faktor psikologis dan perilaku yang memengaruhi keterlibatan konsumen dengan konten merek.
The Representation of Democracy in Islamic News Sites Voa-Islam and ArRahmah Rahmawan, Detta; Adiprasetio, Justito; Janitra, Preciosa Alnashava
Jurnal The Messenger Vol. 10 No. 1 (2018): January-June
Publisher : Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/themessenger.v10i1.604

Abstract

In Indonesia, various groups with Islamic ideology are emerging and often promoting the idea of Islamic Law to replace democratic concept. Some of these groups use various websites to deliver their ideology to the public and as a form of resistance to the mainstream news. This study uses framing analysis to reveal how Islamic news websites such as VOA-Islam and ArRahmah, portray the concept of democracy unilaterally, according to what they believe. Throug the analysis results that have been done, it is found that the sites frequently claim that democracy is fail system, because democracy is expensive system, creates political oligarchy, and against the teachings of Qur an. These Islamic news websites also frequent;y used information from anti-democratic organization members such as HTI (Hizbut-Tahrir Indonesia), as their primary sources. By contrasting the concept of democracy with Islamic values, this group offered narration that did not lead to healthy and productive discussion.
A Media Richness Theory-Based Analysis of Students' Communication Experience in AI-Assisted Consultation Mirawati, Ira; Rahmawan, Detta; Sharipudin, Mohamad-Noor Salehhuddin
Mediator: Jurnal Komunikasi Vol. 18 No. 1 (2025): Mediator: Jurnal Komunikasi (Sinta 2)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah UNISBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/mediator.v18i1.6816

Abstract

Recent advances in artificial intelligence (AI) have expanded students' consultation options beyond traditional sources such as parents, peers, and counselors. This study examines the emerging practice of AI-assisted consultation among Indonesian university students, employing Media Richness Theory (MRT) as an analytical framework to evaluate perceived media richness. A quantitative survey was administered to 553 students who had previously utilized AI for consultation purposes. Results indicate that AI is generally perceived as a “rich” medium, with an overall score of 3.78. In terms of MRT dimensions, AI scored highly in ambiguity reduction (4.02), immediacy of feedback (4.16), cue multiplicity (3.84), and message personalization (3.91). However, comparisons with conventional consultation methods (3.43) and the perceived long-term impact of AI-based interactions (3.60) were rated at a moderate level. These findings suggest that while AI demonstrates notable potential in delivering rapid, tailored, and multifaceted responses, its effectiveness remains limited when assessed against traditional human counseling, particularly regarding sustained outcomes. Consequently, AI should be positioned as a complementary tool rather than a substitute for human counselors. Enhancing AI’s capacity to produce enduring psychological and developmental support will be essential to fully leverage its role in educational and psychosocial consultation contexts.
STRATEGI KOMUNIKASI KANDIDAT PADA DEBAT PILKADA PAPUA BARAT 2024: ANALISIS ISI HUBUNGAN ANTARA FUNGSI WACANA (FUNCTION) DAN UCAPAN KEBIJAKAN (POLICY) Mulantara, Muhammadafi; Adi Wibowo, Kunto; Fuady, Ikhsan; Rahmawan, Detta
Jurnal Spektrum Komunikasi Vol 13 No 3 (2025): Jurnal Spektrum Komunikasi : September 2025
Publisher : LPPM Stikosa - AWS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates the relationship between discourse functions (acclaim, attack, and defense) and policy content (past deeds and future plans) in the West Papua Governor and Vice Governor Election debate in 2024. This study focuses on the only candidate pair (Paslon 1) who participated in the debate, thus providing a different environment to study communication strategies in a non-competitive debate context. Content analysis was conducted through a combination of quantitative and qualitative techniques. 287 speech units were coded based on discourse function categories. The results showed that the acclaim function dominated at 94.24%, with 68.88% of the statements used to convey future plans. Since there was no debate opponent, there was only 0.58% attack function and 5.19% defense function, indicating a low confrontational strategy. A significant relationship between discourse function and policy content was found through the Chi-Square test (χ2 = 35.229; p < 0.001). However, the predictive value for 50% of the cells was less than 5. These results suggest that Paslon 1's communication strategy was affirmative and prospective, emphasizing self-image and future vision rather than defending or attacking. This study not only supports the political communication theory of strategic self-presentation, but also contributes to research on local political rhetoric in Indonesia, especially in the context of elections that lack significant competition. The results also emphasize how important debates are as a way to shape image and legitimacy, even without having a direct opponent.
REPRESENTASI MEDIA BERDASARKAN GENDER PADA KARAKTER SERIAL ANIMASI “AVATAR: THE LAST AIRBENDER” Ramadhina, Az-zahra Mutiara Syofi; Wibowo, Kunto Adi; Rahmawan, Detta
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 20(1), 2024
Publisher : Center for Gender and Child Studies (Pusat Studi Gender dan Anak) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/harkat.v20i1.39702

Abstract

Abstract. This research was conducted to see how the media presents characters in animated series based on gender roles. The animated series chosen was "Avatar: The Last Airbender" which aired from 2005 to 2008. In the series, there is character development regarding physical strength that can be analyzed more deeply about how gender is represented in the media. Based on the criteria, the resulting sample was 44 characters from a population of 179 characters. This research was conducted with a coding procedure involving coders. After going through the reliability test stage, statistical analysis was then carried out in the form of descriptive analysis, spearman correlation, and chi-square test to see how much the relationship between variables. There was a finding of a relationship between the variables of intelligence and strength. Male characters who appear more often and are portrayed as stronger can reinforce gender stereotypes. Abstrak. Penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana media menyajikan karakter pada serial animasi berdasarkan peran gender. Serial animasi yang dipilih ialah "Avatar: The Last Airbender" yang tayang pada tahun 2005 hingga 2008. Dalam serial tersebut terdapat pengembangan karakter mengenai kekuatan fisik yang dapat dianalisis lebih dalam tentang bagaimana representasi gender dalam media. Berdasarkan kriteria, sampel yang dihasilkan sebanyak 44 karakter dari jumlah populasi sebesar 179 karakter. Penelitian ini dilakukan dengan prosedur pengkodingan yang melibatkan koder. Setelah melalui tahapan uji reliabilitas, selanjutnya  dilakukan analisis statistik berupa analisis deskriptif, korelasi spearman, dan uji chi-square untuk melihat seberapa besar hubungan antarvariabel. Terdapat temuan adanya hubungan antar variabel kecerdasan dan kekuatan. Karakter laki-laki yang lebih sering muncul serta digambarkan lebih kuat dapat memperkuat stereotip gender. 
ANALISA SEKSISME LINGUISTIK TERBUKA PADA DIALOG PEREMPUAN DALAM FILM “10 THINGS I HATE ABOUT YOU, (500) DAYS OF SUMMER, DAN SUPERBAD ” Sihite, Manda Chrisencia; Wibowo, Kunto Adi; Rahmawan, Detta
Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JURNAL HARKAT : MEDIA KOMUNIKASI GENDER, 20(1), 2024
Publisher : Center for Gender and Child Studies (Pusat Studi Gender dan Anak) LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/harkat.v20i1.40727

Abstract

Abstract. This study analyzes sexist dialogue directed at female characters in romantic comedy films using a quantitative content analysis method. The research was conducted on three romantic comedies: "10 Things I Hate About You", "(500) Days of Summer", and "Superbad". The study aims to highlight the categories of sexist remarks present in romantic comedies. A reliability test was performed, showing a high agreement among coders in identifying categories of sexist dialogue. This research is expected to raise awareness about the representation of women in films and to identify the distribution of sexist dialogue in the media industry, particularly in the film industry. Abstrak. Penelitian ini menganalisis dialog seksis terhadap karakter perempuan dalam film komedi romantis dengan menggunakan metode analisis isi kuantitatif. Penelitian dilakukan terhadap tiga film komedi romantic yaitu, "10 Things I Hate About You," "(500) Days of Summer," dan "Superbad". Penelitian bertujuan sebagai sarana yang akan memperlihatkan adanya kategori terhadap perkataan seksis dalam film komedi romantic. Uji reliabilitas yang dilakukan, menunjukkan hasil kesepakatan yang tinggi antara para pemberi kode dalam mengidentifikasi kategori dialog seksis. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kepekaan terhadap representasi perempuan dalam film dan mengetahui pembagian perkotaan seksis yang diucapkan pada industri media, terutama pada industry film. 
Content Analysis of MAFINDO's Verified WhatsApp-Related Misinformation in Indonesia Rahmawan, Detta; Garnesia, Irma; Hartanto, Rudi
Jurnal Kajian Jurnalisme Vol 8, No 1 (2024): KAJIAN JURNALISME
Publisher : School of Journalism, Faculty of Communication Sciences, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkj.v8i1.54463

Abstract

This study seeks to contribute to the emerging studies on fact-checking practices in the Global South by focusing on Indonesia, one of the largest democratic countries in the world. An organization and grassroots movement called MAFINDO (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia/the Indonesian Anti-Defamation Society) has been spearheading fact-checking practices in Indonesia by operating a website “turnbackhoax.id” containing fact-checked articles including on misinformation spread through WhatsApp. This research uses content analysis to examine a diverse array of WhatsApp-related misinformation verified by MAFINDO, spanning from July 2015 to July 2020. Our findings reveal that politics and everyday occurrences, or trivial issues top the charts of WhatsApp-related misinformation, with nearly half primarily existing in the text format. Notably, the originators of this misinformation remain unknown, and MAFINDO primarily utilizes news articles for verification. Furthermore, we assess the "fact-check worthiness" of WhatsApp misinformation comparing it to a traditional "worthiness" from the notion of news values and "public priority issues" and found that over half of the misinformation falls within these categories. We hope these findings can inform strategies and interventions aimed at addressing the propagation of misinformation within the confines of enclosed platforms such as WhatsApp.
Analisis Marketing Viral dan Branding Produk Lokal Aqua dan Le Minerale di Instagram Abdullah, Fathan Auzan; Wibowo, Kunto Adi; Rahmawan, Detta
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 7, No 1 (2024): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), August
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v7i1.2264

Abstract

Perusahaan minuman lokal Aqua dan Le Minerale mempergunakan platform media sosial Instagram sebagai alat untuk mengiklankan produk mereka serta berinteraksi dengan konsumen. Penelitian ini membahas dan meneliti bagaimana brand minuman lokal tersebut memanfaatkan media sosial, terutama Instagram, untuk memperkuat strategi pemasaran mereka, dengan fokus pada penerapan konsep Viral Marketing dari Rayport. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan analisis kuantitatif untuk menjawab pertanyaan penelitian, dengan mengambil sampel sebanyak 103 unggahan melalui teknik purposive sampling. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan coding book dan coding sheet. Uji Mann-Whitney mengungkapkan perbedaan yang signifikan pada engagement berupa jumlah komentar dan likes antara konten product information dan merupakan konten yang sering di unggah dibandingkan dengan konten lainnya. Strategi promosi yang paling sering digunakan adalah teknik giveaway, kedua brand tersebut menggunakan teknik giveaway, meskipun Aqua lebih banyak menggunakan teknik giveaway dibandingkan Le Minerale. Analisis lebih lanjut menunjukkan perbedaan yang signifikan pada tingkat engagement antara konten event dan entertainment, dimana konten event cenderung memiliki engagement yang lebih tinggi.