Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

KINERJA GURU BERSERTIFIKASI DALAM MENINGKATKAN MANAJEMEN MUTU PENDIDIKAN DI MADRASAH IBTIDAIYAH MUHAMMADIYAH SUDUNG KEDUNGTUBAN BLORA TAHUN 2015 Shobron, Sudarno; Suyanto, Suyanto
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 17, No. 1, Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v17i01.2100

Abstract

The performance of school teachers be one of the important factors in improving theschools quality. Certified teachers in Ibtidaiyah Elementary School of Muhammadiyah SudungBlora include planning and implementation of education quality development has been carriedout effectively and efficiently. It is characterized by the realization of the development of theimplementation of learning and learning outcomes in accordance with the vision and missionof the madrassa. support Factor in improving education quality management are 1) Availabilityof adequate learning media and support ongoing learning activities; 2) The interest andenthusiasm of students is increasing in participating in learning activities; 3) Preparation ofteachers in teaching is increasing; 4) The climate in the classroom learning environment moreconducive; 5) There is full support of the school community, society, and government; 6) Suppliedfacilities for picking up the students to and from school by teachers. Inhibiting factors inimproving the quality of education management in MI Muhammadiyah Sudung are 1) Lackof facilities to support the library and its contents; 2) Many teachers who are still miss match(not in accordance with the latest science education qualifications); 3) Lack of infrastructureeg. UKS room, and laboratory, so it is still a hard time in learning practices.Keywords: teacher performance; certification; management quality; education.Abstrak: Kinerja guru disekolah menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkanmutu sekolah. Guru bersertifikasi di Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Sudung KabupatenBlora meliputi perencanaan dan pelaksanaan pengembangan mutu pendidikan telahdilakukan secara efektif dan efisien. Hal ini ditandai dengan terwujudnya pengembanganpelaksanaan pembelajaran dan hasil pembelajaran sesuai dengan visi dan misi madrasah. Fakorpendukung dalam meningkatkan manajemen mutu pendidikan ialah 1) Tersedianya mediapembelajaran yang memadai dan menunjang berlangsungnya kegiatan belajar mengajar; 2)Minat dan semangat siswa semakin meningkat dalam mengikuti kegiatan pembelajaran; 3)Persiapan guru dalam pembelajaran semakin meningkat; 4) Iklim lingkungan belajar dalamkelas yang semakin kondusif; 5) Adanya dukungan penuh dengan warga sekolah, masyarakat,dan pemerintah; 6) Disediakan fasilitas antar jemput siswa saat berangkat dan pulang sekolaholeh guru-guru. Faktor penghambat dalam meningkatkan manajemen mutu pendidikan di MIMuhammadiyah Sudung ialah 1) Kurangnya fasilitas pendukung perpustakaan beserta isinya;2) Tenaga pengajar masih banyak yang miss match (tidak sesuai dengan kualifikasi ilmupendidikan terakhir); 3) Kurangnya sarana prasarana misalnya ruangan UKS, dan laboratorium, sehingga masih kesulitan saat praktek pembelajaran.Kata Kunci: kinerja guru; sertifikasi; manajemen mutu; pendidikan.
IMPLEMENTASI PENDAYAGUNAAN ZAKAT DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI PRODUKTIF DI LAZISMU KABUPATEN DEMAK JAWA TENGAH TAHUN 2017 Shobron, Sudarno; Masruhan, Tafrihan
Profetika Jurnal Studi Islam Vol, 18. No, 1 Juni 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v18i1.6340

Abstract

Zakah is a treasure worship that is believed to be able to overcome social and economic problems. Not just to meet the basic needs of the mustahiq Zakat has the ability to develop people's economy. To get the maximum results zakat institutions need to do a lot of new studies and breakthroughs. Lazismu of Demak utilizes zakat for the development of productive economy with the goal of creating jobs, reducing unemployment and poverty. This is what makes researchers interested in conducting research to find out what kind of zakah implementation in the development of productive economy as well as the economic development mustahik after the implementation of zakat as a productive economy. Because it includes field research researchers used the Phenomenological approach data collected through observation, documents,questionnaires and interviews. Then, the data was analyzed sequentially and interactively consisting of three stages, namely: 1) data reduction, 2) data presentation, 3) conclusion drawing or verification. The productive use of zakat in developing productive economy consisted of traditional and creative uses. Traditional economic productive use was realized by providing working tool to mustahiq. Creative economic productive was conducted by providing capital in from of pure grant to mustahiq, provide a capital loan in a very easy way, not burdening the mustahiq and invest zakat funds into the real business sector. The zakat institution will receive capital invested and benefit from the businesses, then the capital and benefits will be used for ummah advantages. From the findings, it can be known that some participants of productive economy were able to develop their business well. Some others were only able to meet their basic daily needs. While some more others were less trustworthy in using capital loan provided.Zakat adalah  ibadah maliyah yang mampu mengatasi masalah-masalah sosial dan ekonomi. Selain memenuhi kebutuhan pokok para mustahiq, zakat mampu mengembangkan perekonomian ummat. Untuk mendapatkan hasil maksimal tersebut, lembaga-lembaga zakat perlu banyak melakukan kajian dan terobosan-terobosan baru. Seperti LAZISMU Demak yang mendayagunakan zakat untuk pengembangan ekonomi produktif dengan tujuan  menciptakan lapangan pekerjaan, mengurangi pengangguran serta  kemiskinan.  Inilah yang mendorong diadakannya penelitian guna mengetahui seperti apa implementasi pendayagunaan zakat dalam pengembangan ekonomi produktif serta perkembangan ekonomi mustahiq setelah diimplementasikannya zakat sebagai ekonomi produktif. Karena termasuk  penelitian lapangan (field research), peneliti menggunakan pendekatan Phenomenologis, data dikumpulkan melalui     observasi, dokumen, angket dan wawancara, kemudian  akan dianalisis secara berurutan dan interaksionis yang terdiri dari tiga tahap, yaitu: 1) Reduksi data, 2) Pernyajian data, 3)  Penarikan simpulan atau verifikasi.  Dari penelitian tersebut didapatkan hasil  bahwa bentuk pengembangan ekonomi produktif di LAZISMU DEMAK meliputi tradisional dan kreatif. Ekonomi  produktif  tradisional meliputi pembelian  alat kerja untuk mustahiq. Adapun ekonomi produktif kreatif melaui pemberian modal dalam bentuk hibah murni, memberikan pinjaman modal dengan cara yang sangat mudah, tidak membebani mustahiq dan menginvestasikan dana zakat ke sektor usaha nyata. Hasil investasi dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk mustahiq. Dengan cara ini sebagian peserta ekonomi produktif mampu mengembangkan usahanya dengan baik, sebagian lagi hanya mampu  memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dan sisanya  kurang amanat dalam menggunakan pinjaman modal yang diberikan.
STRATEGI KEPALA SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI SURAKARTA Shobron, Sudarno; Akhyar, Feri
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 1, Juni 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i1.7752

Abstract

Principal as the leader of school must has good management. The success of school depends on the principal as a leader, if the principal has ideas, creativity, good management, and has a good strategy to improve the quality of school, of course the school will get the quality and demand by all society. The problem that formulated in this study is how the principal strategy of Muhammadiyah 1 Junior High School of Surakarta and Junior High School 1 of Surakarta in improving the quality of school and what the driving factors and inhibitors in improving the quality of school. This is a field research. The data is based on field. The objecst are the principal of Muhammadiyah 1 Junior High School of Surakarta and Junior High School 1 of Surakarta, the activities and those schools. The purpose of this study is to identify how the principal's strategy in improving the quality of school in Muhammadiyah 1 Junior High School of Surakarta and Junior High School 1 of Surakarta. The technique of collecting data is using three methods. The first is by using observation method that aims to get data about the condition of the school. The second is by using interviewing method that aims to get data about the principal's strategy on improving quality of school and the driving and inhibiting factors in implementing school’s improvement strategies. The third is documentation that aims to get secondary data of Muhammadiyah 1 Junior High School of Surakarta and Junior High School 1 of Surakarta. The data is analyzed using descriptive qualitative. The results of this study is in improving the quality of school, Principal of Muhammadiyah 1 Junior High School of Surakarta and Junior High School 1 Surakarta have their respective strategies, be able to carry out leadership tasks and teacher tasks in accordance with government regulations. From the management and the strategies used by each headmaster, it can be a good quality school in terms of academic as well as in terms of religious moral. It is characterized by the number of achievements, good accreditation, and public confidence.  Kepala sekolah selaku pimpinan dalam sekolah yang mana harus memiliki manajemen yang baik. Keberhasilan sekolah tergantung pada kepala sekolah sebagai pemimpin, jika kepala sekolah mempunyai ide, kreativitas, manajemen yang baik dan mempunyai strategi yang baik dalam meningkatkan kualitas sekolah, tentunya sekolah akan mendapatkan kualitas dan diminati oleh semua kalangan masyrakat. Permasalahan yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah Bagaimana strategi kepala sekolah SMP Muhammadiyah 1 Surakarta dan SMP Negeri 1 Surakarta dalam meningkatkan kualitas sekolah serta apa saja faktor pendorong dan penghambat dalam peningkatkan kualitas sekolah. Jenis penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research ) dan data yang diperoleh dalam penilitian ini adalah data yang bersumber dari lapangan, dandalam  penelitian ini yang menjadi objek ialah kepala sekolah SMP Muhammadiyah 1 Surakarta dan SMP Negeri 1 Surakarta, kegiatan dan  sekolah tersebut. Tujuan  dari penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi bagaimana strategi kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas sekolah di SMP Muhammadiyah 1 Surakarta dan SMP Negeri 1 Surakarta. Metode  pengumpulan  data yang digunakan adalah:  pertama dengan menggunakan metode Observasi yang bertujuan untuk memperoleh data tentangkeadaan sekolah.Kedua metode wawancara, bertujuan untuk memperoleh data tentang strategi yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas sekolah serta faktor pendorong dan penghambat dalam pelaksaan strategi peningkatan kualitas sekolah. Ketigadokumentasi, bertujuan untuk memperoleh data  sekunder SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Negeri 1 Surakarta,  dan yang terakhir analis data, dengan menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa  dalam meningkatkan kualitas sekolah, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 1 dan SMP Negeri 1 Surakarta mempunyai strategi masing-masing, mampu melaksanakan tugas kepemimpinan dan tugas guru yang sesuai dengan peraturan pemerintah. Dari manajemen dan strategi- strategi yang digunakan masing masing kepala sekolah tersebut maka dapat menjadikan sekolah yang berkualitas baik dari segi akademis maupun dari segi moral keagamaan, hal tersebut ditandai dengan banyaknya prestasi yang dimiliki, akreditasi yang baik dan kepercayaan masyarakat.
METODE PENDIDIKAN ISLAM DALAM TAFSIR AL-MISHBAH PERSPEKTIF MUHAMMAD QURAISH SHIHAB Shobron, Sudarno; Hasan, Moh. Abdul Kholiq; Kapawi, Hasan
Profetika Jurnal Studi Islam Vol, 18. No, 2 Desember 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v18i2.7430

Abstract

Educational methods have an important role in the education process, educators who are engaged in teaching and learning process, if want the goal can be achieved effectively and efficiently, then using appropriate methods in teaching and learning process in accordance with the material being taught and the ability of students. The Qur'an contains normative values of Islamic education, not least the method of Islamic education, because the style of language (uslub) and the expression (tadbir) contained in the Qur'an indicates that these verses contain educational methods with different styles and varieties. Objectives to be achieved in this research are: Describe the method of Islamic education in the Qur'an according to Muhammad Quraish Shihab in Tafsir al-Mishbah. This research is library research with qualitative research method, data analysis of researchers using data analysis techniques used in this study is deductive analysis, that is how to draw specific conclusions from things that are general. The sources of data taken consisted of Tafsir al-Misbah and books relevant to this research.Sources of data are taken from Tafsir al-Misbah and books relevant to this research. The results of the research can be concluded from several Islamic Educational Methods contained in al-qur'an, among others:  (1) The command to ask the one who does not know something (the case) to another who knows more about the matter (the case), (2) Allah revealed the Qur'an which contains the story of the former to direct humanity to a better life, (3) Exemplary of the Prophet Muhammad saw. include matters relating to worship to Allah swt. as well as those relating to fellow human beings, (4) Ibrah taken from stories can explain religious issues, show truth and a straight path, and open the door of mercy for believers, (5) Advice calls on people to implement the Shari'ah that God established and to refrain from various things and deeds that Allah has forbidden, (6) Allah always accepts the repentance of his servant who repents to Allah and regrets his guilt, (7) a great reward is given to those who are patient toward disaster and anyone who is always grateful, that is a high position in the sight of Allah SWT. and they get forgiveness, (8) The Qur'an notices the wrongs of a person, especially Muslims to accept the Shari'a.Metode pendidikan mempunyai peranan penting dalam proses pendidikan. Seorang pendidik yang berkecimpung dalam proses belajar mengajar, apabila menginginkan tujuan dapat dicapai secara efektif dan efisien, maka menggunakan metode yang tepat dalam proses belajar mengajar sesuai dengan m ateri yang diajarkan dan kemampuan anak didik yang menerima. Al-Qur’an memuat nilai-nilai normatif pendidikan Islam, tidak terkecuali metode pendidikan Islam, karena gaya bahasa (uslub) dan ungkapan (tadbir) yang terdapat dalam al-Qur’an menunjukkan bahwa ayat-ayat itu mengandung metode pendidikan dengan corak dan ragam yang berbeda-beda Tujuan tujuan yang akan dicapai dalam penelitian ini adalah: Mendeskripsikan metode pendidikan Islam di dalam al-Qur’an menurut Muhammad Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka (library research) dengan metode penelitian kualitatif. Untuk mengolah data, peneliti menggunakan Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deduktif, yaitu cara menarik kesimpulan khusus dari hal-hal yang bersifat umum. Sumber data yang diambil terdiri dari Tafsir al-Misbah dan buku-buku yang relevan dengan penelitian ini. Hasil penelitian yang dapat disimpulkan dari beberapa Metode Pendidikan Islam yang terdapat dalam al-qur’an, antara lain: (1) Perintah untuk bertanya bagi orang yang tidak tahu akan suatu hal (perkara) kepada orang lain yang lebih mengetahui akan hal (perkara) tersebut. (2) Allah menurunkan al-Qur’an yang bersisi tentang kisah kaum terdahulu untuk mengarahkan umat manusia menuju kehidupan yang lebih baik, (3) Keteladanan Nabi Muhammad saw.  meliputi hal-hal yang berhubungan dengan ibadah kepada Allah swt. maupun yang berhubungan dengan sesama manusia. (4) Ibrah yang diambil dari kisah-kisah dapat menerangkan persoalan-persoalan agama, menunjukkan kepada kebenaran dan jalan yang lurus, dan membuka pintu rahmat bagi orang yang beriman. (5) Nasiat menyeru manusia agar melaksanakan syariat yang ditetapkan Allah dan mengekangan diri dari berbagai hal dan perbuatan yang diharamkan Allah swt. (6). Allah senantiasa menerima taubat hambanya yang bertaubat kepada-Nya dan menyesali akan kesalahannya, (7) Akan ada pahala yang besar bagi siapa saja yang bersabar terhadap bencana dan siapa saja yang selalu bersyukur, yaitu kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT. dan mereka memperoleh ampunan, (8) Al-Qur’an memperhatikan kesiapan seseorang, khususnya umat Islam untuk menerima syariat.
DAKWAH BIL-HẦL PESANTREN WALISONGO NGABAR PONOROGO JAWA TIMUR DALAM PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT TAHUN 2013-2014 Shobron, Sudarno; Rosyadi, Imron; Zaki Suaidy, Mohammad
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 16, No. 1, Juni 2015
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v16i1.1797

Abstract

Penelitian ini berkaitan   dakwah bil hâlsebagai sebuah model dakwah yang berorientasi kepada pemberdayaan dan pengembangan masyarakat (community empowerment) melalui ekonomi. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana implementasi dan peran dakwah bil-hâl Pondok Pesanten “Wali Songo” dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat Ngabar Tahun: 2013-2014 .Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi dan peran dakwah bil-hâl PPWS dalam pemberdayaan masyarakat Ngabar dalam rangka mewujudkan masyarakat sejahtera dan mandiri secara ekonomi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, karena peneliti langsung menggali data di lapangan yaitu PPWS Ngabar Ponorogo. Teknik pengumpulan data adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan empat tahapan yaitu, pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi Dakwah bil-hâl dilaksanakan melalui program pemberdayaan ekonomi. Pemberdayaan ekonomi dilakukan spesifik melalui YPPW-PPWS diharapkan mampu menjembatani dan membantu masyarakat Ngabar keluar dari kemiskinan melalui model-model pemberdayaan yang dilakukan antara lain: (1) Pemberdayaan tenaga kerja sekitar pesantren, (2) Pemberdayaan pertanian, (3)Pemberdayaan peternakan sapi, (4) Pemberdayaan kesehatan masyarakat, (5) Pemberdayaan penyiaran dan komunikasi dan (6) Pemberdayaan kelompok usaha rumahan. Adapun peran dakwah bil-hâl Dakwah bil-hâl menghasilkan perubahan dan pencapaian dalam masyarakat Ngabar, khususnya di bidang ekonomi. Dakwah bil-hâl memiliki peransebagai motivator, dinamisator dan fasilitator program pemberdayaan ekonomi masyarakat Ngabar, dengan melibatkan peran institusi agama, kyai dan pesantren.Kata kunci: dakwah bil-hâl, pesantren, pemberdayaan ekonomi.
MUHAMMADIYAH DAN POLITIK DAKWAH Shobron, Sudarno
Tajdida: Jurnal Pemikiran dan Gerakan Muhammadiyah Vol 13, No 1 (2015): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah as a missionary movement of amar ma?ruf nahi munkar has similarities and differences with other Islamic movements which are equally as a missionary movement. The equation is like to build Indonesia in accordance with the teachings of Islam in all aspects of life. The difference lies in the strategy of preaching, there are through structural which came to power and there are cultural that are to create an Islamic society. Muhammadiyah political da?wah depicted in its efforts to make improvements in people's lives, both in the field of religious understanding, economic, social, cultural, educational and defense and security, with the target individual or institutional, economic, political, state, social and cultural sectors.
MODEL DAKWAH HIZBUT TAHRIR INDONESIA Shobron, Sudarno
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 15, No. 1, Juni 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v15i1.1966

Abstract

The existence of Transnational Islam Movement, Hizbut Tahrir, to Indonesiaadds the number of Islam movement conveying dakwah (missionary endeavor) askingto do the good deed and avoiding bad ones. Each organization has its different strategyand model though it is possible that there is similarity. Hizbut Tahrir came to Indonesiain 1983 by offering radical changing agenda, that is, changing the Indonesian politicalsystem to Khilafah al-Islamiyah.The Islamic political system gets appreciation form a number of Islamic people whowant changes. There are two dakwah strategies, that is, cultural and structural. Thecultural is by changing the awareness of the society about the importance of changes inIndonesia with only one way that is establishing political system Khilafah al-Islamiyah.Structural strategy is carried out by forming opinion for Islamic people and peoplethough rallies and khilafah conferences. The way to make the awareness of Islamicpeople is by dakwah.The Hizbut Tahrir missionary endeavor follows the Prophet Muhammad (peace beupon him) in making changes in Mecca and Medina though three phases, that isdevelopment of cadres, interaction to society and authority.Kehadiran gerakan Islam transnasional, Hizbut Tahrir, ke Indonesiamenambah jumlah gerakan Islam yang melakukan dakwah amar makruf nahi munkar.Masing-masing organisasi memiliki stratgei dan model dakwah yang berbeda-bedawalaupun tidak menutup kemungkinan ada persamaannya. Hizbut Tahrir datang keIndonesia pada tahun 1983 dengan menawarkan agenda perubahan yang radikal, yaknimerubah sistem politik Indonesia dengan sistem Khilafah al-Islamiyah.Sistem politik Islam tersebut mendapat apresiasi dari sebagian umat Islam yangmenginginkan perubahan. Strategin dakwah yang dilakukan ada dua, yakni kulturaldan structural. Kultural dengan merubah kesadaran umat Islam akan pentingnyaperubahan Indonesia, satu-satunya adalah dengan menegakkan sistem politik Khilafahal-Islamiyah. Stratgi struktural yang dilakukan dengan membentuk opini publik umatIslam dan rakyat Indonesia melalui demonstrasi-demonstrasi, konferensi khilafah. Jalanyang diambil agar kesadaran umat Islam itu terbentuk adalah dengan dakwah.Model dakwah Hizbut Tahrir mengikuti cara Rasulullah saw dalam melakukanperubahan di Mekkah dan Madinah dengan tiga tahap, yakni tahap pembinaan danperkaderan, tahap berinteraksi dengan masyarakat, dan tahap penerimaan kekuasaan.Kata Kunci: khilafah al-Islamiyah; kultural dan struktural; perubahan radikal.
PROSPEK PARTAI ISLAM IDEOLOGIS DI INDONESIA Shobron, Sudarno
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 14, No. 1, Juni 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v14i1.2004

Abstract

The ideological Islamic party ever got success in Indonesia in 1955. It wasrepresented by Masyumi and NU while in 1977 it was represented by UnitedDevelopment Party (PPP). But the success could not exceed the non Islamic party thatgot significant voters so that the Islamic parties still lost. The Reformation era givesnew opportunity for Islamic parties to emerge, for instance the Crescent Star Party(PBB), Justice Party (PKS) and PPP. These Islamic political parties are permitted tocompete in the general election. There are also parties that have Islamic socialorganization mass such as National Mandate Party (PAN) and National AwakeningParty (PKB). The fate of the parties is not far different from the ideological parties inthe Old Order and New Order. Accordingly there should be smart ideas to bore anideological party for exampleHizbut Tahrir Indonesia (HTI) to be the participant in thegeneral election in order that it is able to struggle the Islamic law in Indonesia, but doesthis ideological party have a good prospect? This article tries to give the answer.Key Words: Ideological parties, Islamic law, Hizbut Tahrir IndonesiaPartai Islam Ideologis pernah mengalami kesuksesan di Indonesia pada tahun1955 yang dipresentasikan oleh Masyumi dan NU, dan pada tahun 1977 oleh PartaiPersatuan Pembangunan (PPP). Namun kesuksesan tersebut tidak dapat melampauikesuksesan partai non-Islam yang mendapatkan suara cukup signifikan, sehingga partaiIslam ideologis tetap kalah.Era reformasi memberikan perluang munculnya partaiideologis atau partai yang berazaskan Islam, misalnya Partai Bulan Bintang (PBB).Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan PPP sendiri yang telah lolos verifikasi untukmengikuti pemilihan umum, selain partai yang memiliki basis masa organisasi massaIslam, misalnya Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).Nasib partai-partai ini tidak jauh berbeda dengan partai ideologis pada masa OrdeLama dan Orde Baru.Untuk itulah perlu ada gagasan cerdas untuk menghadirkanpartai ideologis misalnya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) sebagai peserta pemilu yangmemperjuangkan syareat Islam di Indonesia, tetapi apakah partai ideologis ini memilikiprospek? Artikel ini akan mencoba memberikan jawaban.Kata Kunci: Partai Ideologis, syareat Islam, Hizbut Tahrir Indonesia
MODEL PELAKSANAAN METODE MANHAJI DALAM PROGRAM TAFHĪMUL QUR’AN JUZ 1 (SATU) Shobron, Sudarno; Ramadhon, Syahrul
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 19, No. 2, Desember 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v19i2.8120

Abstract

A lot of Muslims are increasingly distant from the Holy Quran with various reasons such as busy, can not read even not understand the content of the verse that was read. Muhammadiyah as an Islamic da'wah organization that hathe motto ar ruju 'ilal Quran wa Sunnah (back to the Holy Quran and Sunnah) always try to re-grow the love and pride of Muslims to the Quran, one of the efforts is shown by choosing a method that feels easy for all students from the elderly to the elderly to understand the content of the Holy Qur'an, and the method which chosen by Majlis Tabligh Muhammadiyah was the method of manhaji. The purpose of this research is to know the level of difference understanding of students between before and after following program tafh?m with manhaji method. Beside that, this research also aim to measure effectiveness of manhaji method as a method to understand the meanings contained in the Holy Quran. This research is field research that using mixed method approach. This research took a case study at Muhammadiyah Boarding School (MBS) Muhammadiyah High School (SMA) Muhammadiyah Bantul (MUHIBA) and Muhammadiyah Branch Chief (PCM) Kretek. Data collection techniques in this research consisted of observation, interviews, questionnaire and documentation. The result of this research shows that the implementation of program of tafh?m al Quran with method of manhaji both of MBS MUHIBA and citizen of Muhammadiyah Kretek are done well, there is improvement of ability to understand Holy Quran at student of MBS MUHIBA and citizen of Muhammadiyah Kretek after following program of tafh?m al Quran with method of manhaji. It so happens, the result of effectiveness level of manhaji method in program of tafh?m al Quran at MBS MUHIBA is Very Effective, and at PCM Kretek is Effective.Banyak umat Islam semakin jauh dari al Quran dengan berbagai macam alasan seperti sibuk, tidak bisa membaca bahkan tidak faham dengan kandungan ayat yang dibaca. Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah Islam yang memiliki semboyan ar ruju? ilal Quran wa Sunnah (kembali kepada al Quran dan Sunnah) senantiasa berusaha untuk menumbuhkan kembali kecintaan dan kebanggaan umat Islam kepada al Quran. Salah satu usaha tersebut ialah dengan memilih metode yang dirasa tepat untuk memahami al Quran baik bagi para pelajar hingga orang yang berusia lanjut. Metode yang dipilih oleh Muhammadiyah melalui Majlis Tabligh adalah metode manhaji. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat perbedaan pemahaman santri antara sebelum dan sesudah mengikuti program tafh?m dengan metode manhaji. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mengukur tingkat efektivitas metode manhaji sebagai metode untuk memahami makna-makna yang terkandung dalam al Quran. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan mixed method atau metode campuran antara penelitian kualitatif dengan penelitian kuantitatif. Penelitian ini mengambil studi kasus di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhammadiyah Bantul (MUHIBA) dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kretek. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri dari observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan metode manhaji dalam program tafh?m al Quran baik di MBS MUHIBA maupun PCM Kretek telah dilaksanakan dengan baik, terjadi peningkatan kemampuan dalam memahami al Quran pada santri MBS MUHIBA dan warga Muhammadiyah Kretek setelah mengikuti program tafh?m al Quran dengan metode manhaji. Adapun tingkat efektivitas metode manhaji dalam program tafh?m al Quran di MBS MUHIBA adalah Sangat Efektif, sedangkan tingkat efektivitas di PCM Kretek adalah Efektif.
NILAI–NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM KITAB AL-ADAB AL-MUFRAD KARYA AL-IMAM ABU ABDILLAH MUHAMMAD IBN ISMAIL AL-BUKHARI Nurseha, Muchlis; Shobron, Sudarno; Ali, Mohamad
Profetika Jurnal Studi Islam Vol. 20, No. 2, Desember 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/profetika.v20i2.9952

Abstract

Abstract: Character education has become a hot topic discussed by the community and the world of education lately, phenomena that have arisen in the community are the cause of such discussions, including; the spread of liquor and narcotics among adolescents, pornographic photos and videos that can be accessed by anyone without limits so that it has an impact on free sex, corruption cases of some unscrupulous state officials, from the lower levels to the state elite and other criminal cases. This kind of situation causes the Indonesian nation to experience moral degradation and a crisis of character, so it is necessary to look for solutions and solutions. Considering that the majority of Indonesian people are Muslim, al-Adab al-Mufrad is a book written by the expert of al-Imam al-Bukhari's hadith which specifically discusses adab, morals and character, is expected to provide a solution to the character crisis that is in the midst of society. The purpose of this study was to determine the values of character education contained in the book of al-Adab al-Mufrad and analyze the relevance of the values of character education contained in the book of al-Adab al-Mufrad with the values of the Ministry of National Education character. This type of research is a library research study that uses a qualitative paradigm with a philological or semantic approach. Research data were analyzed using content analysis methods. The results showed that the Book of al-Adab al-Mufrad by al-Imam al-Bukhari had mentioned all the values of character education contained in the Ministry of National Education, but the values of character education in the book of al-Adab al-Mufrad were more specific in the mention of these values, so they need to be grouped in order to be compatible with the values of the Ministry of National Education character. The character education values in the al-Adab al-Mufrad book are still relevant to the character education values developed by the Ministry of National Education, this is because the character education values developed by the Ministry of National Education have all been mentioned in the al-Adab al-Mufrad book.Abstrak: Pendidikan karakter menjadi tema yang hangat diperbincangkan oleh masyarakat dan dunia pendidikan akhir-akhir ini, fenomena yang muncul di tengah masyarakat menjadi sebab perbincangan tersebut, di antaranya; tersebarnya minuman keras dan narkotika di kalangan remaja, foto dan video porno yang dapat di akses siapa saja tanpa batas sehingga berdampak pada seks bebas, kasus korupsi beberapa oknum pejabat negara, mulai tingkat bawah sampai elit negara dan kasus-kasus kriminal lainnya. Keadaan semacam ini menyebabkan bangsa Indonesia mengalami degradasi moral dan krisis karakter, sehingga perlu dicarikan solusi dan jalan keluar. Mengingat sebagian besar masyarakat Indonesia memeluk agama islam, kitab al-Adab al-Mufrad merupakan kitab karangan pakar hadis al-Imam al-Bukhari yang khusus membahas seputar adab, akhlak dan karakter, diharapkan memberikan salah satu solusi krisis karakter yang ada di tengah masyarakat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kitab al-Adab al-Mufrad dan menganalisis relevansi nilai-nilai pendidikan karakter yang terkandung dalam kitab al-Adab al-Mufrad dengan nilai-nilai pendidikan karakter Kemendiknas. Jenis penelitian ini merupakan penelitian library research yang menggunakan paradigma kualitatif dengan pendekatan philologis atau semantik. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan metode content analisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan; pertama, Kitab al-Adab al-Mufrad karya al-Imam al-Bukhari telah menyebutkan semua nilai-nilai pendidikan karakter yang tertuang dalam Kemendiknas, akan tetapi nilai-nilai pendidikan karakter dalam kitab al-Adab al-Mufrad lebih spesifik dalam penyebutan nilai-nilai tersebut, sehingga perlu dikelompokkan agar dapat sesuai dengan nilai-nilai pendidikan karakter Kemendiknas. Kedua, nilai-nilai pendidikan karakter dalam kitab al-Adab al-Mufrad masih relevan dengan nilai-nilai pendidikan karakter  kemendiknas, karena nilai-nilai pendidikan karakter Kemendiknas yang berjumlah delapan belas butir sudah disebutkan semua oleh  al-Imam al-Bukhari  dalam kitab al-Adab al-Mufrad.