Claim Missing Document
Check
Articles

Found 74 Documents
Search
Journal : PHARMACON

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI ASCIDIAN (Lissoclinum badium) DARI PERAIRAN PULAU MANTEHAGE Woran, Falinry; Wewengkang, Defny S.; Jayanti, Meilani
PHARMACON Vol 10, No 2 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.34041

Abstract

ABSTRACTLissoclinum badium is a type of ascidian that contains bioactive compounds. This study aims to determine of presence of antibacterial activity from extracts and fractions of Lissoclinum badium collected from Mantehage Island Manado against Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria. Samples were extracted by maceration method using 95% ethanol solvent and fractionated using solvents of chloroform, n-hexane and methanol. Antibacterial activity was carried out by the disk diffusion agar method. The results showed that the ethanol extracts an methanol fraction had activity to inhibit the growth of Escherichia coli bacteria with strong category. Meanwhile, against the Staphylococcus aureus the ethanol extracts, chloroform and n-hexane fractions had ability to inhibit the growth of bacteria with weak category.. Keywords: Antibacterial activity, Lissoclinum badium, Escherichia coli, Staphylococcus aureus.  ABSTRAKLissoclinum badium merupakan salah satu jenis tunikata yang memiliki kandungan senyawa bioaktif yang dapat digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri dari ekstrak dan fraksi  Lissoclinum badium yang diperoleh dari Pulau Mantehage Manado terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 95% dan fraksinasi menggunakan pelarut metanol, kloroform, dan n-heksan. Aktivitas antibakteri dilakukan dengan  metode difusi agar cakram kertas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan fraksi metanol memiliki aktivitas untuk menghambat bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus dengan daya hambat kuat. Sedangkan untuk fraksi kloroform dan fraksi n-heksan memiliki aktivitas untuk menghambat bakteri Staphylococcus aureus saja dengan daya hambat sedang. Kata kunci: Aktivitas antibakteri, Lissoclinum badium, Escherichia coli, Staphylococcus aureus.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI SPONS Leucetta chagosensis DARI PERAIRAN PULAU MANTEHAGE SULAWESI UTARA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Pelealu, Eunike; Wewengkang, Defny S.; Abdullah, Surya Sumantri
PHARMACON Vol 10, No 2 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.34032

Abstract

ABSTRACTSponges are one of the biota components that make up coral reefs which are quite widely distributed. The metabolite content in the sponge can ward off and inhibit the pathogenic bacteria that interfere with it. This study aims to determine the activity of inhibiting bacterial growth from the extract and fraction of Leucetta chagosensis sponge against the growth of Gram-positive Staphylococcus aureus and Gram-negative Escherichia coli bacteria. The samples were extracted using the maceration method with 95% ethanol solvent and then fractionated using 3 solvents with different polarity levels, namely methanol, n-hexane and chloroform. Activity test using the disk diffusion agar method of Kirby and Bauer. Only the MeOH fraction was able to inhibit the growth of E. coli bacteria with an average inhibition zone of 6.88 mm. Whereas for S.aureus bacteria extracts and all fractions showed activity to inhibit bacterial growth with an average inhibition zone of EtOH (6.61 mm), CHCI3 (6.68 mm), n-hexane (7.83 mm) and MeOH (8.00 mm), respectively. All activities that are shown are categorized as weak (weak).Keywords: Antibacterial, Leucetta chagosensis, Staphylococcus aureus, Escherichia coli ABSTRAKSpons merupakan salah satu komponen biota penyusun terumbu karang yang penyebarannya cukup luas. Kandungan metabolit yang ada di dalam spons dapat menangkal dan menghambat bakteri patogen pengganggunya.  Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas menghambat pertumbuhan bakteri dari ekstrak dan fraksi spons Leucetta chagosensis. terhadap pertumbuhan bakteri Gram positif Staphylococcus aureus dan Gram negatif Escherichia coli. Sampel di ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 95% lalu di fraksinasi dengan menggunakan 3 pelarut dengan tingkat kepolaran yang berbeda yaitu metanol, n-heksan dan kloroform. Uji aktivitas menggunakan metode disk diffusion agar Kirby dan Bauer.  Hanya fraksi MeOH yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri E.coli dengan zona hambat rata-rata 6,88 mm. Sedangkan terhadap bakteri S.aureus ekstrak dan semua fraksi menunjukan aktifitas menghambat pertumbuhan bakteri dengan rata-rata zona hambat masing-masing EtOH (6,61 mm), CHCl3 (6,68 mm), n-Heksan (7,83 mm), dan MeOH (8,00 mm). Semua aktivitas yang ditunjukan dikategorikan lemah (weak).Kata kunci : Antibakteri, Leucetta chagosensis, Staphylococcus aureus,  Escherichia coli
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI ALGA Caulerpa racemosa DARI PERAIRAN PULAU MANTEHAGE MINAHASA UTARA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli DAN Staphylococcus aureus Ritan, Yosefa E.H.; Wewengkang, Defny S.; Siampa, Jainer Pasca
PHARMACON Vol 10, No 2 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.34042

Abstract

ABSTRACTAlgae Caulerpa racemosa are able to produce chemical content that leave the potential to be antibacterial. The purpose of this study was to determine whether the extracts and fractions of algae Caulerpa racemosa had antibacterial activity against the Gram-negative bacteria Escherichia coli and the Gram-positive bacteria Staphylococcus aureus. The sample was extracted using the maceration method with 95% ethanol and the fractionation method used was liquid-liquid fractionation. Antibacterial activity testing was carried out using the disc diffusion agar method. The results obtained from the antibacterial activity test on Escherichia coli bacteria produce an inhibition zone in all extracts and fractions used while Staphylococcus aureus bacteria produced an inhibition zone for all  extracts and fractions, in ethanol extract with inhibitory value 6.72mm, n-hexane fraction 7.53mm, chloroform fraction 6.93mm and fraction methanol 7.32mm, respectively. The extracts and fractions of algae Caulerpa racemosa samples showed no activity against Escherichia coli, while Staphylococcus aureus has performed antibacterial activity with moderate category. The conclusion of this study, extracts and fractions of algae caulerpa racemosa had no antibacterial activity on the bacteria Escherichia coli while bacteria Staphylococcus aureus had antibacterial activity with moderate inhibition.Keywords: Algae Caulerpa racemosa, Antibacterial, Escherichia coli, Staphylococcus aureusABSTRAKAlga Caulerpa racemosa mampu menghasilkan kandungan kimia yang berpotensi sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas antibakteri  ekstrak dan fraksi dari alga Caulerpa racemosa di Perairan Pulau Mantehage Minahasa Utara terhadap bakteri Escherichia coli sebagai bakteri Gram-negatif dan Staphylococcus aureus sebagai bakteri Gram-positif. Sampel diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 95% dan metode fraksinasi yang digunakan yaitu fraksinasi cair-cair. Pengujian aktivitas antibakteri yang dilakukan menggunakan metode difusi agar. Hasil yang didapat dari uji aktivitas antibakteri pada bakteri Escherichia coli tidak menghasilkan zona hambat pada semua ekstrak dan fraksi yang digunakan sedangkan pada bakteri Staphylococcus aureus menghasilkan zona hambat pada semua ekstrak dan fraksi yaitu, ekstrak etanol dengan daya hambat 6,72mm, fraksi n-heksan 7,53mm, fraksi kloroform 6,93mm dan fraksi metanol 7,32mm. Kesimpulan dari penelitian ini, ekstrak dan fraksi dari sampel alga Caulerpa racemosa tidak memiliki aktivitas pada bakteri Escherichia coli sedangkan pada bakteri Staphylococcus aureus memiliki aktivitas antibakteri dengan daya hambat yang sedang.Kata Kunci: Alga Caulerpa racemosa, Antibakteri, Escherichia coli, staphylococcus aureus
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI SPONS Callyspongia aerizusa DARI PERAIRAN PULAU MANTEHAGE MANADO Meldha, Meldha; Wewengkang, Defny S.; Mansauda, Karlah L.R.
PHARMACON Vol 10, No 3 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.35597

Abstract

ABSTRACTCallyspongia aerizusa is a type of sponge that has a compound with high activity and has a porous body surface structure so that it is included in the phylum of porifera. This study aims to determine the presence of antibacterial activity from the extracts and fractions of Callyspongia aerizusa sponge collected from the Mantehage Island waters of the Manado against Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria. The samples were extracted by maceration method using ethanol solvent and fractionated using solvent of methanol, chloroform and n-hexane, respectively. Antibacterial activity testing was carried out using the disc diffusion agar method of Kirby and Bauer with a slight modification. The results showed that the chloroform fraction had antibacterial activity in the strong inhibitory category, while the methanol fraction had antibacterial activity in the moderate inhibitory category. Keywords: Callyspongia aerizusa, Antibacterial, Escherichia coli, Staphylococcus aureus. ABSTRAKCallyspongia aerizusa ialah salah satu jenis spons yang memiliki senyawa dengan aktivitas tinggi dan memiliki struktur permukaan tubuh yang berpori – pori sehingga dimasukkan kedalam filum porifera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri dari ekstrak dan fraksi Spons Callyspongia aerizusa yang diperoleh dari perairan Pulau Mantehage Manado terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol dan difraksinasi menggunakan pelarut metanol, kloroform dan n- heksan. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode disc diffusion agar oleh Kirby dan Bauer dengan sedikit modifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi kloroform memiliki aktivitas antibakteri dengan kategori daya hambat kuat, sedangkan fraksi metanol memiliki aktivitas antibakteri dengan kategori daya hambat sedang. Kata Kunci : Callyspongia aerizusa, Antibakteri, Escherichia coli, Staphylococcus aureus
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI SPONS Liosina paradoxa DARI PERAIRAN PULAU MANTEHAGE Josua, Endro; Wewengkang, Defny S.; Suoth, Elly
PHARMACON Vol 10, No 3 (2021): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.10.2021.35592

Abstract

ABSTRACTSponges are one of the biota components that make up coral reefs that have bioactive potential, which has not been widely utilized. The secondary metabolite content of sponges is known to be able to ward off and inhibit the pathogenic bacteria that interfere with it. The purpose of this study was to determine whether the extracts and fractions of the Liosina paradoxa sponge collected from Mantehage Island waters able to inhibit the growth of Escherichia coli and Staphylococcus aureus bacteria. The sample was extracted by maceration method with ethanol solvent and the fractionation method used was liquid - liquid fractionation. Antibacterial activity was tested using the agar diffusion method (Kirby and Bauer disc diffusion). The results obtained from the antibacterial activity test against the Escherichia coli bacteria, the methanol fraction got an average result of 9.94 mm and the average result of the chloroform fraction was 8.06 mm. In the Staphylococcus aureus bacteria, the methanol fraction got an average yield of 11.04 mm and the chloroform fraction an average yield of 7.19 mm, while the ethanol extract and n-hexane fraction did not have antibacterial activity on the two tested bacteria. Methanol fraction has moderate inhibitory power against Escherichia coli bacteria and strong inhibition against Staphylococcus aureus bacteria, while chloroform fraction has moderate inhibitory against both tested bacteria. Keywords: Liosina paradoxa, Antibacterial, Escherichia coli, Staphylococcus aureus ABSTRAKSpons merupakan salah satu komponen biota penyusun terumbu karang yang mempunyai potensi bioaktif yang belum banyak dimanfaatkan. Kandungan metabolit sekunder dari spons diketahui mampu menangkal dan menghambat bakteri patogen pengganggunya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak dan fraksi dari spons Liosina paradoxa yang diperoleh dari perairan Pulau Mantehage memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi dengan pelarut etanol dan metode fraksinasi yang digunakan yaitu fraksinasi cair – cair. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan metode difusi agar (disc diffusion Kirby and Bauer). Hasil yang didapat dari uji aktivitas antibakteri pada bakteri Escherichia coli, fraksi metanol mendapatkan hasil rata–rata 9,94 mm dan pada fraksi kloroform hasil rata – rata 8,06 mm. Pada bakteri Staphylococcus aureus, fraksi metanol mendapatkan hasil rata - rata 11,04 mm dan pada fraksi kloroform hasil rata – rata 7,19 mm, sedangkan ekstrak etanol dan fraksi n – heksan tidak memiliki aktivitas antibakteri pada kedua bakteri uji. Fraksi metanol memiliki daya hambat sedang terhadap bakteri Escherichia coli dan daya hambat kuat terhadap bakteri Staphylococcus aureus, sementara fraksi kloroform memiliki daya hambat sedang terhadap kedua bakteri uji.Kata kunci : Liosina paradoxa, Antibakteri, Escherichia coli, Staphylococcus aureus
UJI FITOKIMIA DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BUNGA SOYOGIK (Saurauia bracteosa DC) Lisi, Anastasia Kazia Friany; Runtuwene, Max R.J.; Wewengkang, Defny S.
PHARMACON Vol 6, No 1 (2017): Pharmacon
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/pha.6.2017.36796

Abstract

ABSTRACTThese study aims to analyze the phytochemical compounds and the antioxidant activity of soyogik flowers. The study begins with a phytochemical test. Extraction of powder of soyogik flower by maceration using methanol. The methanol extract was determined for the total flavonoid content with AlCl3 method and was tested for the antioxidant activity with DPPH method. The results showed that soyogik flower containing the compounds of phenolic, flavonoids, alkaloids, steroids and saponins. The methanol extract also have total flavonoid content amounted to 11,140 mg/kg and antioxidant activity by the IC50 value amounted to 128,573 µg/mL.Keywords: Saurauia bracteosa DC., phytochemicals test, antioxidants, total flavonoid content.  ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis senyawa fitokimia dan mempelajari aktivitas antioksidan bunga soyogik. Penelitian dimulai dengan melakukan uji fitokimia. Ekstraksi serbuk bunga soyogik dengan cara maserasi menggunakan metanol. Ekstrak metanol kemudian ditentukan kandungan total flavonoid dengan metode AlCl3 dan diuji aktivitas antioksidannya dengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bunga Soyogik mengandung senyawa fenolik, flavonoid, alkaloid, steroid dan saponin. Ekstrak metanol bunga Soyogik juga memiliki kandungan total flavonoid sebesar 11,140 mg/kg dan aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 128,573 µg/mL.Kata Kunci: Saurauia bracteosa DC., uji fitokimia, antioksidan, kandungan total flavonoid.
THE POTENCY OF Mycale vansoesti SPONGE EXTRACT AND FRACTIONS FROM MANADO TUA ISLAND WATERS AGAINST THE GROWTH OF Staphylococcus aureus AND Escherichia coli Komang Ayu May Widyani; Defny Wewengkang; Erladys Rumondor
PHARMACON Vol. 11 No. 3 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sponges are one of the coral reefs components that have the potential to produce secondary metabolites with antibacterial, antifungal, and anticancer properties that have not been widely used. This study aims to determine the antibacterial activity of the extract and fractions of Mycale vansoesti sponge obtained from Manado Tua Island waters against the growth of Staphylococcus aureus as Gram-positive representatives and Escherichia coli bacteria as Gram-negative representatives. Samples were extracted using the maceration method with 95% ethanol solvent and fractionated with the liquid-liquid method using 3 types of solvents with different polarities, namely n-hexane, chloroform, and methanol. Antibacterial activity test using the Kirby-Bauer disc diffusion method. The test results showed that ethanol extract, n-hexane fraction, chloroform fraction and methanol fraction from Mycale vansoesti sponge sample obtained from Manado Tua Island waters have antibacterial activity against Staphylococcus aureus and Escherichia coli with moderate bacterial inhibitory power.
Ekstrak dan Fraksi Spons Stylissa carteri dari Perairan Pulau Manado Tua: Aktivitasnya Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli Gleam Yordan; Defny Wewengkang; Irma Antasionasti
PHARMACON Vol. 11 No. 3 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kasus infeksi di Indonesia beriringan dengan peningkatan kasus resistensi terhadap antibiotik. Keanekaragaman hayati khususnya bahan alam kelautan Indonesia dinilai memiliki potensi menghasilkan bahan antibakteri yang dapat dikembangkan menjadi kandidat antibiotik dikemudian hari. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aktivitas Antibakteri dari ekstrak dan fraksi spons Stylissa carteri dari Perairan Pulau Manado Tua terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Proses ektraksi menggunakan pelarut etanol dan dilakukan fraksinasi menggunakan pelarut, n-heksan, kloroform, dan methanol. Uji antibakteri menggunakan metode difusi agar (Disc diffusion Kirby and Bauer).  Hasil penelitian menunjukan bahwa ekstrak etanol dari spons Stylissa carteri memiliki zona hambat paling besar terhadap bakteri Staphylococcus aureus (8,6 mm) dan fraksi n-heksan dari spons Stylissa carteri memilki zona hambat paling besar terhadap bakteri Escherichia coli (7,386 mm). Hasil aktivitas antibakteri berbeda signifikan, dimana kontrol positif yang digunakan berada pada kategori sangat kuat, sedangkan ekstrak maupun fraksi dengan aktivitas paling besar hanya sampai kategori sedang.
POTENSI EKSTRAK DAN FRAKSI SPONS Phyllospongia lamellosa YANG DIPEROLEH DARI PERAIRAN PULAU MANADO TUA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Chrispawanty Cindhy Ranggatau; Defny Wewengkang; Jainer Siampa
PHARMACON Vol. 11 No. 3 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spons Phyllospongia lamellosa mampu menghasilkan senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur aktivitas ekstrak dan fraksi spons Phyllospongia lamellosa terhadap pertumbuhan bakteri Gram positif Staphylococcus aureus dan Gram negatif Escherichia coli di perairan Pulau Manado Tua. Sampel di ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 95% dan selanjutnya difraksinasi menggunakan pelarut yaitu n-heksan, kloroform dan methanol dengan metode fraksinasi cair-cair. Uji aktivitas menggunakan metode disk diffusion Kirby dan Bauer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil pengukuran rata - rata diameter zona hambat ekstrak dan fraksi spons Phyllospongia lamellosa terhadap bakteri Staphylococcus aureus yang paling besar dihasilkan oleh fraksi kloroform dengan nilai rata – rata 15,96 mm ± 0,98 dan Escherichia coli oleh fraksi kloroform dengan nilai rata – rata 17,48 mm ± 4,80 sehingga keduanya dikategorikan kuat.
POTENSI EKSTRAK DAN FRAKSI SPONS Liosina paradoxa YANG DIKOLEKSI DARI PERAIRAN PULAU MANADO TUA TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli. Brian G. A. Adilan; Defny Wewengkang; Erladys Rumondor
PHARMACON Vol. 11 No. 4 (2022): PHARMACON
Publisher : UNIVERSITAS SAM RATULANGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spons atau porifera bisa untuk digunakan sebagai uji antibakteri dikarenakan spons memiliki senyawa metabolit yang ada didalamnya serta dapat menghambat bakteri pathogen yang datang. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri dari ekstrak dan fraksi spons Liosina paradoxa yang diperoleh dari Perairan Pulau Manado Tua terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.Sampel diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 95% dan metode fraksinasi. Pengujian aktivitas antibakteri yang dilakukan menggunakan metode difusi agar. Hasil yang didapat dari uji aktivitas antibakteri pada bakteri Escherichia coli memiliki daya hambat bakteri disemua fraksi pada fraksi methanol 8,81mm, fraksi n-Heksan 8,55mm, fraksi kloroform 8,34mm, dan fraki methanol 7,81mm semua fraksi dalam kategori daya hambat sedang, hasil yang sama dengan bakteri Staphylococcus aureus dengan daya hambat kuat pada fraksi n-Heksan dengan daya hambat 10,39mm, dan fraksi methanol 10,23mm, dan daya hambat sedang pada fraksi kloroform 9,69mm dan ekstrak etanol 9,23mm. Ekstrak dan fraksi dari Spons Liosina paradoxa memiliki aktivitas pada bakteri Escherichia coli dan bakteri Staphylococcus aureus.
Co-Authors Abdullah, Surya Sumantri Adithya Yudistira Adrian, Gerild Alfiani Idie Amanda, Turangan Angellia Grace Yetto Anjelina Preysi Wenas, Glori Antasionasti, Irma Atuani, Maria Atuani, Maria T Ayu Widiyani, I Dewa Bawole, Avinda Shania Wiane Brian G. A. Adilan Brigita Putri Tumbelaka Bryan Andrew Tikonuwu Butue, Leobernard Carolus Paulus Paruntu Chelinda Tumundo Chrispawanty Cindhy Ranggatau Christania Sigarlaki Damanis, Frelinsia V.M. DEBY AFRIANI MPILA Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Diana Graselia Maniagasi Djakatara, Ridwan S. Djakatara, Ridwan Sukardi Eda, Mochamad I. Edi Suryanto Eka Laurensi Awaeh Elly Suoth Erladys M. Rumondor Erladys Melindah Rumondor ERLADYS MELINDAH RUMONDOR, ERLADYS MELINDAH Erladys Rumondor Erladys Rumondor Fatimawali . Gayatri Citraningtyas Gerald Edward Rundengan Gleam Yordan Henki Rotinsulu, Henki Herny E.I. Simbala Hutahaean, Amsaline Idie, Alfiani Ikhrar, Muhammad S. Ikhrar, Muhammad Setiawan Irma Antasionasti Jainer Siampa Jayanto, Imam Jolanda, Shinta Jordan Pangemanan, Christian Josua, Endro Julianri Lebang Julianri Sari Lebang Jumriadi Kantor, Renatry Karlah L. R. Mansauda Katiandagho, Lyone Katili, Syifa Sari Katili, Yuni Irianty Keintjem, Brigieta Kevin R. Mengko Kindangen, Eunike Elizabeth Kiwol, Hilda Komang Ayu May Widyani Kotel, Marcelinda Kotel, Marcelinda N. Latif, Rizky Latif, Rizky Akbar Lintogareng, Anggretsya Lisi, Anastasia Kazia Friany Lonteng, Elur Luntungan, Brigita Michelle Ma'ati, Carlene Macpal, Fransisca Madi, Eveline Manoppo, Cinlye Manoppo, Cinlye J Manoppo, Triska Manumpil, Aprilia Max R.J. Runtuwene Max Runtuwene Meilani Jayanti Meldha, Meldha Natalie D Rumampuk Paat, Englin Meiva Patinggi, Christina Pelealu, Eunike Pitoy, Novia Pitoy, Novia A. Ritan, Yosefa E.H. Rumondor, Erladys Sandrina Sibara, Syalomita Shartika Alda Trivena Rompas Siampa, Jainer Pasca Silap, Gloria Ekaputri Sitti Juliah Nurhamidin Sri Sudewi, Sri Sumare, Chika Wanda Suoth, Josua Suoth, Josua A.T. Tumengkol, Josua Tumigolung, Dea Tumiwa, Pricilia Irene Tumiwa, Priscila Irene Tumundo, Berlian Tasya Turangan, Amanda T. M. Victoria Londa, Lolouren Viocindy Riska Nusaly Viska Fadila Tompunu Waas, Riviani Angela Watupongoh, Cavieta Watupongoh, Cavieta C. A. Wendersteyt, Novira Vita Weny Wiyono Widya Fransiska Rompas Woran, Falinry