Claim Missing Document
Check
Articles

UJI ANTIMIKROBA EKSTRAK DAN FRAKSI TUNIKATA DIDEMNUM MOLLE TERHADAP PERTUMBUHAN ESCHERICHIA COLI, STAPHYLOCOCCUS AUREUS, DAN CANDIDA ALBICANS YANG DIKOLEKSI DI SELAT LEMBEH BITUNG Pitoy, Novia; Yudistira, Adithya; Wewengkang, Defny
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTTunicate Didemnum molle is a marine biota that has bioactive components that can be used as raw material for medicines. This study aims to determine the antimicrobial activity of extracts and fractions of Didemnum molle on microbial growth of Escherichia coli, Staphylococcus aureus and Candida albicans. The sample was extracted by maceration using ethanol and fractionated using, n-hexane, chloroform and methanol. Antimicrobial activity was tested using the disc diffusion test method (Kirby and Bauer). Ethanol extract of Didemnum molle inhibited the growth of microbes of Staphylococcus aureus (8.12 mm) and Candida albicans (9.00 mm). Chloroform fraction inhibited the growth of Staphylococcus aureus (9.10 mm), Escherichia coli (10.00 mm) and Candida albicans (9.65 mm). While the methanol fraction is only able to inhibit microbial growth of Candida albicans (10.00 mm). The hexane fraction shows no activity against all test microbes. Keywords : Tunikata Didemnum molle, antimicrobial, Escherichia coli, Staphylococcus   aureus, Candida albicans.                                                                                                     ABSTRAKTunikata Didemnum molle merupakan biota laut yang memiliki komponen bioaktif yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku obat-obatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antimikroba dari ekstrak dan fraksi tunikata Didemnum molle terhadap pertumbuhan mikroba Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Candida  albicans. Sampel diekstraksi dengan cara maserasi menggunakan etanol dan difraksinasi menggunakan, n-heksan, kloroform dan metanol. Aktivitas antimikroba diuji menggunakan metode disc diffusion test (Kirby dan Bauer). Ekstrak etanol Didemnum molle menghambat pertumbuhan mikroba Staphylococcus aureus (8,12 mm) dan Candida albicans (9,00 mm). Fraksi kloroform menghambat pertumbuhan mikroba Staphylococcus aureus (9,10 mm), Escherichia coli (10,00 mm) dan Candida albicans (9,65 mm). Sementara fraksi metanol hanya mampu menghambat pertumbuhan mikroba Candida albicans (10.00 mm). Fraksi heksan tidak menunjukkan aktivitas terhadap semua mikroba uji. Kata Kunci : Tunikata Didemnum molle, antimikroba, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Candida albicans.
AKTIVITAS PENGHAMBATAN PERTUMBUHAN MIKROORGANISME DARI EKSTRAK DAN FRAKSI ALGA ULVA LACTUCA TERHADAP ESCHERICHIA COLI, STAPHYLOCOCCUS AUREUS, DAN CANDIDA ALBICANS Keintjem, Brigieta; Wewengkang, Defny; Fatimawali, Fatimawali
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Algae have long been used for the treatment of various types of diseases. Ulva lactuca is one of the algae, which contains bioactive substances as antimicrobial, antifungal, and antioxidant. This study aims to determine the microorganisms growth inhibitory activity from Ulva lactuca algae obtained from the of Lembeh Strait waters in City of Bitung against microorganisms Escherichia coli, Staphylococcus aureus and Candida albicans. Ulva lactuca algae was extracted using maceration method with ethanol solvent and fractionated with methanol, n-hexan and chloroform solvents. Testing of antimicrobial activity using agar diffusion method. The result showed that extracts and fractions of Ulva lactuca algae did not have antimicrobial activity against the microorganisms Escherichia coli, Staphylococcus aureus and Candida albicans. The chemical composition of algae is influenced by season, geographical distribution, as well as environmental factors such as temperature, water, salinity, light, nutrition, and mineral availability.Keywords: Ulva lactuca, Antimicrobials, Maseration, Fractions, Agar DiffusionABSTRAK Alga telah lama digunakan untuk keperluan pengobatan berbagai jenis penyakit.  Ulva lactuca merupakan salah satu alga yang memiliki kandungan zat bioaktif sebagai antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas penghambat pertumbuhan mikroorganisme dari alga Ulva lactuca yang diperoleh dari perairan Selat Lembeh kota Bitung terhadap mikroba Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Candida albicans. Alga Ulva lactuca diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol dan difraksinasi dengan pelarut methanol, n-hexan, dan kloroform. Pengujian aktivitas antimikroba menggunakan metode difusi agar. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak dan fraksi dari alga Ulva lactuca tidak memiliki aktivitas antimikroba terhadap Escherichia coli, Staphylococcus aureus, dan Candida albicans. Komposisi kimia alga dipengaruhi oleh musim, distribusi geografis, serta faktor lingkungan seperti suhu, air, salinitasi, cahaya, nutrisi, dan ketersediaan mineral.Kata kunci : Alga Ulva lactuca, Antimikroba, Maserasi, Fraksi, Difusi Agar
EFEKTIFITAS PENYEMBUHAN LUKA BAKAR SALEP EKSTRAK ETANOL DAUN SOYOGIK (SAURAIA BRACTEOSA DC) PADA TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR (RATTUS NORVEGICUS) Tumigolung, Dea; Runtuwene, Max; Wewengkang, Defny
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTSoyogik leaves (Sauraia Bracteosa DC) contain flavonoids, phenolic, saponin and tannin. The contents in Soyogik Leaves is able to provide an effect to heal skin tissue damaged by burns. This study aims to formulate ethanol extract soyogik leaves ointment with concentration 20%, 25% and 30% to be tested for it?s effectiveness in healing burns. The method used is experimental laboratory. The wounds observation on the white rats back is done for 7 days by applying ointments 3 times a day. The results of the study showed that ethanol extract soyogik leaves with concentration 20%, 25%, and 30% have a healing effect on burns characterized by the decreasing burns diameter of white rats and the ointment with the fastest healing effect is the ointments with a 30% concentration.Keywords: Soyogik (Sauraia bracteosa DC), ointment, burns, white rats (Rattus norvegicus)ABSTRAKDaun Soyogik (Sauraia Bracteosa DC) mengandung flavonoid, fenolik, saponin dan tanin. Kandungan yang terdapat dalam daun Soyogik mampu memberikan efek untuk menyembuhkan kulit yang mengalami kerusakan jaringan akibat luka bakar. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi sediaan salep ekstrak daun Soyogik dengan konsentrasi 20%, 25% dan 30% untuk diuji efektifitasnya terhadap penyembuhan luka bakar. Metode yang digunakan ialah eksperimental laboratorium. Pengamatan luka bakar pada punggung tikus putih dilakukan selama 7 hari dengan mengoleskan salep sebanyak 3 kali sehari. Hasil penelitian menunjukan salep ekstrak etanol dun Soyogik dengan konsentrasi 20%, 25% dan 30%  memiliki efek penyembuhan luka bakar diatandai dengan mengecilnya diameter luka bakar pada tikus dan efek penyembuhan yang paling cepat pada salep dengan konsentrasi 30% . Kata kunci: Soyogik (Sauraia bracteosa DC), salep, luka bakar, tikus putih (Rattus norvegicus)
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG MAHONI (SWIETENIA MAHAGONI JACQ.) MENGGUNAKAN METODE DPPH (1,1 DIPHENYL-2-PICRYLHYDRAZYL) Amanda, Turangan; Wewengkang, Defny; Yudistira, Adithya
PHARMACON Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTAntioxidant are compounds that are able to inactivate the development of the oxidation reactions of the molecules or neutralize free radicals. Mahogany bark (Swietenia mahagoni Jacq.) has properties as a medicinal plant. Through the phytochemical screening, the mahogany bark (Swietenia mahagoni Jacq.) contains antioxidant compounds such as alkaloids, saponins and phenolics. The aim of this study was to determine the presence of antioxsidant activity in the extract of mahogany bark (Swietenia mahagoni Jacq.). using the DPPH method with a concentration of 250 mg / L, 200 mg / L, 150 mg / L and 100 mg / L and Vitamin C p.a as a positive control. Each sample made three repetitions of the test. The test uses a UV-Vis Spectrophotometer. The result of the study showed that mahogany bark (Swietenia mahagoni Jacq.) showed antioxidant activity with the percentage of 21,50% at the concentration at 250 mg / LKeywords : Swietenia mahagoni Jacq., Antioxidant, Ethanol, DPPHABSTRAKAntioksidan ialah senyawa yang mampu menginaktivasi berkembangnya reaksi oksidasi molekul lain atau menetralisir radikal bebas. Kulit Batang Mahoni (Swietenia mahagoni Jacq.) memiliki khasiat sebagai tanaman obat. Melalui skrining fitokimia, Swietenia mahagoni Jacq. Mengandung senyawa antioksidan seperti alkaloid, saponin dan fenolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antioksidan didalam ekstrak tanaman Kulit Batang Switenia mahagoni Jacq. menggunakan metode DPPH dengan konsentrasi 250 mg/L, 200 mg/L, 150 mg/L dan 100 mg/L dan Vitamin C p.a sebagai kontrol positif. Masing-masing sampel dibuat tiga kali pengulangan uji. Pengujian menggunakan alat Spektrofotometer UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak Kulit Batang Swietenia mahagoni Jacq. memiliki aktivitas antioksidan dengan presentase sebesar 21,50% pada konsentrasi 250 mg/L Kata Kunci : Swietenia mahagoni Jacq., Antioksidan, Etanol, DPPH
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN STYLISSA SP. DENGAN METODE DPPH (1,1-DIFENIL-2-PIKRILHIDRAZIL) Ikhrar, Muhammad Setiawan; Yudistira, Adithya; Wewengkang, Defny
PHARMACON Vol 8, No 4 (2019)
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTThis study aims to analyze the antioxidant activity of Stylissa sp., sponge. The Stylissa sp., sponge sample was obtained from the Lembeh Strait, waters Bitung. This research is an experimental laboratory by testing the ethanol extracts of Stylissa sp., sponge using DPPH method (1,1-diphenil2-pikrihidrazil) to analyze antioxidant activity using a spectrophotometer. The results of this study show the antioxidant levels of the Stylissa sp., sponge in the Lembeh Strait waters have antioxidant activity and the higher the concentration the higher the antioxidant levels produced. The greatest antioxidant level is found in Stylissa sp., sponge with a concentration of 100 mg / L.Keywords : Antioxidants, DPPH, Sponge Stylissa sp ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas antioksidan dari Stylissa sp. Sampel Spons Stylissa sp di peroleh dari perairan Selat Lembeh, Bitung. Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium dengan pengujian terhadap ektrak etanol Spons Stylissa sp dengan metode DPPH (1,1-diphenil-2-pikrihidrazil) untuk menganalisis aktivitas antioksidan dengan menggunakan sprektrofotometer. Hasil penelitian ini memperlihatkan kadar antioksidan dari Spons Stylissa sp di perairan Selat Lembeh mempunyai aktivitas antioksidan dan semakin tinggi konsenstrasi semakin tinggi pula kadar antioksidan yang dihasilkan. Kadar antioksidan yang paling besar terdapat pada Spons Stylissa sp dengan konsentrasi 100 mg/L.Kata kunci : Antioksidan, DPPH, Spons Stylissa sp
AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK DAN FRAKSI ALGA ( HALIMEDA OPUNTIA ) TERHADAP ESCHERICHIA COLI, STAPHYLOCOCCUS AUREUS DAN CANDIDA ALBICANS Jolanda, Shinta; Wewengkang, Defny; Jayanto, Imam
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Algae Halimeda opuntia is one of the green algae type that contains bioactive compounds which can be used for the treatment of various diseases. This study aimed to determine the antimicrobial activity of extracts and fractions of algae Halimeda opuntia obtained from the Lembeh Bitung Strait against Escherichia coli, Staphylococcus aureus and Candida albicans. The samples were extracted by maceration using ethanol solvent and fractionation using methanol, chloroform, and n-hexane solvents. Antimicrobial activity was carried out by the agar diffusion method of paper discs. The results showed that ethanol extract was able to inhibit the growth of Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria in the medium inhibitory category. While the methanol and chloroform fractions were only able to inhibit the growth of Staphylococcus aureus bacteria. The extract and all fractions did not show activity inhibiting the growth of Candida albicans fungi. Keywords: Algae, Halimeda opuntia, antimicrobial activity, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Candida albicans ABSTRAKAlga Halimeda opuntia merupakan salah satu jenis alga hijau yang memiliki kandungan senyawa bioaktif yang dapat digunakan untuk pengobatan berbagai penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antimikroba dari ekstrak dan fraksi alga Halimeda opuntia yang diperoleh dari Selat Lembeh Bitung terhadap Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Candida albicans. Sampel diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol dan fraksinasi menggunakan pelarut metanol, kloroform, dan n-heksan. Aktivitas antimikroba dilakukan dengan  metode difusi agar cakram kertas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol, mampu menghambat pertumbuhan bakteri  Staphylococcus aureus dan Escherichia coli dengan kategori daya hambat sedang. Sedangkan  fraksi metanol dan fraksi kloroform hanya mampu menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Ekstrak dan semua fraksi tidak menunjukkan aktivitas menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Kata kunci: Alga, Halimeda opuntia, aktivitas antimikroba, Escherichia coli, Staphylococcus aureus, Candida albicans
UJI DAYA HAMBAT ORGANISME LAUT SPONS AMPHIMEDON SP., TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI STAPHYLOCOCCUS AUREUS, ESCHERICHIA COLI, DAN JAMUR CANDIDA ALBICANS Latif, Rizky; Wewengkang, Defny; Rotinsulu, Henki
PHARMACON Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Sponges are marine animals that can produce bioactives that are useful as anti-virus, anti-fungal, antibiotic, anti-cancer, anti-inflammatory, and antioxidants. Amphimedon sp., sponge itself is found in the waters of Lembeh islands, the City of Bitung. This study was to determine the inhibitory activity against the microorganisms growth of Amphimedon sp., sponge, against microbes of Staphylococcus aureus, Escherichia coli, and Candida albicans. Based on the results of the study, the extracts and fractions of Amphimedon sp., sponge samples did not have microbial inhibitory activity against the test microbes of Staphylococcus aureus, Escherichia coli, and Candida albicans Keywords : Amphimedon sp., Antimicrobial, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Candida albicans   ABSTRAK Spons merupakan hewan laut yang dapat menghasilkan bioaktif yang bermanfaat sebagai anti virus, anti jamur, antibiotik, anti kanker, anti inflamasi, dan antioksidan. Spons Amphimedon sp sendiri ditemukan didaerah perairan pulau Lembeh kota bitung. Penelitian ini yaitu untuk mengetahui aktivitas daya hambat pertumbuhan mikroorganisme dari spons Amphimedon sp., terhadap mikroba Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan ekstrak dan fraksi sampel spons Amphimedon sp., tidak memiliki aktivitas daya hambat terhadap mikroba uji Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Candida albicans Kata kunci : Amphimedon sp., Antimikroba, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Candida albicans
PKM KELOMPOK PKK DAN DASAWISMA DI KELURAHAN GIRIAN WERU DUA KECAMATAN GIRIAN KOTA BITUNG MELALUI PELATIHAN DAN PEMBUATAN JAHE WANGI DAN KUNYIT ASAM INSTAN DARI TANAMAN OBAT Citraningtyas, Gayatri; Wewengkang, Defny; Wiyono, Weny
JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : JURNAL LPPM BIDANG SAINS DAN TEKNOLOGI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman obat sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk herbal baik berupa obatobatan, kosmetik bahkan makanan dan minuman. Tujuan pengabdian masyarakat ini yaitu peningkatan pengetahuan tentang tanaman obat dan pemberdayaan masyarakat dalam pemanfaatan tanaman jahe dan kunyit sebagai produk minuman instan untuk membantu meningkatkan perekonomian keluarga. Pengabdian masyarakat ini ditargetkan untuk kelompok PKK dan kelompok Dasawisma. Metode yang digunakan terdiri dari dua tahap yaitu penyuluhan tentang pemanfaatan tanaman obat dan pelatihan pembuatan jahe wangi dan kunyit asam instan. Hasil menunjukkan bahwa minuman instan dari sari hasil perasan lebih diminati dan tahan lama dibandingkan minuman instan dari simplisia jahe dan kunyit. Hal ini disebabkan karena proses pengeringan rajangan jahe dan kunyit yang tidak sempurna (tidak dijemur di bawah matahari langsung) sehingga menyebabkan rajangan tersebut rentan terhadap mikroorganisme dan cepat berjamur. Kesimpulannya antara lain ada peningkatan pengetahuan kelompok Mitra terhadap pemanfaatan tanaman obat lewat penyuluhan yang diberikan, dilihat dari antusiasme tanya jawab serta diskusi aktif dari para peserta, serta ada produk jahe wangi dan kunyit asam instan yang dibuat oleh kelompok Mitra beserta dokumentasinya._____________________________________________________________________________Kata Kunci: Tanaman Obat, Jahe Wangi, Kunyit Asam, Minuman Instan
EVALUASI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL SPONS APLYSINA SP. DARI PERAIRAN SELAT LEMBEH KOTA BITUNG Manumpil, Aprilia; Wewengkang, Defny; Yudistira, Adithya
PHARMACON Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACTAplysina sp. Sponge is one of the marine biota making up coral reefs that contain active compounds whose percentage of activity is greater than the compounds produced by land plants. This study aims to determine the activity of antioxidant compounds from the ethanol extract of Aplysina sp. from Lembeh Strait Waters, Bitung City. Sponge Aplysina sp., was extracted by maceration with ethanol as a solvent. As a parameter, testing of antioxidant activity was carried out using the DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) method, which was measured using UV-Vis Spectrophotometry at a wavelength of 517 nm. The result showed the ethanol extract of Aplysina sp., sponge proven to have antioxidant activity in each concentration test. The highest concentration has an antidote to free radical activity by reaching a percentage of 46,13%. Keywords: Aplysina sp. Sponge, Antioxidant, Extraction, DPPH ABSTRAKSpons Aplysina sp. merupakan salah satu biota laut penyusun terumbu karang yang mengandung senyawa aktif yang presentase keaktifannya lebih besar dibandingkan dengan senyawa-senyawa yang dihasilkan oleh tumbuhan darat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas senyawa antioksidan dari ekstrak etanol Spons Aplysina sp. dari Perairan Selat Lembeh, Kota Bitung. Spons Aplysina sp. diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan etanol sebagai pelarut. Sebagai parameter, pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) yang diukur menggunakan Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 517 nm. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol spons Aplysina sp. terbukti memiliki aktivitas antioksidan disetiap konsentrasi pengujian.Konsentrasi tertinggi memiliki aktivitas penangkal radikal bebas dengan mencapai presentase 46,13%. Kata Kunci : Spons Aplysina sp, Antioksidan, Ekstraksi, DPPH
ANALISIS KORELASI ANTARA FLAVONOID TOTAL DENGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN GEDI HIJAU (ABELMOSCHUS MANIHOT L.) Suoth, Josua; Sudewi, Sri; Wewengkang, Defny
PHARMACON Vol 8, No 3 (2019)
Publisher : PHARMACON

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT One chemichal component that is often reported to have pharmacological activity against treatment or prevention of disease is flavonoids which can be found in gedi hijau leaves. Staphylococcus aureus is the main cause of infection in humans which can cause various severe infections. This study aims to determine the total flavonoids content, minimum inhibitory concentration (MIC). To determine the correlation between total flavonoids and antibacterial activity of extract and fractions (Abelmoschus manihot L.), The method of this study was done by obtaining the results of total flavonoid content, testing the antibacterial activity by dilution using a positive control of ciprofloxacin. The results showed the highest total flavonoid content in ethyl acetate fraction, and the best antibacterial activity in ethyl acetate fraction. Correlation between total flavonoid content from extract and fraction (Abelmoschus manihot L.) with antibacterial activity against Staphylococcus aureus bacteria on ethyl acetate fraction, n-hexane fraction, and ethanol extract at a concentration of 1000 µg / mL had good values with kneeling significance values according to 0.012 (p <0.05), 0.034 (p <0.05), and 0.023 (p <0.05) with total flavonoid content affecting how much antibacterial activity is 40% for ethyl acetate fraction, 35% fraction n -heksane and 33% ethanol extract. Keywords : Antibacterial, Total Flavonoids, Staphylococcus aureus, Abelmoschus manihot L. ABSTRAK Salah satu komponen kimia yang sering dilaporkan memiliki aktivitas farmakologi terhadap pengobatan atau pencegahan penyakit adalah flavonoid yang dapat ditemukan pada daun gedi hijau. Staphylococcus aureus merupakan kuman penyebab utama infeksi pada manusia yang dapat menyebabkan berbagai infeksi berat. Penelitian ini bertujuan menentukan kandungan flavonoid total, aktivitas antibakteri dan korelasi antara flavonoid total dengan aktivitas antibakteri dari ekstrak dan fraksi (Abelmoschus manihot L.). Metode penelitian ini dilakukan dengan mendapatkan hasil kandungan flavonoid total, uji aktivitas antibakteri dengan cara dilusi menggunakan kontrol positif ciprofloxacin. Hasil penelitian didapatkan kandungan flavonoid total tertinggi pada fraksi etil asetat, dan aktivitas antibakteri paling bagus pada fraksi etil asetat. Korelasi antara kandungan flavonoid total dari ekstrak dan fraksi (Abelmoschus manihot L.) dengan aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus pada fraksi etil asetat, fraksi n-heksane, dan ekstrak etanol pada konsentrasi 1000 µg/mL memiliki nilai yang baik baik dengan nilai signifikansi bertutut-turut 0,012 (p <0,05), 0,034  (p <0,05), dan 0,023 (p <0,05) dengan kandungan flavonoid total mempengaruhi seberapa besar aktivitas antibakteri yaitu 40% untuk fraksi etil asetat, 35% fraksi n-heksane dan 33% ekstrak etanol.Kata kunci  : Antibakteri, Flavonoid Total, Staphylococcus aureus, Abelmoschus manihot L.
Co-Authors Abdullah, Surya Sumantri Adithya Yudistira Adrian, Gerild Alfiani Idie Amanda, Turangan Angellia Grace Yetto Anjelina Preysi Wenas, Glori Antasionasti, Irma Atuani, Maria Atuani, Maria T Ayu Widiyani, I Dewa Bawole, Avinda Shania Wiane Brian G. A. Adilan Brigita Putri Tumbelaka Bryan Andrew Tikonuwu Butue, Leobernard Carolus Paulus Paruntu Chelinda Tumundo Chrispawanty Cindhy Ranggatau Christania Sigarlaki Damanis, Frelinsia V.M. DEBY AFRIANI MPILA Deiske Adeliene Sumilat, Deiske Adeliene Diana Graselia Maniagasi Djakatara, Ridwan S. Djakatara, Ridwan Sukardi Eda, Mochamad I. Edi Suryanto Eka Laurensi Awaeh Elly Suoth Erladys M. Rumondor Erladys Melindah Rumondor ERLADYS MELINDAH RUMONDOR, ERLADYS MELINDAH Erladys Rumondor Erladys Rumondor Fatimawali . Gayatri Citraningtyas Gerald Edward Rundengan Gleam Yordan Henki Rotinsulu, Henki Herny E.I. Simbala Hutahaean, Amsaline Idie, Alfiani Ikhrar, Muhammad S. Ikhrar, Muhammad Setiawan Irma Antasionasti Jainer Siampa Jayanto, Imam Jolanda, Shinta Jordan Pangemanan, Christian Josua, Endro Julianri Lebang Julianri Sari Lebang Jumriadi Kantor, Renatry Karlah L. R. Mansauda Katiandagho, Lyone Katili, Syifa Sari Katili, Yuni Irianty Keintjem, Brigieta Kevin R. Mengko Kindangen, Eunike Elizabeth Kiwol, Hilda Komang Ayu May Widyani Kotel, Marcelinda Kotel, Marcelinda N. Latif, Rizky Latif, Rizky Akbar Lintogareng, Anggretsya Lisi, Anastasia Kazia Friany Lonteng, Elur Luntungan, Brigita Michelle Ma'ati, Carlene Macpal, Fransisca Madi, Eveline Manoppo, Cinlye Manoppo, Cinlye J Manoppo, Triska Manumpil, Aprilia Max R.J. Runtuwene Max Runtuwene Meilani Jayanti Meldha, Meldha Natalie D Rumampuk Paat, Englin Meiva Patinggi, Christina Pelealu, Eunike Pitoy, Novia Pitoy, Novia A. Ritan, Yosefa E.H. Rumondor, Erladys Sandrina Sibara, Syalomita Shartika Alda Trivena Rompas Siampa, Jainer Pasca Silap, Gloria Ekaputri Sitti Juliah Nurhamidin Sri Sudewi, Sri Sumare, Chika Wanda Suoth, Josua Suoth, Josua A.T. Tumengkol, Josua Tumigolung, Dea Tumiwa, Pricilia Irene Tumiwa, Priscila Irene Tumundo, Berlian Tasya Turangan, Amanda T. M. Victoria Londa, Lolouren Viocindy Riska Nusaly Viska Fadila Tompunu Waas, Riviani Angela Watupongoh, Cavieta Watupongoh, Cavieta C. A. Wendersteyt, Novira Vita Weny Wiyono Widya Fransiska Rompas Woran, Falinry