Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

POLA PERMUKIMAN BUGIS DI KENDARI Irma Nurjannah; Anisa Anisa
NALARs Vol 9, No 2 (2010): NALARs Volume 9 Nomor 2 Juli 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.9.2.%p

Abstract

ABSTRAK. Snyder (1985) menyatakan bahwa terbentuknya lingkungan permukiman dimungkinkan karena adanya proses pembentukan hunian sebagai wadah fungsional yang dilandasi oleh pola aktivitas manusia serta pengaruh setting baik yang bersifat fisik maupun momfisik yang secara langsung mempengaruhi pola kegiatan dan proses pewadahannya. Penelitian tentang pola permukiman Bugis di Kendari ini dilakukan pada kelurahan Mata dan Puunggaloba dengan metode rasionalistik kualitatif. Pola permukiman Bugis di kelurahan Mata dan puunggaloba ini membentuk dua macam pola yaitu linier dan mengelompok. Masyarakat di kelurahan Mata dan Puunggaloba dalam menentukan lokasi permukimannya selalu mendekati laut atau sungai, karena laut berperan penting dalam kehidupan masyarakatnya. Kata kunci : pola, permukiman, bugis. ABSTRACT. Snyder (1985) said built environment has been formed from a process of settlement forming as a functional place which based of human activities pattern as well as setting impact either phisically or non phisically. These impacts will affect activities pattern directly within activities process. Research about Bugis setllement pattern within Kendari has been conducted at ‘kelurahan’ Mata and Puunggaloba by using qualitative rationalistic method. Bugis settlement pattern within kelurahan Mata and Puunggaloba has been formed into 2 patterns, linear and grouping. Community within kelurahan Mata and Puunggaloba has used sea or river to decide settlement location, because they believe that sea has an important role in their life. Keywords : pattern, settlement, Bugis.
Pendekatan Ekowisata Pada Akselerasi Penataan Kawasan Oceanarium Di Teluk Moramo Sahmi Nida Robbani; Irma Nurjannah; Siti Belinda Amri
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : Itenas, Institut Teknologi Nasional Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v3i2.6672

Abstract

ABSTRAKWisata laut dengan yang pulau-pulau kecil indah seperti di Kabupaten Konawe Selatan, tepatnya di Teluk Moramo, hingga saat ini masih kurang terekspos. Selain itu objek wisata yang menunjukkan keindahan bawah laut dan biota-biota laut di Sulawesi Tenggara juga masih kurang dikenal. Menanggapi permasalahan tersebut maka penting untuk melakukan perencanaan Kawasan Oceanarium yang sekaligus dapat mengembangkan kawasan pariwisata di Teluk Moramo. Diharapkan kawasan ini akan menjadi objek wisata laut yang dapat menunjukkan potensi yang dimilikinya. Moramo adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Konawe Selatan yang terletak di bagian tenggara dari pulau Sulawesi. Letaknya yang tidak langsung berhadapan dengan laut bebas menjadikan teluk ini kaya akan terumbu karang dan menjadi rumah dari ikan-ikan. Kawasan Oceanarium ini akan menjadi salah satu objek wisata dengan tujuan pariwisata, edukasi, maupun penelitian mengenai kekayaan laut yang ada di Sulawesi Tenggara sekaligus menjaga kelestarian alam bawah laut. Selain gedung oceanarium, juga direncanakan museum biota laut dan mini cinema sebagai tambahan objek wisata. Direncanakan pula laboratorium penelitian sebagai tempat meneliti berbagai upaya menjaga kelestarian alam bawah laut dan menjaga kelestarian biota laut untuk dipamerkan. Tema yang diterapkan dalam perancangan ini adalah ekowisata untuk menjaga kondisi asli Teluk Moramo. Sulawesi Tenggara. Kata kunci: ekowisata, oceanarium, pariwisata, Sulawesi Tenggara, Teluk MoramoABSTRACTMarine tourism with beautiful small islands such as in South Konawe Regency, precisely in Moramo Bay, until now is still less exposed. Moreover, tourism objects that show underwater beauty and marine life in Southeast Sulawesi are also less well known. In responding to these problems, it is important to plan the Oceanarium area which can also develop tourist areas in Moramo Bay. It is expected that this area will become a marine tourism object that can show its potential. Moramo is a sub-district in the South Konawe Regency which is located in the southeastern part of the island of Sulawesi. Its location not directly facing the open sea makes this bay rich in coral reefs and a home for fish. The Oceanarium area will become a tourist attraction with the purpose of tourism, education, and research on the marine wealth in Southeast Sulawesi while preserving the underwater world. Besides the oceanarium building, a marine biota museum and mini cinema are also planned as additional tourist attractions. A research laboratory is also planned as a place to research various efforts to preserve the underwater world and marine life to be exhibited. Besides the oceanarium building, there will be a marine biota museum and mini cinema to add tourist attractions, as well as a research laboratory that functions as a place to research various ways to preserve the underwater world in Southeast Sulawesi as well as to maintain the condition of the marine life on display. The theme used in this design object is ecotourism to maintain the original condition of Moramo Bay.Keywords: ecotourism, Moramo Bay, oceanarium, Southeast Sulawesi, tourism
REVITALISASI KAWASAN WISATA ALAM MELALUI KONSEP PENATAAN LANSEKAP BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE LANDSCAPE) (Studi Kasus : Permandian Air Tawar Toli-Toli) I Made Krisna Adhi Dharma; Irma Nurjannah; Arief Saleh Sjamsu
Jurnal Malige Arsitektur Vol 4, No 1 (2022): Jurnal Malige Arsitektur
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/malige.v4i1.26607

Abstract

ABSTRAK Wisata Toli-toli terletak di Kecamatan Lalunggasumeeto Kabupaten Konawe yang memiliki potensi wisata alam berupa permandian air tawar yang saat ini kondisinya tidak terawat sehingga mengancam kepariwisataan setempat, seperti terlihat pada konsisi kolam yang kotor, sarana penunjang bangunan fisik berupa ruang ganti yang telah rusak, akses jalan yang rusak dan telah tertutupi oleh rerimbunan semak belukar. Padahal objek wisata ini merupakan penyumbang pendapatan daerah dari sektor pariwisata dan pernah aktif sebagai objek wisata andalan daerah. Adanya berbagai ancaman terebut menjadi dasar dalam penelitian ini untuk untuk merencanakan kawasan wisata Toli-toli berbasis lansekap berkelanjutan dengan memperhatikan prinsip revitalisasi kawasan. Objek wisata Toli-toli pernah diresmikan oleh BJ Habibie yang saat ini ditandai menjadi  monumen bersejarah di sana. Adanya potensi-potensi alam mulai dari bentang alam yang indah dan flora dan fauna khas serta potensi wisata permandian air tawar menjadi dasar tujuan dilakukannya penelitian ini agar dapat menghasilkan rencana penataan kawasan wisata alam Toli-toli melalui revitalisasi kawasan berbasis penataan lansekap berkelanjutan. Metode penelitian secara kualitatif deskriptif dilakukan untuk mendeskripsikan kondisi eksisting kawasan, analisis potensi dan masalah hingga pada kondisi aspek kepariwisataan yakni aksesibilitas, amenitas dan atraktifitas (3A). Selain itu secara kualitatif menjabarkan rencana konsep pengembangan kawasan wisata Toli-toli melalui revitalisasi kawasan lansekap berkelanjutan. Hasil dari penelitian ini yakni revitalisasi kawasan melalui konsep pengembangan lansekap berkelanjutan memperhatikan aspek-aspek alamiah seperti menjaga eksistensi flora dan fauna, menyediakan sarana dan prasaran fisik pendukung dengan mempertimbangkan meminimalisir intervensi alam secara berlebihan. Selain itu pengembangan aspek 3A dan peningkatan prasarana dasar dioptimalkan dengan harapan dapat menjadikan kawasan wisata Toli-toli dapat hidup kembali dan menjadi andalan sumber pendapatan daerah setempat. Kata Kunci : Kawasan wisata Toli-toli, revitalisasi, pariwisata alam ABSTRACTToli-toli tourism is located in Lalunggasumeeto District, Konawe Regency which has natural tourism potential in the form of fresh water baths, which are currently not maintained so that they threaten local tourism, as can be seen in the condition of dirty pools, supporting facilities for physical buildings in the form of damaged changing rooms, access roads are damaged and have been covered by thickets of shrubs. Even though this tourist attraction is a contributor to regional income from the tourism sector and has been active as a regional mainstay tourist attraction. The existence of these various threats is the basis for this research to plan a sustainable landscape-based Toli-toli tourism area by taking into account the principle of area revitalization. The Toli-toli tourist attraction was inaugurated by BJ Habibie which is currently marked as a historical monument there. The existence of natural potentials ranging from beautiful landscapes and unique flora and fauna as well as the potential for freshwater bathing tourism is the basis for the purpose of this research in order to produce a plan for structuring the Toli-toli natural tourism area through revitalizing the area based on sustainable landscape arrangement. Descriptive qualitative research method was carried out to describe the existing conditions of the area, analyze potential and problems to the conditions of the tourism aspects, namely accessibility, amenities and attractiveness (3A). In addition, it qualitatively describes the concept plan for the development of the Toli-toli tourist area through the revitalization of a sustainable landscape area. The results of this study are the revitalization of the area through the concept of sustainable landscape development taking into account natural aspects such as maintaining the existence of flora and fauna, providing supporting physical facilities and infrastructure by considering minimizing excessive natural intervention. In addition, the development of the 3A aspect and the improvement of basic infrastructure are optimized in the hope that the Toli-toli tourist area can come back to life and become a mainstay of local revenue sources.Keywords: Toli-toli tourist area, revitalization, nature tourism
PERANCANGAN MALL DI KABUPATEN KOLAKA DENGAN PENDEKATAN GREEN ARCHITECTURE NAHDAH FAUZIAH; Irma Nurjannah; Weko Indiria Romanti Aulia
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i2.25207

Abstract

Perancangan bangunan mall di kabupaten kolaka dengan pendekatan green architecture bertujuan sebagai wadah sarana ekonomi yang memberikan kemudahan kepada kalangan masyarakat dalam melakukan transaksi jual beli barang baik barang-barang yang bersifat konsumtif maupun produktif. Selain itu, Pusat Perbelanjaan juga memberikan peluang kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan bagi masyarakat sehingga pembangunannya akan memberikan kontribusi bagi dinamika ekonomi masyarakat dan peningkatan pendapatan pemerintah daerah. Perancancangan bangunan Mall ini berlokasi di kelurahan Lamokato, Kecamatan Kolaka Kabupaten Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara. Perancangan Bangunan Mall ini menggunakan pendekatan Green architecture  yang akan memberi kontribusi pada masalah lingkungan khususnya pemanasan global. Konsep green architecture yang diterapkan pada bangunan yaitu pada bagian indoor,outdoor dan fasad bangunan. Penerapan Green Architecture pada bagian indoor yaitu penggunaan material, pencahayaan dan penghawaan yang diterapkan pada ruang selain ruang yang membutuhkan penghawaan suhu tertentu seperti retail, bioskop, dan lainnya. Pada outdoor bangunan di terapkan pada analisis lingkungan, penggunaan material, vegetasi. Penerapan pada fasade bangunan yang sesuai dengan pendekatan arsitektur hijau seperti penggunaan material dan penerapan tanaman rambat pada selasar bangunan yang menjadi unsur estetika tampilan bangunan yang memberikan kesan hijau dan sejuk.Kata Kunci : Perancangan Mall, Green Architecture.
Galeri Seni Fotografi di Kota Kendari Dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer Amaluddin Amaluddin; Irma Nurjannah; Santi Santi
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i2.25872

Abstract

Fotografi di Indonesia saat ini berkembang pesat, ada masyarakat yang memanfaatkannya sebagai pekerjaan utama, ada juga yang menjadikan fotografi sebagai hobi. Kota Kendari menjadi salah satu kota yang masyarakatnya mulai menaruh minat dalam bidang fotografi. Beberapa kegiatan yang berkaitan dengan fotografi sering diadakan di Kota Kendari, seperti lomba foto dan pameran serta diisi dengan kegiatan lainnya seperti diskusi, sharing fotografi, dan bazar karya fotografi. Bahkan pada tahun 2011 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, ribuan fotografer berhasil memecahkan Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) pada kategori ‘hunting’ dan lomba foto dengan peserta terbanyak. Namun, sarana fotografi masih sedikit untuk menampung seluruh kebutuhan dalam bidang fotografi. Hal tersebut dapat dilihat dari kegiatan pameran biasanya diadakan di hotel, coffe shop, dan di ruang terbuka (outdoor) yang ada di Kota Kendari. Fenomena tersebut menjadikan dasar untuk merencanakan bangunan Galeri Seni Fotografi di Kota Kendari yang dapat menghadirkan dan mempertunjukkan karya fotografi dan informasi mengenai fotografi. Pendekatan Arsitektur Kontemporer yang selalu memiliki gaya baru dan akan terus berkembang sesuai keadaan dunia dan tidak terpaku pada aturan-aturan klasik akan sesuai dengan perancangan galeri foto yang diharapkan tidak terikat dengan ketentuan khusus dalam kategori foto lama atau baru, sehingga akan menampung berbagai macam karya fotografi tanpa batasan apapun. Kata Kunci : Arsitektur Kontemporer, Fotografi, Galeri
PENERAPAN ARSITEKTUR PERILAKU PADA GEDUNG YAYASAN PEMBINAAN ANAK CACAT (YPAC) DI KOTA KENDARI INDAH FURY SAPUTRY; Irma Nurjannah; Siti Belinda Amri
GARIS Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55679/garis.v7i2.27613

Abstract

Di Kota Kendari tercatat sebanyak 2.693 jiwa penyandang cacat, dimana cacat fisik sendiri diantaranya: tunanetra 280 jiwa, tunawicara/tunarungu 470 jiwa, tunadaksa 1.300 jiwa. Berdasarkan jumlah penyandang cacat tersebut, di Kota Kendari belum tersedia wadah yang dapat menampung pembinaan anak berkebutuhan khusus secara medik, pendidikan dan juga sosial dalam satu tempat. Menanggapi hal tersebut, maka perencanaan gedung yayasan yang khusus menangani anak cacat, dimana nantinya tempat ini akan menjadi ruang bagi anak melakukan terapi dan juga melakukan pembelajaran yang akan dibina oleh tenaga ahli, bangunan ini berupa Gedung Yayasan Pembinaan Anak Cacat di Kota Kendari. Adapun nantinya gedung ini akan menampung anak berkebutuhan khusus dengan penyediaan fasilitas berupa fasilitas pendidikan dan juga fasilitas terapi. Dalam proses perencanaan gedung ini harus memperhatikan perilaku-perilaku dari anak berkebutuhan khusus, oleh karena itu perencanaan ini menggunakan pendekatan arsitektur perilaku.
Rehabilitasi Ekosistem Terumbu Karang Menggunakan Metode Rangka Spider-Web Firihu, Muhammad Zamrun; Variani, Viska Inda; Sudarsono; Nurjannah, Irma; Takwir, Amadhan
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v1i1.15

Abstract

Ekosistem terumbu karang ini sangat rentan mengalami kerusakan, ada dua penyebab kerusakan terumbu karang, yaitu akibat dari kegiatan manusia dan pengaruh dari alam. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah adanya kerusakan ekosistem terumbu karang akibat faktor antropogenik. Lokasi pengabdian ini adalah Desa Mekar yang dihuni oleh masyarakat etnis bajo dimana 80% aktifitas masyarakatnya adalah nelayan dan pembudidaya ikan. Program pengabdian ini dilaksanakan terintegrasi dengan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik dimana program utamanya adalah rehabilitasi terumbu karang menggunakan kerangka spider-web. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa bersama-sama dengan Dosen Pendamping Lapangan (DPL) dan mitra kelompok nelayan Miara Sama Mandiri bersama-sama menyiapkan peralatan dan bahan serta menurunkan unit transplantasi karang ke lokasi. Tidak kurang dari 30 unit media transpantasi dengan jumlah anakan karang mencapai 570 anakan karang berhasil ditransplantasikan di perairan sekitar Pulau Bokori.    
Inovasi Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang Menjadi Souvenir Untuk Mendukung Destinasi Wisata Pulau Bokori Viska Inda Variani; Muhammad Zamrun Firihu; Irma Nurjannah; Fahmiati; Takwir, Amadhan; Sjamsu Alam Lawelle; Darwin Ismail
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v2i1.53

Abstract

Dukungan UMKM sangat diharapkan sebagai dukungan menyediakan fasilitas barang dan jasapada daerah destinasi pariwisata. Sejauh ini, dukungan UMKM dalam penyediaan souvenir di sekitar Pulau Bokori belum optimal. Desa Leppe merupakan salah satu desa penyangga di sekitar Pulau Bokori yang menjadi destinasi wisata bahari Kota Kendari. UMKM di desa ini berpotensi sebagai penyedia jasa pariwisata melalui produksi souvenir khas pesisir. Permasalahan yang ada saat ini adalah belum adanya inisiatif untuk memanfaatkan segmen pasar wisatawan melalui penyediaan souvenir. Hal ini disebabkan oleh belum adanya pelatihan penguatan kapasitas kelompok, kendala modal awal untuk menyediakan alat dan bahan dan belum tersedianya akses pasar. Program ini ditujukan bagi penguatan kapasitas anggota UMKM di Desa Leppe melalui serangkaian kegiatan yakni workshop pembuatan souvenir dengan memanfaatan limbah cangkang kerang-kerangan, pendampingan produksi souvenir kerang-kerangan, dan penguatan akses pasar melalui pemanfaatan media sosial. Hasil dari pelaksanaan program ini adalah anggota kelompok UMKM telah mengetahui teknik pembuatan souvenir dan dapat memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk souvenir. Jenis - jenis produk souvenir yang telah dihasilkan oleh kelompok ini adalah gantungan kunci, bros, hiasan dinding, lampu tidur, bingkai foto dan tirai
Pengembangan Sarana Air Bersih Untuk Mendukung Perencanaan Desa Wisata Bahari Muhammad Zamrun Firihu; Viska Inda Variani; Amadhan Takwir; Irma Nurjannah; Fahmiati; Arwan Arif Rahman
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JAPIMAS) Vol. 3 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/japimas.v3i1.48

Abstract

Desa Mekar adalah salah satu desa penyangga di sekitar Pulau Bokori yang menjadi destinasi wisata bahari Kota Kendari. Desa ini berpotensi menjadi desa wisata dan budaya karena letaknya yang strategis dan memiliki keunikan khas etnis bajo. Sebagai desa transit menuju kawasan wisata Pulau Bokori, maka dukungan fasilitas umum sangat dibutuhkan. Salah satu permasalahan terkait dengan kebutuhan fasilitas umum ini adalah belum tersedianya akses air bersih untuk semua warga desa. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dimulai dari tahapan sosialisasi dan koordinasi program, survei kondisi sarana air bersih eksisting, penghijauan pada sumber mata air dan instalasi sarana air bersih berupa pipa dan tandon air. Progam ini menyediakan saluran pipa air bersih sepanjang 800 meter pipa yang menghubungkan sumber mata air utama dari Gunung Boe Bolo ke dusun 3 Desa Mekar. Dua titik bak air besih telah disediakan dan sudah dimanfaatkan oleh warga di dua desa. Selain itu, sebanyak kurang lebih 200 pohon telah ditanam di sekitar mata air Boe Bolo dengan melibatkan warga di dua desa yakni Desa Mekar dan Desa Bajo Indah.
Penguatan Kelompok Usaha Bersama Kerajinan Tangan Melalui Peningkatan Kreatifitas Produk dan Akses Pemasaran Viska Inda Variani; Muhammad Zamrun F; Amadhan Takwir; Irma Nurjannah; Fahmiati; Darwin Ismail
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JAPIMAS) Vol. 3 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/japimas.v3i1.49

Abstract

Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kerajinan Tangan yang ada di Desa Mekar Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe merupakan salah satu usaha kelompok masyarakat yang dibentuk untuk mendukung destinasi tujuan wisata Pulau Bokori. Desa ini terletak di pesisir Konawe, berhadapan langsung dengan Pulau Bokori, merupakan salah satu desa penyangga tujuan wisata Kendari dan sekitarnya. Di desa ini telah terbentuk 2 KUB kerajinan tangan yang dinisiasi melalui program desa dan CSR PT. Sarana Multi Infrastruktur. Permasalahan yang ada adalah sejak pembentukannya, KUB ini belum bekerja secara optimal karena masih minim kreatifitas produk dan kendala pada aspek pemasaran. Program pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo yang terintegrasi dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini diarahkan untuk memberikan penguatan pada aspek fasilitasi penyediaan bahan dan peralatan dasar yang dibutuhkan oleh KUB kerajinan tangan, penguatan inovasi produk dan pendampingan akses pemasaran secara online. Pada pelaksaannya, KUB ini telah mampu memproduksi berbagai varian produk kerajinan tangan yakni gantungan kunci, cermin, gelang, lampu hias, tempat tisu dengan memanfaatkan jenis-jenis limbah kerang dan berbagai produk yang menggunakan kain antara lain taplak meja, alas penutup kulkas, alas penutup galon, dan tirai. Anggota KUB juga telah dibekali dengan metode pemasaran dengan memanfaatkan media sosial.