Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Pemberdayaan Petani dalam Pengendalian Hama Terpadu Melalui Pelatihan Rekayasa Ekologi dengan Refugia di Desa Sentang Lisdayani, Lisdayani; Mayly, Syarifa; Adriansyah, Adriansyah; Suswati, Suswati; Munte, Sirmas; Kartika, Arie
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 6 (2024): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.6.809-814

Abstract

This service activity aims to encourage farmer to plant refugia around growth fields. Effort to increase the natural enemies population are very important to maintaining sustaibility of field ecosystem. The main problem for farmers is the lack of knowledge of farmers in using refugia plant as environmentally friendly in integrated pest management technology. The ecological engineering with refugia plants is a strategy to create habitats for natural enemies. This community service was carried out in Sentang Village with target partners, namely Bina Mangrove Farmers Group. Implementation methods are Pretest, Counseling about refugia plants, selecting suitable refugia plants species, Practical training and demonstration of ecological engineering with refugia plants, Post test. The results of this Community Service concluded that there was an increase in the farmers' knowledge and skills using refugia plant as environmentally friendly in integrated pest management technology.
Analisis Dampak Media Sosial bagi Remaja di Kota Medan Saragih, Adelin Australiati; Kartika, Arie; Novita, Nanda
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN, PSIKOLOGI DAN KESEHATAN (J-P3K) Vol 4, No 3 (2023): J-P3K DESEMBER
Publisher : Yayasan Mata Pena Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51849/j-p3k.v4i3.245

Abstract

Remaja merupakan salah satu tahapan perkembangan dimana individu mulai mengeksplor lingkungan dan mencari identitas dirinya. Dalam tahapan perkembangan, remaja dihadapkan pada perkembangan teknologi yang pesat. Perkembangan teknologi menjadi salah satu hal yang berpengaruh terhadap munculnya berbagai media sosial. Berbagai jenis media sosial kerap digemari oleh remaja, adapun penggunaannya didasarkan pada berbagai tujuan, mulai dari mempermudah komunikasi dan interaksi hingga sebagai salah satu media yang dapat memberikan hiburan. Pesatnya penggunaan media sosial menyebabkan berbagai dampak positif dan negatif yang dapat dilihat secara psikologis, hukum maupun dari perkembangan bidang teknologi dan informasi. Adapun tujuan dari penelitian ini untuk menganalis dampak-dampak dari penggunaan media sosial yang dilakukan remaja. Jenis penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 105 remaja di Kota Medan yang diambil dari beberapa sekolah, yaitu SMA Gadjah Mada Medan, SMK Medan Area serta siswa-siswa SMA sekolah lainnya. Metode pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Data diambil menggunakan kuesioner yang dibagikan secara langsung dan sebagian melalui google form yang kemudian dianalisis secara statistik. Adapun hasil penelitian menunjukkan sebanyak 105  sampel remaja menggunakan media sosial dan memunculkan dampak yang berkaitan dengan aspek psikologis, hukum dan teknologi.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK KELUARGA (PKK) DENGAN BUDIDAYA SAYURAN MICROGREEN SEBAGAI UPAYA PEMENUHAN SAYURAN SEHAT DAN BERGIZI UNTUK PENCEGAHAN STUNTING DI DESA TANJUNGSARI, KECAMATAN BATANGKUIS, DELI SERDANG, SUMATERA UTARA Suswati, Suswati; Kartika, Arie; Munthe, Sirmas; Fadillah Lubis, Rafli; Saputra Halawa, Emmanuel
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 12 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i12.5413-5425

Abstract

Penyediaan sayuran sehat dan bergizi dengan metode microgreen merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok PKK Desa Tanjung Sari dalam pemenuhan sayuran keluarga secara mandiri guna pencegahan stunting. Sayuran microgreen memiliki keunggulan dipanen lebih awal (7-21 hari setelah tanam), lebih bergizi 4-40 kali, lebih tinggi dibandingkan sayuran dewasa, variasi tanaman banyak warna yang menarik dan teknik budidaya yang mudah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertujuan untuk : 1.Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap (PKS) kelompok PKK Desa Tanjung Sari dalam budidaya tanaman dengan metode microgreen. 2. Memberdayakan kelompok PKK dalam swamedikasi sayuran microgreen untuk pembuatan jus dan smoothie sebagai minuman sehat bergizi pencegah stunting. Pelaksanaan kegiatan menggunakan metode training dengan pemberian materi manfaat microgreen, budidaya microgreen dan penyajian microgreen untuk dikonsumsi. Setelah peserta mendapatkan materi dilanjutkan dengan praktik secara individu dengan tim PKM. Peserta pelatihan adalah kelompok PKK Desa Tanjung Sari. Hasil evaluasi angket sebanyak 90% peserta pelatihan relatif puas dengan kegiatan pemberdayaan kelompok PKK Desa Tanjungsari, Deli Serdang dalam implementasi kreasi pangan berbasis microgreen menuju Desa Tanjungsari bebas stunting. Sebanyak 100% peserta mendapatkan pengetahuan berkaitan dengan stunting dan cara pencegahannya melalui konsumsi microgreen, 84% peserta telah memahami dan terampil dalam melakukan budidaya tanaman microgreen dan 100% peserta berniat melanjutkan kegiatan penanaman tanaman microgreen secara mandiri untuk pemenuhan sayuran sehat bergizi keluarga serta 88% peserta tahu dan dapat mengolah hasil panen microgreen menjadi makanan dan minuman sehat keluarga dan semua peserta (100%) meminta agar kegiatan ini berkelanjutan
Kajian Hukum Pidana Terhadap Pelaku Pencurian Buah Kelapa Sawit Milik Kelompok Tani di wilayah Asahan Sumatera Utara Lubis, Mohammad Tahan; Kartika, Arie
Locus Journal of Academic Literature Review Vol 4 No 6 (2025): September
Publisher : LOCUS MEDIA PUBLISHING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56128/ljoalr.v4i6.559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan menganalisis bagaimana hukum pidana diterapkan dan penegakannya dalam konteks kasus pencurian kelapa sawit di wilayah Asahan Sumatera Utara Indonesia. Fokus penelitian ini adalah pada kasus individu dengan yang telah berulang kali terjadi tindakan pencurian di lahan milik Kelompok Tani Giat Bersama, namun hanya menerima peringatan lisan dan tertulis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum empiris, dengan pengumpulan data primer melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan, serta data sekunder melalui studi literatur dan dokumen hukum yang relevan. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang penerapan hukum pidana dan bagaimana peningkatan efektivitas dan keadilan dalam penegakan hukum dapat dicapai, khususnya dalam kasus tindak pidana pencurian kelapa sawit. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi untuk melakukan reformasi dalam sistem penegakan hukum pidana dan penyesuaian kerangka hukum pidana untuk menangani kasus serupa di masa mendatang sehingga Hasil dari penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang penerapan hukum pidana dan bagaimana peningkatan efektivitas dan keadilan dalam penegakan hukum dapat dicapai, khususnya dalam kasus tindak pidana pencurian kelapa sawit.
Political Corruption as a Real Threat to the Sustainability of Constitutional Democracy Agustina, Enny; Mallaranggeng, Andi Bau; Rais, Muslihin; Rasyid, Muh. Fadli Faisal; Khair, Otti Ilham; Rivera, Kevin M; Kartika, Arie
Pena Justisia: Media Komunikasi dan Kajian Hukum Vol. 23 No. 1 (2024): Pena Justisia
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/pj.v23i3.5057

Abstract

This study aims to examine the impact of political corruption on citizens' capacity to participate in government, the efficacy of anti-corruption laws, and the role of the Corruption Eradication Commission in the fight against corruption and the strengthening of constitutional democracies in Indonesia.Examining applicable legal standards, legislation, rules, doctrine, and judicial decisions is part of the normative research strategy. This examination also included a literature review of relevant studies, articles, and government publications. The research found that corruption discourages citizens of Indonesia from becoming active in politics. The public has lost interest in politics and has become wary of the corrupt system as a result. When it comes to creating a transparent and honest political system, there are doubts about how successful anti-corruption laws and the Corruption Eradication Commission have been in eradicating political corruption. 
Kajian Hukum Disparitas Pemidanaan dalam Tindak Pidana Kekerasan Terhadap Pejabat Maharani, Riyana; Kartika, Arie
Jurnal Hukum Sasana Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Hukum Sasana: June 2026
Publisher : Faculty of Law, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/sasana.v12i1.4666

Abstract

Penggunaan Saksi Mahkota (Kroon Getuige) dalam proses persidangan merupakan langkah pragmatis yang sering diambil saat terjadi tindak pidana penyertaan (deelneming) dan tidak adanya saksi yang dapat mengungkap fakta secara komprehensif atau kurangnya alat bukti yang memadai. Status ganda Saksi Mahkota—sebagai terdakwa sekaligus saksi bagi terdakwa lain—menghasilkan konflik yuridis signifikan, terutama dalam konteks penjatuhan hukuman. Penelitian ini membahas pengaturan hukum Saksi Mahkota dalam perkara tindak pidana kekerasan melawan pejabat yang sedang melakukan pekerjaan yang sah (Pasal 212 jo. Pasal 55 KUHP) serta menganalisis pertimbangan hakim yang menyebabkan terjadinya disparitas putusan dalam studi kasus Putusan No. 1837/Pid.B/2023/PN.Lbp (Terdakwa Maulana Adibya Lubis) dan Putusan No. 1838/Pid.B/2023/PN.Lbp (Terdakwa I Defri Ramadhan dan Terdakwa II Eko Pratama Siregar). Jenis penelitian yang digunakan adalah metode yuridis normatif dengan pendekatan kasus dan komparasi putusan. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa pengaturan Saksi Mahkota di Indonesia tidak eksplisit dalam KUHAP, melainkan didasarkan pada Pasal 184 dan 142 KUHAP (splitsing), didukung Yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor 1986/K/Pid/1989 dan Surat Edaran Kejaksaan Agung Nomor B-69/E/02/1997. Ditemukan adanya disparitas putusan yang tidak sah (unwarranted disparity), di mana pemidanaan yang berbeda (5 bulan, 7 bulan, dan 5 bulan) dijatuhkan berdasarkan pertimbangan non-yuridis individualisasi pidana dan tingkat kooperatifitas pelaku. Untuk mengatasi konflik norma dan disparitas yang merusak legitimasi hukum, direkomendasikan agar Tim Penyusun KUHAP mencantumkan regulasi Saksi Mahkota secara eksplisit dan menerapkan pedoman penjatuhan putusan pidana (sentencing guidelines) yang terstruktur.