Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Analisis Kesesuaian Peta Bidang Tanah Tersertifikat dengan Wajib Pajak untuk Penentuan Potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) (Studi Kasus : Desa Bungurasih) Deviantari, Udiana Wahyu; Budisusanto, Yanto; Muhammad, Rizal Nur
GEOID Vol. 17 No. 1 (2021)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v17i1.1710

Abstract

Menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah menyebutkan bahwa Pemerintah Daerah berhak melakukan penarikan Pajak Bumi dan Bangunan dalam rangka untuk mendapatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, data persil tanah yang dimiliki oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Sidoarjo berbeda dengan data wajib pajak yang dimiliki oleh pemerintah desa. Pada penelitian kali ini dilakukan analisis kesesuaian antara persil tanah yang dimiliki Badan Pertanahan Nasional (BPN) dengan data wajib pajak dimiliki oleh Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Kabupaten Sidoarjo dengan cara melakukan overlay terhadap peta persil tanah dengan peta desa. Kemudian dengan melakukan pembuatan zona nilai tanah terlebih dahulu, dapat diketahui potensi PAD yang dapat dihasilkan dari persil tanah yang belum memeiliki identitas pajak. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada zona dengan persil yang teratur dan ruko memiliki tingkat kesesuaian yang tinggi yaitu Perumahan DPU dengan 56 persil tanah dan 53 wajib pajak, Wisma Bungurasih dengan 302 persil tanah dan 320 wajib pajak, dan Ruko Taman Bungurasih dengan 70 persil tanah dan 71 wajib pajak. Lalu, pada zona dengan persil yang tidak teratur memiliki tingkat kesesuaian yang rendah yaitu Bungurasih Utara dengan 38 persil tanah dan 204 wajib pajak dan Bungurasih Dalam dengan 13 persil tanah dan 37 wajib pajak. Kemudian, untuk potensi PAD yang dapat dihasilkan adalah Rp 1.114.461,60 dari 6 persil tanah di Perumahan DPU dan Wisma Bungurasih yang tidak memiliki informasi pajak.
Analisis Nilai Tanah Di Wilayah Kota Penyangga (Studi Kasus: Kota Surabaya) Maharani, Kartika Tamara; Deviantari, Udiana Wahyu; Budisusanto, Yanto
GEOID Vol. 17 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v17i2.1741

Abstract

Kebutuhan lahan permukiman yang semakin terbatas dan mahalnya lahan permukiman di daerah Kota Surabaya terutama yang berada di pusat kota membuat masyakarat lebih memilih bermukim di wilayah penyangga yaitu pinggiran kota Surabaya. Oleh karena itu, para pengembang cenderung membangun perumahan di wilayah penyangga tersebut yang harga lahannya relatif murah dan lahan yang masih tersedia. Penelitian ini bertujuan utuk mengetahui nilai tanah di wilayah penyangga di Kota Surabaya dan dapat menggambarkannya dalam bentuk peta ZNT. Pada jenis penelitian ini menggunakan metode pendekatan pasar. Hasil nya terdapat 19 zona yang terdiri dari Kecamatan Karangpilang, Kecamatan Jambangan, Kecamatan Gayungan, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Kecamatan Rungkut, dan Kecamatan Gununganyar dengan rentang nilai tanah 1 s/d 1,500,000 sampai dengan 12.000.001 s/d 13.500.000. Hasil untuk zona tertinggi ada di zona SUB2 yang merupakan zona Perumahan di Kecamatan Gayungan dengan NIR Rp 11,775,252 dan zona dengan nilai terendah adalah SUB17 yang merupakan zona Pemukiman di Kecamatan Karang Pilang dengan NIR Rp 4,394,569 dan zona dengan nilai tengah adalah SUB13 yang merupakan zona industri di Kecamatan Gununganyar dengan NIR Rp 7,869,938.
Literatur Review: Penilaian Pajak Bumi dan Bangunan di Wilayah Perkotaan Deviantari, Udiana Wahyu; Kurniawan, Akbar
GEOID Vol. 17 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v17i2.1746

Abstract

Pajak bumi dan bangunan menawarkan bentuk perpajakan yang adil dan efisien untuk daerah perkotaan yang dapat berdampak pada investasi, dan memungkinkan pemerintah untuk mengidentifikasi kenaikan harga tanah dan properti. Sistem perpajakan yang dirancang dan dikelola memiliki kelemahan dalam menentukan penilaian pajak bumi dan bangunan. Studi ini akan membantu meningkatkan pajak bumi dan bangunan secara lebih efisien, terutama untuk daerah perkotaan. Makalah ini mengidentifikasi beberapa metode dalam menentukan pajak bumi dan bangunan di perkotaan. Data nilai tanah yang tersedia dapat membantu dalam mengidentifikasi secara empiris hubungan antara pajak dan pertumbuhan ekonomi. Metode ini dapat membantu pemerintah dalam menentukan pajak secara lebih adil, efisien, dan transparan.
Literature Review: Pengaruh Administrasi Pertanahan dalam Penilaian Tanah Deviantari, Udiana Wahyu; Djurdjani, Djurdjani
GEOID Vol. 18 No. 2 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v18i2.1776

Abstract

Sistem Administrasi Pertanahan dalam suatu negara dapat menentukan infrastruktur dalam mengimplementasi kebijakan pertanahan dan strategi pengelolaan pertanahan. Pentingnya tanah sebagai faktor produksi dan bahan untuk pembangunan menyoroti peran administrasi tanah dalam pembangunan ekonomi suatu negara. Pajak tanah merupakan instrumen yang dapat memberikan manfaat untuk pembangunan perkotaan. Dalam menentukan pajak tanah harus memadai, efisien dan adil. Permasalahan perpajakan properti adalah dalam pengenaan pajak properti yang dinilai terlalu rendah, dan pemungutan pajaknya yang kurang baik. Permasalahan tersebut akibat dari administrasi pertanahan yang tidak efisien, yaitu kurangnya transparansi informasi pertanahan. Tujuan dalam makalah adalah kajian literatur review mengenai pengaruh administrasi tanah dalam penilaian tanah di Indonesia. Dalam evaluasi administrasi tanah dalam penilaian tanah di Indonesia berdasarkan kelembagaan, hak atas tanah dan properti, penilaian tanah dan properti, kriteria penentuan pajak tanah. Dari hasil kajian dapat disimpulkan bahwa perlu adanya perangkat untuk standarisasi dan integrasi data, dalam hal ini adalah ISO 19110. Dan dalam proses penentuan pajak tanah dapat di kombinasikan dengan pemodelan yang dapat digunakan untuk memprediksi nilai pajak tanah dan properti serta melakukan otomatisasi dalam perhitungan NJOP.
Pengembangan Objek Wisata dalam Upaya Meningkatkan Kunjungan Wisatawan (Studi Kasus: Wisata Waduk Selorejo Kabupaten Malang) Hasnaini, Hanum; Yuwono , Yuwono; Deviantari, Udiana Wahyu
GEOID Vol. 19 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v19i1.1799

Abstract

Sektor pariwisata merupakan sektor prioritas dalam pembangunan ekonomi karena mampu untuk menambah pendapatan devisa negara, sehingga pengembangan potensi pariwisata penting untuk dilakukan. Pengembangan objek wisata pada suatu daerah pariwisata dapat bertujuan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Waduk Selorejo merupakan salah satu wisata alam Indonesia yang terletak di Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sejak tahun 2020, Waduk Selorejo telah mengalami penurunan jumlah kunjungan wisatawan akibat adanya covid-19. Penurunan jumlah wisatawan juga disebabkan karena kurangnya penataan lingkungan fisik yang ada pada objek wisata tersebut. Untuk itu dilakukan pengembangan objek wisata untuk dapat meningkatkan minat wisatawan dalam berkunjung ke wisata Waduk Selorejo. Penelitian terkait hal tersebut dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif, yang mendeskripsikan pengembangan objek wisata berdasarkan luas lahan yang tersedia. Pengembangan objek wisata Waduk Selorejo juga didasarkan pada kondisi eksisting lahan, peta potensi wisata Waduk Selorejo tahun 2022, dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Malang tahun 2010. Terdapat 5 objek wisata yang akan dikembangkan, yakni area outbound dengan luas 600 m2 yang dikembangkan sesuai dengan penelitian Ameilia (2018) tentang redesain kawasan outbound; bumi perkemahan dengan luas 2.500 m2 yang dikembangan berdasarkan Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 24 Tahun 2015 tentang Standar Usaha Bumi Perkemahan; agrowisata berupa kebun bunga terasering dan wisata petik buah yang dikembangkan berdasarkan RTRW Kabupaten Malang tahun 2010; dan tempat pemancingan dengan panjang 50 meter yang dikembangkan berdasarkan Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 19 Tahun 2015 tentang Standar Usaha Wisata Memancing. Rencana pengembangan objek wisata Waduk Selorejo divisualisasikan ke dalam peta rencana pengembangan yang memuat pemodelan 3-dimensi untuk setiap objek wisata yang dikembangkan.
Land Value Modeling Using Log-Linear Multiple Regression Irbah, Nafisatus Sania; Putri, Intan Permata; Deviantari, Udiana Wahyu
GEOID Vol. 20 No. 1 (2025)
Publisher : Departemen Teknik Geomatika ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/geoid.v20i1.2725

Abstract

Land value is an assessment of land based on its economic potential. It is influenced by various factors, including public facilities, road networks, and proximity to supporting infrastructure. Land value information plays a crucial role in infrastructure development, budget planning, and site selection for new infrastructure projects. According to the Surabaya City Regional Spatial Plan (Rencana Tata Ruang Wilayah – RTRW) 2014–2034, the development of Teluk Lamong Port, located in the Tambak Osowilangun Subdistrict, aims to enhance national logistics efficiency by alleviating traffic congestion at Tanjung Perak Port, which has exceeded its maximum capacity. This development is expected to affect land values in the subdistrict. Therefore, an objective land valuation is necessary, which can be achieved through modeling. This study employs a Multiple Linear Regression (MLR) approach with a log-lin model to determine land values. The modeling was conducted using 87 land sale and purchase transaction records, which were adjusted based on Circular Letter of the Directorate General of Taxes No. SE-55/PJ.6/1999. The independent variables used in the model include Land Area (LT), Land Use (PL), Distance to Road (JJ), Distance to Port (JPTL), Distance to the Central Business District (JCOP), and Distance to the Terminal (JTTO). The model was evaluated using statistical tests, including the coefficient of determination, partial test, simultaneous test, multicollinearity test, and Coefficient of Variation (CoV) for model evaluation. The resulting land value model is expressed as: Ln NTE = 9.305184 + (1.053730 × PL) + (-0.000450 × JCOP) + (0.000823 × JPTL). The CoV value obtained remains acceptable as it is below 20%, indicating the model's reliability.