Hana Sugiastu Firdaus, Hana Sugiastu
Program Magister Teknik Geomatika, ITS

Published : 20 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Analisis Kesesuaian Lahan Peruntukan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Di Kota Pekalongan Berbasis Sistem Informasi Geografis Maharani, Raden Roro Kingkin; Nugraha, Arief Laila; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2024.41959

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat berdampak terhadap tingkat konsumsi dan membawa permasalahan baru berupa meningkatnya volume sampah. Menurut Kepala Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, produksi sampah di Kota Pekalongan mencapai 140 ton per harinya. TPA Degayu merupakan satu-satunya tempat pembuangan akhir yang ada di Kota Pekalongan. Saat ini kapasitas dari TPA Degayu dengan luas 5,8 hektar telah melebihi standar yang ditetapkan. Selain itu, berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup TPA Degayu dinilai sudah tidak memenuhi standar SNI 03-3241-1994 karena berada cukup dekat dengan permukiman yaitu < 500 meter dan badan air sejauh < 100 meter. Berdasarkan permasalah tersebut, perlu dilakukan kajian mengenai kesesuaian lahan peruntukkan TPA. Tujuan utama dari penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian lahan peruntukan TPA di Kota Pekalongan sehingga pemanfaatan lahan dapat lebih optimal. Terdapat 6 kriteria utama yang digunakan adalah fisik, penggunaan lahan, hidrogeologi, lingkungan, ekonomi dan sosial. diperoleh  Kriteria tersebut dibobotkan menggunakan AHP (Analytical Hierarchy Process) dan dianalisis menggunakan weighted overlay. Berdasarkan hasil judgement AHP, kriteria lingkungan dinilai memiliki prioritas utama dalam pemetaan kesesuaian lahan dengan nilai sebesar 36,79%. Hasil pengolahan AHP diperoleh 3 klasifikasi yaitu tidak sesuai seluas 1.967,267 hektar, kurang sesuai seluas 1.875,749 hektar dan sesuai memiliki luas 805,558 hektar.
Analisis Harga Tanah Pasar Wajar Terhadap Keberadaan Pusat Perdagangan Dan Jasa (Studi Kasus: Kelurahan Kauman Kec. Semarang Tengah, Kota Semarang) Setiyanto, Nesta Untari; Firdaus, Hana Sugiastu; Qoyimah, Shofiyatul
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2024.42713

Abstract

Menurut Peraturan Daerah Kota Semarang No. 5 Tahun 2021 Tentang RTRW Kota Semarang Tahun 2011-2031, Kecamatan Semarang Tengah masuk dalam BWK I. BWK I memiliki 3 pengembangan fungsi utama yaitu perdagangan dan jasa berskala internasional, pusat pemerintahan Provinsi, dan pusat pemerintahan Kota. Kawasan Masjid Agung Semarang yang sebagian berada di Kelurahan Kauman disebutkan sebagai salah satu kawasan strategis kota sosial dan budaya. Pasar Johar disebutkan sebagai salah satu pengembangan destinasi pariwisata. Perkembangan wilayah di pusat kota cenderung pesat dan cepat, hal ini menjadikan kebutuhan akan tanah dan ruang di Kota Semarang semakin meningkat setiap tahunnya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui harga tanah pasar wajar dan menganalisis keberadaan pusat perdagangan dan jasa dalam mempengaruhi harga tanah yang berada di Kelurahan Kauman. Penelitian menggunakan analisis deskriptif dengan melihat fakta yang ada dilapangan dan data survei harga tanah yang disajikan dalam bentuk tabel dan digambarkan dalam bentuk peta, serta pendekatan analisis kernel density untuk melihat kepadatan pusat perdagangan dan jasa dalam mempengaruhi harga tanah pasar wajar di Kelurahan Kauman. Kelurahan Kauman terdapat 10 pusat perdagangan dan jasa. Berdasarkan survei harga tanah pasar wajar 2023 diperoleh NIR 2023 tertinggi terdapat pada zona 252 yaitu Rp 36.870.000, hal ini karena zona 252 terletak sangat strategis yaitu di Jl. Pemuda dan Jl. KH. Agus Salim yang dekat dengan kawasan Kota Lama Semarang. Sedangkan yang memiliki NIR 2023 paling rendah pasa zona 161 yaitu Rp 6.831.564, hal ini karena zona 161 merupakan area permukiman yang berada di pinggiran Kelurahan Kauman yang tidak terdapat pusat perdagangan dan jasa. Perubahan ZNT tahun 2018-2023 menunjukkan bahwa semua zona setiap tahun selalu mengalami kenaikan. Perubahan ZNT pada tahun 2018-2020 tertinggi terdapat pada zona 496 yaitu sebesar Rp13.946.000,00 sedangkan perubahan ZNT terendah pada zona 268 yaitu sebesar Rp1.993.000,00. Perubahan ZNT tahun 2020-2023 tertinggi terdapat pada zona 252 yaitu sebesar Rp 6.742.000, sedangkan perubahan terendah pada zona 266 yaitu sebesar Rp133.600,00.
ANALISIS PERUBAHAN ZONA NILAI TANAH DI KELURAHAN PURWOSARI, KECAMATAN SEMARANG UTARA Fadilah, Risma; Firdaus, Hana Sugiastu; Qoyimah, Shofiyatul
Jurnal Geodesi Undip Vol 13, No 1 (2024): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2024.42178

Abstract

Perkembangan sarana dan prasarana transportasi berperan penting dalam menunjang kegiatan perekonomian masyarakat baik daerah maupun perkotaan. Kelurahan Purwosari yaitu salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Semarang Utara yang memiliki beberapa prasarana transportasi seperti Stasiun Semarang Poncol, shelter/halte, dan pangkalan ojek Pembangunan prasarana berpengaruh terhadap harga tanah di wilayah tersebut. Penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penentuan sampel purposive. Prasarana transportasi di Kelurahan Purwosari tersebar di jalan arteri sekunder dan jalan kolektor sekunder. Jalan Imam Bonjol yang merupakan jalan arteri sekunder terdapat Stasiun Semarang Poncol, halte BRT, pangkalan ojek online dan pangkalan ojek offline. Sedangkan pada jalan kolektor sekunder yaitu Jalan Tambra terdapat pangkalan ojek offline. Melakukan analisis kernel density untuk mengetahui pengaruh keberadaan prasarana transportasi terhadap harga pasar tanah. Hasil perhitungan NIR tertinggi terletak di zona 625 yaitu sebesar Rp 32.701.600,00 yang terdiri dari ruko-ruko dan terletak di jalan arteri sekunder. Sedangkan NIR terendah terletak di zona 1898 yaitu sebesar Rp 2.096.000,00. Zona 626 dan 281 merupakan zona yang memiliki kepadatan prasarana transportasi yang tinggi. Hasil dari pengolahan perubahan ZNT dari tahun 2018 hingga 2020 yaitu NIR mengalami kenaikan. Perubahan ZNT tahun 2018-2023 berada di zona 625,626, dan 1383. Zona 626 mengalami penurunan dari kelas 2 menjadi kelas 2. Zona 625 mengalami perubahan dari kelas 2 menjadi kelas 5. Zona 1383  mengalami kenaikan dari kelas 1 menjadi kelas 2.
Pemetaan Kemacetan Lalu Lintas di Universitas Diponegoro (Studi Kasus: Kecamatan Tembalang dan Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang Maliha, Arnetta Tia Nur; Prasetyo, Yudo; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geodesi Undip Vol 12, No 4 (2023): Jurnal Geodesi Undip
Publisher : Departement Teknik Geodesi Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgundip.2023.39381

Abstract

Kemacetan lalu lintas merupakan masalah yang sering dihadapi oleh kota-kota besar. Adanya perubahan kondisi jalan yang ditandai dengan meningkatnya jumlah kendaraan namun tidak diimbangi dengan kapasitas jalan dapat menimbulkan kemacetan. Kemacetan sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu adanya peningkatan jumlah kendaraan, ketidakmampuan suatu jalan dalam menampung kendaraan dalam satu waktu sehingga berakibat pada tingginya volume kendaraan, tingginya tingkat kepadatan, rendahnya laju kecepatan, hiingga berpengaruh pada waktu tempuh kendaraan dari satu ruas jalan. Apabila kondisi tersebut tidak diatasi maka kemacetan akan terus terjadi sehingga aktivitas masyarakat menjadi terganggu. Universitas Diponegoro sendiri kerap terjadi adanya kemacetan yang sebagian besar aktivitasnya dipengaruhi oleh mahasiswa sekitar. Dengan peraturan yang baru yaitu kuliah secara tatap muka, maka kondisi di wilayah Universitas Diponegoro menjadi sibuk setelah sebelumnya melakukan pembelajaran secara daring. Adanya perubahan aktivitas tersebut tentu memberi perubahan kondisi termasuk kondisi lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan kemacetan jalan dengan berdasarkan tingkat pelayanan jalan atau Level of Service. Aspek yang dikaji dalam penelitian ini yaitu tingkat pelayanan jalan untuk suatu ruas jalan pada waktu tertentu, dalam hal ini mengambil 3 waktu dengan intensitas lalu lintas tertinggi yaitu pada pagi, siang, dan sore hari. Dengan begitu dapat diperoleh tingkat pelayanan jalan yang dapat menjadi pemicu kemacetan pada 3 waktu tersebut, serta penentuan rute jalan alternatif guna menghindari kemacetan tersebut serta mengantisipasi terjadinya kemacetan. Hasil pengolahan menunjukkan bahwa adanya peningkatan jumlah kendaraan ketika perkuliahan telah dimulai hinga mencapai 3 kali lipat. Untuk tingkat pelayanan jalan mencapai pada level D dan E yang mana merupakan pelayanan jalan yang rendah sehingga timbul kemacetan di beberapa titik
ANALISIS PENURUNAN MUKA TANAH MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL 1A DENGAN METODE DINSAR TAHUN 2019-2021 (STUDI KASUS : PEMBANGUNAN JALAN TOL SEMARANG DEMAK) chotimah, Saffira noor; Prasetyo, Yudo; Firdaus, Hana Sugiastu; Harintaka, Harintaka
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 5, No 2 (2022): Volume 05 Issue 02 Year 2022
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2022.16744

Abstract

Kabupaten Demak dan Kota Semarang adalah daerah yang berada di pesisir Pulau Jawa yang padat dan pusat ekonomi yang berkembang secara pesat. Pada wilayah ini sering terjadi bencana sistematik berupa banjir rob dan penurunan muka tanah. Pembangunan jalan tol berfungsi untuk memperlancar kegiatan ekonomi di wilayah tersebut. Pemantauan secara berkelanjutan diperlukan untuk mengetahui dampak yang timbul seiring berjalannya waktu akibat fenomena penurunan muka tanah. Metode DInSAR dimanfaatkan dalam penelitian ini untuk memantau fenomena tersebut karena merupakan sebuah metode quick assement yang murah, cepat, mencangkup area yang luas dan tepat secara akurasi.Data yang digunakan terdiri dari 6 citra satelit Sentinel 1A mode IW yang diakuisisi tahun 2019-2021. Metode DInSAR menggunakan DEM SRTM 1 arcsec sebagai referensi topografi. Hasil penelitian sebelumnya berupa survei GNSS digunakan sebagai data pembanding dari hasil pengolahan DInSAR karena dianggap lebih teliti dalam hal akurasi. Data DInSAR dan GNSS di uji menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov untuk mengetahui signifikansi kedua data tersebut.Hasil penurunan muka tanah Kabupaten Demak dan Kota Semarang yang didapatkan dari metode DInSAR rata-rata sebesar 4,13 0,80 cm/tahun. Penurunan rata-rata terbesar terjadi di Kecamatan Genuk sebesar 7,94 0,85 cm/tahun sedangkan penurunan rata-rata terendah terjadi di Kecamatan Wonosalam sebesar 1,38 0,53 cm/tahun. Hasil uji Kolmogorov-Smirnov adalah 0,4 dimana nilai tersebut melebihi batas 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua data tidak berbeda secara signifikan. Kata kunci :  Demak, Dinsar, jalan tol, penurunan muka tanah, Semarang. Uji Kolmogorov-smirnov
ANALISIS KAPASITAS TERHADAP BENCANA BANJIR DI KOTA SEMARANG MENGGUNAKAN METODE PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS (PCA) WIjaya, Arwan Putra; Albani, Ferel Rico; Firdaus, Hana Sugiastu
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 6, No 2 (2023): Volume 06 Issue 02 Year 2023
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2023.20349

Abstract

Kota Semarang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah yang berada di dataran rendah dan tercatat total jumlah kejadian bencana banjir menurut BPBD Kota Semarang selama tahun 2022 yaitu dengan total 63 kejadian banjir. Semakin tingginya tingkat bencana banjir di Kota Semarang, maka semakin tinggi juga kapasitas yang harus dimiliki oleh Kota Semarang dalam menghadapi banjir. Upaya pemetaan kapasitas banjir, penting untuk dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan Kota Semarang terhadap bencana banjir, baik dari komponen fisik, kesehatan, pendidikan, sosial, lingkungan, dan ekonomi. Pada penelitian ini, pemetaan dan analisis tingkat kapasitas banjir di Kota Semarang dilakukan menggunakan metode Principal Component Analysis (PCA). Metode PCA dapat menentukan tingkatan kapasitas banjir di Kota Semarang dengan mengelompokkan variabel – variabel atau parameter penentu tingkat kapasitas banjir yang tidak memiliki korelasi antara setiap variabelnya menjadi bentuk variabel baru yang dapat mewakili rangkaian informasi dari variabel asli atau dapat disebut dengan komponen utama. Tingkat kapasitas banjir dihitung menggunakan nilai varians kumulatif dari komponen utama yang terbentuk dan menghasilkan 3 kelas kapasitas yaitu Kapasitas Rendah yang berisi 1 Kecamatan, Kapasitas Sedang yang berisi 13 Kecamatan, dan Kapasitas Tinggi yang berisi 2 Kecamatan. Peta kapasitas menggunakan perhitungan PCA kemudian dihubungkan dengan peta ancaman dan kerentanan dari BPBD Kota Semarang untuk menntukan tingkat risiko. Hasil dari perhitungan risiko diperoleh wilayah dengan tingkat risiko rendah seluas 28392,126 Ha, atau sekitar 72,045%, tingkat risiko sedang memiliki luas sebesar 6510,210 Ha, atau sekitar 16,520%, dan tingkat risiko tinggi memiliki luas sebesar 4506,334 Ha atau sekitar 11,435% dari total luas wilayah Kota Semarang.
THE USE OF SENTINEL-2 IMAGERY FOR TOTAL SUSPENDED SOLIDS (TSS) ESTIMATION IN PORONG RIVER, SIDOARJO Bioresita, Filsa; Firdaus, Hana Sugiastu; Pribadi, Cherie Bhekti; Hariyanto, Teguh; Puissant, Anne
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 1, No 01 (2018): Volume 01 Issue 01 Year 2018
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (794.642 KB) | DOI: 10.14710/elipsoida.2018.2726

Abstract

ABSTRACT Sidoarjo mud disaster is an occurrence of hot mud bursts at drilling location of Lapindo Brantas Inc., Sidoarjo, Indonesia since 29th May 2006. In order to overcome the continuous mud flow, Indonesian government built embankment around the center of the mudflow. They also throw mud materials into the Porong River. The large and continuous disposal of mud material leads to sedimentation in Porong River. Remote sensing method with satellite imagery can be a solution to find out how much sedimentation occurred in Porong River as a result of mud’s disposal. Total Suspended Solid (TSS) calculation from satellite image can be indicator of sedimentation distribution.In previous studies, TSS distribution has been observed from Landsat-7 and Landsat 8 data. Nowadays, with ability of Sentinel-2 which has higher spatial resolution (10 m) and higher revisit time (up to 6 days), optimization of TSS distribution in Porong river can be done. Thus the objective of this research is analysis of Sentinel-2 imagery application to estimate TSS in Porong River. Result showed good correlation between in-situ data and TSS estimation from Sentinel-2 with value 0.72. Keywords : Sentinel-2, TSS, Porong River.
STUDI AWAL VISUALISASI DAN AKURASI GEOMETRI MODEL 3 DIMENSI PADA TEXTURELESS-OBJECT Qoyimah, Shofiyatul; Firdaus, Hana Sugiastu; Syariz, Muhammad Aldila
Elipsoida : Jurnal Geodesi dan Geomatika Vol 7, No 2 (2024): Volume 07 Issue 02 Year 2024
Publisher : Department of Geodesy Engineering, Faculty of Engineering, Diponegoro University,Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/elipsoida.2024.24835

Abstract

Dalam rekonstruksi objek 3 dimensi, metode fotogrametri berbasis Structure from Motion mampu memberikan akurasi geometri yang tinggi. Akan tetapi, kinerja metode ini dipengaruhi oleh kondisi kekasaran permukaan objek serta membutuhkan waktu pemrosesan yang lama dan ruang penyimpanan yang besar. Metode Gaussian Splatting hadir dengan keunggulan pada kecepatan proses rendering dan visualisasi model 3 dimensi pada objek yang bersifat textureless (kekasaran permukaan yang rendah). Di balik keunggulannya, masih terdapat pertanyaan mengenai seberapa akurat metode ini dalam memberikan informasi mengenai ukuran (metrik) model yang dihasilkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kedua metode tersebut dalam rekonstruksi objek yang bersifat textureless yang direpresentasikan oleh papan kayu. Analisa model 3 dimensi berfokus pada visualisasi berdasar 7 kunci interpretasi, serta akurasi geometri berdasar nilai Root Mean Square Error dari Independent Check Point. Skala Level of Accuracy  juga ditinjau untuk melihat tingkat kedetilan dari model yang dihasilkan. Secara visual, model 3 dimensi dari metode Gaussian Splatting  dinilai lebih unggul dan mampu membentuk objek texture-less dengan baik dan detail. Begitu juga dari segi performa pemrosesan model, metode ini mampu membentuk model dengan lebih cepat dan memori yang lebih sedikit. Dalam hal akurasi geometri, metode fotogrametri berbasis SfM mampu menghasilkan model 3D lebih akurat dengan nilai RMSE terkecil sebesar 0.748 mm dan 0.569 mm pada arah horizontal dan vertikal secara berurutan.
Analisis Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Terhadap Ancaman Bencana Longsor Dengan Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Kabupaten Kebumen) Hanifudin, Faiz; Nugraha, Arief Laila; Firdaus, Hana Sugiastu
Jurnal Geosains dan Teknologi Vol 7, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.7.1.2024.36-46

Abstract

Bencana longsor merupakan bencana yang paling sering terjadi di Kabupaten Kebumen. Berdasarkan data BNPB tercatat pada tahun 2014 hingga 2023 terdapat 400 bencana, 193 diantaranya merupakan bencana tanah longsor. Pada penelitian ini dilakukan pemetaan ancaman bencana tanah longsor pada tahun 2016 dan 2022 serta dilakukan analisis terkait perubahan tutupan lahan yang paling mempengaruhi terhadap bencana longsor. Pembuatan peta ancaman mengacu pada Permen PU No.22/PRT/M/2007 dengan enam parameter yaitu kemiringan lereng, curah hujan, kedekatan sesar, jenis tanah, jenis batuan, dan tutupan lahan. Pembobotan parameter menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) serta analisis pengaruh perubahan tutupan lahan menggunakan metode Frequency ratio (FR). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa bencana longsor di Kabupaten Kebumen tahun 2016 dan 2022 tidak memiliki perubahan signifikan, untuk ancaman longsor didominasi oleh kelas rendah berkisar 73%, kelas sedang 24%, kelas 3%, dan yang terakhir kelas sangat tinggi 0%. Untuk analisis pengaruh perubahan terhadap ancaman longsor, perubahan tutupan lahan menjadi lahan kosong merupakan perubahan tutupan lahan yang mempunyai pengaruh paling besar terhadap ancaman bencana longsor. Sedangkan perubahan tutupan lahan menjadi hutan merupakan perubahan tutupan lahan yang paling kecil pengaruhnya terhadap ancaman tanah longsor, hal ini dibuktikan dengan nilai FR lebih dari 1 dan cenderung lebih besar dari tutupan lahan lainnya.
Pemetaan Ancaman Tanah Longsor Menggunakan Metode Frequency Ratio di Kabupaten Temanggung Kurniawan, Akhmad; Rahman, Muhammad Fiqri; Firdaus, Hana Sugiastu; Awaluddin, Moehammad
Jurnal Geosains dan Teknologi Article in progress
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jgt.0.0.0.%p

Abstract

Tanah longsor merupakan bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah pegunungan seperti Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Kabupaten ini memiliki dua gunung aktif, Sindoro dan Sumbing, serta tingkat kejadian longsor yang tinggi, dengan 71 kasus tercatat pada tahun 2023 hingga Februari 2025 di Kecamatan Kranggan, Kandangan, Kaloran, dan Pringsurat. Penelitian ini bertujuan memetakan tingkat kerawanan longsor menggunakan metode Frequency Ratio (FR) berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan mempertimbangkan sepuluh parameter lingkungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemiringan lereng >20% memiliki nilai FR sebesar 7,724, arah lereng barat laut FR 2,275, jenis batuan Gunungapi Gilipetung FR 3,495, dan jarak dari garis sesar 1.000–2.000 m FR 2,367, yang semuanya berkontribusi signifikan terhadap kerentanan longsor. Pemetaan zona kerawanan menggunakan Jenks Natural Breaks menghasilkan tiga zona: rendah (LSI 2,39–8,60), sedang (LSI 8,60–12,07), dan tinggi (LSI 12,07–19,41), dengan zona tinggi mendominasi bagian utara Kaloran dan timur Kandangan. Validasi model menggunakan Area Under Curve (AUC) menunjukkan Success Rate sebesar 0,875 dan Prediction Rate 0,682, menandakan akurasi yang baik. Penelitian ini menegaskan bahwa metode FR efektif dalam mengidentifikasi zona rawan longsor serta menjadi dasar penting untuk mitigasi bencana dan perencanaan tata ruang di Kabupaten Temanggung.