Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Sewagati

Pengukuran Tingkat Kesiapan daan Pengembangan Model Kota Cerdas (Smart City) Kabupaten Pamekasan Eko Setijadi; Ronny Mardiyanto; Aang Kisnu Darmawan; Hoiriyah; Iwan Santosa
Sewagati Vol 4 No 2 (2020)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.614 KB)

Abstract

Konsep kota cerdas (smart city) saat ini merupakan sebuah trend dan pilihan utama untuk pengolaan kota berbasis TIK yang terintegrasi. Konsep kota cerdas diharapkan menjadi solusi dari permasalan kota yang semakin kompleks dan multi dimensi. Tahun 2018, pemerintah Indonesia telah memulai Gerakan menuju 50 smart city, sebagai inisiasi untuk menyiapkan berbagai kota menjadi sebuah kota cerdas. Kabupaten Pamekasan telah memulai berbagai inisiasi untuk menjadi sebuah kota cerdas. Akan tetapi terdapat berbagai masalah dan kendala dalam hal penyiapan Masterplan, koordinasi antar stakeholder, penyiapan infrastruktur, teknostruktur, dan suprastruktur TIK. Program Abdimas berbasis penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian, pengukuran kesiapan dan pengembangan model kota cerdas di kabupaten Pamekasan. Pada program ini kegiatan ini di fokuskan pada pengukuran kesiapan dan koordinasi antar stakeholder smart city, yaitu pemerintah, masyarakat, sektor swasta/UKM dan sektor pendidikan yang terdampak pembangunan kota cerdas di kabupaten Pamekasan. Metode yang digunakan dalam kegiatan abdimas berbasis penelitian ini adalah Kajian kesiapan kota cerdas, sosialisasi, forum group discussion, kajian pengembangan masterplan/kerangka kerja kota cerdas dan kooordinasi antar dinas serta stake holder smart city. Hasil yang didapat dari kegiatan ini adalah analisis tingkat kesiapan kota cerdas kabupaten pamekasan dan peningkatan koordinasi antar stakeholder smart city kabupaten pamekasan. Kegiatan ini diharapkan bisa memberikan konstribusi dalam proses pembangunan smart city kabupaten pamekasan.
Pelatihan Video Editing untuk Menunjang Pengembangan Perangkat Live Streaming Studio Portable Cerdas di Pondok Pesantren Qomaruddin Gresik Ronny Mardiyanto; Ruth Johana Hutagalung; Riky Tri Yunardi; Riza Agung; Syahri Muharom; Djoko Purwanto; Rudy Dikairono; Muhammad Rivai; Muhammad Attamimi; Totok Mujiono; Devy Kuswidiastuti
Sewagati Vol 7 No 6 (2023)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v7i6.737

Abstract

Permasalahan yang ada di beberapa pondok pesantren di Jawa Timur, khususnya di Pondok Pesantren Qomaruddin Gresik adalah adanya kesenjangan teknologi dan potensi daerah yang belum dikelola secara profesional. Metode dakwah yang selama ini dilakukan masih menggunakan metode konvensional, yaitu berkumpul di sebuah tempat (masjid/mushola), kemudian para santri menyimak ajaran-ajaran yang disampaikan oleh seorang Kiai atau Ustaz. Digitalisasi setiap kajian/pengajian akan menyebarkan nilai media dakwah menjadi lebih luas. Monetisasi melalui platform seperti Youtube, Facebook, atau media lain dapat menjadi pemasukan tambahan bagi pondok pesantren. Pengabdian kepada masyarakat ini yaitu memberikan pelatihan video editing yang akan mendukung pengembangan perangkat live streaming studio portable cerdas dan menggali Informasi untuk memastikan solusi yang diterapkan tepat dan relevan dengan kebutuhan yang ada. Kegiatan ini telah dilakukan pada hari Selasa, 11 Juli 2023 di Pondok Pesantren Qomaruddin Gresik. Hasil survei kepuasaan menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan perlu dilanjutkan.
Implementasi Photovoltaic On-Grid guna Meminimalisir Pemadaman Listrik Bergilir serta Jaringan Telekomunikasi di Pulau Bawean Wibowo, Rony Seto; Penangsang, Ontoseno; Aryani, Ni Ketut; Mukti, Prasetiyono Hari; Pamuji, Feby Agung; Mardiyanto, Ronny
Sewagati Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i1.795

Abstract

Bawean yang berada di 135 km dari utara Kabupaten Gresik adalah kepulauan dengan luas wilayah 197,42 km2. Dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat sepanjang tahun, beban listrik yang harus ditanggung juga semakin meningkat. Kecamatan Sangkapura di Pulau Bawean memiliki jumlah pengguna listrik mencapai 17.112 orang. Akan tetapi, dengan pembangkit konvensional, penduduk Bawean kesulitan dalam segi ekonomi dan ketersediaan bahan bakar. Upaya peningkatan kapasitas dari pembangkit perlu ditingkatkan sebab pemadaman listrik merugikan perekonomian dari warga setempat. Energi terbarukan seperti energi surya dapat menjadi salah satu pembangkit alternatif karena pulau Bawean memiliki potensi energi surya yang besar dengan rata-rata intensitas radiasi matahari sebesar 5,5 kWh/m2/hari. Hal ini menjadikan Pulau Bawean sebagai salah satu daerah yang berpotensi untuk pengembangan energi surya. Di samping itu, masyarakat Bawean masih kesulitan mengakses layanan telekomunikasi akibat penyediaan akses internet yang belum merata, khususnya penyedia WiFi yang sangat jarang ditemui. Seiring dengan berkembangnya teknologi seputar energi baru terbarukan dan telekomunikasi, pengaplikasian teknologi tepat guna diperlukan di daerah terpencil seperti Pulau Bawean. Salah satu solusi yang dapat diimplementasikan adalah memasang photovoltaic dengan tipe hybrid untuk menyuplai energi yang dibutuhkan oleh modem WiFi guna menunjang kebutuhan masyarakat setempat. Selain itu, beban yang dapat disuplai adalah berupa sebuah masjid, mengingat 100% penduduk Pulau Bawean memeluk Agama Islam. Dengan demikian, maka pelaksanaan kegiatan peribadatan tidak terganggu oleh adanya pemadaman bergilir.