Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Agroteksos

KERAGAMAN DAN KEHILANGAN HASIL JAGUNG (Zea mays L.) AKIBAT KOMPETISI GULMA TEKI DAN RUMPUT-RUMPUTAN DI LAHAN KERING Ngawit, I Ketut; Farida, Nihla; Suparyana, Pande Komang
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.1075

Abstract

Penelitian deskrptif yang bertujuan untuk mendiskripsikan keanekaragaman dan dominansi gulma cyperaceae dan poaceae pada jagung di lahan kering, telah dilakukan di desa Mumbul Sari, kecamtan Bayan, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Data dikulpulkan dengan pengamatan langsung populasi dan pertumbuhan gulma pada areal pertanaman jagung, menggunakan petak sampel berukuran 1 m2 yang diletakkan pada 10 titik yang berbeda secara random sampling. Parameter yang diamati meliputi populasi gulma dan tanaman jagung, bobot biomas kering gulma dan tanaman jagungn serta bobot biji kering jagung. Analisis data menggunakan metode kuantitatif dengan menghitung nilai, kerapatan nisbi, frekuensi nisbi dan dominansi nisbi, untuk menghitung indek nilai penting dan Summe Diminance Ratio (SDR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa, ditemukan 10 spesies gulma Poaceae dan 2 spesies Cyperaceae. Empat spesies sangat dominan yaitu Paspalum vasginatum Sw., Leersia hexandra Sw., Digitaria longiflora (Retz.) Koel., dan Cyperus rotundus L. Tiga species dominan yaitu Digitaria ciliaris (Retz.) Koel., Cynodon dactylon L. dan Eleusine indica Gaertn. Daya saing, dominanasi dan kemampuan mereduksi hasil jagung. gulma Paspalum vasginatum Sw., Leersia hexandra Sw., Digitaria longiflora (Retz.) Koel., dan Cyperus rotondus L. lebih tinggi dibandingkan dengan gulma lainnya, sehingga menyebabkan kehilangan hasil tanaman selama tumbuhnya mencapai 15,97 %, 7,48 %, 4,38% dan 4,44%. Gulma Brachiaria reptans (L.) Gardn & Hubb., Axonopus compressus (Swartz.) Beauv., dan Echinochloa colonum (L.) Link., tidak perlu dikendalikan pada jagung terutama setelah tanaman berumur 45 HST, karena daya saing dan kemampunnya mereduksi hasil jagung sangat rendah
PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI MEDIA TANAM PUPUK KASCING DAN ARANG SEKAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) Suryaningsih, Liana; Ngawit, I Ketut; Deona, Elisabet Berbara Bare
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 33 No 3 (2023): Jurnal Agroteksos Desember 2023
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v33i3.1005

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi media tanam arang sekam dan pupuk kascing terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Penelitian ini dilakukan pada bulan April-juni 2023, di Jalan Jempiring No. 9 Gomong Baru Nusa Tenggara Barat (NTB) dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor 15 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Faktor I terdiri dari 3 taraf yaitu m1 perlakuan arang sekam : tanah (1:1), m2 arang sekam : tanah (1:2), m3 arang sekam : tanah (1:3). Faktor perlakuan ke II dosis pupuk kascing dengan 5 taraf yaitu: dosis d1= 20 gram/polybag, d2= 30 gram/polybag, d3= 40 gram/polybag, d4= 50 gram/polybag, d5= 60 gram/polybag. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) pada taraf 5% dan diuji lanjut dengan BNJ taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pemberian media tanam arang sekam dan pupuk kascing tidak berbeda nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy (Brassica rapa L.). Pemberian media tanam arang sekam pada perlakuan m3 (arang sekam : tanah 1:3) memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot basah per tanaman. Pemberian mandiri dosis pupuk kascing tidak berbeda nyata terhadap semua parameter pengamatan, namun dosis tertinggi pupuk kascing yang digunakan (60 gram per polybag) cenderung memberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan dan hasil pakcoy.
PENGARUH POLATANAM DOBEL STRIP ANTARA REFUGIA FAMILIA FABACEAE DENGAN BAWANG MERAH TERHADAP INTENSITAS SERANGAN HAMA ULAT TENTARA (Spodoptera exigua Hubner) Ngawit, I Ketut; Haryanto, Herry; Jayaputra, Jayaputra
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 2 (2024): Jurnal Agroteksos Agustus 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i2.1225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tanaman refugia dari famili fabaceae yang efektif menangkal intensitas serangan hama ulat tentara (Spodoptera exigua Hubner) pada bawang merah. Penelitian eksperimen dengan enam perlakuan faktor tunggal dirancang dengan rancangan acak lengkap tiga ulangan. Enam perlakuan yang diuji adalah bawang merah tanpa tanaman refugia, bawang merah dengan tanaman refugia kacang tanah, kedelai, kacang hijau, kacang polong dan kacang tunggak. Parameter yang diamati, kolonisasi, invasi dan intensitas serangan hama S. Exigua dan hasil umbi segar bawang merah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan ragam tanaman refugia famili fabaceae pada bawang merah berpengaruh terhadap invansi, kolonisasi, dan intensitas serangan hama S.exigua dan hasil umbi segar bawang merah. Bawang merah tanpa tanaman refugia dan dengan refugia kacang hijau dan kacang tunggak mengalami intensitas serangan S.exigua, dengan kreteria sedang, dengan persentase kerusakan tanaman sebesar >20% - ≤40%. Bawang merah dengan tanaman refugia kacang tanah, kedelai dan kacang polong mengalami intensitas serangan hama S.exigua dengan kriteria sangat rendah, dengan persentase kerusakan tanaman hanya > 0% - ≤ 10%, sehingga hasil umbi segar bawang merah yang didapat lebih banyak dibandingkan dengan tanaman yang mengalami intensitas serangan sedang.
PENGARUH LAMA WAKTU KOMPETISI BERGULMA DAN BEBAS GULMA TERHADAP PERTUMBUHAN, HASIL, DAN PERIODE KRITIS KACANG TANAH DI LAHAN KERING Ngawit, I Ketut
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 1 (2025): Jurnal Agroteksos April 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i1.1330

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan periode kritis kacang tanah berkompetisi dengan gulma di lahan kering. Metode eksperimental dengan rancangan acak kelompok terdiri atas sepuluh perlakuan periode tanaman bebas gulma dan bergulma umur 7, 14,21, 28, 35, 42, 49, 56, 63 dan 70 hari setelah tanam (HST). Parameter pengamatan, meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang, luas daun, populasi gulma, bobot biomas kering tanaman dan gulma saat tanaman berumur 70 HST. Data dianalisis dengan analisis varian dan uji statistik William’s Test. Hasil penelitian menujukkan bahwa, periode kritis kacang tanah berkompetisi dengan gulma terjadi pada umur 21 - 28 HST. Keberadaan gulma yang dapat ditolerir pada kacang tanah di lahan kering hanya sampai umur 28 HST. Membiarkan gulma tumbuh pada periode umur tersebut dan baru melakukan penyiangan saat tanaman berumur 35 hari, menyebabkan pertumbuhan tanaman kacang tanah tidak bisa dikembalikan ke fase normal dan hasil tanaman tidak dapat diselamatkan. Kacang tanah yang berkompetisi dengan gulma selama 35, 42, 49, 56, 63 dan 70 hari mengalami penurunan hasil 80,07 %, 94,02%, 93,84 %, 99,09 %, 99,09 % dan 99,09 %. Sedangkan tanaman yang mengalami bebas gulma hanya sampai umur 7, 14 dan 21 hari mengalami penuruan hasil sebanyak 99,09%. Pengendalian gulma kacang tanah di lahan kering disarankan mulai pada saat tanaman berumur 21 HST dan hindari melakukan penyiangan setelah berumur 35 HST.