Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat

AKSI APOTEKER BANTUL UNTUK MENDUKUNG SEJAWAT TENAGA KESEHATAN DALAM PENANGANAN COVID-19 Ingenida Hadning; Muhammad Fariez Kurniawan; Dyani Primasari Sukamdi; Vella Lailli Damarwati; Andy Eko Wibowo; Pinasti Utami; Muhammad Tesa Ghozali; Bangunawati Rahajeng
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 9. Manajemen Rumah Sakit Era Pandemi Covid-19
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.786 KB) | DOI: 10.18196/ppm.39.125

Abstract

Pada masa pendemi Covid-19 saat ini, tenaga kesehatan bertindak sebagai garda terdepan dalam penanganan pasien yang terinfeksi virus Corona. Pengabdian masyarakat ini sebagai bentuk dukungan bagi sejawat tenaga kesehatan yang mengabdi dalam perawatan pasien pada masa pandemi Covid-19. Tenaga kesehatan menjadi pihak yang paling rentan dan berisiko tertular virus Corona dari pasien yang ditanganinya. Hal tersebut menggerakkan sisi kemanusiaan tim pengabdi dari Program Studi Farmasi, FKIK, UMY melaksanakan program pengabdian masyarakat yang berjudul “Aksi Apoteker Bantul untuk Mendukung Sejawat Tenaga Kesehatan dalam Penanganan Covid-19”. Tim pengabdi bekerja sama dengan mitra, yaitu organisasi profesi Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Bantul. Tim pengabdi dan mitra bekerja sama dalam pembuatan hand sanitizer dan menyiapkan paket. Tim pengabdi dan mitra juga bekerja sama dalam pendistribusian paket ke empat rumah sakit dan sembilan puskesmas di Kabupaten Bantul. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 14—16 April 2020. Dalam kegiatan ini, tim pengabdi dan mitra membagikan 600 paket untuk tenaga kesehatan di Kabupaten Bantul. Paket tersebut berisikan vitamin, madu, susu, dan hand sanitizer yang bertujuan menjaga kesehatan para tenaga kesehatan. Hand sanitizer dibuat sendiri atas kerja sama Program Studi Farmasi, FKIK, UMY dan Program Studi Farmasi, Akbidyo di Laboratorium Riset Program Studi Farmasi, FKIK, UMY. Paket tersebut dibagikan ke empat rumah sakit dan sembilan puskesmas di Kabupaten Bantul. Rumah sakit yang memperoleh paket tersebut adalah RS Panembahan Senopati Bantul, RSPAU dr. S. Hardjolukito, RS PKU Muhammadiyah Bantul, dan RS Santa Elisabeth Bantul. Puskesmas yang memperoleh paket, yaitu Puskesmas Pandak I, Bambanglipuro, Srandakan, Imogiri I, Bantul I, Sedayu I, Banguntapan I, Kasihan I, dan Piyungan. Tim pengabdi berharap pengabdian masyarakat ini membawa manfaat yang besar bagi tenaga kesehatan di Kabupaten Bantul sehingga tenaga kesehatan selalu sehat dan dapat bertugas dengan maksimal dalam merawat pasien Covid-19 pada masa pendemi ini. Diharapkan juga makin banyak masyarakat yang memperhatikan tenaga kesehatan yang berjuang pada masa pendemi ini.
DAGUSIBU DI ERA COVID-19 BAGI KADER KESEHATAN LASIZMU PENGURUS SEDAYU Sabtanti Harimurti; Pinasti Utami
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 2. Kemitraan dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.769 KB) | DOI: 10.18196/ppm.32.157

Abstract

DAGUSIBU merupakan program nasiolah dari Ikatan Apoteker Indonesa dalam menggerakkan masyarakat dalam pemakaian obat dengan baik dan benar. Program ini meliputi mengajarkan bagainama mendapatkan obat dengan baik, menggunakan obat dengan baik, menyimpan obat dengan baik dan membuang/memusnahkannya obat dengan baik apabila sudah tidak digunakan atau sudah melebihi masa kadaluwarsanya. Seiring dengan meningkatnya penyakit degeneratif dimasyarakat khususnya darerah Sedayu, yang menyebabkan meningaktnya jumlah pasien yang bisa dirawat dirumah, maka pengetahuan orang yang merawat pasein tentang pemakaian obat perlu diperhatikan. Hal ini ditujukan agar pengobatan untuk pasien yang dirawat dirumah mencapati tujuannya. Untuk itu, pimpinan cabang Muhammadiyah Sedayu unit kegiatan LazizMu membentuk kader kesehatan yang diharapkan bisa membantu para perawat pasien. Karena pentingnya pengetahuan akan obat-obatan, maka para kader dibekali materi tentang DAGUSIBU. Pembekalan dilakukan dengan cara sosialisasi yang kemudian dievaluasi dengan pre-test dan post-test dan pemantauan setelah pelaksanaan sosialisasi. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test,peningkatan pemahaman akan DAGUSIBU meningkat sebesar 9,57% setelah dilakukan sosilaisai. Setelah satu bulan berlalu dan dilakukan pemantauan pemahaman tetang DAGUSIBU, diperoleh keterangan bahwa dari 4 kader yang memberikan jawaban menyatakan bahwa pemahaman DAGUSIBU sangat bemanfaat ketika mengelola obat di masa pandemic COVID 19.
Pengenalan Profesi Apoteker Kepada Siswa Sma Melalui Lomba Keterampilan Kefarmasian Ingenida Hadning; Muhammad Fariez Kurniawan; Bangunawati Rahajeng; Pinasti Utami
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2019: 2. Pengembangan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.741 KB)

Abstract

Dewasa ini, untuk menyempurnakan pembinaan pendidikan dan pelayanan kesehatan perlu adanyaprogram untuk pengenalan profesi apoteker sejak dini.Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan profesiapoteker kepada siswa SMA di Kabupaten Bantul. Kegiatan ini bekerjasama dengan Ikatan ApotekerIndonesia Kabupaten Bantul dan Indonesia Young Pharmacist Groups DIY.Peserta terdiri dari 35 orangsiswa dari 7 SMA di Kabupaten Bantul. Kegiatan pertama adalah pemberian informasi terkait pekerjaanapoteker di berbagai tempat kerja. Kegiatan kedua adalah kunjungan ke berbagai laboratorium Farmasidi FKIK UMY dan melakukan praktek pembuatan obat sederhana, yaitu hand sanitizer di LaboratoriumTeknologi Farmasi. Kegiatan ketiga adalah perlombaan cerdas cermat dengan materi terkait pekerjaanapoteker. Dalam lomba cerdas cermat yang dilakukan, terpilih SMA N 1 Bantul sebagai juara 1, SMAN 1 Kasihan sebagai juara 2, dan SMA N 1 Bambanglipuro sebagai juara 3. Evaluasi kegiatan berupapre test dan post test. Hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pesertamengenai profesi apoteker dan pekerjaan kefarmasian.Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan yangdilakukan bermanfaat bagi peningkatan pemahaman peserta yang mengikuti kegiatan pengabdiantersebut.Program ini diharapkan dapat menjadi cikal bakal ekstrakurikuler baru di bidang kesehatankhususnya pengenalan obat-obatan dasar di SMA, yaitu Apoteker Cilik.
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS DIFABEL MELALUI PELATIHAN PENGURUSAN IZIN PRODUK INDUSTRI RUMAH TANGGA (P-IRT) Ingenida Hadning; Mega Octavia; Pinasti Utami
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa( BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.825 KB) | DOI: 10.18196/ppm.44.587

Abstract

Program pemberdayaan kaum difabel sangat penting dilakukan agar mereka dapat hidup secara mandiri. Tim pengabdi bekerja sama dengan mitra membuat suatu program pelatihan yang bermanfaat bagi kaum difabel. Tujuan dari program ini adalah agar komunitas difabel di Sedayu yang sudah memiliki usaha pangan dapat mengurus perijinan PIRT. Selama ini komunitas difabel telah memiliki produk olahan pangan dan jahe merah. Diharapkan produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan dan dapat dipasarkan lebih luas. Tim pengabdi bekerjasama dengan LazisMU membuat pelatihan pengurusan ijin PIRT. Kegiatan telah dilaksanakan pada tanggal 5-6 Mei 2021 bertempat di kantor Kecamatan Sedayu. Topik pelatihan berupa penguatan dan administrasi organisasi, pengurusan ijin PIRT, produk pangan halal dan higienis, pemanfaatan digital marketing bagi pelaku usaha dan public speaking. Luaran dari kegiatan ini berupa peningkatan pengetahuan yang diukur dengan metode pre-tes dan pos-tes. Berdasarkan hasil survey diperoleh hasil bahwa komunitas difabel sangat antusias dengan materi yang disampaikan, terbukti dari banyaknya peserta yang terlibat dalam sesi diskusi. Testimoni beberapa peserta mengatakan bahwa materi yang disampaikan sangat bermanfaat. Melalui kegiatan ini peserta dapat meningkatkan pengetahuan dan keahlian yang berguna untuk mengembangkan usahanya. Dapat disimpulkan pelaksanaan pengabdian masyarakat berjalan lancar dan program penyuluhan yang dilakukan sangat efektif meningkatkan pengetahuan komunitas difabel.
Optimalisasi Digital Marketing Untuk Peningkatan Omzet Apotek di Era Pandemi Ingenida Hadning; MT Ghozali; Pramitha Esha Nirmala Dewi; Aji Winanta; Andy Eko Wibowo; Pinasti Utami; Mega Octavia; Abdul Samad; Fanny Rohimatul Azizah Putri
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.946

Abstract

Salah satu sektor yang terdampak selama pandemi Covid-19 adalah sektor ekonomi. Tak terkecuali apotek yang mengalami penurunan omzet yang signifikan. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah penerapan digital marketing. Sayangnya, masih banyak apoteker yang memiliki kemampuan yang terbatas dalam digital marketing. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan digital marketing bagi para apoteker yang berpraktek di apotek. Diharapan melalui kegiatan ini omzet apotek menjadi meningkat. Pengabdi bersama kolaborator, Indonesian Young Pharmacist Group (IYPG) DIY, melakukan pengabdian masyarakat dengan mitra adalah apoteker Apotek Amanah, Apotek Ahza dan Apotek Kita. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 19 Maret 2022. Kegiatan dibagi menajdi 3 tahap, yaitu: 1). Pelatihan secara tatap muka menghadirkan pakar; 2). Penugasan melalui studi kasus nyata selama pelatihan; 3). Melaksanakan pretes dan posttes terhadap peserta. Kegiatan ini dihadiri oleh 19 orang apoteker. Sebagian besar peserta adalah pemilik sarana apotek dan apoteker pengelola apotek (60%), dengan usia rata-rata 42 tahun. Melalui pretest, diperoleh hasil tingkat pemahaman peserta terhadap materi yang akan diberikan adalah Rendah (63%). Sedangkan berdasarkan hasil posttest terlihat peningkatan tingkat pemahaman peserta yaitu Baik (100%). Hasil ini ditunjukkan dari skor peserta yang menjawab benar atas pertanyaan yang diberikan dimana terjadi peningkatan rerata skor peserta dari skor pretest 36,84 menjadi 100,00 pada skor posttest. Hasil ini menunjukkan bahwa penyampain materi dan pelatihan yang diberikan berdampak positif terhadap peningkatan pemahaman peserta. Kegiatan ini mendapat apresiasi sangat baik oleh pihak mitra dan peserta, mereka puas dan menilai bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat.