Claim Missing Document
Check
Articles

Penyusunan Peta Wilayah Desa Apung Kabupaten Bulungan Dengan Memanfaatkan Citra Satelit Sentinel-2 dan Pengukuran Koordinat Berbasis Aplikasi Android Edy Utomo; Nur Mauliddya Tasya Andari
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 2 No. 2: December 2022
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1112.779 KB) | DOI: 10.33369/icomes.v2i2.24050

Abstract

Desa Apung merupakan desa dengan peringkat ke-4 yang memiliki luas wilayah terbesar di Kecamatan Tanjung Selor Kabupaten Bulungan. Belum tersedianya peta wilyah desa dengan kondisi lingkungan terbaru mendorong Laboratorium Pemetaan dan Geografis Teknik Sipil Universitas Borneo Tarakan untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di desa tersebut. Adapun program pengabdian yang dilaksanakan yaitu penyusunan peta wilayah Desa Apung dengan memanfaatkan citra satelit Sentinel-2 dan pengukuran koordinat berbasis aplikasi android. Selain bentuk pengabdian, dalam artikel ini juga dilakukan analisis terkait validasi hasil pengukruan titik koordinat menggunakan sistem aplikasi android, analisis pemodelan kemiringan lereng wilayah desa, dan analisis penggunaan lahan di wilayah desa tersebut. Hasil yang didapatkan dari kegiatan pengabdian ini adalah peta wilayah Desa Apung yang dapat bermanfaat sebagai media informasi masyarakat. Selain itu juga dilengkapi dengan informasi hasil lainnya, seperti tidak akuratnya pengukuran titik koordinat dengan sistem android dikarenakan wilayah desa sering kali mengalami kegagalan sinyal internet, 35,94% wilayah Desa Apung merupakan klasifikasi daerah lahan datar pada kemiringan 0% - 8%, dan 74,31% wilayah Desa Apung merupakan daerah vegetasi yang ditentukan dengan menerapkan metode klasifikasi citra tak terbimbing.
Penggambaran Peta Wilayah Desa Periuk Kabupetan Tana Tidung dengan Analisis Luas Bangunan Penduduk berdasarkan Teknik Digitasi On-Screen Edy Utomo; Anisa Nur Fadila; Michael Pratama
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 2 No. 2: December 2022
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.398 KB) | DOI: 10.33369/icomes.v2i2.24051

Abstract

Desa Periuk merupakan salah satu desa yang berada pada wilayah administratif Kecamatan Betayau, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Berdasarkan hasil observasi lapangan di desa tersebut, Desa Periuk hanya memiliki penduduk sebanyak 148 jiwa yang terbagi pada 2 RT. Hampir sebagian besar masyarakat di desa tersebut tidak mengetahui seberapa besar wilayah desa mereka, bentuk desanya, dan di mana garis batas wilayahnya. Berdasarkan hal tersebut, maka Laboratorium Pemetaan dan Geografis Teknik Sipil Universitas Borneo Tarakan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di desa tersebut, dengan melaksanakan program pembuatan peta wilayah Desa Periuk. Selain menggambarkan peta wilayah, juga dilakukan analisis terkait luas penggunaan lahan sebagai bangunan di wilayah pemukiman Desa Periuk dengan teknik digitasi on-screen. Berdasarkan proses kegiatan yang telah dilaksanakan, didapatkan hasil penggambaran peta wilyah Desa Periuk yang informatif, dengan hasil penggunaan luas lahan sebagai bangunan adalah sebesar 0,457 hektar, yang dihitung dengan teknik digitasi on-screen. Proses digitasi juga berhasil menemukan hasil penataan wilayah antar desa dan RT yang kurang representatif, karena terdeteksi posisi bangunan yang tidak pada wilayahnya.
Penyusunan Peta Wilayah Berdasarkan Citra Sentinel-2B Dan Pemodelan Luas DAS Pada Jaringan Sungai Desa Antutan Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Utara Edy Utomo; Muhammad Djaya Bakri; Aneza Ferdani Widiyanti
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 2 No. 2: December 2022
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1841.949 KB) | DOI: 10.33369/icomes.v2i2.24110

Abstract

Desa Antutan merupakan bagian wilayah Kecamatan Tanjung Palas, Kabupaten Tana Tidung, Provinsi Kalimantan Utara. Des aini memiliki luas 10.060,62 Hektar. Berdasarkan koordinasi yang dilakukan dengan Kepala Desa Antutan, ditemukan bahwa perangkat desa belum memiliki peta wilayah desa yang bersifat autentik dan informatif untuk menunjang proses pengembangan desa selanjutnya. Oleh sebab itu, Laboratorium Pemetaan dan Geografis Teknik Sipil Universitas Borneo Tarakan melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di desa tersebut. Selain melakukan penyusunan peta wilayah desa, tim juga menganlisis luas DAS dari beberapa sungai di wilayah desa tersebut, berdasarkan pemodelan Sistem Informasi Geografis memanfaatkan citra satelit Sentinel-2B dan data DEM Nasional. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, didapatkan hasil peta wilayah Desa Antutan yang autentik, representatif, dan informatif. Selain itu, pemodelan luas DAS menemukan hasil bahwa luas DAS dari sungai yang tersebar di wilayah Desa Antutan adalah sebesar 13.814,64 Hektar atau sekitar 86,02% dari luas wilayah Desa Antutan.
Pemanfaatan Citra Google Earth Untuk Pembuatan Peta Wilayah Desa Sempayang Dan Analisis Perbandingan Hasil Luas Penggunaan Lahan Pemukiman Berdasarkan Metode Supervised dan Unsupervised Classification Edy Utomo; Iif Ahmad Syarif; Arin Isyamelya Maharani
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 2 No. 2: December 2022
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.408 KB) | DOI: 10.33369/icomes.v2i2.24052

Abstract

Kecamatan Malinau Barat tediri dari 9 desa dengan luas sebesar 73.824,99 Ha. Hampir sebagian besar wilayah desa tersebut belum memiliki peta tematik sebagai media informasinya. Salah satunya adalah Desa Sempayang dengan luas 559,74 Ha. Oleh sebab itu, Laboratorium Pemetaan dan Geografis Teknik Sipil melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa tersebut. Pada artikel ini tidak hanya membahas terkait pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat, namun juga sekilas membahas perbandingan nilai hasil perhitungan luas penggunaan lahan di wilayah pemukiman Desa Sempayang. Acuan basemap yang digunakan dalam pembuatan peta adalah citra yang tersedia pada platform Google Earth, sedangkan analisis luas penggunaan lahan menggunakan Metode Supervised dan Unsupervised Classification. Berdasarkan proses yang telah dilaksanakan, maka didapatkan hasil pembuatan peta wilayah desa yang representatif memberikan informasi gambaran wilayah Desa Sempayang. Selain itu, berdasarkan penerapan dua metode klasifikasi luas penggunaan lahan didapatkan nilai perbedaan sebesar 0,04% secara keseluruhan. Namun terjadi perbedaan yang sangat signifikan pada nilai luasan disetiap jenis klasifikasi yang ditetapkan, sehingga menyebabkan sulitnya pengambilan keputusan. Oleh sebab itu, dibutuhkan validasi kontrol dengan menerapkan metode digitasi manual dan pengukuran terestrial untuk menentukan metode mana yang lebih akurat untuk digunakan.
Linear Regression Analysis on predicting the level of damage and changes in Amal Baru Beach Tarakan City Indonesia Muhammad Djaya Bakri; Edy Utomo; Daud Nawir
SINERGI Vol 27, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/sinergi.2023.1.015

Abstract

Amal Baru Beach is one of the tourist beaches on Tarakan Island; where for the last ten years, this beach has experienced a change in the function of its coastal area, which has become a seaweed cultivation area. These cause changes to the coastline and the area of the indicative area on the beach, besides being influenced by the characteristics of the waves that occur. Based on this, in this study, a study was conducted to determine the level of change in the coastline by applying the spatial analysis method of satellite imagery. The shoreline change rate is determined based on the LRR (Linear Regression Rate) method, which is applied to 25 sections within three years of changing satellite image samples. Based on the study conducted, it was found that there was severe damage to the coastline of 66.67% and 33.33% experienced moderate damage, with a rate of change of the coastline for a severe level of 2-5 m/year. In addition, the coastal area has also experienced a reduction in area, namely at a rate of reduction per year of 0,297 ha/year, with 72% damage caused by abrasion events. Based on the level of damage that occurred, it is necessary to protect the beach by constructing coastal protection structures. The recommendations for the types of coastal buildings given are Groynes and Detached Breakwater, which will be studied in further research.
Analisis Kombinasi Metode Pengukuran Terestrial Dan Fotogramteri Pada Penyusunan Master Plan Sekolah NU Kota Tarakan Edy Utomo; Wahyu Hidayat; Yudi Chandra
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 6 Nomor 3 Tahun 2022
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v1i1.2996

Abstract

Survey and mapping work can basically be done by various methods. Like terrestrial, photogrammetric and extraterrestrial methods, which generally have the same goal of projecting the earth surface into a topographic map at a certain scale. In this study, an exploration was carried out regarding the collaboration between the terrestrial method and photogrammetry in the depiction of topographic maps, which would provide more representative results. The object of this research is the land belonging to the PCNU of Tarakan City, which will be built as a school, where this land has a fairly steep surface relief. This study also provides comparison results from the application of the two measurement methods, which are applied to extreme land. Based on the analysis carried out, several research results were obtained, namely: The average percentage of the X,Y and Z coordinate of the two methods was 12,71% where a significant difference occurred in the altitude or Z component, which was 38,12% while the coordinate component X and Y have a difference value of 0,00%. The shape of the depiction of the soil relief produces an image that is close to the real condition, this can be seen from the contour shape that follows the shape of the soil relief on the sand cliff and tends to be random. The method that is suitable for use in the case of the object of this research is the photogrammetric method, because the steep terrain and irregular soil relief make it difficult to apply the terrestrial method, besides that the terrestrial method with the application of sampling point coordinates is not accurate to produce relief of the ground surface conditions actually.
Identifikasi dan Klasifikasi Kerusakan Jalan Menggunakan Teknologi UAV – Quadcopters dengan Parameter Perubahan Tinggi Penerbangan Edy Utomo; Muhammad Djaya Bakri; Iif Ahmad Syarif
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 7 Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v1i1.3429

Abstract

Jalan merupakan salah satu media transportasi penting bagi masyarakat Kota Tarakan. Jalan menyediakan aksesibilitas untuk meningkatkan perekonomian dan kegiatan sosial, selain menjaga kesinambungan distribusi barang dan jasa. Kinerja jalan sangat dipengaruhi oleh kondisi perkerasan jalan. Banyak jalan mengalami kerusakan sebelum masa layannya selesai. Oleh sebab itu, identifikasi terhadap kerusakan jalan sangatlah penting untuk dilakukan. Pada perkembangan teknologi saat ini, identifikasi kerusakan jalan dapat dilakukan dengan penerapan teknologi UAV-Quadcopters. UAV atau SPUKTA merupakan pesawat tanpa awak yang mampu memberikan informasi visual dari objek di permukaan bumi. Salah satu tipe UAV adalah Quadcopters atau Drone dengan empat baling-baling. UAV dapat diterbangkan pada beberapa ketinggian yang akan berpengaruh pada resolusi hasil foto udara. Resolusi yang tinggi akan memudahkan proses interpretasi dari kerusakan jalan. Oleh sebab itu, pada penelitian ini dilakukan studi terkait identifikasi dan klasifikasi kerusakan jalan dengan parameter perubahan tinggi terbang UAV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permukaan jalan pada objek penelitian telah mengalami kerusakan sebesar 1,67% dari luas permukaan jalan, dengan tingkat akurasi identifikasi dari klasifikasi kerusakan jalan sebesar 90%. Berdasarkan hal tersebut maka dinyatakan bahwa teknologi UAV dapat digunakan untuk melakukan identifikasi dari kerusakan permukaan jalan.
PERANCANGAN AUGMENTED REALITY BERBASIS MARKER PADA GEDUNG LABORATORIUM SENTRAL ILMU HAYATI UNIVERSITAS BORNEO TARAKAN Awang Pradana; edy utomo; dedy harto; arif fadllullah
JATISI (Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi) Vol 10 No 2 (2023): JATISI (Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (LPPM) STMIK Global Informatika MDP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35957/jatisi.v10i2.3845

Abstract

Social distancing during the Covid-19 pandemic even several regions in Indonesia imposed lockdown levels, so that several jobs and in the education sector were implemented virtually. One technology that relies on the virtual sector is AR, a technology that performs visualization in virtual data or objects are combined with real conditions. This technology allows users to view virtual objects in 3D and can even provide a new experience interact directly with these virtual objects. Therefore, based on this experience, this proposes design of AR with the marker method, the object being worked on is the LSIH at Universitas Borneo Tarakan. The research will use a smartphone to capture images in real-time and the catches will be processed using a marker-based, until a 3D image object is obtained, which can be viewed from various angles. It is hoped that the research that will be designed will produce 3D from the building with the a smartphone which is taken in real-time and can be more effective, fast and accurate with dynamic performance. In other words, this research training was built in order to promote a form of introduction to one of the laboratory buildings located at the UBT to the public, especially those in the city of Tarakan.
Penyusunan Peta Wilayah Desa Maning Kabupaten Tana Tidung Dengan Menerapkan Kombinasi Base Map Citra Google Earth Dan Citra Drone Kapasitas Rendah Edy Utomo; Shinta Tri Kismanti; Giar Tri Haryanti
Indonesian Journal of Community Empowerment and Service (ICOMES) Vol. 3 No. 1: June 2023
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/icomes.v3i1.24049

Abstract

Desa Maning di Kecamatan Betayau Kabupaten Tana Tidung merupakan desa baru hasil pemekaran wilayah Desa Kujau berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tana Tidung Nomor 10 Tahun 2014. Oleh sebab itu, ketersediaan informasi terkait peta wilayah desa belum terpublikasikan dengan jelas di lingkungan masyarakat desa, terlebih lagi belum tersedianya citra satelit terbaru yang dapat menjadi acuan masyarakat untuk melakukan pembangunan dan pengembangan di desa tersebut. Berdasarkan hal itu, maka Laboratorium Pemetaan dan Geografis Teknik Sipil melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk program penyusunan peta wilayah Desa Maning dengan menerapkan kombinasi base map citra google earth dan citra drone kapasitas rendah. Bentuk peta yang dihasilkan sangat memberikan nilai representatif, karena menggambarkan kondisi lingkungan yang sebenarnya dengan adanya kombinasi base map yang diterapkan. Peta yang dibuat juga sangat memberikan manfaat baik kepada masyarakat maupun pada perangkat Desa Maning untuk keperluan perencanaan dan pengembangan desa selanjutnya.
Studi Perubahan Garis Pantai dengan Metode DSAS (Digital Shoreline Analysis System) Sebagai Upaya Identifikasi Erosi di Pantai Utara Pulau Tarakan Edy Utomo; Muhammad Djaya Bakri
Borneo Engineering : Jurnal Teknik Sipil Volume 7 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/be.v7i2.4208

Abstract

The beach is an area on the edge of the sea which experiences the influence of sea water fluctuations. Between the coast and the mainland separated by an imaginary line called the coastline. One of the problems on the coast is the decline of the coastline (Abrasion) and the progress of the costline (Accretion). Beaches that must be protected from the phenomenon of Abrasion and Accretion needs to be identified first to find out how far the changes have occurred in the coastline. The beach which is the object of this study is the beach on the north side of Tarakan Island. Identification was carried out by applying the DSAS Method (Digital Shoreline Analysis System) with change analysis using the LRR Method (Linear Regression Rate) and RMSE Method (Root Mean Square Error) while the mold delineation coastline based on Landsat satellite imagery in 1988, 1990, 2010, 2016, 2022, and 2023. The results of studies conducted in this study indicate that there has been a decline in the coastline with an average rate of change of 2,16 Meter/year and is predicted to increase backward an average of 0,74 Meter/year in 2033 for sandy beach areas. While in other areas there is progress of the coastline which is estimated to have a rate increase of an average of 2,40 Meter/year for Mangrove vegetation areas and an average of 0,19 Meter/year for community residential areas in 2033.