ABSTRAK: Penelitian ini berangkat dari adanya ketimpangan representasi gender dalam karya sastra, khususnya dalam penggambaran karakter perempuan yang seringkali stereotipikal. Naskah drama Dedes karya Aan Sugianto Mas menghadirkan tokoh utama perempuan dengan karakteristik yang tidak biasa, yakni memadukan sifat maskulin dan feminin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku androgini tokoh utama dalam naskah tersebut serta menjelaskan bagaimana perilaku tersebut membentuk alur cerita. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik analisis deskriptif. Data penelitian berupa dialog dan tindakan tokoh yang menunjukkan ciri-ciri androgini, yaitu perpaduan antara sifat maskulin dan feminin dalam satu individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh Dedes menampilkan perilaku androgini melalui keberanian, kepemimpinan, empati, dan kelembutan yang ditampilkannya dalam berbagai situasi. Perilaku ini tidak hanya memperkaya karakter tokoh, tetapi juga mendorong perkembangan plot, khususnya dalam konflik batin, relasi antar tokoh, dan resolusi cerita. Kesimpulannya, androgini dalam tokoh Dedes menjadi kekuatan naratif yang memperkuat pesan feminisme dan pemberdayaan dalam naskah drama tersebut. KATA KUNCI: Androgini; tokoh dedes; drama; sastra; gender > ANDROGYNOUS BEHAVIOR OF THE MAIN CHARACTER IN THE DRAMA SCRIPT " DEDES (TERPERDAYA ATAU MEMPERDAYA MENJADI SAH-SAH SAJA)" BY AAN SUGIANTO MAS ABSTRACT: The problem in this research arises from the imbalance in gender representation in literary works, particularly in the portrayal of female characters who are often depicted stereotypically. The drama script Dedes by Aan Sugianto Mas presents a female protagonist with unusual characteristics, namely a combination of masculine and feminine traits. This study aims to describe the androgynous behavior of the main character in the drama and explain how such behavior shapes the plot. The research uses a qualitative approach with descriptive analysis techniques. The data consist of dialogues and actions that reflect androgynous traits, such as the fusion of masculine and feminine qualities in a single individual. The results show that the character Dedes exhibits androgynous behavior through her courage, leadership, empathy, and tenderness in various situations. This behavior not only enriches the character but also drives the development of the plot, especially in terms of internal conflict, character relationships, and story resolution. In conclusion, the androgyny of the character Dedes serves as a narrative strength that reinforces the themes of feminism and empowerment in the drama script. KEYWORDS: Androgyny; dedes; drama; literature; gender