Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Aplikasi Senam Disminorea untuk Mengatasi Nyeri Menstruasi pada Remaja Pawestri, Pawestri; Handayani, Luh Titi; Asih, Susi Wahyuni; Muafiro, Adin; Retnaningsih, Dwi; Manurung, Sarida Surya; Wahyuni, Sri; Nurrahima, Artika; Aden, Christine
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 8 (2025): Oktober
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i8.3165

Abstract

Gangguan atau kelainan yang muncul saat menstruasi tiba seperti rasa nyeri pada perut bagian bawah, hal tersebut dinamakan dysmenorrhea. Dismenorea merupakan nyeri pada abdomen tepatnya dibagian Hypogastric (pubic region)  yang menjalar sampai ke pelvis (panggul) hal tersebut disebabkan karena adanya kontraksi otot pada uterus (rahim) pada saat menstruasi. Berdasarkan fenomena yang terjadi kebanyakan remaja saat mengalami disminorea tidak dapat mengontrol emosi, tidak masuk sekolah serta mengurungkan diri sehingga berpengaruh pada psikologis remaja. Beberapa perempuan mengalami nyeri haid, mengatasi nyeri dengan mengkonsumsi  obat-obat anti nyeri secara berkala.. Diperlukan penanganan nyeri menstruasi dengan senam disminorea. Tujuan pengabdian masyarakat ini melakukan Pendidikan Kesehatan tentang managemen nyeri menstruasi dengan senam disminorea pada siswi di Sekolah Indonesia Kuala Lumpur.  Kegatan  diawali  dengan  perijinan, koordinasi  pelaksanaan  kegiatan  dan  kegiatan  pengabdian  masyarakat.  Pengabdian  masyarakat  dilaksanakan dengan memberikan Pendidikan Kesehatan kepaada remaja putri siswi SMP sejumlah 52 orang. Hasil pre tes didapatkan bahwa pengetahuan sedang sebesar 27 orang (51,9 %) sedangkan hasil post test didapatkan pengetahuan baik sebesar 46 orang (88,5%). Dari hasil analisis Hasil uji paired t-test menunjukkan p < 0,05, artinya edukasi yang diberikan berpengaruh signifikan dalam meningkatkan pengetahuan responden. Dengan adanya intervensi pendidikan yang tepat, seperti penyuluhan atau pelatihan senam dismenorea di sekolah, diharapkan remaja dapat lebih mandiri dalam mengelola nyeri haid, sehingga meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas mereka.
Mother Class sebagai Media Pembelajaran Pencegahan Stunting pada Kelompok Pengajian di Dusun Kepel Desa Lojejer Wuluhan Jember Asmuji, Asmuji; Handayani, Luh Titi
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v2i1.219

Abstract

Stunting merupakan fenomena yang sampai detik ini menjadi perbincangan yang perlu segera diselesaikan. Salah satu penyebab timbulnya stunting adalah rendahnya pengetahuan Mitra. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Mitra dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada mother class tentang stunting. Metode: pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahap, yaitu persiapan (perijinan, koordinasi, dan menyiapkan bahan dan alat), pelaksanaan (pendidikan kesehatan), dan evaluasi (struktur, proses, dan output). Pengabdian masyarakat dilakukan pada kelompok pengajian ibu-ibu yang beranggotakan sejumlah 20 orang. Kegiatan yang dilakukan terbukti mampu meningkatkan pengetahuan Mitra dengan hasil pretest rata-rata nilainya 45, sedangkan post kegiatan meningkat menjadi 78.  Pendidikan kesehatan yang diberikan kepada Mitra mother class memberikan luaran dalam meningkatkan pengetahuan ibu-ibu tentang stunting.
Empowerment of Class IIA Prison Jember in Participatory Actions to Achieve Pulmonary Tuberculosis Elimination by 2030 Kurniawan, Hendra; Handayani, Luh Titi; Frisca Florensia; Indah Sukma Wahyuni; Rini Tri Astutik
Jurnal Pengabdian Masyarakat (JUDIMAS) Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKes Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/judimas.v1i2.126

Abstract

The World Health Organization (WHO) estimates that Mycobacterium tuberculosis, the single agent causing pulmonary tuberculosis (TB), infects 1.8 billion people, or around one-quarter of the world's total population. In Indonesia, there are an estimated 969,000 cases of pulmonary TB, including 443,235 reported cases. Prison is a high transmission site for pulmonary TB. Prison circumstances, such as high occupancy capacity, inadequate ventilation and nutrition, difficulties accessing health care, inadequate treatment, and weak patient immunity, are some of the variables influencing this. Knowledge on the origins, transmission, preventative strategies, and early diagnosis of pulmonary TB infection is essential for the prisoner in order to change attitudes toward pulmonary TB infection. This Community Service Program intends to expand the prisoner's knowledge about pulmonary TB via 3 stages including preparation, implementation, and evaluation. The target of this program is 47 male prisoners in the Prison of Jember Class IIA. The findings were evaluated after delivering pulmonary TB counseling materials (post test) and revealed an increase in the mean value to 79.6, implying that prisoner's awareness of pulmonary TB increased.