Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Pedagang Dalam Pembuangan Sampah Raflesia, Salsabila Putri; Sutopo, Agus; Prianto, Nawan
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i4.24163

Abstract

ABSTRACT: Factors Associated with Traders’ Behavior in Waste Disposal Background: Waste management issues in traditional markets are an important concern in maintaining environmental health. Waste is commonly found in public places and poses an urgent public health problem; therefore, public facilities must meet health requirements to protect, maintain, and improve community health status (Martiyani et al., 2023).Objective: This study aimed to determine the factors associated with traders’ waste disposal behavior at Tamin Market, Bandar Lampung City, in 2025.Methods: This study employed a quantitative method with a cross-sectional design. The population and sample consisted of 99 traders selected using total sampling. Data were collected through questionnaires and observations and analyzed using the chi-square test.Results: The results showed that 36.4% of traders had a low level of knowledge, 69.7% had negative attitudes, and 19.2% had inadequate waste disposal facilities. Meanwhile, 21.2% of traders exhibited poor waste disposal behavior. Bivariate analysis indicated significant associations between knowledge (p = 0.006), attitude (p = 0.020), and availability of facilities (p = 0.000) with traders’ waste disposal behavior.Conclusion: This study concludes that knowledge, attitude, and availability of facilities are significantly associated with traders’ waste disposal behavior at Tamin Market, Bandar Lampung City. Statistical analysis showed significant relationships between knowledge (p = 0.006), attitude (p = 0.020), and availability of facilities (p = 0.000) with waste disposal behavior in 2025.Recommendation: It is recommended that market management enhance education and provide adequate waste disposal facilities, while traders comply with regulations and actively participate in waste management to create a clean and healthy market environment.. Keywords: Behavior, Knowledge, Attitude, Facilities, Waste, Traditional Market  Latar Belakang: Masalah pengelolaan sampah di pasar tradisional menjadi perhatian penting dalam menjaga kesehatan lingkungan. Sampah banyak ditemukan pada tempat-tempat umum yang menjadi problem kesehatan masyarakat yang cukup mendesak, maka tempat-tempat umum harus memenuhi syarat-syarat kesehatan dalam arti melindungi, memelihara, dan mempertinggi derajat kesehatan masyarakat (Martiyani et al., 2023).Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pedagang dalam pembuangan sampah di Pasar Tamin Kota Bandar Lampung Tahun 2025.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 99 pedagang yang dipilih secara total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 36,4% pedagang memiliki tingkat pengetahuan rendah, 69,7% memiliki sikap negatif, dan 19,2% memiliki sarana yang tidak memenuhi syarat. Sementara itu, sebanyak 21,2% pedagang menunjukkan perilaku pembuangan sampah yang buruk. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,006), sikap (p=0,020), dan ketersediaan sarana (p=0,000) dengan perilaku pedagang dalam pembuangan sampah.Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, dan ketersediaan sarana berhubungan secara bermakna dengan perilaku pedagang dalam pembuangan sampah di Pasar Tamin Kota Bandar Lampung. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan (p = 0,006), sikap (p = 0,020), dan ketersediaan sarana (p = 0,000) dengan perilaku pembuangan sampah pada tahun 2025.Saran: Disarankan agar pengelola pasar meningkatkan edukasi dan penyediaan sarana tempat sampah yang memadai, serta pedagang mematuhi aturan dan berperan aktif dalam pengelolaan sampah untuk menciptakan lingkungan pasar yang bersih dan sehat. KataKunci: Perilaku, Pengetahuan, Sikap, Sarana, Sampah, Pasar Tradisional
Sanitation Overview On The Working Area Kadarusman, Haris; Sutopo, Agus; Hasan, Amrul; Prianto, Nawan
MIDWIFERY JOURNAL Vol 5, No 4 (2025): Volume 5 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mj.v5i4.24161

Abstract

Background: Communicable diseases remain a health problem in all regions of Indonesia, especially environmentally-based diseases such as Acute Respiratory Infections and Diarrhea, which are consistently among the top ten diseases in every region of Indonesia, including on the working area of Hajimena Health Center area in Natar District, South Lampung Regency.Objectives: To reveal the sanitation conditions on the Hajimena Health Center’s service area, comprised of clean water facilities, household toilets, waste management, and handwashing with soap behavior.Methods: The study was conducted by surveying 365 households, and the sample distribution was consisted of 200 households at Hajimena Village, 105 households at Pemanggilan Village, and 60 households at Sidosari Village. Data collection was carried out through home observations and interviews with the respondents i.e. head of the family or housewife of the selected sample. Data analysis was performed using statistical univariate analysis by calculating the frequency distribution and percentage for each variable.Results: The provision of drinking water, family latrine, and waste management is in good condition in more than 85% of the households, while good household wastewater disposal is still below 80%. For handwashing aspect, more than 95% of the respondents wash their hands before or after activities, but not all use soap. Those who wash their hands with soap range from 79% to 89%, and there are still 1.1% - 2.65% of respondents who rarely or do not wash their hands before or after activities. Regarding with food preparation, about 79.18% of respondents wash their hands with soap beforehand, 18.9% wash their hands but without using soap, and 1.79% rarely wash their hands.Conclusion: The sanitation conditions and handwashing with soap behavior on the working area of Hajimena Health Center area are quite good Key Words : Sanitation, Overview, Hands Wash  Latar belakang : Penyakit menular masih menjadi masalah kesehatan disemua wilayah di Indonesia, khususnya penyakit menular berbasis lingkungan seperti Infeksi Saluran Pernafasan Akut, Diare dan penyakit lainnya yang selalu ada dalam 10 (sepuluh) besar penyakit disetiap wilayah di Indinonesia termasuk di Wilayah Puskesmas Hajimena Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan.Tujuan: Diketahuinya gambaran Sanitasi di Wilayah Puskesmas Hajimena yang meliputi Sarana Air Bersih,  Jamban Keluarga, Pengelolaan Sampah dan Perilaku Cuci Tangan Pakai SabunMetode : Penelitian dilaksanakan dengan melakukan survey terhadap 365 Rumah Tangga di wilayah kerja Puskesmas Hajimena dengan distribusi sampel sebanyak 200 Rumah di Desa Hajimena, 105 Rumah di Desa Pemanggilan dan 60 Rumah di Desa Sidosari. Pengumpulan data dilaksanakan dengan melakukan observasi rumah dan wawancara dengan kepala keluarga dan ibu rumah tangga sampel terpilih. Analisa data menggunakan Uni Variat dengan Distribusi Frekwensi pada masing-masing variableHasil : Untuk penyediaan air Minum, jamban Keluarga, dan pengelolaan sampah sudah lebih dari 85 % baik, hanya pembuangan air limbah rumah tangga masih dibawah 80 %. Untk cuci tangan sudah lebih dari  95 % ibu atau kepala keluarga melakukan cuci tangan sebelum atau sesudah melakukan kegiatan, namun belum semuanya mencuci tangan pakai sabun. Ibu.  Mereka yang mencuci tangan pakai sabun berkisar antara 79 % sampai 89 % dan masih ada 1,1 % - 2,65 % ibu atau kepala keluarga yang jarang atau tidak mencuci tangan setelah atau sebelum melakukan kegiatan.Kesimpulan : Untuk kondisi sanitasi dan perilaku cuci tangan pakai sabun di wilayah Puskesmas Hajimena sudah cukup baik.Pakai Sabun masih 79,18 % ibu yang mencuci tangan pakai sabun sebelum menyiapkan makanan, 18,9 % mencuci tangan tetapi tidak menggunakan sabun dan masih ada 1,79 % jarang mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan
Assessment of Spirometric Interpretation Methods: A Comparison between Percent Predicted and GLI 2012 among Workers in the Silver Industry Helmy, Helina; Indarwati, Suami; Fikri, Ahkmad; Gultom, Tati Baina; Sutopo, Agus
Media of Health Research Vol. 4 No. 1 (2026): Media of Health Research, February 2026
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70716/mohr.v4i1.467

Abstract

Background: Occupational exposure to fine particulate matter (PM₂.₅) in small-scale silver industries increases the risk of respiratory impairment. Spirometry is widely used to assess lung function, but differences in interpretation methods may affect diagnostic accuracy. The conventional percent predicted (%Pred) method is still commonly applied, although the Global Lung Function Initiative (GLI) 2012 recommends a Z-score–based approach. Objective: This study compared lung function classification using the %Pred method and the GLI 2012 Z-score approach among silver industry workers. Methods: This analytical cross-sectional study involved 33 workers from large-scale and home-based silver industries. Spirometry measured forced expiratory volume in one second (FEV₁), forced vital capacity (FVC), and FEV₁/FVC ratio. Lung function was classified using both %Pred and GLI 2012 methods. Differences and agreement were analyzed using the McNemar test and Cohen’s Kappa. Results: The GLI 2012 method detected a higher proportion of restrictive impairment (36.4%) than the %Pred method (21.2%). Six workers (18.2%) were reclassified from normal (%Pred) to abnormal (GLI). A significant difference was found between methods (p = 0.041), with moderate agreement (κ = 0.586). No obstructive pattern was identified. Conclusion: The GLI 2012 Z-score method is more sensitive in detecting restrictive lung impairment than the %Pred approach. The %Pred method may underestimate abnormalities. Adoption of GLI-based interpretation can improve accuracy in occupational respiratory assessment.