Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series : Medical Science

Kejadian Hiperglikemia Baru Akibat Infeksi Covid-19 Lukman Hakim Muttaqien; Yani Triyani; Wida Purbaningsih
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.5564

Abstract

Abstract. Coronavirus disease (COVID-19) is an infectious disease caused by the severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) virus. The SARS-CoV-2 virus has a spike-like protein (S) structure, which will bind to the angiotensin converting enzyme 2 (ACE2) receptor. The number of tissues that express ACE2 receptors causes varied symptoms, ranging from mild symptoms such as coughing, to severe symptoms such as digestive disorders, heart failure, hypertension, and other systemic disorders such as hyperglycemia. So that there are many cases of increased blood sugar levels in COVID-19 patients which cause hyperglycemia. This study aims to determine the relationship between the incidence of new hyperglycemia and COVID-19. This study was conducted by taking medical record data at Al-Islam Hospital in the January-September 2021 period to obtain data on COVID-19 hospitalized patients and data on current blood sugar. This study used an analytical observational method with a case control design and the sampling technique was carried out using the total sampling method and analysis using the chi-square test. The medical record samples studied were 171 medical records at Al-Islam Bandung Hospital. The results showed that most of the subjects experienced hyperglycemia as many as 44 people (51.8%), and there was a significant relationship between COVID-19 infection and the incidence of hyperglycemia (P=0.038). COVID-19 infection is one of the causes of hyperglycemia. Abstrak. Penyakit Coronavirus (COVID-19) adalah penyakit infeksius yang disebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Virus SARS-CoV-2 memiliki struktur protein seperti spike protein (S), yang akan berikatan dengan reseptor angiotensin converting enzyme 2 (ACE2). Banyaknya jaringan yang mengekspresikan reseptor ACE2 menimbulkan gejala yang bervariasi, berawal dari gejala ringan seperti batuk, hingga gejala berat seperti gangguan pencernaan, gagal jantung, hipertensi, dan gangguan sistemik lain seperti hiperglikemia. Sehingga banyak kasus kenaikan kadar gula darah pada pasien COVID-19 yang menyebabkan hiperglikemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kejadian hiperglikemia baru dengan COVID-19. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil data rekam medis di RS Al-Islam pada periode Januari–September 2021 untuk mendapatkan data pasien rawat inap COVID-19 dan data gula darah sewaktu. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan kasus control dan Teknik pengambilan sample dilakukan dengan metode total sampling serta analisis menggunakan uji chi-square. Sampel rekam medis yang diteliti sebanyak 171 rekam medis di RS Al-Islam Bandung. Hasil penelitian didapatkan Sebagian besar subjek mengalami hiperglikemia sebanyak 44 orang (51,8%), dan terdapat hubungan yang signifikan antara infeksi COVID-19 dengan kejadian hiperglikemia (P=0,038). Infeksi COVID-19 menjadi salah satu penyebab hiperglikemia.
Diabetes Melitus sebagai Komorbiditas Utama terhadap Mortalitas Pasien COVID-19 Zahra Salsabila; Yani Triyani; Sadiah Achmad
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6721

Abstract

Abstract. Cases of COVID-19 are rapidly increasing and spreading throughout Indonesia and have an impact on the degree of severity and the number of deaths in the population that are affected by the presence of comorbidities. The purpose of this study was to analyze the relationship between comorbidities and mortality in COVID-19 patients. This study uses analytic methods with a cross-sectional research design. Data were obtained from the medical records of inpatients with confirmed COVID-19 at Al-Islam Hospital Bandung for the 2021 period. The statistical test used a univariate data test by looking at the characteristics of COVID-19 patients based on age, sex, and length of stay and using the Chi test -Square to analyze whether there is a relationship between the independent and dependent variables. The number of respondents in this study was 2,047 people, with the most age being ≥60 years (39.5%), male sex (51.3%), with the highest comorbidity diabetes mellitus (41.9%), followed by hypertension (35.7%) and renal disease (12.4%) which have CFR values of 10.1%, 5.9%, and 5.2% respectively. Patients with comorbid diseases have a decreased immune response and the location of ACE-2 receptors is found not only in the respiratory tract but also in other organs such as the pancreas and kidneys. The conclusion shows that there is a relationship between comorbidities and mortality of COVID-19 patients at Al-Islam Hospital Bandung in 2021 with a p-value <0.001 (p <0.05) Abstrak. Kasus COVID-19 dengan cepat meningkat dan menyebar ke seluruh Indonesia serta berdampak pada derajat keparahan dan jumlah kematian populasi yang dipengaruhi oleh adanya komorbiditas. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan komorbiditas dengan mortalitas pasien COVID-19. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan rancangan penelitian cross sectional. Data diperoleh dari rekam medis pasien rawat inap yang terkonfirmasi COVID-19 di Rumah Sakit Al-Islam Bandung Periode 2021. Uji Statistik menggunakan uji data univariat dengan melihat karakteristik pasien COVID-19 berdasarkan usia, jenis kelamin, dan lama rawat inap serta menggunakan uji Chi-Square untuk menganalisis ada tidaknya hubungan antara variable bebas dan terikat. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 2.047 orang, dengan usia yang paling banyak ≥60 tahun (39,5%), jenis kelamin laki-laki (51,3%), dengan komorbiditas tertinggi diabetes melitus (41,9%), disusul dengan hipertensi (35,7%) dan renal disease (12,4%) yang memiliki nilai CFR berturut-turut 10,1%, 5,9%, dan 5,2%. Pasien dengan penyakit komorbid berada dalam penurunan respon imun serta lokasi reseptor ACE-2 yang ditemukan tidak hanya di saluran respirasi, tetapi juga didapatkan di organ lain seperti pankreas dan ginjal. Kesimpulan menunjukkan terdapat hubungan komorbiditas dengan mortalitas pasien COVID-19 di RS Al-Islam Bandung tahun 2021 dengan nilai p <0.001 (p<0.05)
Pengaruh Gambaran Radiografi Thoraks dan Trombosit dengan Keparahan Pasien Covid-19 Fauzan Rahman Latama; Sadeli Masria; Yani Triyani
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v3i1.6443

Abstract

Abstract. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is a disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). There is some way to diagnose Covid-19 patient, one of which is thrombocyte and imaging of Chest X-ray. The purpose of this study is to determine the relationship between thrombocyte value and imaging of Chest x-ray in severity of Covid-19 patients. This research uses total sampling method. The subject of this study was medical records of patients diagnosed Covid-19 who were hospitalized at Al-Islam Hospiital Bandung for the time period between January-March 2021. Data analysis used the chi square test. The result of this study showed that thrombocyte value has no significant relationship with severity in Covid-19 patients (p-value = 0.392) and Chest x-ray imaging has significant relationship with severity in Covid-19 Patients (p-value = 0.0001.). This study concluded that thrombocyte value has no significant relationshop with severity in Covid-19 patients and chest x-ray imaging has significant relationship with severity in Covid-19 patients. Abstrak. Coronavirus disease 2019 (Covid-19) merupakan penyakit infeksi virus yang penyebabnya adalah virus yang bernama severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Ada berbagai cara untuk melakukan diagnosis pasien Covid-19, seperti menggunakan jumlah trombosit dan gambaran Radiografi thoraks. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan jumlah trombosit dan gambaran radiografi thoraks dengan tingkat keparahan pada pasien Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode total sampling. Subjek penelitian ini adalah rekam medis pasien terkonfirmasi Covid-19 yang dirawat inap di Rumah Sakit Al-Islam Bandung periode Januari-Maret 2021. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil dari penelitian ini menyatakan nilai trombosit dengan tingkat keparahan pasien Covid-19 tidak memiliki hubungan (p-value = 0.392) dan menyatakan gambaran chest x-ray dengan tingkat keparahan pasien Covid-19 memiliki hubungan (p-value = 0.0001). kesimpulan dari penelitian ini adalah nilai trombosit dan tingkat keparahan pasien Covid-19 tidak memiliki hubungan dan gambaran radiografi toraks memiliki hubungan dengan tingkat keparahan pasien Covid-19.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Prediabetes dengan Obesitas Alfiyya Nur Mahdiyyah; Noormartany; Triyani, Yani
Bandung Conference Series: Medical Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Medical Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v4i1.12565

Abstract

Abstract. Prediabetes is an important health problem today. Risk factors that can cause the progression of prediabetes to diabetes mellitus are obesity as measured by body mass index and waist circumference. The aim of this study was to assess knowledge about prediabetes with body mass index and waist circumference in first year students at the Faculty of Medicine, Bandung Islamic University for the 2022/2023 academic year. The design used was cross-sectional with 164 respondents. The research used was analytical observational. Data were collected using Google Form regarding awareness and knowledge questionnaires about prediabetes, with a total of 29 validated questions. Other important data that is measured directly is body weight, height and waist circumference. Of the 164 respondents, the majority were 18 years old, 54.9%, and 62.2% female; while height 151-160 cm is 43.3% and weight is in the obesity category 37.8%. Normal waist circumference for men is 23.8% and 39% for women. Respondents had good knowledge about prediabetes 45.1%. Based on the Pearson's chi-square test, the values obtained were p=0.883 (p>0.05) and p=0.105 (p>0.05). This means that there is no relationship between knowledge of prediabetes and obesity as measured by body mass index and waist circumference. Abstrak. Pradiabetes merupakan masalah kesehatan yang penting saat ini. Faktor risiko yang dapat menyebabkan progesivitas prediabetes menjadi diabetes melitus adalah obesitas yang diukur dengan Indeks massa tubuh dan lingkar pinggang. Tujuan penelitian ini menilai pengetahuan tentang pradiabetes dengan indeks massa tubuh dan lingkar pinggang pada mahasiswa tingkat satu Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung tahun Ajaran 2022/2023. Desain yang digunakan adalah cross-sectional dengan 164 responden. Penelitian yang digunakan adalah observasional analitik. Data yang dikumpulkan menggunakan Google Form mengenai kuesioner kesadaran dan pengetahuan tentang pradiabetes, dengan total 29 pertanyaan yang divalidasi. Data penting lainnya yang diukur langsung, yaitu berat badan, tinggi badan, dan lingkar pinggang. Dari 164 responden mayoritas berusia 18 tahun 54,9%, dan perempuan 62,2%; sedangkan tinggi badan 151-160 cm 43,3% dan berat badan berkategori obesitas 37,8%. Lingkar pinggang normal laki-laki 23,8% dan perempuan 39%. Responden berpengetahuan baik tentang pradiabetes 45,1%. Berdasarkan uji Pearson’s chi-square diperoleh nilai p=0,883 (p>0,05) dan p=0,105 (p>0,05). Dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara pengetahuan pradiabetes dan obesitas yang diukur indeks massa tubuh dan lingkar pinggang.