Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

KECERDASAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA 5-6 TAHUN PADALEMBAGA PAUD DI KOTA BANDUNG Oktaria, Renti; Anggraeni, Via
CREATIVE RESEARCH JOURNAL Vol 2 No 02 (2016): Creative Research Journal
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34147/crj.v2i02.37

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian studi deskripsi kecerdasan sosial emosional anak. Sampel yang digunakan sebanyak 202 orang anak di 16 lembaga PAUD yang tersebar di 5 Kecamatan di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. Analisis data dilakukan dengan cara mixed methods research design. Data yang dikumpulkan menggunakan instrumen observasi. Data dianalisis dengan membandingkan statistik deskriptif dan hasil data kuantitatif terhadap Kompetensi Inti (KI-2) Sikap Sosial yang tercantum pada Kurikulum 2013 PAUD, Permendikbud Nomor 146 Tahun 2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Gambaran tingkat perkembangan kecerdasan sosial emosional (meliputi Intra Personal Intelligence dan Inter Personal Intelligence) responden telah berkembang sesuai harapan, dan (2) Tingkat perkembangan kecerdasan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di Lembaga PAUD di Kota Bandung pada tahun ajaran 2014/2015 telah sesuai dengan Kompetensi Inti Sikap Sosial dalam Kurikulum 2013 PAUD.
Kebutuhan Literasi Informasi dan Digital bagi Masyarakat di Pekon Podosari Kecamatan Pringsewu Provinsi Lampung Windah, Andi; Putra, Purwanto; Oktaria, Renti; Yulistia, Annisa
Lentera Pustaka: Jurnal Kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi dan Kearsipan Vol 6, No 2 (2020): December
Publisher : Library and Information Science Study Program, Faculty of Humanities, Univ. Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/interaksi.%v.%i.%p

Abstract

Penelitan ini menganalisis tentang Kebutuhan Literasi Informasi Dan Digital Bagi Masyarakat Di Pekon Podosari Kecamatan Pringsewu Provinsi Lampung. Hal ini penting dengan asumsi bahwa masih kurangnya kecakapan literasi dari masyarakat yang memberikan pelayanan publik karena kurangnya pembinaan dalam bentuk pembekalan literasi, khususnya literasi informasi dan literasi digital. Selain itu keterbatasan sumber daya dari berbagai instansi terkait yang bertanggungjawab terhadap urusan ini menjadi penghalang utama dalam memajukan sumber daya manusia dalam hal kecakapan literasi khususnya untuk wilayah Kecamatan Pringsewu dan lebih luas lagi Kabupatan Pringsewu. Penelitian ini dengan menggunakan metode kualitatif dengan tujuan untuk memberikan gambaran atau penjelasan secara terperinci mengenai kebutuhan literasi informasi dan digital bagi masyarakat di Pekon Podosari Kecamatan Pringsewu Provinsi Lampung. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui kajian literatur. Data yang diperoleh dianalisis dan disusun secara sistematis sesuai dengan tema pembahasan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebutuhan pengimplementasian konsep akselerasi literasi dibutuhkan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi masyarakat. Menguasai kecakapan atau kompetensi di bidang teknologi informasi merupakan suatu keharusan dimasa sekarang. Selain sebagai upaya agar dapat beradaptasi dan berkompetisi di era revolusi industri 4.0 dan masyarakat informasi 5.0, hal ini sekaligus sebagai filter agar masyarakat dapat bersikap dewasa dalam berinformasi.
Menyikapi Kebijakan Pendidikan Di Tengah Pandemi Covid-19 Dalam Tatanan Budaya Yang Berubah: Penjangkauan Dan Adaptasi Pembelajaran Online Bagi Anak Didik Putra, Purwanto; Oktaria, Renti
Al Huwiyah: Journal of Woman and Children Studies Vol. 1 No. 1 (2021): Al-Huwiyah: Journal of Woman and Children Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jwcs.v1i1.9279

Abstract

Pandemi covid-19 telah menciptakan kebutuhan dan perlunya untuk menjaga jarak dalam interaksi masyarakat, karantina, isolasi dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Hampir di seluruh dunia lembaga-lembaga pendidikan melakukan penyesuaian model pembelajaran  sebagai upaya untuk menahan penyebaran pandemi COVID-19. Namun kelangsungan pendidikan bagi anak harus tetap berjalan, UNESCO merekomendasikan agar setiap negara yang terdampak tetap melaksanakan program pendidikan, melalui  pembelajaran jarak jauh. Pemerintah Indonesia juga mengambil langkah penerapan kebijakan langkah untuk menerapkan model. Bagaimana Kebijakan Pendidikan Di Tengah Pandemi Covid-19 Dalam Tatanan Budaya Yang Berubah: Penjangkauan Dan Adaptasi Pembelajaran Online Bagi Anak Didik merupakan aspek yang akan dikaji dalam penelitian ini.  Penelitian ini bersifat deskriptif menggunkan metode kualitatif dengan tujuan untuk menganalisis adaptasi situasi Covid-19 kedalam kebijakan pembelajaran online (jarak jauh) bagi anak didik. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan melakukan studi literatur dan kebijakan terkait pendidikan bagi anak dalam masa pandemi Covid-19. Hasil penelitian mencerminkan ada kebutuhan dan saling terhubungan antara kondisi belajar pada masa darurat Covid-19, transisi pembelajaran BDS menjadi BDR demi memperkuat kemampuan literasi anak dan kebutuhan pembelajaran online yang inovatif dan berkualitas untuk masa yang akan datang. Kesimpulan dari tulisan ini dibutuhkan Kolaborasi dan sinergisitas berbagai elemen untuk mensukseskan penerapan kebijakan pembelajaran online pada masa pandemi Covid-19.  Kedepan perlu dirumuskan secara mendasar tentang strategi pembelajaran online yang sesuai dengan karakter anak dan budaya masyarakat Indonesia. Sebagai langkah awal untuk inovasi pendidikan dan pengajaran yang sesuai realitas kekinian demi menghasilkan sumber daya manusia Indonesia yang memiliki kompetensi sesuai dengan semangat Revolusi Industri 4.0 dan Masyarakat Informasi 5.0.
Peran Orang Tua Dalam Mencegah Penularan Pandemi Covid-19 Pada Anak: Pembiasaan Dan Pendidikan Keluarga Oktaria, Renti; Putra, Purwanto
Al Huwiyah: Journal of Woman and Children Studies Vol. 1 No. 2 (2021): Al-Huwiyah:Journal of Woman and Children Studies
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jwcs.v1i2.9993

Abstract

Pandemi Covid-19 telah membawa perubahan sangat besar pada dunia dengan berbagai tantangan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Berbagai upaya telah dilakukan untuk menangani pandemi ini, kebutuhan menjaga jarak, karantina, isolasi dan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Upaya untuk menghambat penyebaran virus COVID-19 telah dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah bagaimana mencegah antar virus Covid-19 agar tidak menular pada anak-anak dan remaja, orang tua memiliki peranan sangat penting untuk dalam hal tersebut. Penelitian ini menjadi penting untuk diketengahkan karena masih minimnya kajian tentang peran orang tua dikeluarga dalam rangka upaya pencegahan anak tertular pandemi Covid-19. Maka berdasarkan kenyataan itu, penelitian ini memiliki unrgensi dan menjadi sangat penting dilakukan karena bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran orang tua dikeluarga dalam upaya mencegah penularan Covid-19 pada anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana peran yang dapat dilakukan orang tua dalam mencegah penyebaran covid-19 pada keluarga, khususnya anak-anak. Penelitian dengan pendekatan kualitatif dengan metode eksplorasi dokumen digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai konsep dan implementasi peran orang tua pada keluarga dalam mencegah penularan Covid-19 yang terdokumentasi dalam berbagai publikasi dan terbitan. Dalam penelitian sumber data digali dengan metode studi literature yang dipeloleh di berbagai lembaga informasi dan penelusuran secara online. Hasil penelitian menjelaskan bahwa orang tua memiliki peran yang sangat signifikan dalam membentengi anak agar terhindar dari penularan virus Covid-19 dalam masa pandemi yang belum kunjung usai ini. Hal tersebut dilatarbelakangi karena karakter anak sebagai peniru yang baik dari apa yang dilakukan orang tua dan keluarga di rumah. Namun, ditemukan pula bahwa ada beberapa kendala yang umumnya ditemui para orang tua dalam mengedukasi anak-anak karena pemaham anak yang masih sangat terbatas terhadap konsep dan bahaya dari Covid-19. Sehingga diperoleh pula suatu rumusan dalam rangka menghadapi tantangan tesebut dapat dilakukan dengan peran yang diambil orang tua agar dapat sepenuhnya mengkondisikan dan berperan selaku pembimbing, pendidik, dan pengawas anak. Kebiasan hidup bersih di dalam keluarga perlu pula untuk dibudayakan di dalam keluarga sebagai upaya keluarga dan peran orang tua dalam mencegah Covid-19Kata kunci: pandemic covid-19, peran orang tua, perlindungan anak.
Implementasi Learning Organization dalam Pengembangan Manajemen Pendidikan Sekolah Dasar di Kabupaten Pringsewu Riswandi, Riswandi; Wicaksono, Lungit; Oktaria, Renti; Mujiyati, Mujiyati
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v6i2.4431

Abstract

Kegiatan pelatihan yang diselenggarakan di Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung ini sebagai program pengabdian pada masyarakat dan bertujuan membantu para stakeholder seperti kepala sekolah dan guru yang terlibat di sekolah dasar untuk menerapkan Pendekatan Learning Organization secara optimal. Dengan menerapkan seluruh komponen-komponen yang ada di dalam Pendekatan Learning Organization seperti system thinking, personal mastery, mental models, shared vision dan team learning diharapkan para peserta pelatihan dapat mengembangkan sistem manajemen pendidikan berbasis sekolah dan menyempurnakan pola kepemimpinan kepala sekolah di seluruh sekolah dasar yang tersebar di Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini membutuhkan waktu lebih kurang enam bulan, yang meliputi persiapan, pelaksanaan, laporan, dan evaluasi. Pada pelaksanaan kegiatan pelatihan dilakukan pre-test dan post-test untuk mengetahui kemampuan awal dan akhir para peserta. Pelatihan dikemas dalam bentuk workshop pada beberapa sesi untuk membuat rancangan program kerja secara benar berdasarkan konsep Pendekatan Learning Organization sebagai upaya untuk mewujudkan sekolah efektif berdasarkan manajeman pendidikan sekolah. Hasil dari pengabdian masyarakat ini diperoleh peningkatan signifikan dari 65,71% dikategori sangat rendah menjadi 57,14% dikategori baik, untuk wawasan pengetahun peserta tentang Pendekatan Learning Organization dan peningkatan evaluasi diri atas kemampuan peserta dalam menerapkan Pendekatan Learning Organization dalam manajemen pendidikan berbasis sekolah.
Program One Day With Lampung Language Pratiwi, Wiwi; Oktaria, Renti
Jurnal AUDI: Jurnal Ilmiah Kajian Ilmu Anak dan Media Informasi PAUD Vol 8 No 2 (2024): Januari: Jurnal AUDI
Publisher : UNIVERSITAS SLAMET RIYADI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33061/jai.v6i1.3919

Abstract

One of the most important parts in the development of thinking is language. Language develops systematically with age. Mother tongue in the context of early childhood is the first language mastered by children from birth through interactions with family members and the environment. Mother tongue is often used and even carried over in formal situations in the use of Indonesian. The one-day program in Lampung was established to restore the mother tongue to early childhood in Lampung province. The existence of the Lampung language in Lampung Province is currently in the endangered category because there has been no regeneration of the Lampung language to the next generation as well as the influence of the environment and daily interactions. So that conservation and revitalization are carried out so that the Lampung language continues to exist and needs to be maintained. This research was conducted using the Literature Study method. One-day warning research program in Lampung language for early childhood at TK Kartika II-27 Bandarlampung. Researchers analyzed how children's learning activities by focusing on research programs one day in Lampung language. AbstrakSalah satu bagian terpenting dalam perkembangan berpikir adalah bahasa. Bahasa berkembang secara sistematis bersamaan dengan bertambahnya usia. Bahasa ibu dalam lingkup anak usia dini  merupakan bahasa pertama yang dikuasai anak sejak lahir melalui interaksi dengan anggota keluarga dan lingkungan. Bahasa ibu sering kali digunakan bahkan terbawa kedalam situasi formal pada penggunaan bahasa Indonesia. Program one day with Lampung language dibentuk untuk mengembalikan bahasa ibu pada anak usia dini di provinsi Lampung. Keberadaan Bahasa Lampung di Provinsi Lampung  saat ini juga masuk dalam kategori terancam punah lantaran belum ada regenerasi bahasa lampung kepada generasi-generasi penerus selanjutnya serta pengaruh dari lingkungan, dan pergaulan sehari-hari. Sehingga perlu adanya konservasi dan revitalisasi yang dilakukan agar Bahasa Lampung tetap eksis dan dipertahankan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Studi Literatur. Peneliti mengamati program one day with Lampung language pada anak usia dini di TK Kartika II-27 Bandarlampung. Peneliti menganalisa bagaimana kegiatan belajar anak dengan memfokuskan penelitian pada program one day with lampung language.
EVALUASI HASIL AKREDITASI LEMBAGA PAUD SE-KOTA DEPOK Oktaria, Renti; Hamid, Lukman; Yuningsih, Yuningsih; Suparti, Suparti
Journal of Early Childhood Education (JECE) Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Journal of Early Childhood Education (JECE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jece.v1i2.12888

Abstract

The objectives to be achieved in this study are to analyze (1) descriptive results of accreditation throughout Depok's early childhood education centers in 2018; (2) the results of the distribution of accreditation throughout Depok's early childhood education centers in 11 districts; (3) the results of accreditation based on the length of the school's establishment, land area, and accreditation experience in each kindergarten program. This study uses a mix method research approach with critical analysis methods and library methods, so as to present quantitative data simply and describe it in qualitative data. The findings are as follows: (1) The number of accredited institutions is still dominated by early childhood education centers with TK programs, namely 97 institutions out of 186 institutions that participate in accreditation or as much as 52% of the total early childhood education centers that participate in accreditation; (2) There is an inequality in the number of accredited institutions in 11 districts in Depok; and (3) High and low accreditation scores do not always relate to the length of standing, land area and experience of institutions in implementing accreditation.
Strategi Afektif Dalam Mengatasi Permasalahan Pemalu Pada AUD: Faktor Penyebab, Pendekatan, Dan Dampak Psikososial Rizky Aprilia Pratiwi; Syafrudin, Ulwan; Oktaria, Renti
Childhood Education : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam (IAI) Al-Qodiri Jember, Jawa Timur Indonesia bekerjasama dengan Kopertais Wilayah 4 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53515/cej.v5i2.6070

Abstract

The problem of shyness in early childhood cannot be left alone because it will affect their personality. The existence of this study aims to find out about what are the causal factors of shyness problems in children aged 8 years and how to deal with these shy problems. This study uses a qualitative approach to the type of case study. With the main subject of the research is an 8 year old child in the sub-district of Tanjung Senang, the city of Bandar Lampung. The results of this study found that the factors causing the problem of shyness in children consisted of internal factors and external factors. The ways that can be done to overcome the problem of shyness are by inviting their children out of the house to interact with neighbors, introducing children to children their age, encouraging children to play with friends outside the home, and limiting children from using cellphones so that children are not engrossed in themselves.