Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Implementation of Internal Quality Guarantee System to Increase the Quality of Education in Junior High School 21 Malang Ika Rahmania; Budiono Budiono; Siti Fatimah Soenaryo; Abd. Syakur; Agus Tinus
Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education (BirLE) Journal Vol 3, No 1 (2020): Budapest International Research and Critics in Linguistics and Education, Februa
Publisher : BIRCU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33258/birle.v3i1.838

Abstract

The purpose of this study is to examine the implementation of SPMI, examine the results of the implementation of SPMI and examine the factors inhibiting the implementation of SPMI in Junior High School 21 Malang as an effort to improve the quality of education. Primary data were obtained from the SPMI implementers, namely the school principal, supervisors and the quality assurance team at Junior High School 21 Malang. Secondary data were obtained from references, books and documents related to the implementation of SPMI. Data analysis techniques used in this study consisted of three stages, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of this study indicate that the implementation of SPMI in Junior High School 21 Malang is documented from 2016 to 2019. The implementation of SPMI involves all components of the school from top to bottom. The implementation of SPMI begins with quality mapping, quality fulfillment planning, implementation of quality fulfillment, evaluation and standard setting is proceeding well. The successful implementation of SPMI has increased as evidenced by graduates in 2019 getting 4th place on the results of the Computer-Based National Examination (UNBK). Implementation of quality has become a culture and character that influences the quality of graduates of Junior High School 21 Malang.
Perencanaan Pembelajaran Creative Learning Dalam Mata Kuliah Profesi Keguruan Beti Istanti Suwandayani; Siti Fatimah Soenaryo; Reny Dwi Susanti
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol 14 No 2 (2019)
Publisher : STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.819 KB) | DOI: 10.33654/jpl.v14i2.844

Abstract

Kehidupan di era milenial ini menuntut berbagai ketrampilan yang harus dikuasai manusia, sehingga diharapkan pendidikan dapat memberikan persiapan bagi peserta didik untuk menguasai berbagai ketrampilan tersebut. Pencapaian ketrampilan pada abad ke-21 tersebut dapat dilakukan melalui perbaharuan dalam kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi perencanaan, kendala dalam perencanaan pembelajaran, dan solusi dalam perencanaan pembelajaran creative learning. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data ini menggunakan instrumen sebagai pedoman pengumpulan data. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif berupa paparan yang mendalam terkait data penelitian ini. Hasil penelitian ini menunjukkan perencanaan pembelajaran dilakukan sebelum pembelajaran dengan mempersiapkan perangkat pembelajaran berupa RPS mata kuliah. Permasalahan yang muncul dalam perencanaan pembelajaran ini adalah memadukan perencanaan pembelajaran dengan perkembangan milenial. Sedangkan untuk mengatasi permasalahan tersebut pada pembelajaran creative learning adalah dengan melakukan inovasi pendampingan pembuatan media dan pembelajaran berbasis teknologi.
Studi Pendampingan Penerapan STEAM pada Pembelajaran Tematik Terpadu di SD N Blega 3 dan SD N Gedungan 1 Kab. Bangkalan Dian Ika Kusumaningtyas; Setiya Yunus Saputra; Siti Fatimah Soenaryo
Journal on Teacher Education Vol. 4 No. 2 (2022): Journal on Teacher Education
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jote.v4i2.8384

Abstract

Pembelajaran tematik terpadu menggunakan tema dalam mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas studi pendampingan penerapan STEAM pada pembelajaran tematik terpadu. Penelitian yang dilakukan menggunakan metode penelitian ekperimen semu. Desain penelitian adalah desain pre-test dan pos-test untuk satu kelompok sampel. Sampel dari penelitian ini adalah guru di SD N Blega 3 dan Gedungan 1 Kab. Bangkalan. Jumlah sampel dari penelitian ini adalah 10 guru. Kegiatan pendampingan penerapan STEAM pada pembelajaran tematik dilakukan melalui lima tahapan. Tahapan yang dilakukan mulai dari tahapan survey sampai evaluasi kegiatan pendampingan. Hasil pengujian menggunakan statistic non parametric uji Wilcoxon memperoleh nilai sebesar 0,015 dimana 0,015 lebih kecil dari < 0,05 maka ada perbedaan hasil nilai kemampuan guru menggunakan STEAM pre-test dan kemampuan guru menggunakan STEAM post-test sehingga dapat disimpulkan ada efektivitas peningkatan kemampuan guru selama studi pendampingan STEAM pada pembelajaran tematik terpadu.
Analysıs Of The Role Of Multısensory Methods In Learnıng Javanese Scrıpt In Class Iv Prımary Schools In Banyuwangı Cıty Wardani, Rizky Okta; Soenaryo, Siti Fatimah; Suwandayani, Beti Istanti
Jurnal Elementaria Edukasia Vol. 7 No. 4 (2024): Desember
Publisher : Elementary Teacher Education Program, Majalengka University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jee.v7i4.11548

Abstract

The preservation of local cultural heritage is one of the essential things that need to be considered in developing the character of the younger generation. In Indonesia, regional cultures are very varied and rich in values that are aesthetic and provide education. Local culture includes traditions, arts, customs, languages, and handicraft products that reflect the identity of a region. However, with globalization and technological advances, attention to preserving local culture is declining, especially among the youth. One way to overcome this problem is to integrate local culture into the teaching and learning process at school. Every grade 3 elementary school student must master Javanese writing and language skills. Most students find the skill of writing Javanese script very difficult to master. Learning to write Javanese scripts in elementary school needs to be studied to determine the teacher's teaching method in class. This study aims to analyze the ability of students to recognize, write, and read Javanese script letters after applying multisensory methods and describe the process of applying multisensory methods in learning Javanese script in class IV elementary school. This study uses descriptive qualitative research methods with data collection through observation, interviews, documentation, and research subjects, namely grade IV students and class teachers.  The teacher uses the multisensory method, which involves using various senses in the learning process. The study results are expected to help other researchers compile Javanese language research, add insight into knowledge for readers in the field of education, and can be applied practically in the classroom as a form of learning.
Analisis Pembelajaran Aksara Jawa melalui Penerapan Media Pembelajaran Permainan Misteri Huruf dan Bunyi pada Peserta Didik Kelas 3 Sekolah Dasar Kota Batu Wardani, Rizky Okta; Soenaryo, Siti Fatimah; Suwandayani, Beti Istanti
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 10, No 4: APRIL 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/jptpp.v10i4.25733

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis permainan misteri huruf dan bunyi dalam mengajarkan, memperkenalkan, dan memahami aksara jawa kepada peserta didik. Penggunaan permainan yang inovatif dan menarik menjadi salah satu upaya untuk membangkitkan kembali minat belajar aksara jawa, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya kepada peserta didik. Metode penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif, subyek penelitian peserta didik kelas 3 sekolah dasar, teknik pengumpulan data menurut alur Miles & Huberrman 1994: a. Pengumpulan data, b. Reduksi data, c. Penyajian data, d. Kesimpulan. Penelitian menunjukkan penerapan permainan misteri huruf dan bunyi membantu peserta didik dalam memahami dan mengenal bentuk 20 huruf aksara jawa. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan dan pengetahuan kepada para pembaca dan peneliti lainnya.
Analisis Creative Thinking Mahasiswa PGSD Dalam Pembelajaran Kreatif Siti Fatimah Soenaryo; Beti Istanti Suwandayani; Reny Dwi Susanti
DIDAKTIKA Vol 28 No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (857.96 KB) | DOI: 10.30587/didaktika.v28i2(1).3851

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan model pembelajaran creative learning pada mata kuliah Profesi Keguruan, mendeskripsikan faktor pendukung dan faktor penghambat penerapan model pembelajaran creative learning pada mata kuliah Profesi Keguruan serta mendeskripsikan upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi faktor penghambat dalam penerapan model pembelajaran creative learning pada mata kuliah Profesi Keguruan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah dengan memberikan penugasan dan melalui observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pelaksanaannya mahasiswa telah menyelesaikan sesuai dengan arahan pengampu. Factor pendukung pelaksanaan pembelajaran ini yaitu kreativitas yang dimiliki oleh pengampu, Latar belakang mahasiswa yang sudah dibekali dengan dunia tekhnologi, Sarana prasarana yang mendukung, Lingkungan sekitar yang mendukung penerapan metode creative learning dan Strategi yang sesuai dengan kemampuan mahasiswa. Selain itu terdapat factor penghambat dalam pelaksanannya. Namun factor penghambat tersebut dijadikan oleh pengampu sebagai tantangan untuk kesuksesan pelaksanaan pembelajaran yaitu dengan mencarikan alternative penyelesaian masalah. Alternative yang dilakukan oleh pengampu dalam rangka mengatasi factor penghambat yang terjadi adalah dengan menentukan jumlah referensi yang harus digunakan, mahasiswa diajarkan untuk mengutip, serta memberikan lesson plan yang jelas.
Evaluation of Computer and Network Engineering Field Work Practice Program Based on Context Input Process Product Model: Evaluasi Program Praktik Kerja Lapangan Teknik Komputer dan Jaringan Berbasis Model Context Input Process Product Kristanto, Eko; Yayuk, Erna; Soenaryo, Siti Fatimah
Indonesian Journal of Innovation Studies Vol. 26 No. 3 (2025): July
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/ijins.v26i3.1554

Abstract

Vocational education plays a crucial role in preparing students to meet the demands of the industrial world. At SMK Muhammadiyah Ngawen, the implementation of the Field Work Practice (PKL) program is evaluated using the CIPP (Context, Input, Process, Product) model to assess its effectiveness comprehensively. Despite the importance of PKL, few studies have thoroughly evaluated its alignment with industrial needs using a structured evaluation model. This study aims to analyze the implementation of PKL evaluation at SMK Muhammadiyah Ngawen through qualitative methods, including observation, semi-structured interviews, and documentation. The results indicate that the PKL evaluation is conducted effectively, supported by solid collaboration between schools and industrial partners, and has enhanced students' practical skills and job readiness. The novelty of this study lies in its structured use of the CIPP model in a vocational setting to identify gaps between school training and industry expectations. The implications suggest the need for broader industry partnerships and curriculum adjustments to strengthen the relevance of PKL programs in vocational education. Highlights: Highlights effective PKL evaluation using the CIPP model. Reveals strong school-industry collaboration in vocational training. Recommends curriculum alignment with industry needs. Keywords: Field Work Practice, CIPP Model, Vocational Education, Skill Development, Industry Partnership
Tinjauan Kesiapan Belajar dalam Proses Transisi Pendidikan Anak Usia Dini ke Sekolah Dasar Siti Fatimah Soenaryo; Susanti, Reni Dwi; Beti Istanti Suwandayani
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v5i1.11452

Abstract

The provision of proper education for children is an essential responsibility in order to cultivate high-quality human resources. Early Childhood Education (PAUD) offers children a conducive learning environment, motivation to learn, and guidance to optimize their development. Strengthening the transition from PAUD to primary school is an activity aimed at enhancing PAUD and ensuring teachers have a solid foundation in delivering education at the elementary school level. This qualitative research aims to examine the readiness of children in facing the transition from PAUD to elementary school. The research adopts a descriptive approach and involves teachers at both PAUD and elementary school level 1 as subjects. The data collection techniques employed include interviews and questionnaires. The findings of the study reveal that in preparing for the transition, three key preparations are necessary: the readiness of the children themselves, supportive parents, and a well-prepared school environment. Emotional maturity of the child, parental support, and school readiness encompassing infrastructure, learning environment, and teacher competence in classroom management are crucial factors in this regard.
Pengaruh Penerapan Model Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran Matematika di Kelas IV SD Negeri Dadaprejo 01 Apriani, Tri; Soenaryo, Siti Fatimah; Arifin, Bustanol
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 4 No. 3 (2024): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v4i3.715

Abstract

Berdasarkan refleksi bersama guru ditemukan permasalahan mengenai rendahanya hasil belajar matematika siswa di kelas IV SD Negeri Dadaprejo 01. Hal ini disebabkan proses pembelajaran masih berfokus pada guru,pelaksanaan model problem based learning dalam pembelajaran belum optimal, dan faktor penyebab juga ditemukan dari diri siswa, dimana setiap anak memiliki kemampuan intelektual yang berbeda sehingga hasil belajar matematika siswa masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajar problem based learning terhadap hasil belajar matematika. Tempat penelitian di SD Negeri Dadaprejo 01, Kota Batu, Jawa Timur. Populasi dalam penelitian ini siswa kelas IV SD Negeri Dadaprejo 01 tahun pembelajaran 2023/2024 yang berjumlah 57 siswa. Sampel penelitian ditentukan dengan teknik purposive sampling. Kelas IV-A dengan jumlah 30 siswa sebagai kelas eksperimen, dan kelas IV-B dengan jumlah 27 siswa sebagai kelas kontrol. Penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan Quasi Experimental Design. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Non-equivalent Control Group Design. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, tes pretest dan posttest dalam bentuk esai dan dokumentasi penelitian. Instrumen penelitian disusun dalam bentuk kisi-kisi soal dan lembar observasi yang dirancang untuk mengevaluasi penerapan model problem based learning dan hasil belajar siswa. Data dianalisis menggunakan independent t-test dengan taraf signifikan < 0.05 atau 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning yang diterapkan kepada siswa memiliki pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri  Dadaprejo 01 pada pembelajaran matematika. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya siswa kelas eksperimen yang mampu menjawab soal posttest dengan nilai rata-rata 89,17 dan pada kelas kontrol diproleh nilai rata-rata 71,48, dengan besar pengaruh perbedaan rata-rata adalah 17,69. Untuk uji t pada posttest diperoleh nilai t-hitung 5.424 lebih besar dari 2.00 (t-tabel 5% n=57). nilai t (p) antara kelas kontrol dan kelas eksperimen adalah sejumlah 0.000 artinya nilai ini < 0.05 maka H0 ditolak dan Ha diterima.
PENDAMPINGAN KOMPETENSI TENAGA PENDIDIK DALAM PENGEMBANGAN METODE PEMBELAJARAN ANAK USIA DINI SEBAGAI OPTIMALISASI TRANSISI PAUD KE JENJANG SD DI SDN 2 PANDESARI Soenaryo, Siti Fatimah; Suwandayani, Beti Istanti; Susanti, Reni Dwi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.26189

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan utama manusia. Pendidikan yang layak merupakan kewajiban yang harus dipenuhi untuk sudah difasilitasi mulai dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan tinggi. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) meluncurkan Merdeka Belajar Episode ke-24 dengan topik “Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan” gerakan ini merupakan respon serius pemerintah menyikapi banyaknya orang tua yang mendaftarkan anaknya masuk kelas 1 SD tanpa mengikuti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau situasi dimana pada masa PAUD anak sudah difokuskan untuk memiliki kemampuan calistung (baca tulis hitung). Secara spesifik berdasarkan kesepakatan antara mitra dan tim pengabdian permasalahan mitra yang perlu diselesaikan yaitu sebagai berikut a) Kurangnya kompetensi pemahaman terkait guru proses transisi PAUD ke SD, b) Kurangnya pemahaman guru dalam implementasi metode pembelajaran yang digunakan, c) Kurangnya pendampingan dalam pelaksanaan transisi PAUD ke SD. Solusi untuk membantu permasalahan yang dialami oleh mitra yaitu SDN 2 Pandesari, maka diperlukan beberapa hal solusi yang ditawarkan, yaitu: 1) Focus Group Discussion (FGD) kompetensi pemahaman guru tentang transisis PAUD ke SD, 2) Workshop dan pelatihan dalam implementasi metode pembelajaran yang digunakan, 3) Pendampingan dalam pelaksanaan transisi PAUD ke SDPendampingan pembuatan modul ajar berorientasi literasi budaya. Adapun pelaksanaan solusi tersebut menggunakan metode ceramah, diskusi, simulasi dan pendampingan. Selanjutnya target yang dalam kegiatan ini adalah 1) peningkatan kompetensi pemahaman guru dalam implementasi transisi PAUD ke SD, 2) Video kegiatan workshop dan pendampingan kegiatan pengabdian yang diunggah di youtube channel, 3) Publikasi Ilmiah Jurnal Pengabdian terindeks sinta, 4) Publikasi media massa online.