Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Agroteknika

Rancang Bangun Sistem Plant Factory untuk Produksi Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) Galih Mustiko Aji; Artdhita Fajar Pratiwi; Sari Widya Utami
Agroteknika Vol 5 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v5i2.149

Abstract

Saat ini di Indonesia, jarang yang melakukan budidaya tanaman pakcoy dengan sistem plant factory. Sistem plant factory dalam ruangan sangat bergantung pada kuantitas dan kualitas cahaya buatan yang digunakan dan sesuai dengan kebutuhan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan desain sistem plant factory terbaik untuk tanaman pakcoy dengan kuantitas dan kualitas lampu LED yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan membuat sistem plant factory yang dirancang dengan sumber pencahayaan buatan yaitu lampu LED yang intensitasnya diatur sebesar 100 μmol/m2/s dan lama penyinaran yang divariasikan selama 12 jam, 16 jam, 20 jam dan 24 jam. Pengaturan kestabilan intensitas cahaya pada sistem plant factory menggunakan PWM driver dengan tingkat toleransi sebesar ±2%. Parameter pertumbuhan adalah tinggi tanaman dan jumlah daun tanaman pakcoy digunakan sebagai variabel pengujian dari sistem plant factory yang dibangun. Hasil penelitian menunjukkan sistem plant factory yang dibuat mampu memproduksi tanaman pakcoy dengan produksi tertinggi didapatkan pada lama penyinaran selama 24 jam.
Penerapan Sistem Fuzzy Pada Pengendalian Iklim-Mikro Untuk Perkecambahan Zoysia Artdhita Fajar Pratiwi; Galih Mustiko Aji; Sari Widya Utami
Agroteknika Vol 7 No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v7i1.244

Abstract

Zoysia merupakan jenis rumput lanskap dengan nilai ekonomis tinggi sebagai rumput lapangan bola dan golf, serta media konservasi tanah. Namun, laju perkecambahan dan pertumbuhan bibit rumput ini sangat lambat karena dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti cahaya, suhu dan kelembapan yang tidak menentu. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang sebuah chamber perkecambahan untuk mengoptimalkan perkecambahan Zoysia dengan mengendalikan kestabilan iklim-mikro seperti suhu dan kelembapan media menggunakan logika fuzzy. Chamber perkecambahan menggunakan berbagai jenis lampu dengan karakteristik panas yang berbeda sebagai sumber cahaya dalam proses fotosintesis. Adapun jenis lampu yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lampu bohlamp, lampu neon, lampu LED red blue, dan lampu LED full spectrum. Selain itu, chamber perkecambahan dirancang dengan menerapkan pemanas, kipas, dan mistmaker sebagai aktuator yang bekerja berdasarkan input dari sensor DHT11 dan sensor kelembapan media. Pada chamber perkecambahan Zoysia ini diatur pada suhu antara 27o - 30oC dan kelembapan media 50% - 55%. Berdasarkan hasil simulasi dan pengukuran diperoleh kondisi iklim-micro pada chamber perkecambahan yang optimal didapatkan parameter suhu dan kelembapan media dengan kesalahan masing-masing sebesar 0,15% dan 4,604%.
Rancang Bangun Inkubator Tempe Untuk Mempercepat Waktu Fermentasi Aji, Galih Mustiko; Pratiwi, Artdhita Fajar; Utami, Sari Widya
Agroteknika Vol 7 No 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v7i4.321

Abstract

Proses fermentasi tempe sangat dipengaruhi oleh faktor suhu dan kelembaban ruangan. Fermentasi secara tradisional sangat bergantung pada cuaca yang dapat memengaruhi lamanya waktu fermentasi. Tujuan penelitian ini adalah membuat rancang bangun inkubator tempe dengan suhu dan kelembaban terkendali untuk mempercepat proses fermentasi. Inkubator tempe yang dibuat menggunakan metode kendali histerisis untuk pengendalian suhu dan kelembaban. Kendali histerisis yang dilakukan mengatur pita atas dan pita bawah suhu antara 34 hingga 35°C dan kelembaban antara 69 hingga 70%RH. Suhu dan kelembaban dalam ruang inkubator dibaca melalui sensor DHT11 yang terhubung ke Arduino Mega 2560. Arduino Mega 2560 bertugas untuk mengatur penyalaan lampu pijar yang memberikan energi panas dan mist maker yang meningkatkan kelembaban ruang inkubator. Hasil pengujian menunjukkan bahwa inkubator tempe yang dibuat dapat menyesuaikan dengan kondisi yang diharapkan dengan selisih pita atas dan pita bawah pada suhu adalah sebesar 1,3 oC dan selisih pita atas dan pita bawah kelembaban sebesar 8,1%RH. Dengan menggunakan inkubator tempe ini, dapat menghasilkan tempe lebih cepat daripada fermentasi tradisional yaitu hanya dalam waktu 29 jam. Dibandingkan dengan fermentasi tradisional yang membutuhkan waktu 48 jam, maka dengan inkubator tempe ini dapat mempercepat proses fermentasi sebesar 39,5%.