Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN ABU ARANG TEMPURUNG KELAPA TERHADAP KUAT GESER TANAH LEMPUNG DI DAERAH MAKARTI JAYA Reffanda Kuniawan Rustam; Herri Purwanto; Adiguna Adiguna; Indah Tiara Putri
Jurnal Deformasi Vol. 4 No. 2 (2019): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v4i2.3548

Abstract

ABSTRAKBahan pengujian kuat geser yang digunakan pada penelitian ini adalah abu arang tempurung kelapa dengan variasi 0%, 5%, 10%, dan 15%. Pengambilan sampel tanah (tanah lempung) dengan metode handbor yang diambil pada kedalam 1-2 m. Adapun lokasi penelitian berada di Daerah Makarti Jaya Palembang. Pengujian pemadatan tanah standar (PTS) dilakukan di Laboratorium Mekanika Tanah Jurusan Teknik Sipil Universitas Sriwijaya dan pengujian direct shear dilakukan di Politeknik Sriwijaya Palembang. Hasil pengujian index properties menunjukkan bahwa tanah di Daerah Makarti Jaya memiliki berat jenis (Gs) tanah 1,81g/cm3dan kadar air ( 116,615%. Hasil dari pengujian PTS terhadap tanah asli didapatkan kadar air optimum ( sebesar 18% dengan berat isi kering maksimum sebesar 7,4 gr/cm³. Berdasarkan hasil pengujian direct shear diperoleh nilai kohesi maksimum (c) terjadi pada campuran abu arang tempurung kelapa persentase 5% yaitu 43,15 kPa. Nilai sudut geser maksimum dalam (ф) pada campuran abu arang tempurungkelapa 10% yaitu 18,23 ͦ. Nilai kuat geser maksimum (τ) terjadi pada campuran abu arang tempurung kelapa persentase 5% yaitu 43,8 kPa. Kata kunci : Abu arang tempurung kelapa, tanah lempung, direct shear.
Pengaruh Penambahan Serbuk Biji Karet Terhadap Kuat Geser Tanah Merah Aliyan Saputra Jaya; Amiwarti Amiwarti; Reffanda Kurniawan Rustam
Jurnal Deformasi Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i1.5209

Abstract

ABSTRAK Tanah merupakan bagian dari kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan-bahan organik. Tanah merah daerah Pakjo termasuk ke dalam jenis tanah lempung lunak dengan kuat geser yang rendah. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kuat geser tanah merah yang terjadi apabila ditambahkan serbuk biji karet ke tanah merah dengan persentase 5%, 10%, 15%, 20%, 25%. Penelitian dilakukan di laboratorium dengan menggunakan pengujian pemadatan tanah dan pengujian kuat geser (direct shear). Dari hasil pengujian didapat bahwa tanah merah didaerah Pakjo Kota Palembang memiliki nilai kadar air (w) sebesar 27,70%, berat jenis tanah (Gs)  2,67, batas cair (LL)  63,35%, batas plastis (PL) 25,13%, dan indeks plastisitas (IP) 38,22%. Dan berdasarkan sistem klasifikasi USCS termasuk kedalam klasifikasi tanah lempung (CH), sedangkan berdasarkan sistem klasifikasi AASHTO adalah A-7-6 (clavey soils). Dengan pengujian pemadatan tanah standar (PTS) didapat kadar air optimum 24% dan berat isi kering optimum 1,634 gr/cm3. Dari pengujian direct shear disimpulkan bahwa tanah merah dicampur dengan serbuk biji karet sebesar 15% dapat meningkatkan kuat geser tanah merah dengan  kuat geser (t) sebesar 65,70 kPa, nilai  kohesi (c) 49,00 kPa dan nilai sudut geser dalam (f) 38,01o
Pengaruh Penambahan Sabut Kelapa dan Abu Sekam Padi Terhadap Kuat Geser Tanah Arima Sefta; Adiguna Adiguna; Reffanda Kurniawan Rustam
Jurnal Deformasi Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v6i1.5610

Abstract

ABSTRAK Tanah merupakan bagian terpenting bidang konstruksi teknik sipil karena hampir semua bangunan berdiri atau dibangun di atas tanah. Tanah lempung lunak adalah jenis tanah yang memiliki daya dukung rendah dan daya mampat yang tinggi serta memiliki  indeks plastisitas yang tinggi membuat tanah ini mempunyai prilaku mengembang jika terkena air sehingga disebut tanah ekspansif. Salah satunya adalah tanah merah di daerah Pakjo. Oleh karena itu, perlu beberapa alternatif untuk tanah tersebut menjadi mempunyai daya dukung dan kuat geser yang lebih baik, di mana dalam penelitian ini menggunakan campuran sabut kelapa dan abu sekam padi sebagai bahan tambahannya. Dan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  apakah campuran limbah sabut kelapa dan abu sekam padi dapat meningkatkan nilai kuat geser tanah merah melalui pengujian direct shear dengan persentanse penambahan sebesar 5%, 10%, 15%, 20%, 25% dengan skala laboratorium. Hasil pengujian tanah merah didapat kadar air (w) sebesar 27,70%, berat jenis tanah (Gs) 2,67, batas cair (LL) 63,35%, batas plastis (PL) 25,13%, dan indeks plastisitas (IP) 38,22%, dengan sistem klasifikasi USCS berupa tanah lempung (CH),dan sistem klasifikasi AASHTO adalah A-7-6 (clavey soils). Hasil pengujian pemadatan tanah standar asli didapat kadar air optimum 24,20 % dan berat isi kering optimum 1,634 gr/cm3. Hasil  pengujian direct shear didapat kuat geser (t) tertinggi terjadi pada tanah merah dicampur dengan sabut kelapa dan abu sekam padi sebanya 5% yaitu 100,5 kPa dengan nilai  kohesi (c) 20,75 kPa dan nilai sudut geser dalam (f) 45,37,01o
Analisis Penambahan Cairan Bahan Kimia (Chemical Admixture) Damdex dan Sikacim Pada Beton K-250 Herri Purwanto; Agus Setiobudi; Amiwarti Amiwarti; Reffanda Kurniawan
Jurnal Deformasi Vol. 9 No. 2 (2024): JURNAL DEFORMASI
Publisher : Universitas PGRI Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31851/deformasi.v9i2.17574

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu beton dari hasil Penambahan Cairan Bahan Kimia (Chemical Admixture) Damdex dan Sikacim Terhadap Kuat Tekan Beton K-250 dengan  persentase penambahan dengan variasi 0%, 2,5%, 5% dan 7,5%. Metode penelitian ini berupa tergolong penelitian metode kuantitatif dengan judul Analisis Penambahan Cairan Bahan Kimia (Chemical Admixture) Damdex dan Sikacim Pada Beton K-250 yang dilakukan di Workshop Fakultas Teknik Universitas PGRI Palembang untuk membuat sampel dan pengujian kuat tekan beton sedangkan di Laboratorium Bahan Konstruksi Dinas PU Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Selatan untuk pengujian propertis material agregat yang dipakai. Hasil penelitian bahwa pada umur beton 28 hari nilai kuat tekan beton normal K-250 rata-rata sebesar 253,46 kg/cm2, kuat tekan beton dengan tambahan campuran 2,5% merek Damdex rata-rata sebesar 273,84 kg/cm², campuran 5% merek Damdex rata-rata sebesar 279,58 kg/cm² dan campuran 7,5% merek Damdex rata-rata sebesar 210,89 kg/cm². Sedangkan untuk tambahan campuran 2,5% merek Sikacim Concrete Additive rata-rata sebesar 277,31 kg/cm², campuran 5% merek Sikacim Concrete Additive rata-rata sebesar 325,56 kg/cm² dan campuran 7,5% merek Sikacim Concrete Additive rata-rata 241,08 kg/cm².
Optimasi Kombinasi Limbah Abu Sekam Padi Dan Sikacim Untuk Percepatan Waktu Pengerasan Beton Fc’20 Agus Setiobudi; Herri Purwanto; Amiwarti Amiwarti; Reffanda Kurniawan
Jurnal Tekno Global Vol. 15 No. 01
Publisher : UNIVERSITAS INDO GLOBAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jtg.v15i01.6281

Abstract

ABSTRACT Concrete road casting requires accelerated hardening to minimize traffic disruptions and reduce the impact of congestion. This research examines the effectiveness of combining Rice Husk Ash (RHA) as a partial cement replacement and Sikacim as a partial water replacement to enhance the hardening process of Fc'20 grade concrete. RHA was used to replace 5% of the cement content, while Sikacim was utilized as a water replacement with concentration variations of 5%, 10%, and 15% of the total mixing water requirement. The experimental methodology involved compressive strength testing on 24 standard cylindrical specimens after a 7-day curing period. The results indicated that the optimal combination of 5% RHA and 10% Sikacim achieved a compressive strength of 20.57 MPa at 7 days (equivalent to 31.65 MPa at 28 days), representing a 44.39% increase over the target Fc'20 quality. This performance boost resulted from the synergistic effect between the pozzolanic reaction of the RHA, which forms additional C-S-H (Calcium Silicate Hydrate) gel, and the superplasticizer properties of Sikacim, which improves workability while densifying the concrete matrix. The 5% Sikacim combination showed lower compressive strength due to an insufficient additive dosage to compensate for cement reduction, while 15% Sikacim led to potential segregation and hydration interference. These findings prove that 5% RHA with 10% Sikacim not only accelerates hardening but also significantly improves concrete quality. Implementing these findings provides a valuable contribution to speeding up road construction projects while promoting the sustainable use of local materials, specifically supporting green construction practices through the utilization of agricultural waste Keywords : Rice Husk Ash, Fc'20 Concrete, Concrete Compressive Strength, Rapid Concrete Hardening, Sikacim   ABSTRAK Pengecoran jalan beton memerlukan percepatan pengerasan untuk meminimalkan gangguan lalu lintas dan mengurangi dampak kemacetan. Penelitian ini mengkaji efektivitas kombinasi abu sekam padi (ASP) sebagai pengganti sebagian semen dan Sikacim sebagai pengganti sebagian air dalam meningkatkan proses pengerasan beton Fc'20. ASP digunakan untuk menggantikan 5% kandungan semen, sedangkan Sikacim digunakan sebagai pengganti air dengan variasi konsentrasi 5%, 10%, dan 15% dari total kebutuhan air campuran. Metodologi eksperimen melibatkan pengujian kuat tekan pada 24 spesimen silinder standar setelah periode perawatan 7 hari. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa kombinasi optimal 5% ASP dan 10% Sikacim mencapai kuat tekan 20,57 MPa pada 7 hari, setara dengan 31,65 MPa pada 28 hari, terjadi peningkatan kuat tekan sebesar 44,39% dari mutu rencana Fc'20. Peningkatan kinerja ini dihasilkan dari efek sinergis antara reaksi pozzolanik ASP yang membentuk gel C-S-H tambahan, dan sifat superplasticizer Sikacim yang meningkatkan workability sekaligus memadatkan matriks beton. Kombinasi dengan 5% Sikacim menunjukkan kuat tekan yang lebih rendah karena dosis aditif yang tidak cukup untuk mengkompensasi pengurangan semen, sementara 15% Sikacim menyebabkan potensi segregasi dan gangguan hidrasi. Hasil ini membuktikan bahwa 5% ASP dengan 10% Sikacim tidak hanya mempercepat pengerasan beton tetapi juga secara signifikan meningkatkan kualitas beton. Implementasi temuan ini memberikan kontribusi berharga untuk mempercepat proyek konstruksi jalan sekaligus mendukung pemanfaatan bahan lokal yang berkelanjutan dalam industri konstruksi, khususnya mendukung praktik konstruksi hijau melalui pemanfaatan limbah pertanian. Kata Kunci : Abu Sekam Padi, Beton Fc'20, Kuat Tekan Beton, Pengerasan Beton Cepat, Sikacim