Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI ETIL ASETAT DAUN Kersen (Muntingia Calabura L.) TERHADAP PENGHAMBATAN ENZIM Α-GLUKOSIDASE SECARA IN VITRO Dedi Hanwar; Khisma Arum Firdaus
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1091.635 KB)

Abstract

Penelitian potensi tumbuhan kersen (Muntingia calabura L.) sebagai obat antidiabetes terus dilakukan. Penelitian sebelumnya menyebutkan ekstrak etanol daun kersen dapat menurunkan kadar gula darah pada tikus, namun belum diketahui aktivitasnya dalam menghambat enzim α-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid serta menguji aktivitas ekstrak etanol 96% dan fraksi etil asetat daun kersen terhadap enzim α-glukosidase. Ekstrak etanol 96% didapatkan melalui maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Fraksi etil asetat didapatkan dari fraksinasi cair-cair ekstrak etanol 96% menggunakan pelarut etil asetat. Uji aktivitas ekstrak etanol 96% dan fraksi etil asetat daun kersen terhadap penghambatan enzim α-glukosidase menggunakan p-nitrophenyl-α-D-Glucopyranoside (pNPG) sebagai substrat. Hasil hidrolisis enzim α-glukosidase terhadap pNPG berupa p-nitrofenol yang berwarna kuning dibaca menggunakan ELISA reader pada λ 405 nm. Kadar flavonoid ditentukan dengan menggunakan spektrofotometer pada λ maks 422 nm. Hasil pengujian aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase dengan ekstrak etanol 96% menunjukkan nilai IC50 sebesar 310,880±21,191µg/mL dan kadar flavonoid total sebesar 66,532±0,731μg/mg, sementara nilai IC50 fraksi etil asetat sebesar 270,286±4,034µg/mL dan kadar flavonoid total sebesar 162,503±1,360μg/mg. Nilai IC50 akarbosa sebesar 31,626±6,361µg/mL, digunakan sebagai pembanding dalam uji aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase. Kadar flavonoid fraksi etil lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak etanol 96%. Nilai ini menunjukkan bahwa inhibisi fraksi etil asetat terhadap enzim α-glukosidase lebih tinggi dibandingkan ekstrak etanol 96%, namun tidak lebih poten daripada akarbosa.
Validasi Metode Penetapan Kadar Kurkumin pada Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dengan KLT-Densitometri Dedi Hanwar; Vera Widyastuti; Andi Suhendi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.306 KB)

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) merupakan salah satu tanaman yang banyak digunakan dalam pengobatan herbal. Tanaman tersebut mempunyai banyak manfaat bagi tubuh,dimana manfaatnya sangat tergantung pada kadar kurkuminnya, maka diperlukan metode penetapan kadar kurkumin yang valid terhadap ekstrak temulawak untuk menjamin kualitasnya. Telah dikembangkan metode untuk penetapan kadar kurkumin dalam ekstrak yaitu KLT-Densitometri. Validasi metode KLT-Densitometri untuk analisis kurkumin dilakukan dengan fase diam silika gel GF254, fase gerak benzen: kloroform: metanol (15:80:5). Nilai Rf dari kurkumin yaitu 0,57 dengan nilai Rs 2,16 dan dideteksi pada λ maksimal 415 nm. Hasil analisis parameter validasi yang diperoleh yaitu akurasi 100,36% dengan nilai RSD 0,70; linieritas dengan r = 0,9951; RSD untuk presisi antara yaitu 1,75%; keberulangan nilai RSDnya 1,43%; nilai LOD dan LOQ berturut-turut adalah 19,9 ppm dan 66,4 ppm. Metode KLT densitometri untuk analisis kurkumin dalam ekstrak rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza) memenuhi nilai validitas yang diperbolehkan.
Validasi Metode HPLC untuk Analisis Kurkumin pada Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Dedi Hanwar; Vivi Resty Handayani; Andi Suhendi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.351 KB)

Abstract

Kurkumin yang terdapat pada rimpang temulawak (Curcumaxanthorrhiza) memiliki banyak khasiat dan digunakan pada banyaksediaan obat herbal. Analisis kurkumin dalam ekstrak rimpangtemulawak harus dilakukan dengan metode yang valid untukmenjamin kualitas ekstrak. Penelitian ini telah mengembangkanmetode HPLC yang tervalidasi untuk analisis kurkumin dalamekstrak temulawak. Analisis kurkumin dilakukan dengan HPLCAlliance 2998, kolom SunFireTM C18 5 μm, 4,6 x 150 mm, fasegerak asetonitril:asam fosfat 0,5% (60:40) dan flow rate 0,8ml/menit, deteksi pada λ 425,5 nm dengan detektor PDA. Parametervalidasi yang ditentukan yaitu akurasi, presisi, linieritas, batasdeteksi, batas kuantitasi dan selektifitas. Hasil penelitian didapatkannilai perolehan kembali 100,19 ± 1,54% dengan RSD 1,54%,keterulangan dan presisi antara didapatkan RSD berturut-turut 0,64± 0,39% dan 0,49 ± 0,06%. Nilai parameter linieritas menunjukkankorelasi yang baik antara respon metode terhadap perubahankonsentrasi analit dengan nilai R yaitu 0,994. Sensitifitas metode inicukup baik dilihat dari nilai batas deteksi dan batas kuantitasiberturut-turut yaitu 12 ng/mL dan 41 ng/mL. Metode ini jugamemiliki selektifitas yang baik dilihat dari nilai resolusi yaitu 1,7.Berdasarkan nilai-nilai parameter validasi tersebut maka metodeHPLC untuk analisis kurkumin dalam ekstrak rimpang temulawakadalah valid.
Pengawasan Mutu Produk Obat Herbal Berbasis Curcuma sp. Dengan Parameter Kadar Kurkumin Menggunakan Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Dedi Hanwar; 'Aina Fahrina Anwar; Andi Suhendi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.221 KB)

Abstract

Pengawasan terhadap produk obat herbal berbasis Curcuma sp. dilakukan dengan tujuan untuk menjamin mutu yang berhubungan dengan keamanan, toksisitas, dan hukum. Kurkumin merupakan komponen senyawa kurkuminoid yang memiliki persentase paling besar dibandingkan bisdemetoksikurkumin maupun demetoksikurkumin dengan beragam khasiat. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan kontrol mutu produk obat herbal berbasis kurkumin dengan menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Sistem kromatografi menggunakan kolom C18 5 μm 4,6x150 mm, detektor PDA dengan panjang gelombang 425 nm, fase terbalik dan sistem elusi isokratik menggunakan fase gerak asetonitril : asam fosfat 0,5% (60 : 40) dengan laju alir 0,8 mL/menit. Dari dua produk yang diteliti diperoleh kadar setiap kapsulnya adalah 4,92 mg (% recovery 80, 100, dan 120%: 127,30±3,21%, 132,40±1,77%, 120,36±12,36%; RSD keterulangan 1,55%; dan RSD presisi antara 1,27%) untuk produk I. Sedangkan untuk produk II adalah 1,90 mg (104,58±4,68%, 108,08±0,20%, 98,89±1,28%; 0,66%; dan 1,16%). Uji keseragaman kandungan untuk produk I memenuhi kriteria 4,996 mg (99,91% dalam rentang 85,0%-115,0%) sedangkan produk II tidak dilakukan uji yang sama.
Determination of Arsenic Levels in Spirulina sp. Food Supplement using Atomic Absorption Spectrophotometry Desy Nurlela Saanun; Dedi Hanwar
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.926 KB)

Abstract

Spirulina adalah alga hijau-biru dan mengandung banyak gizi dan digunakan sebagai suplemen makanan. Produk-produk yang berasal dari laut perlu dianalisis kandungan cemaran logamnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui cemaran logam arsen dalam suplemen makanan Spirulina sp. Sampel didestruksi dengan metode destruksi basah yang menggunakan HNO3 dan H2O2. Penetapan kadar arsen dengan spektrofotometri serapan atom (SSA) dibaca pada λ 193,7 nm dan dilakukan validasi meliputi linearitas, ripitabilitas, presisi antara, akurasi, LOD, dan LOQ. Hasil menunjukkan bahwa berdasarkan hasil validasi metode SSA telah memenuhi syarat keberterimaan validasi menurut Association of Official Analytical Chemist (AOAC). Linearitas menunjukkan r = 1. RSD sebesar 4,42% untuk ripitabilitas dan 5,24% untuk presisi antara. Akurasi menunjukkan recovery sebesar 95,40% dan RSD sebesar 6,71%. LOD dan LOQ masing-masing sebesar 0,012036 ppm dan 0,036471 ppm. Kadar rata-rata arsen dalam suplemen makanan Spirulina sp. adalah 0,0665 ppm.
OPTIMALISASI LAHAN PEKARANGAN DAN TANAMAN EMPON-EMPON DI DESA CABEYAN, BENDOSARI, SUKOHARJO Erindyah Retno Wikantyasning; Setyo Nurwaini; Endang Setyaningsih; Dedi Hanwar; Ika Trisharyanti; Luluk Ria Rakhma; Rima Munawaroh; Zakky Cholisoh; Ambar Yunita Nugraheni; Refsya Azanti; Yuka Aulia Rahma; Sania Nayasari Khoirunnisa; Muhammad Ikhsan Al Af Ghani; Amanda Wahyu Kurniawan; Khoirunnisa Khoirunnisa; Brainandiva Ade Fitria; Audi Tahta Aurellia; Rosi Hayyu Anjani; Cahya Rahma Utami
Abdimas Galuh Vol 4, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v4i2.8158

Abstract

Desa Cabeyan di Kecamatan Bendosari, Sukoharjo memiliki lahan pekarangan yang sebagian dimanfaatkan untuk budi daya berbagai tanaman sayur, buah, dan tanaman obat. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan, terutama untuk budi daya tanaman empon-empon dan pengolahan empon-empon. Sasaran yang dituju yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT) desa Cabeyan, agar dapat meningkatkan kesejahteraan melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu dengan edukasi kepada anggota KWT yang disampaikan secara lisan, dilanjutkan dengan praktek pembuatan produk dari empon-empon. Hasil analisis pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dari KWT terkait pemanfaatan lahan pekarangan untuk budi daya empon-empon, dari 61% menjadi 86%, dan peningkatan keterampilan dari KWT dalam mengolah empon-empon menjadi produk serbuk minuman instan.     
Aktivitas Penghambatan Enzim α-Glucosidase Ekstrak Daun Zingiber zerumbet Andi Suhendi; Dedi Hanwar; Broto Santoso; Subhan R Abidi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa senyawa zerumbon dan kaempferol dari Zingiber zerumbet dan ekstraknya memiliki aktivitas penghambatan enzim α- glukosidase. Oleh karena itu, daun zingiber zerumbet diduga memiliki aktivitas sebagai penghambat enzim α-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase dan mekanisme penghambatannya. P-nitrofenol yang terbentuk dari reaksi antara enzim dengan p-nitrofenil-α-D-glukopiranosa (PNPG) diukur dengan microplate reader pada panjang gelombang 405 nm. Penghambatan enzim dilakukan dengan menggunakan berbagai konsentrasi ekstrak dan acarbose sebagai kontrol positif. Uji kinetika enzim menggunakan 4 seri konsentrasi substrat pnitrofenil- α-D-glucopyranose (PNPG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Zingiber zerumbet memiliki aktivitas penghambatan enzim α-glukosidase dengan nilai IC50 sebesar 22,21±0,20 μg/mL. Sedangkan nilai IC50 acarbose adalah 47,41±2,37 μg/mL. Aktivitas penghambatan ekstrak lebih baik dibandingkan acarbose. Mekanisme penghambatan merupakan tipe camnpuran karena nilai Kap>K dan Vap<V.
Optimasi Ekstraksi Antosianin Daun Jati (Tectona grandis linn.) dan Aktivitas Antioksidannya Rahmadhani, Aintan; Hanwar, Dedi
BIOEDUSAINS:Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 7 No 2 (2024): Bioedusains: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/bioedusains.v7i2.13414

Abstract

This research aimed to optimize the extraction of anthocyanins and their antioxidant activity from teak leaves (Tectona grandis Linn.) using 1% ethanol-HCl solvent with varying ethanol concentrations. The method used is maceration with ethanol concentrations of 50%, 70% and 96%. The resulting extract was analyzed qualitatively through thin layer chromatography (TLC) tests and phytochemical and quantitative tests to determine anthocyanin levels and antioxidant activity. The results showed that 70% ethanol extract had the highest yield (18.5%), and all extracts met the yield requirements (>7.5%). The highest anthocyanin levels were found in 96% ethanol extract (26.022 mg/dL), with the best antioxidant activity (IC50 = 87.66 ppm). In conclusion, there is a linear relationship between antioxidant activity and anthocyanin levels, where the higher the ethanol concentration in the solvent, the more effective the extraction of anthocyanins and antioxidant activity from teak leaf samples. Keywords: Antioxidants, Anthocyanins, Teak Leaves, DPPH, Ethanol-HCl
Analisis Residu Pelarut Heksana Minyak Biji Bunga Matahari Dengan Teknik Mikroekstraksi Fase Padat Menggunakan Kromatografi Gas-Detektor Ionisasi Nyala Maharani, Bunga Adhelia; Hanwar, Dedi
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v8i1.2489

Abstract

Penggunaan pelarut organik seperti heksana dalam proses ekstraksi minyak biji bunga matahari dapat meninggalkan residu yang berpotensi membahayakan kesehatan jika melebihi batas maksimal residu yang ditetapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar residu pelarut heksana dalam minyak biji bunga matahari yang beredar di e-commerce dengan teknik Mikroekstraksi Fase Padat menggunakan Kromatografi Gas – Detektor Ionisasi Nyala. Validasi metode diuji dengan parameter linearitas, akurasi, keberulangan, batas deteksi (LOD), dan batas kuantifikasi (LOQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode SPME-GC-FID memiliki linearitas yang baik dengan nilai R2 sebesar 0,99, LOD sebesar 0,01 ppm, LOQ sebesar 0,03 ppm, %recovery 100,81%, dan nilai RSD sebesar 0,58%. Analisis sampel menunjukkan bahwa kadar residu heksana pada minyak biji bunga matahari diperoleh sebesar 3,31 mg/kg pada sampel A, 0,49 mg/kg pada sampel B, dan 2,60 mg/kg pada sampel C. Hal tersebut menunjukkan bahwa kadar residu pelarut pada ketiga sampel melebihi batas maksimal residu yang ditetapkan oleh BPOM yaitu 0,1 mg/kg.
Peningkatan Pemasaran Produk pada Kelompok Wanita Tani Sri Rejeki di Desa Cabeyan Sukoharjo Nugraheni, Ambar Yunita; Purbasari, Heppy; Utami, Wahyu; Cholisoh, Zakky; Nurwaini, Setyo; Kusumowati, Ika Trisharyanti Dian; Wikantyasning, Erindyah Retno; Munawaroh, Rima; Hanwar, Dedi; Larasati, Arindra; Ramdani, Tasya Eka
Abdi Geomedisains Vol. 6, No. 1, June 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/abdigeomedisains.v6i1.10989

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) Sri Rejeki in Cabeyan Village, Sukoharjo, is a community of women actively engaged in plant cultivation and the production of instant herbal products such as ginger and temulawak (curcuma). However, their product marketing activities are still limited to conventional methods and have not yet reached digital marketing platforms. This community service activity aimed to enhance the knowledge and skills of KWT members in digital product marketing through educational sessions and practical training. The methods used included interactive lectures, group discussions, and hands-on practice related to the use of social media and e-commerce platforms. The educational materials covered product marketing and basic understanding of Break Even Point (BEP) calculation. A total of 18 active KWT members and 5 teenagers participated in this activity. The participants' knowledge test results before (pre-test) and after (post-test) the educational session showed an increase in the average knowledge level, from the fair category (63.77%) to the good category (97.10%). KWT members began to understand the importance of market segmentation, slogan development, and the use of digital platforms such as WhatsApp Business, Instagram, and Shopee. This activity demonstrated that participatory training could equip participants with practical skills to improve their product marketing strategies. It is recommended that an internal marketing team be formed and continuous mentoring provided to optimize digital marketing efforts and product legality aspects such as PIRT (Home Industry Food Permit) and halal certification.