Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Validasi Metode KLT-Densitometri untuk Penetapan Kadar Kurkumin pada Produk Obat Herbal Berbasis Curcuma sp. Hanwar, Dedi; Aisyah, Siti; Suhendi, Andi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 7th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kunyit (Curcuma domestica) dan temulawak (Curcuma xanthorrhiza)merupakan tanaman yang banyak digunakan untuk produk obatherbal, yang khasiat utamanya tergantung pada kurkuminoid danminyak atsiri. Dengan adanya perkembangan produk-produk obatbahan alam, maka pengawasan terhadap produk-produk yangberedar di pasaran perlu dilakukan. Tujuan dari penelitian iniadalah untuk mengetahui validasi metode KLT-Densitometri untukpenetapan kadar kurkumin pada produk obat herbal yangmengandung ekstrak kunyit (D1) dan temulawak (D2). Metode KLTDensitometriuntuk analisis kurkumin dilakukan denganmenggunakan fase gerak kloroform: benzena: metanol (80:15:5) danfase diam silika gel GF254. Nilai Rf dari kurkumin yaitu 0,5 yangdideteksi pada ? maksimal 416 nm. Hasil persen perolehan kembaliuntuk parameter akurasi pada sampel berturut-turut yaitu 106,33 ±2,33% (D1) dan 103,14 ± 2,06 (D2). Sedangkan nilai %RSD padapenetapan parameter presisi antara dari sampel D1 dan D2 berturutturutyaitu, 1,39% dan 1,57%, dan pada parameter keterulanganadalah 1,35% dan 1,78%. Sehingga metode KLT-Densitometri validuntuk penetapan kadar kurkumin pada produk herbal.
UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI ETIL ASETAT DAUN Kersen (Muntingia Calabura L.) TERHADAP PENGHAMBATAN ENZIM ?-GLUKOSIDASE SECARA IN VITRO Hanwar, Dedi; Firdaus, Khisma Arum
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 8th University Research Colloquium 2018: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian potensi tumbuhan kersen (Muntingia calabura L.) sebagai obat antidiabetes terus dilakukan. Penelitian sebelumnya menyebutkan ekstrak etanol daun kersen dapat menurunkan kadar gula darah pada tikus, namun belum diketahui aktivitasnya dalam menghambat enzim ?-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid serta menguji aktivitas ekstrak etanol 96% dan fraksi etil asetat daun kersen terhadap enzim ?-glukosidase. Ekstrak etanol 96% didapatkan melalui maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Fraksi etil asetat didapatkan dari fraksinasi cair-cair ekstrak etanol 96% menggunakan pelarut etil asetat. Uji aktivitas ekstrak etanol 96% dan fraksi etil asetat daun kersen terhadap penghambatan enzim ?-glukosidase menggunakan p-nitrophenyl-?-D-Glucopyranoside (pNPG) sebagai substrat. Hasil hidrolisis enzim ?-glukosidase terhadap pNPG berupa p-nitrofenol yang berwarna kuning dibaca menggunakan ELISA reader pada ? 405 nm. Kadar flavonoid ditentukan dengan menggunakan spektrofotometer pada ? maks 422 nm. Hasil pengujian aktivitas penghambatan enzim ?-glukosidase dengan ekstrak etanol 96% menunjukkan nilai IC50 sebesar 310,880±21,191µg/mL dan kadar flavonoid total sebesar 66,532±0,731?g/mg, sementara nilai IC50 fraksi etil asetat sebesar 270,286±4,034µg/mL dan kadar flavonoid total sebesar 162,503±1,360?g/mg. Nilai IC50 akarbosa sebesar 31,626±6,361µg/mL, digunakan sebagai pembanding dalam uji aktivitas penghambatan enzim ?-glukosidase. Kadar flavonoid fraksi etil lebih tinggi dibandingkan dengan ekstrak etanol 96%. Nilai ini menunjukkan bahwa inhibisi fraksi etil asetat terhadap enzim ?-glukosidase lebih tinggi dibandingkan ekstrak etanol 96%, namun tidak lebih poten daripada akarbosa.
Validasi Metode Penetapan Kadar Kurkumin pada Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dengan KLT-Densitometri Hanwar, Dedi; Widyastuti, Vera; Suhendi, Andi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang Sains dan Teknologi
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) merupakan salah satu tanaman yang banyak digunakan dalam pengobatan herbal. Tanaman tersebut mempunyai banyak manfaat bagi tubuh,dimana manfaatnya sangat tergantung pada kadar kurkuminnya, maka diperlukan metode penetapan kadar kurkumin yang valid terhadap ekstrak temulawak untuk menjamin kualitasnya. Telah dikembangkan metode untuk penetapan kadar kurkumin dalam ekstrak yaitu KLT-Densitometri. Validasi metode KLT-Densitometri untuk analisis kurkumin dilakukan dengan fase diam silika gel GF254, fase gerak benzen: kloroform: metanol (15:80:5). Nilai Rf dari kurkumin yaitu 0,57 dengan nilai Rs 2,16 dan dideteksi pada ? maksimal 415 nm. Hasil analisis parameter validasi yang diperoleh yaitu akurasi 100,36% dengan nilai RSD 0,70; linieritas dengan r = 0,9951; RSD untuk presisi antara yaitu 1,75%; keberulangan nilai RSDnya 1,43%; nilai LOD dan LOQ berturut-turut adalah 19,9 ppm dan 66,4 ppm. Metode KLT densitometri untuk analisis kurkumin dalam ekstrak rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza) memenuhi nilai validitas yang diperbolehkan.
Validasi Metode HPLC untuk Analisis Kurkumin pada Ekstrak Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Hanwar, Dedi; Handayani, Vivi Resty; Suhendi, Andi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 12th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurkumin yang terdapat pada rimpang temulawak (Curcumaxanthorrhiza) memiliki banyak khasiat dan digunakan pada banyaksediaan obat herbal. Analisis kurkumin dalam ekstrak rimpangtemulawak harus dilakukan dengan metode yang valid untukmenjamin kualitas ekstrak. Penelitian ini telah mengembangkanmetode HPLC yang tervalidasi untuk analisis kurkumin dalamekstrak temulawak. Analisis kurkumin dilakukan dengan HPLCAlliance 2998, kolom SunFireTM C18 5 ?m, 4,6 x 150 mm, fasegerak asetonitril:asam fosfat 0,5% (60:40) dan flow rate 0,8ml/menit, deteksi pada ? 425,5 nm dengan detektor PDA. Parametervalidasi yang ditentukan yaitu akurasi, presisi, linieritas, batasdeteksi, batas kuantitasi dan selektifitas. Hasil penelitian didapatkannilai perolehan kembali 100,19 ± 1,54% dengan RSD 1,54%,keterulangan dan presisi antara didapatkan RSD berturut-turut 0,64± 0,39% dan 0,49 ± 0,06%. Nilai parameter linieritas menunjukkankorelasi yang baik antara respon metode terhadap perubahankonsentrasi analit dengan nilai R yaitu 0,994. Sensitifitas metode inicukup baik dilihat dari nilai batas deteksi dan batas kuantitasiberturut-turut yaitu 12 ng/mL dan 41 ng/mL. Metode ini jugamemiliki selektifitas yang baik dilihat dari nilai resolusi yaitu 1,7.Berdasarkan nilai-nilai parameter validasi tersebut maka metodeHPLC untuk analisis kurkumin dalam ekstrak rimpang temulawakadalah valid.
Pengawasan Mutu Produk Obat Herbal Berbasis Curcuma sp. Dengan Parameter Kadar Kurkumin Menggunakan Metode Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Hanwar, Dedi; Anwar, 'Aina Fahrina; Suhendi, Andi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengawasan terhadap produk obat herbal berbasis Curcuma sp. dilakukan dengan tujuan untuk menjamin mutu yang berhubungan dengan keamanan, toksisitas, dan hukum. Kurkumin merupakan komponen senyawa kurkuminoid yang memiliki persentase paling besar dibandingkan bisdemetoksikurkumin maupun demetoksikurkumin dengan beragam khasiat. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan kontrol mutu produk obat herbal berbasis kurkumin dengan menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT). Sistem kromatografi menggunakan kolom C18 5 ?m 4,6x150 mm, detektor PDA dengan panjang gelombang 425 nm, fase terbalik dan sistem elusi isokratik menggunakan fase gerak asetonitril : asam fosfat 0,5% (60 : 40) dengan laju alir 0,8 mL/menit. Dari dua produk yang diteliti diperoleh kadar setiap kapsulnya adalah 4,92 mg (% recovery 80, 100, dan 120%: 127,30±3,21%, 132,40±1,77%, 120,36±12,36%; RSD keterulangan 1,55%; dan RSD presisi antara 1,27%) untuk produk I. Sedangkan untuk produk II adalah 1,90 mg (104,58±4,68%, 108,08±0,20%, 98,89±1,28%; 0,66%; dan 1,16%). Uji keseragaman kandungan untuk produk I memenuhi kriteria 4,996 mg (99,91% dalam rentang 85,0%-115,0%) sedangkan produk II tidak dilakukan uji yang sama.
Determination of Arsenic Levels in Spirulina sp. Food Supplement using Atomic Absorption Spectrophotometry Saanun, Desy Nurlela; Hanwar, Dedi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 14th University Research Colloquium 2021: Bidang Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spirulina adalah alga hijau-biru dan mengandung banyak gizi dan digunakan sebagai suplemen makanan. Produk-produk yang berasal dari laut perlu dianalisis kandungan cemaran logamnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui cemaran logam arsen dalam suplemen makanan Spirulina sp. Sampel didestruksi dengan metode destruksi basah yang menggunakan HNO3 dan H2O2. Penetapan kadar arsen dengan spektrofotometri serapan atom (SSA) dibaca pada ? 193,7 nm dan dilakukan validasi meliputi linearitas, ripitabilitas, presisi antara, akurasi, LOD, dan LOQ. Hasil menunjukkan bahwa berdasarkan hasil validasi metode SSA telah memenuhi syarat keberterimaan validasi menurut Association of Official Analytical Chemist (AOAC). Linearitas menunjukkan r = 1. RSD sebesar 4,42% untuk ripitabilitas dan 5,24% untuk presisi antara. Akurasi menunjukkan recovery sebesar 95,40% dan RSD sebesar 6,71%. LOD dan LOQ masing-masing sebesar 0,012036 ppm dan 0,036471 ppm. Kadar rata-rata arsen dalam suplemen makanan Spirulina sp. adalah 0,0665 ppm.
Aktivitas Penghambatan Enzim ?-Glucosidase Ekstrak Daun Zingiber zerumbet Suhendi, Andi; Hanwar, Dedi; Santoso, Broto; Abidi, Subhan R
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 16th University Research Colloquium 2022: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa senyawa zerumbon dan kaempferol dari Zingiber zerumbet dan ekstraknya memiliki aktivitas penghambatan enzim ?- glukosidase. Oleh karena itu, daun zingiber zerumbet diduga memiliki aktivitas sebagai penghambat enzim ?-glukosidase. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas penghambatan enzim ?-glukosidase dan mekanisme penghambatannya. P-nitrofenol yang terbentuk dari reaksi antara enzim dengan p-nitrofenil-?-D-glukopiranosa (PNPG) diukur dengan microplate reader pada panjang gelombang 405 nm. Penghambatan enzim dilakukan dengan menggunakan berbagai konsentrasi ekstrak dan acarbose sebagai kontrol positif. Uji kinetika enzim menggunakan 4 seri konsentrasi substrat pnitrofenil- ?-D-glucopyranose (PNPG). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun Zingiber zerumbet memiliki aktivitas penghambatan enzim ?-glukosidase dengan nilai IC50 sebesar 22,21±0,20 ?g/mL. Sedangkan nilai IC50 acarbose adalah 47,41±2,37 ?g/mL. Aktivitas penghambatan ekstrak lebih baik dibandingkan acarbose. Mekanisme penghambatan merupakan tipe camnpuran karena nilai Kap>K dan Vap<V.
DPPH FREE RADICAL SCAVENGING ACTIVITY OF LEMPUYANG WANGI LEAVES (ZINGIBER AROMATICUM. VAL) EXTRACTS AND FRACTIONS Cheleng, Nisreen; Hanwar, Dedi
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 19th University Research Colloquium 2024: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zingiber aromaticum has chemical compounds such as flavonoids, saponins and essential oils. This research aimed to know antioxidant activity and determine the total phenolic content in the leaves of Zingiber aromaticum. Extraction by maceration with ethanol and followed by fractionation of liquid-liquid separation method with ethanol solvent, n- hexane and ethyl acetate. The antioxidant activity of extracts and fractions determined by DPPH and total content of phenolic compounds determined by the Folin-Ciocalteu method. The results showed that the ethanol extract has IC50 value of 276.75 ppm, n-hexane fraction of 255.24 ppm, ethyl acetate fraction of 224.89 ppm, ethanol fraction of 420.39 ppm, and vitamin E of 6.488 ppm. Total phenolic content of the ethanol extract of 55.876 GAE, n-hexane fraction of 20.552 GAE, ethyl acetate fraction of 94.309 GAE, and ethanol fraction of 35.559 GAE. The correlation between antioxidant activity and total phenolic content was 46.31 % in the antioxidant activity of phenolic compounds discordant.
Identification of Volatile Compounds in Soy Milk Drinks Using Solid Phase Microextraction-Gas Chromatography-Mass Spectrometry (SPME-GC-MS) Sari, Aisah Kensar Nawang Wulan; Hanwar, Dedi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i12.55441

Abstract

The distinctive aroma produced by soy milk is thought to come from volatile compounds. The development and use of soy milk derivative products require a deep understanding and characterization of the flavor profile. The aim of this study was to identify volatile flavoring compounds found in soy milk made from imported and local soybeans. Milk samples extracted using the headspace-SPME method at a temperature of 60°C for 20 minutes, and analyzed using GC-MS. The results obtained, detected as many as 23 major volatile compounds (relative levels> 1%) in both samples. The difference in total volatiles produced between the two samples showed that there was a significant difference (P <0.05), while the difference in relative levels between compounds that often appear such as pentanal in both samples showed insignificant results (P> 0.05). It can be concluded that the origin of soybeans between imported and local soy milk influences the total amount of volatile compounds identified, however, it does not significantly influence the flavour and aroma characteristics caused by the pentanal compound.