M.Pd ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Unknown Affiliation

Published : 121 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

The Use of ICT Based Teaching Media by English Teachers at Junior High Schools in Singaraja: Age and Gender Analysis ., I Kadek Febriandikayasa; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14854

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis media yang digunakan oleh guru bahasa inggris SMP di singiraja. Penelitian ini adalah penelitian Mix-method dan self-checklist serta panduan interview adalah instrument yang digunakan. Total ada 39 guru terlibat dalam penelitian ini. 13 diantaranya laki-laki dan 26 adalah wanita, 23 diantara mereka dikategorikan sebagai Generation-X dan 16 Generation-Y. hasl dari penelitian ini adalah guru laki-laki mendominasi penggunaan media berbasis ICT dengan 100% menggunakan gambar sebagai media. sebagai alasannya 76.92% berpendapat bahwa media berbasis ICT dapat merangsang minat belajar mereka, membuat mereka lebih fokus dan juga dapat menarik perhatian mereka. Tetapi pada guru wanita, skor yang rendah terlihat dari point yang diperoleh dari penggunaan media berbasis ICT. hanya 10 guru (38.46%) menggunakannya dan alasan yang sama mereka tunjukan untuk penggunaannya. Selain itu, Generation-X juga menunjukan poin yang rendah dimana hanya ada 7 guru menggunakan media berbasis ICTsisanya setuju untuk tidak menggunakanya karena alasan kurangnya dukungan secara teknis, sedikitnya jam mengajar, dan juga tidak memiliki waktu untuk mempelajarinya. Tapi disisi lain, Generation-Y lebih memilih untuk menggunakan media berbasis ICT mereka juga percaya kalau ICT mampu memberi dampak positif terhadap siswa dan juga guru itu sendiri. Kata Kunci : Media pembelajaran berbasis ICT, jenis kelamin dan umur di dalam penggunaan ICT This study aimed to investigate the use of ICT based teaching media by English teachers at junior high schools in Singaraja in terms of age and gender, and their reasons for using and not using it in the English teaching and learning process. A mixed methods design was used on this study. Self-checklist and interview guide were used as the instruments. Totally there were 39 teachers who participated in this study. 13 teachers were males and 26 were females; 23 of them were categorized as Generation-X and 16 were Generation-Y. The result was that the male teachers took the domination in using ICT based media with 100% of them used pictures. In terms of the reasons of using ICT, 76.92% agreed that ICT based media can stimulate the students, make them more focused and get their attention during the lesson. But on the female teachers, lower point was shown in the types of ICT media used. Only 10 (38.64%) female teachers used media, and similar reasons to the male ones’ were expressed in using ICT-based media. On the other hand, Generation-X teachers also showed the low number with only 7 teachers used ICT based media, the rest of them agreed to not use it because of technical support, shortage class-time, and need time to learn it. But Generation-Y teachers preferred to use ICT based because they also believed that it can give positive impacts to the students in teaching and learning process. keyword : Age and Gender in ICT usage, ICT based Teaching media.
THE EFFECT OF TEACHING USING AUDIOVISUAL (VIDEO) MEDIA, ON SEVENTH GRADE STUDENTS’ LISTENING COMPREHENSION AT SMP NEGERI 1 MENGWI ACADEMIC YEAR 2017/2018 ., I Putu Fendy Cahya Kusuma Brian; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14869

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan antara siswa kelas tujuh yang diajar dengan media audiovisual (video) dengan siswa yang diajar tanpa media audiovisual atau dengan media audio saja (cara konvensional dalam mengajar listening) di SMP Negeri 1 Mengwi, tahun ajaran 2017/2018. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas tujuh di SMP Negeri 1 Mengwi, tahun ajaran 2017/2018 yang dimana jumlah seluruhnya adalah 402 siswa. Sampel penelitian ini adalah kelas VII A dan VII B di SMP Negeri 1 Mengwi yang dimana tiap kelas terdapat 32 jumlah siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan tes pilihan ganda (multiple choice test), dengan total jumlah pertanyaan adalah sebanyak 20. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial (uji-t). Berdasarkan hasil analisis, data menunjukkan bahwa thit > ttab yaitu 7.34 > 1.99. Jika dibandingkan akan terlihat bahwa thit > ttab. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari mengajar listening dengan menggunakan media audiovisual (video) daripada menggunakan cara yang konvensional dalam mengajar listening (dengan menggunakan media audio saja).Kata Kunci : Pemahaman Listening, Media Audiovisual, Media Audio (Cara yang biasa) The purpose of this study was to know the differences between the seventh-grade students who were taught by audiovisual (video) media and the students who were taught without audiovisual media or by audio media only (conventional way in teaching listening) at SMP Negeri 1 Mengwi, academic year 2017/2018. The population of this study was the whole students in class VII of SMP Negeri 1 Mengwi academic year 2017/2018 in which the total students were 402. The samples in this study were Class VII A and VII B in SMP Negeri 1 Mengwi in which each class consisted of 32 students. The data were collected by using a multiple-choice test, with the total number of the questions were 20 questions. The data collected were analyzed by using descriptive statistics analysis and inferential statistics analysis (t-test). Based on the result of the analysis, it showed t.obs > t.cv which was 7.34 > 1.99. If compared, it showed that t.obs > t.cv. Therefore, it can be concluded that there was a significant effect of teaching listening by using audiovisual media rather than using the conventional way in teaching listening (by using audio media only).keyword : Listening Comprehension, Audiovisual Media, Audio Media (Conventional Way)
THE EFFECT OF GAMIFICATION ON LEARNING ENGAGEMENT OF ELEVENTH GRADE STUDENTS IN SMA N 1 SINGARAJA ., Ni Putu Dian Utami Dewi; ., Made Hery Santosa, S.Pd, M.Pd., Ph.D.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.14897

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan, yaitu (1) melihat perbedaan level dari keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dari siswa kelas XI SMA N 1 Singaraja setelah penerapan Gamified-based LMS dan mengetahui persepsi siswa terhadap penerapan gamified-based LMS. Desain penelitian yang digunakan adalah Experimental Research Design. Populasi dari penelitian ini adalah siswa kelas XI di SMA N 1 Singaraja. Hasil penelitian secara kuantitatif menunjukkan bahwa grup eksperimental menunjukkan hasil yang lebih baik daripada grup control. Hal ini dibuktikan dengan hasil analisis deskriptif yang menunjukkan rata rata level keterlibatan siswa dalam proses pembelajarn lebih besar (88.40) dibandingkan dengan grup control (79.60). Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai dari t-observed lebih tingi (5.309) dari nilai t-critical value (2.009). Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dari level keterlibatan siswa yang diajarkan menggunakan Gamified-based LMS dan pembelajaran konvensional. Selain itu, peneliti juga menemukan bahwa kelas eksperimental dikategorikan sebagai engaged class sedangkan kelas kontrol dikategorikan sebagai well-manage class. Hal ini menunjukkan bahwa siswa membangun keterlibatannya di dalam kelas dengan tertarik terhadap pembelajaran, ikut berpartisipasi di dalam setiap kegiatan, dan mau mengerjakan tugas. Sebelum melakukan eksperimen, disarankan untuk mempersiapkan aktivitas yg baik, koneksi internet yg bagus dan sosialisasi mengenai teknologi yang digunakan.Kata Kunci : blended Learning, Learning Management System (LMS), gamification, gamified-LMS, keterlibatan dalam pembelajaran, persepsi This study had a purpose to determine whether there is a significant difference on learning engagement level of the eleventh-grade students in SMA N 1 Singaraja after the implementation of Gamified-based LMS. The research design used in this study was experimental research design. The population was the eleventh-grade students of SMA N 1 Singaraja. The result of the quantitative data analysis showed the experimental group performed better than the students in control group. It was proven by the result of a descriptive statistical analysis that showed the mean score of the experimental group was higher (88.40) control group (79.60). It is also proven by the value of t-observed was higher (5.309) than the value of t-critical value (2.009). It can be concluded that there was a significant difference on students’ level of learning engagement between students taught by using gamified-based LMS and students taught by using conventional media.Considerations are the well-planned activity, a good Internet connection and familiarity of technology suggested before starting the teaching and learning process.keyword : blended learning, gamification, learning engagement
IDENTIFICATION OF ENGLISH TEACHERS' AND STUDENTS’ READINESS TO IMPLEMENT ICT BASED INSTRUCTION IN PUBLIC JUNIOR HIGH SCHOOLS OF BULELENG SUB DISTRICT ., Ni Made Dian Damayanti; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd; ., Nyoman Karina Wedhanti, S.Pd., M.Pd.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15055

Abstract

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terintegrasi di dalam semua aspek pendidikan. Kurikulum di Indonesia yaitu kurikulum 2013 mengharuskan guru untuk menerapkan TIK di dalam kelas. Penggunaan TIK di dalam kelas sangatlah penting untuk memberikan siswa kesempatan belajar dan menerapkan keterampilan yang dibuperlukan untuk abad 21. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesiapan guru bahasa Inggris dan siswa untuk menerapkan instruksi berbasis TIK pada SMP negeri di Kecamatan Buleleng dan untuk mengetahui jenis-jenis prasarana pendukung yang digunakan guru bahasa Inggris pada SMP negeri di kecamatan Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan wawancara, hasil kuesioner dan wawancara dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Studi ini menunjukkan bahwa (1) guru bahasa Inggris dan siswa siap untuk menerapkan instruksi berbasis TIK dan 2) Laptop, LCD dan speaker adalah jenis-jenis prasarana pendukung yang paling sering digunakan oleh guru Bahasa InggrisKata Kunci : Kesiapan, TIK Information and Communication Technology (ICT) is integrated in all aspects of education. In Indonesia, the curriculum which is known as curriculum 2013 requires teacher to implement ICT in the classroom. The use of ICT in the classroom is important for giving students opportunities to learn and apply the required 21st century skills. Therefore, this study aimed at identifying the English teachers’ and students’ readiness to implement ICT based instruction in public junior high schools of Buleleng sub district and to describe kinds of infrastructures that use as supporting tools by the English teachers in public Junior high schools of Buleleng sub district. This study was a descriptive qualitative study. This study was done by using a descriptive qualitative method. The data of the research was collected by using questionnaire and interview, the result of questionnaire and interview were analyzed by using descriptive analysis. The study showed that (1) the English teachers and students were ready to implement ICT based instruction and 2) Laptop, LCD and speaker were kinds of infrastructures that mostly use as supporting tools by the English teacherskeyword : Readiness, ICT
AN ANALYSIS OF AUTHENTIC MATERIALS USED BY SENIOR HIGH SCHOOL ENGLISH TEACHERS IN SINGARAJA ., Yogi Mahendra; ., Prof. Dr. Putu Kerti Nitiasih, M.A.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15065

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober 2017 dengan melibatkan tiga orang guru bahasa Inggris di tiga sekolah menengah atas dan kanjuruhan di Singaraja. Penelitian ini dilakukan di tiga kelas. Penelitian ini terkait dengan jenis materi autentik yang digunakan oleh guru Bahasa Inggris dan implementasi materi autentik tersebut dalam proses belajar mengajar di kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencari tahu tentang jenis materi autentik yang digunakan oleh guru Bahasa Inggris di Singaraja dan implementasi materi autentik tersebut di kelas. Data diambil dari semua elemen proses belajar mengajar antara guru dan siswa, dan pendukung laiinya yaitu beberapa buku dan rpp. Penilitian ini menggunakan metode deskriptif yang menggunakan wawancara, dokumentasi dan obsrvasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang tidak mencakup perhitungan dan langkah-langkah statistik. Hasil dari pelitian ini yaitu ada tiga macam materi autentik yang digunakan oleh guru yaitu cartoon movie, brochure, dan short animated video. Dalam penelitian ditemukan bahwa penggunaan materi autentik sangat efektif dalam proses belajar – mengajar serta mampu meningkatkan motivasi siswa dalam belajar Bahasa Inggris. Kata Kunci : autentik material, Guru Bahasa Inggris This study was conducted on October 2017 by involving three English teachers at three Senior High School in Singaraja. This research was observed in three classrooms. The research focuses on the kind of authentic materials used by English teachers and the implementation of authentic materials in teaching and learning process. The purpose of this research is to identify kinds of authentic materials used by English teachers and the implementation of authentic materials in teaching and learning process. The data are taken from all elements of teaching-learning process committed by the teacher and the students and other sources such as books, and lesson plan. The method of collecting data is descriptive method by employing interview, documentation and observation. This research is descriptive research which does not include any calculation or statistic procedure. The result of the research is there are three kinds of authentic material used by the teacher that is cartoon movie, brochure, and short animated video. This research also found that the use of authentic material is very effective in teaching and learning process and able to increase students' motivation in learning English.keyword : Authentic Materials, English teacher
THE EFFECT OF THE INTEGRATION OF EDMODO ON THE WRITING COMPETENCY OF THE TENTH GRADE STUDENTS OF SMK NEGERI 1 TAMPAKSIRING ., Ni Wayan Dini Diantari; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.15066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Edmodo pada kompetensi menulis siswa kelas X SMK Negeri 1 Tampaksiring. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan desain Post-Test only Control Group. Populasi dari penelitian ini berjumlah 458 siswa kelas X SMK Negeri 1 Tampaksiring yang dibagi menjadi 13 kelas. Dengan menggunakan teknik cluster random sampling, ditetapkan dua kelas sebagai sampel dari penelitian ini, yang masing-masing kelas terdiri dari 35 siswa. Kedua sampel kemudian dipilih secara acak sebagai kelompok eksperimen (dibelajarkan menggunakan Edmodo) dan sebagai kelompok kontrol (dibelajarkan tanpa menggunakan Edmodo). Data diperoleh dengan mengadakan post-test kompetensi menulis. Data yang telah diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji-t dibantu dengan SPSS 16.0. Hasil dari deskriptif statistik menunjukkan bahwa nilai rata-rata dari kelompok eksperimen adalah 81,83, lebih besar dari kelompok kontrol dengan nilai rata-rata 72,26. Hasil uji-t juga menunjukkan bahwa nilai Sig. (2-ekor) = 0,001. Karena nilai Sig. (2-ekor) kurang dari 0,05, maka H0 ditolak. Jadi dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada kompetensi menulis siswa kelas X yang dibelajarkan menggunakan Edmodo dan siswa yang dibelajarkan tanpa enggunakan Edmodo.Kata Kunci : Edmodo, kompetensi menulis This study was aimed at investigating the effect of Edmodo on writing competency of the tenth grade students of SMK Negeri 1 Tampaksiring. This study was an experimental research which used Post-Test only Control Group Design. The population of this study were 458 students of the tenth grade who were divided into 13 classes. By using cluster random sampling technique, there were two classes each consisting of 35 students which were determined as the samples of the study. The samples then were randomly selected as the experimental group (taught by using Edmodo) and as the control group (taught without using Edmodo). The data were collected by using writing competency post-test. The obtained data were analyzed descriptively and inferentially by using t-test assisted with SPSS 16.0. The result of the descriptive statistics showed that the mean score of the experimental group was 81.83 higher than the mean score of the control group which was 72.26. The result of the t-test also showed that the value of Sig. (2-tailed) was 0.001, since the value of Sig. (2-tailed) was below 0.05, the null hypothesis (H0) was rejected. It means that there was a significant difference on the tenth grade writing competency between students who were taught by using Edmodo and those who were taught without using Edmodo.keyword : Edmodo, writing competency
INVESTIGATION OF STUDENTS’ PERCEPTION TOWARD E-LEARNING IN THE FIFTH SEMESTER OF ENGLISH LANGUAGE EDUCATION UNDIKSHA ., Putu Nopa; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd; ., Dewa Ayu Eka Agustini, S.Pd., M.S.
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18430

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki persepsi siswa tentang e-learning. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap pemanfaatan teknologi informasi terutama e-learning dalam pembelajaran di kelas. Data penelitian dikumpulkan di Program Studi Bahasa Inggris UNDIKSHA dengan 80 kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa berpendapat bahwa e-learning adalah ide inovatif dan harus didorong. Dan pembelajaran hybrid, yang merupakan kombinasi dari pembelajaran online dan pembelajaran tatap muka, adalah cara belajar yang disukai responden. Kata Kunci : E-learning, Model penerimaan teknologi (TAM), pembelajaran berbasis web, pembelajaran hybrid, pembelajaran sepenuhnya online. This study aims to investigate students' perceptions of e-learning. This research was conducted to determine students' perceptions in the use of information technology, especially e-learning in classroom learning. The research data were collected at English Language Education of UNDIKSHA with 80 questionnaires. The outcomes of the study showed the majority of the students think e-learning is an innovative idea and must be encouraged. Hybrid learning, which is a combination of online learning and face-to-face learning, is the preferred mode of learning for the respondents. keyword : E-learning, Technology Acceptance Model (TAM), Web-assisted learning, Hybrid learning, Fully-online learning.
HIGHER EDUCATION STUDENTS PERCEPTION ON PERCEIVED OF EASE OF USE OF MOBILE ASSISTED LANGUAGE LEARNING (MALL) ., Rangga Krisna Saputra; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18693

Abstract

Perkembangan teknologi di abad 21 telah membawa banyak perubahan untuk pendidikan. Salah satu perubahannya adalah penggunaan perangkat mobile sebagai sarana yang efektif dan penting dalam pengajaran bahasa inggris. Banyak penelitian tentang mobile assisted language learning (MALL) pada konteks yang berbeda telah dilakukan yang menunjukkan banyak manfaat dari penggunaan MALL untuk pengajaran bahasa inggris. Tetapi, hanya sedikit penelitian terhadap MALL dilakukan di perguruan tinggi di Indonesia, khususnya di Bali. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi persepsi mahasiswa terhadap kemudahan penggunaan MALL di perguruan tinggi. Metode campuran sekuensial eksplanatif digunakan untuk menganalisis data. Kuisioner survei yang diadaptasi dari Technology Acceptance Model (TAM) digunakan untuk mengumpulkan data secara kuantitatif dan wawancara digunakan untuk mengumpulkan data secara kualitatif. 163 mahasiswa dari program studi pendidikan bahasa inggris dipilih secara acak sebagai sampel untuk penelitian ini. Sesi wawancara melibatkan 10 mahasiswa yang dipilih secara acak dari seluruh sampel. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka memiliki persepsi yang positif terhadap penggunaan MALL di dalam pengajaran bahasa inggris. Mereka percaya bahwa MALL sangat mudah digunakan yang membawa banyak manfaat bagi mereka. Hasil-hasil tersebut memiliki implikasi kepada perancang kurikulum dan dosen untuk mengembangkan pembelajaran yang interaktif dan otonomi di luar konteks ruang kelas.Kata Kunci : MALL, Perangkat seluler, Persepsi, TAM. The development of technology in 21st century has brought many changes to education. One of the changes is the use of mobile devices as effective and significant aids to English language learning. Many studies about mobile assisted language learning (MALL) in different contexts have been conducted that indicate the advantages of MALL for English Language Learning. However, there are still few studies on MALL conducted in higher education in Indonesia, especially in Bali. Therefore, this research was aimed to investigate students’ perception on the perceived of ease of use of MALL in higher education. Explanatory sequential mixed method was used to analyze the data. Survey questionnaire adapted from Technology Acceptance Model (TAM) was used to collect data quantitatively and interview guide were used to collect the data qualitatively. 163 English Language Education students were chosen randomly as the sample for this study. The interview involved 10 students who were selected randomly from the sample. The results show that the participants had positive perceptions toward the ease of use of MALL in English language learning. They believed that MALL is very easy to use that brings many advantages form them. These results have implication for the curriculum designers and lecturers to develop an interactive and autonomous learning beyond the classroom context.keyword : MALL, Mobile devices, Perceived of Ease of Use, Perception, TAM.
Reading Comprehension Difficulties of Eighth Grade Students of SMP N 2 Singaraja in the 2018-2019 Academic Year ., Ria Cristina; ., I Putu Ngurah Wage Myartawan, S.Pd., M.P; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki: (1) kesulitan yang dihadapi oleh siswa kelas delapan di SMP N 2 Singaraja dalam pemahaman membaca, (2) penyebab kesulitan yang dihadapi oleh siswa kelas delapan di SMP N 2 Singaraja dalam pemahaman membaca, dan (3) strategi yang digunakan oleh guru bahasa Inggris di SMP N 2 Singaraja untuk membantu siswa kelas delapan mengatasi kesulitan mereka dalam pemahaman membaca. Desain metode campuran digunakan dalam penelitian ini. Populasi penelitian ini terdiri dari 338 siswa kelas delapan dan 7 guru bahasa Inggris yang mengajar kelas delapan di SMP N 2 Singaraja. Sampel penelitian terdiri dari 124 kelas delapan dan 2 guru bahasa Inggris. Tes pemahaman membaca, panduan wawancara, dan lembar observasi adalah instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas delapan menghadapi kesulitan dalam menentukan ide utama, mengidentifikasi informasi spesifik, mengidentifikasi referensi, dan mengidentifikasi makna kata-kata. Penyebab utama kesulitan pemahaman bacaan siswa adalah item kosakata yang tidak dikenal / tidak dikenal, sementara bagian yang panjang, waktu yang terbatas, dan kurangnya latihan membaca dan belajar bahasa Inggris dianggap sebagai yang lain. Selanjutnya, strategi yang digunakan oleh guru bahasa Inggris untuk membantu siswa kelas delapan mengatasi kesulitan dalam pemahaman membaca, termasuk: strategi pengulangan, strategi prediksi atau tebakan, strategi mengisyaratkan, strategi pemindaian, dan strategi membaca sekilas.Kata Kunci : EFL, kemampuan membaca, kesulitan, sekolah menengah pertama This research was aimed at investigating: (1) the difficulties faced by the eighth grade students in SMP N 2 Singaraja in reading comprehension, (2) the causes of the difficulties faced by the eighth grade students in SMP N 2 Singaraja in reading comprehension, and (3) the strategies used by the English teachers in SMP N 2 Singaraja to help the eighth grade students solve their difficulties in reading comprehension. A mixed methods design was used in this research. The population of the research consisted of 338 students of the eighth grade and 7 English teachers teaching the eighth grade at SMP N 2 Singaraja. The samples of the research comprised of 124 eighth grades and 2 English teachers. Reading comprehension test, interview guide, and observation sheets were the instruments used to collect the data. The results show that the eighth grade students faced the difficulties in determining the main idea, identifying the specific information, identifying reference, and identifying the meaning of the words. The main cause for the students’ reading comprehension difficulty is unknown/unfamiliar vocabulary items, while lengthy passages, limited time, and lack of reading practice and studying English are considered as the other. Furthermore, the strategies used by the English teachers to help the eighth grade students solve the difficulties in reading comprehension, included: repetition strategy, predicting or guessing strategy, hinting strategy, scanning strategy, and skimming strategy.keyword : EFL, reading comprehension, difficulty, junior high school
READING EFFICACY AND THE STUDENTS' READING COMPETENCY BASED ON THE 2013 CURRICULUM IN THE SENIOR HIGH SCHOOL ., Vieny Andani Padmallah; ., Prof. Dr. Dewa Komang Tantra, M.Sc.; ., I Nyoman Pasek Hadi Saputra, S.Pd., M.Pd
Jurnal Pendidikan Bahasa Inggris undiksha Vol. 5 No. 2 (2017): November
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jpbi.v5i2.18802

Abstract

Tujuan penelitian ini fokus pada rasa percaya diri yang dimiliki oleh siswa dalam membaca dan profil deskriptif kompetensi membaca siswa serta hubungan antara kedua variable di SMAN 1 Sawan. Penelitian ini dirancang sebagai metodologi kuantitatif korelasi. Dua instrumen diberikan untuk mengukur rasa percaya diri dalam membaca siswa dan kompetensi membaca mereka pada teks-teks Bahasa Inggris. Dua instrumen terdiri dari kuesioner rasa percaya diri dalam membaca siswa dan tes kompetensi membaca. Data dikumpulkan menggunakan dua instrument ini. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan langkah-langkah deskriptif dan koefisien korelasi dari Pearson Product Moment. Hasil penelitian menemukan bahwa rasa percaya diri dalam membaca yang dimiliki oleh siswa dan kompetensi membaca masing-masing siswa dikategorikan tinggi. Hasil dari penelitian ini menyiratkan pentingnya meningkatkan rasa percaya diri dalam membaca siswa serta kompetensi membaca siswa.Kata Kunci : rasa percaya diri membaca, kompetensi membaca, koefisien korelasi The current research objectives were focused on the students’ reading efficacy and reading competency descriptive profiles as well as the relationships between the two variables in SMAN 1 Sawan. This research was designed as a correlational quantitative methodology. Two instruments were administered to measure the students’ reading efficacy and their reading competency on the written English texts. The two instruments consisted of reading efficacy questionnaire and reading competency test. Data were gathered using these two instruments. The obtained data were analyzed using descriptive measures and Pearson’s Product Moment Correlation Coefficient. The research findings discover that the students’ reading efficacy and reading competency are categorized as high respectively. The research findings imply the importance of improving reading efficacy, as well as their reading competency.keyword : reading efficacy, reading competency, correlation coefficient
Co-Authors ., A.A. Ari Kartini Priyanti ., Anak Agung Gde Putra Aditya Udayana ., Desak Ketut Putri Handayani ., Desi Nursari Andayani ., Desi Nursari Andayani ., Dwi Tahamata Nyudak ., Dwi Tahamata Nyudak ., Gde Arys Bayu Rewa ., Gde Arys Bayu Rewa ., Gede Aan Karisma ., Gede Aan Karisma ., Gusti Komang Sukerti ., Gusti Komang Sukerti ., I Gede Aan Somara Dyaksa ., I Kadek Dwi Armawan ., I Kadek Dwi Armawan ., I Kadek Febriandikayasa ., I Kadek Febriandikayasa ., I Pt Hendry Gunawan ., I Putu Fendy Cahya Kusuma Brian ., I Putu Fendy Cahya Kusuma Brian ., Kadek Ari Yuliani ., Kadek Ari Yuliani ., Kadek Intan Nirmala Sari ., Kadek Intan Nirmala Sari ., Ketut Lediani ., Komang Gede Suardiyasa ., Komang Gede Suardiyasa ., Luh Eka Sumeningsih ., Luh Eka Sumeningsih ., Made Eny Andraeni Putri ., Nelly Elitta ., Ni Kadek Novi Susian Dewi ., Ni Kadek Novi Susian Dewi ., Ni Luh Ratih Cris Andini ., Ni Luh Ratih Cris Andini ., Ni Made Dian Damayanti ., Ni Made Dian Damayanti ., Ni Putu Dian Utami Dewi ., Ni Putu Dian Utami Dewi ., Ni Wayan Aristiya Dewi ., Ni Wayan Aristiya Dewi ., Ni Wayan Dini Diantari ., Ni Wayan Listya Kusuma Yanti ., Ni Wayan Listya Kusuma Yanti ., Ni Wyn Deni Apriani ., Ni Wyn Deni Apriani ., Pande Made Hari Sugiharta ., Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngr. Marha ., Putu Dina Amelia ., Putu Dina Amelia ., Putu Nopa ., Putu Nopa ., Rangga Krisna Saputra ., Rangga Krisna Saputra ., Ria Cristina ., Ria Cristina ., Vieny Andani Padmallah ., Wayan Septiana Lusiantari ., Wayan Septiana Lusiantari ., Yogi Mahendra ., Yogi Mahendra Anak Agung Ayu Indah Jayanti ., Anak Agung Ayu Indah Jayanti Dewa Ayu Eka Agustini Dewa Komang Tantra Dewa Putu Ramendra Drs. Asril Marjohan,MA . Drs.Gede Batan,MA . Dwi Kadek Heryana ., Dwi Kadek Heryana I Gede Guna Parmanto ., I Gede Guna Parmanto I Kadek Wiarta ., I Kadek Wiarta I Komang Dedik Susila ., I Komang Dedik Susila I Made Dody Mahendra ., I Made Dody Mahendra I Made Mega Adnyana I Nyoman Adi Jaya Putra I Putu Ngurah Wage Myartawan Ida Ayu Made Dwi Virgoyani Pramesthy ., Ida Ayu Made Dwi Virgoyani Pramesthy Ida Ayu Made Ratih ., Ida Ayu Made Ratih Kade Yogi Wirawan ., Kade Yogi Wirawan Kadek Eva Krishna Adnyani Kadek Meri Puspita ., Kadek Meri Puspita Kadek Putra Aryantika ., Kadek Putra Aryantika Kadek Sonia Piscayanti Ketut Agus Murdani ., Ketut Agus Murdani Komang Febri Riyani ., Komang Febri Riyani Luh Putu Ariestini Mulya Utami ., Luh Putu Ariestini Mulya Utami Luh Putu Artini Luh Putu Ita Purwanti ., Luh Putu Ita Purwanti M.Pd. ., Made Hery Santoso, S.Pd, M.Pd. Made Hery Santosa Made Rustini ., Made Rustini Muhamad Nova ., Muhamad Nova Ni Kadek Novia Sukaningsih ., Ni Kadek Novia Sukaningsih Ni Ketut Swandeni ., Ni Ketut Swandeni Ni Komang Ari Putri Yanti ., Ni Komang Ari Putri Yanti Ni Luh Sutami ., Ni Luh Sutami Ni Made Ari Wiryastini ., Ni Made Ari Wiryastini Ni Made Ratminingsih Ni Wayan Sugitariani ., Ni Wayan Sugitariani Nyoman Karina Wedhanti Nyoman Miyangtari ., Nyoman Miyangtari Nyoman Sri Ulandari ., Nyoman Sri Ulandari Prof. Dr. Ni Nyoman Padmadewi,MA . Prof. Dr.I Ketut Seken,MA . Putri Dito Rembulan ., Putri Dito Rembulan Putu Dewi Merlyna Yuda Pramesti Putu Kerti Nitiasih Resita Permatasari ., Resita Permatasari Ria Rarasati ., Ria Rarasati S.Pd. Putu Eka Dambayana S. . Sinta Ary Gasella ., Sinta Ary Gasella