Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Spatial analysis of environmental sanitation and stunting incidents Tanjung, Risnawati; Lestrina, Dini; Sinaga, Jernita
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 13, No 4: December 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v13i4.23442

Abstract

Environmental factors such as sanitation and hygiene, drinking water sources, quality of drinking water, and ownership of latrines are indirect factors causing stunting. This study aims to analyze the distribution of stunting and environmental sanitation factors that cause stunting in Dairi District, North Sumatra, Indonesia. The case-control design was carried out with 172 toddlers. The distribution pattern of stunting and the association of patient characteristics and environmental risk factors was carried out using the Geographic Information System. Data on healthy clean-living behavior was collected using a questionnaire, and microbiological laboratory tests measured water quality. The spatial analysis uses an average nearest-neighbor overlay. The association of characteristics and risk factors with the incidence of stunting was analyzed using chi-square and logistic regression. The average nearest neighbor analysis shows that the nearest neighbor index is 0.19 ( 0.05) are unrelated to stunting. The pattern of distribution of cases tended to be in clusters, and no relationship was found between population density and the incidence of stunting. The findings of this study provide a new understanding that health promotion to prevent stunting does not only focus on fulfilling nutrition but also on healthy clean-living behavior and water quality.
Pemberdayaan Ibu untuk Perbaikan Pola Konsumsi Ikan terhadap Peningkatan Asupan Protein, Kalsium, Zink dan Z-Score Tinggi Badan Menurut Umur pada Anak Stunting Oslida Martony; Dini Lestrina; Zul Amri
Jurnal Keperawatan Silampari Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Keperawatan Silampari
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.362 KB) | DOI: 10.31539/jks.v3i2.1188

Abstract

This study aimed to determine the effect of maternal empowerment on improving fish consumption patterns to increase protein intake, calcium, zinc, and Z-score height by age when stunting children. The type of this research is Quasi-Experimental with pre and post-test control group design. The results showed an increase in maternal knowledge, increased intake of protein, calcium, and zinc as well as an increase in TB scores / After the intervention in the case group, compared to the control group, there were no differences in protein, calcium intake and Z-score TB / U, an increase in maternal empowerment increased intake of children stunting and the same as intake of children not stunting. Conclusion There is a significant difference in the average value of protein intake, calcium, zinc, and Z-score before and after providing maternal empowerment interventions to improve fish consumption patterns in children aged 13-36 months. Keywords: Intake, Calcium, Maternal Empowerment, Protein, Zinc, Stunting, Z-Score TB / U
Pendampingan Keluarga Balita Stunting Secara Integratif di Desa Tanjung Beringin Kecamatan Sumbul Kabupaten Dairi Tanjung, Risnawati; Lestrina, Dini; Nainggolan, Efendi S; Tambunan, Helfi Nolia; Sinaga, Jernita
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v8i2.5131

Abstract

Stunting merupakan keadaan tubuh yang pendek hingga melampaui defisit 2 SD (Standar Deviasi) di bawah median panjang atau tinggi badan populasi dan mempengaruhi sumber daya manusia yang kurang dapat bersaing pada era globalisasi, mempengaruhi produktivitas kerja, meningkatkan resiko kegemukan dan obesitas, serta memicu penyakit sindroma metabolik. Berdasarkan data dari Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 diketahui bahwa prevalensi stunting di Propinsi Sumatera Utara sebesar 25,8% sedangkan untuk Kabupaten Dairi sebesar 34,2% dan merupakan lokus prioritas penurunan stunting di Sumatera Utara. Tingginya angka stunting di Kabupaten Dairi menjadi suatu permasalahan yang harus ditanggulangi sebaik mungkin. Kesehatan lingkungan dan gizi saling mendukung dalam kegiatan intervensi baik secara spesifik dan sensitif, karena di Kabupaten Dairi ini ditemukan faktor penyebab stunting adalah kualitas air yang rendah, perilaku PHBS yang kurang dan asupan gizi balita yang kurang. Kegiatan pendampingan pada keluarga balita yang stunting sebanyak 24 keluarga. Metode yang diimplementasikan dalam 3 (tiga) tahapan yaitu (1) sosialisasi, (2) pelaksanaan kegiatan, serta (3) monitoring dan evaluasi. Kegiatan pendampingan pada keluarga balita stunting menjadi strategi yang efektif untuk memberdayakan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesiapan anggota keluarga untuk mencegah resiko stunting. Kegiatan ini merupakan salah satu solusi unggulan yang menyentuh secara langsung masyarakat dalam pencegahan stunting.
Peningkatan jumlah eritrosit pada remaja putri anemia melalui pemberian bola ikan kedukang daun katuk dan jus jambu biji merah Hulu, Sellin Margareth Faomasi; Lestrina, Dini
Haga Journal of Public Health (HJPH) Vol. 2 No. 3 (2025): Juli 2025
Publisher : YAYASAN VICTORY HAGA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62290/hjph.v2i3.58

Abstract

Latar belakang: Salah satu faktor pemicu anemia pada remaja putri adalah rendahnya konsumsi makanan bergizi, sehingga menimbulkan kekurangan nutrisi seperti protein, zat besi, dan vitamin C. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh pemberian bola ikan kedukang daun katuk (bolkaduk) yang disertai jus jambu biji merah terhadap jumlah eritrosit pada remaja putri dengan anemia. Metode: Penelitian ini merupakan kuasi-eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Kegiatan penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 3 Lubuk Pakam pada Januari–Februari 2025. Populasi penelitian meliputi seluruh siswi kelas 7 dan 8 berjumlah 267 orang, sedangkan sampel sebanyak 28 siswi dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi yang diberikan berupa konsumsi bolkaduk disertai jus jambu biji merah. Prosedur intervensi meliputi pemeriksaan eritrosit oleh analis kesehatan, pemberian bolkaduk 60 g/hari dan jus jambu biji merah 100 ml/hari selama 30 hari, dengan pembuatan intervensi di Laboratorium Teknologi Pangan Jurusan Gizi Lubuk Pakam. Hasil: Rerata jumlah eritrosit remaja putri sebelum intervensi bolkaduk daun katuk dengan jus jambu biji merah adalah 4,36 dengan simpangan baku 0,29, sedangkan setelah intervensi meningkat menjadi 4,54 dengan simpangan baku 0,27. Uji statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan jumlah eritrosit sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,000). Kesimpulan: Pemberian bolkaduk disertai jus jambu biji merah terbukti mampu meningkatkan jumlah eritrosit pada remaja putri anemia secara signifikan.