Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Journal of Nonformal Education

MODEL PEMBELAJARAN PARTISIPATIF MELALUI TEKNIK PENDAMPINGAN TERHADAP TUGAS DISKUSI KELOMPOK MAHASISWA DALAM MEMBENTUK KARAKTER SANTUN BERDISKUSI Kisworo, Bagus; Ilyas, Ilyas; Kriswanto, Hendra Dedi
Journal of Nonformal Education Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jne.v2i1.5317

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, berusaha mendapatkan informasi selengkap mungkin mengenai model pembelajaran partisipatif melalui teknik pendampingan tugas diskusi kelompok dalam membentuk karakter santun berdiskusi.  Informasi digali melalui wawancara mendalam terhadap informan (mahasiswa). Selain untuk mengetahui hasil aplikasi model pembelajaran partisipatif melalui teknik pendampingan tugas diskusi kelompok dalam membentuk karakter santun berdiskusi, juga untuk membuat rumusan pedoman model pembelajaran tersebut sehingga bermanfaat bagi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian bahwa dengan model pembelajaran partisipatif melalui teknik pendampingan kelompok diskusi, mahasiswa dapat mempersiapkan dan menciptakan diskusi yang akan dilaksanakan dalam kelas, serta mereka memiliki strategi yang akan digunakan dalam menciptakan diskusi santun dalam kelas, dan  peran dosen dalam implementasi pembelajaran partisipatif melalui teknik pendampingan kelompok diskusi, sangat dibutuhkan oleh mahasiswa karena sangat membantu mereka dalam mewujudkan diskusi kelas yang menarik serta sesuai dengan tujuan pembelajaran. Model pembelajaran partisipatif dengan teknik pendampingan tugas diskusi kelompok sangat berdampak positif bagi mahasiswa. Pembelajaran partisipatif tidak hanya mengacu pada bagaimana meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam proses pembelajaran tetapi juga pada kemampuan dosen untuk kreatif dalam meningkatkan partisipasinya dalam proses pembelajaran.
Analisis Implementasi 7 Pilar Konservasi Universitas Negeri Semarang di Fakultas Ilmu Pendidikan Kisworo, Bagus; Muarifuddin, Muarifuddin
Journal of Nonformal Education Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jne.v1i1.3979

Abstract

Konservasi masih cenderung dimaknai oleh banyak warga Unnes dengan perwujudan kampus yang hijau cenderung bersifat absurd pada sistem yang dibangun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, berusaha mendapatkan informasi selengkap mungkin implementasi 7 pilar konservasi UNNES di FIP. Subjek penelitian adalah civitas akademika di FIP. Teknik pengumpulan data memakai wawancara, dokumentasi dan observasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menyimpulkan pemahaman civitas akademika FIP terhadap wacara konservasi belum menujukkan sepenuhnya paham secara menyeluruh dari segi konteks makna koseervasi. Menunjukkan bahwa dari pejabat memiliki pemahaman lebih baik dibanding beberapa civitas akademika lain yang ada di FIP, baik itu mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan maupun tenaga teknis lainnya. Implementasi 7 pilar konservasi yang ada di lingkungan FIP masih menonjolkan beberapa pilar dominan saja yaitu arsitektur hijau dan transportasi internal. Pilar nirkertas; konservasi etika, seni dan budaya; kaderisasi konservasi; keanekaragaman hayati; pengelolaan limbah; dan energi bersih menjadi runtutan rensta sekaligus dimasukkan dalam perioritas yang membutuhkan pengembangan besar ke depan. Sedangkan pada faktor penghambat dan pendukung 7 pilar konservasi menempatkan psikologi mental perhatian utama. Komitmen dan partisipasi bersama menjadi tanggung jawab untuk mendukung, menjaga, memantau dan berkoordinasi dalam mewujudkan universitas konservasi yang unggul, sehat dan sejahtera.
IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS PRINSIP-PRINSIP PENDIDIKAN ORANG DEWASA PKBM INDONESIA PUSAKA NGALIYAN KOTA SEMARANG Kisworo, Bagus
Journal of Nonformal Education Vol 3, No 1 (2017): February 2017
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jne.v3i1.8987

Abstract

Cakupan kegiatan dalam PKBM diantaranya Kejar Paket A, Kejar Paket B, Kejar Paket C, PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), KBU (Kelompok Belajar Usaha), KUPP (Kelompok Usaha Pemuda Produktif), Pemberdayaan Perempuan, Keaksaraan Fungsional Dasar Dewasa, Taman Bacaan Masyarakat (Perpustakaan). Kelompok belajar paket C atau kejar paket C merupakan pendidikan kesetaraan untuk jenjang sekolah menengah umum (SMU) dimana pesertanya berbeda dengan karakter dan latar belakang pendidikan formal yang mana rata-rata peserta paket C sudah berusia dewasa.Strategi, teknik dan metode menjadi kunci sukses dalam pelaksanaan proses belajar pembelajaran di paket C terutama dalam menggunakan strategi pemanfaatan media pembelajaran dalam proses pembelajaran orang dewasa di paket C.Pemakaian media pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap peserta didik. Media pembelajaran yang dibuat secara fisik dalam pendidikan formal dan nonformal sama, tetapi ada perbedaan dalam tahapan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi, tentunya hal itu disesuaikan dengan prinsip-prinsip pendidikan orang dewasa.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yaitu berusaha mendapatkan informasi yang selengkap mungkin mengenai implementasi media pembelajaran berbasis prinsip-prinsip pendidikan orang dewasa di ngaliyan kota semarang, metode kualitatif penulis lebih mudah apa bila berhadapan dengan kenyataan ganda.Hasil penelitian PKBM Indonesia Pusaka sendiri berlangsung dengan kerjasama antara tutor dan warga belajar. Dengan adanya peran tutor sebagai motivator, pembimbing, dan  fasilitator dapat menumbuhkan keinginan sesuai apa yang disampaikan dalam teori pannen,karena bagi orang dewasa belajar berhubungan dengan bagaimana mengarahkan diri sendiri untuk bertanya dan mencari jawabannya, pembelajaran di PKBM Indonesia Pusaka sudah memperhatikan prinsip-prinsip pendidikan orang dewasa, dengan aplikasi metode dan cara dalam mengajar yang disesuaikan dengan latar belakang warga belajar dan media pembelajaran yang dibuat para tutor di PKBM Indonesia Pusakan sudah memperhatikan prinsip-prinsip dalam pemilihan media dan prinsip-prinsip belajar orang dewasa. The scope of activities in PKBM, kejar paket A, B, and C,  PAUD (early childhood education), KBU (group learning Efforts), KUPP (Productive Youth Business Group), women's empowerment, basic functional Adult Literacy, Reading public (Library). Paket C or  equality for education seniorl high school (SMU) where different participants with the characters and the background of formal education where the average attendee paket C is already aged adults.Strategies, techniques and methods became the key to success in the implementation of the learning process of learning in the paket C especially in using learning media utilization strategies in the process of learning adult in paket c. learning media Usage in the process of teaching and learning can evoke desire and interest in the new, demotivating and evoking stimuli and learning activities, and even psychological influences brought against learners. Instructional media created physically within the formal and non-formal education is the same, but there are differences in the stages of planning, implementation, and evaluation of, surely it is adapted to the principles of adult education.This research used the qualitative  approach, that is trying to get information that is as complete as possible about the implementatioan of media based learning pronciples of adult education in Ngaliyan Semarang, qualitative methods authors more easily what when confronted with realityResearch results PKBM Indonesia Pusaka itself took place with the collaboration between tutors and learning. With the tutor role as motivators, mentors, and facilitators can foster a desire in accordance to what is conveyed in the theory of pannen, because for adults learning relate to how to direct yourself to ask questions and seek answers, learning in PKBM Indonesia Pusaka already pay attention to the principles of adult education, with the application of methods and ways of teaching that is tailored to the background learner and learning media made by tutors in Indonesia PKBM Pusakan already noticed the principles in the selection of media and learning principles adults.
Implementation of Supply Chain Management Information System in Non-Formal Education Business Kisworo, Bagus; Raharjo, Tri Joko; Prasojo, Lantip Diat; Sujarwo, Sujarwo
Journal of Nonformal Education Vol 8, No 1 (2022): February: Education Equity, Adult Education
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jne.v8i1.34594

Abstract

Information systems management is part of the implementation of educational management that must be prioritized for the advancement and development of education, so that output is in accordance with the goals made. The fact based on data from many institutions, both the government or PNF organizers, especially course and training organizers in the city of Semarang does not yet have the awareness to properly manage information systems. The aim of this study is to analyze and describe the effectiveness of the Supply Chain Management information syntem model in non-formal education businesses. This research design uses real experimental research methods (true experimental design) with pretest-posttest control group design design. This research population is participants and organizers of Course and Training Institute, Job Training Institute, Community Learning Activity Center, Course Institute, and Tutoring in Semarang city. The sampling technique used is simple random sampling numbering 260. Data collection using test instruments in the form of tiered scale coesioners. Analysis of this study data using the average difference test of two paired sample groups (Paired Sample T-Test).  Based on the results of research it is known that the implementation of supply chain management information system in noformal education business is effective as significant as a nonformal educational information system. Thus, supply chain management-based educational information systems that are often applied to business education at the higher education level are also relevant to be applied to nonformal education businesses.