Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Factors that Influence the Growth of the Indonesian Economy Prabawati, Achadyah; Hotima, Siti Husnul; Suryadinata, Ningrum; Rohim, Rohim; Aulia, Rizqyna Ega
Jurnal Agrinika: Jurnal Agroteknologi dan Agribisnis Vol 9 No 1 (2025): MARCH
Publisher : Kadiri University - Faculty of Agriculture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/agrinika.v9i1.6485

Abstract

Economic growth can be assessed in Gross Domestic Product, because it shows the production capacity, income and expenditure of the country. In accordance with the dynamics of population growth in the modern world with economic and social developments which are also followed by an increase in people's consumption patterns. This increases the productivity of consumer goods which will increase tax revenues. The problems that occur are 1) Is there a significant influence simultaneously and partially between population growth, the amount of public consumption and tax revenues by the state on Indonesia's economic growth? 2) How is the intervening relationship between population growth, the amount of public consumption and tax revenues by the state on Indonesia's economic growth. Research with quantitative methods using Linear Regression analysis and Path Analysis will analyze secondary data from 1991-2023 produced by Bank Indonesia and the Indonesian Central Statistics Agency. The results of the study are: 1) Population growth, consumption and tax revenues have a significant simultaneous effect on the Indonesian economy. 2) Consumption and tax revenues have a significant partial effect on the Indonesian economy. 3) Population growth and consumption have a significant partial effect on tax revenues. 4) Population growth has a significant partial effect on consumption. 5) Population growth is related to the Indonesian economy with consumption intervening. 6) Population growth is related to the Indonesian economy with tax revenue intervening. 7) Consumption is related to the Indonesian economy with tax revenue intervening
Utilizing Generative AI Models in Architectural Design An Innovative Approach Palupi Meilani, Yohana F. Cahya; Rohim, Rohim; Rozi, Achmad; Sunarjo, Richard Andre; Moyo, Kgomotso
Technomedia Journal Vol 10 No 2 (2025): October
Publisher : Pandawan Incorporation, Alphabet Incubator Universitas Raharja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33050/wg15r798

Abstract

In the context of modern architectural design that demands innovation, speed, and efficiency, the emergence of generative artificial intelligence (AI) introduces a new paradigm in the creative process. This technology enables architects to explore design ideas more rapidly and extensively through diffusion-based algorithms capable of producing complex architectural visuals in a short amount of time. This study aims to empirically evaluate the effectiveness and efficiency of generative AI models, particularly Stable Diffusion v2.1, in supporting the stages of ideation, sketching, and architectural modeling. The research employs both qualitative and quantitative approaches through a comparative experiment between manual design and AI-assisted design. Measurements were conducted using four main parameters: production time, visual complexity, rendering sharpness, and the number of design iterations. The results indicate that the generative AI model can accelerate production time by up to 35% greater efficiency compared to the manual method. Furthermore, the Visual Complexity Score (VCS) reached 8.5/10 for AI-generated designs and 6.2/10 for manual ones, with an increase in rendering resolution up to 450 PPI. However, limitations were observed in semantic interpretation and the model’s dependence on well-crafted prompts. This study concludes that the integration of generative AI in architectural design not only enhances the efficiency and effectiveness of the design process but also expands the creative potential of architects. The research contributes to the development of sustainable digital architecture and supports the achievement of SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) and SDG 11 (Sustainable Cities and Communities). 
Peran Kepemimpinan Spiritual Dalam Mengembangkan Budaya Organisasi Septia Maharani, Ivana; Rohim, Rohim; Asmuni, Asmuni
Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Eksakta Vol. 5 No. 1 (2025): September
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/trilogi.v5i1.1673

Abstract

Kepemimpinan spiritual merupakan bentuk kepemimpinan yang mengarahkan orientasi dari aspek duniawi menuju ranah spiritual. Kepemimpinan spiritual dimaknai sebagai bentuk kepemimpinan yang berlandaskan pada prinsip-prinsip etika religius. Model ini menitikberatkan pada kemampuan seorang pemimpin untuk memberikan inspirasi, menumbuhkan motivasi, memengaruhi, serta menggerakkan individu melalui keteladanan, pelayanan yang ikhlas, kepedulian, dan penerapan nilai-nilai serta karakter ilahiah dalam setiap aspek tujuan, proses, budaya, maupun perilaku kepemimpinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis nilai-nilai spiritual apa saja yang ditanamkan oleh pimpinan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang, dan bagaimana praktik kepemimpinan spiritual di lingkungan tersebut. Masalah difokuskan pada nilai-nilai spiritual yang ditanamkan oleh kepala kantor meliputi: visi, cinta altruistik, budaya, iman, dan panggilan. Implementasi kepemimpinan spiritual dalam bentuk pembiasaan di Kantor Kementerian Agama Lumajang. Guna mendekati masalah ini dipergunakan acuan teori dari Fry. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini dibagi menjadi dua, yaitu: data primer dan data sekunder, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kajian ini menyimpulkan bahwa Pelaksanaan kepemimpinan spiritual di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang telah berjalan secara efektif. Hal ini tercermin dari implementasi lima indikator utama kepemimpinan spiritual yang telah diterapkan dengan baik, yaitu: visi, cinta altruistik, budaya, iman, dan panggilan. Hasil penelitian ini Adalah strategi kepemimpinan spiritual yang diterapkan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lumajang menunjukkan komitmen yang kuat dalam memperkuat dimensi spiritual para pegawai. Implementasi strategi tersebut tampak nyata melalui kegiatan seperti pemberian motivasi dan arahan dalam forum silaturahmi. Visi kepemimpinan yang diemban juga berkontribusi positif dalam menumbuhkan harapan, memperdalam keimanan, serta memupuk kasih sayang dan kepedulian antarindividu, yang pada gilirannya membangun rasa panggilan dan solidaritas yang erat antara pimpinan dan bawahan
Digitalisasi Pelayanan Administrasi Kependudukan dalam Mewujudkan Smart Village nur aini, mayasiana; Dwimahendrawan, Andrias; Rohim, Rohim
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4466

Abstract

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini yaitu mendekatkan pelayanan publik berbasis digital dibidang kependudukan kepada masyarakat desa, khususnya di desa Desa Tempurejo, Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember. Mengingat kepengurusan dokumen kependudukan masyarakat desa Tempurejo masih manual, yaitu dengan mendatangi kantor Desa lalu perangkat Desa akan melakukan pengurusan ke kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang mempunyai jarak cukup jauh yaitu hampir 30 KM, sehingga hal ini mengakibatkan lambatnya pelayanan dokumentasi kependudukan kepada masyarakat. Jaringan aplikasi J-lahbako akan membantu perangkat desa memberikan pelayanan secara langsung dan online, sehingga pelayanan semakin mudah, cepat, dan gratis. Pelayanan pemerintah tidak hanya harus sesuai standart minimum tetapi harus excellent, artinya pemerintah selain memiliki kewajiban untuk memberi pelayanan sebagaimana mestinya tetapi juga diharuskan untuk memberikan pelayanan yang prima. Kebutuhan pelayanan akan identitas kependudukan melalui system digital, akan mendorong desa Tempurejo menjadi desa yang lebih maju (smart village) karena system ini menjadikan pelayanan kependudukan lebih cepat, lebih efektif dan lebih efisien.
Inkonsitensi Hukum Pembatalan Peraturan Daerah yang Bermasalah dalam Hukum Indonesia Rohim, Rohim; Fahmi, H. Sudi; Ardiansah, Ardiansah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau. Sebaran pulau-pulau ini, secara administratif ditata dan dikelompokkan menjadi beberapa wilayah yang disatukan ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. Menurut data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik RI tahun 2023, negara Indonesia terdiri dari 38 (tiga puluh delapan) wilayah yang disebut atau berstatus sebagai daerah provinsi, 416 (empat ratus enam belas) yang berstatus sebagai daerah kabupaten, dan 98 (sembilan puluh delapan) yang berstatus sebagai kota.Atau, sebanyak 38 (tiga puluh delapan) Daerah Tingkat I (provinsi) dan 514 Daerah Tingkat II (kabupaten/kota). Jumlah daerah provinsi dan kabupaten/kota yang relatif besar ini tentu menjadi modal penting dan sekaligus peluang bagi Indonesia untuk terus bergerak menuju negara maju di tengah persaingan global yang semakin kompleks dan kompetitif.Pasal 18 UndangUndang Dasar 1945 (naskah asli sebelum amendemen) memberikan sebuah pengingatan dan pedoman, bahwa "pembagian daerah Indonesia atas daerah besar dan kecil, dengan bentuk susunan pemerintahannya ditetapkan dengan undangundang, dengan memandang dan mengingati dasar permusyawaratan dalam sistem pemerintahan negara, dan hak-hak asal-usul dalam daerah-daerah yang bersifat istimewa.Pembagian dan distribusi kewenangan yang diatur dan tercermin di dalam konstitusi (UUD 1945) maupun sejumlah peraturan yang terkait dengan pemerintahan daerah, khususnya kebijakan dalam membuat dan menetapkan PerDa dan PerKaDa, dalam praktiknya mengalami berbagai problem, terutama yang berhubungan dengan persoalan kewenangan pencabutan dan/atau pembatalan suatu Perda/perkada
MANAJEMEN KEUANGAN DALAM KEBIJAKAN PENDIDIKAN GRATIS Munib, Munib; Farida, Siti; Rohim, Rohim; Badruttamam, Badruttamam; Faddol , Moh
IQTISODINA Vol. 5 No. 2 (2022): DESEMBER
Publisher : LPPM IAI Nazhatut Thullab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35127/iqtisodina.v5i2.6278

Abstract

Di era globalisasi pada sekarang ini banyak persaingan antara lembaga satu dan lembaga yang lainnya dalam hal mewujudkan lembaga pendidikan yang berkualitias sangat memerlukan pengelolaan secara menyeluruh dan profesional terhadap sumber daya yang dimiliki. Salah satunya yang perlu dikelola adalah masalah keuangan, dalam konteks ini, keuangan merupakan sumber daya yang sangat diperlukan suatu lembaga sebagai alat untuk melengkapi sarana dan prasaran suatu lembaga yang digunakan secara efektif dan efisien dengan memerhatikan syariat islam. Penelitian ini merupakan bertujuan untuk mendeskripsikan sistem manajemen keuangan pondok pesantren Darul iman untuk mendiskripsikan penerapan kebijakan pendidikan gratis dan untuk mendeskripsikan evaluasi yang dilakukan di Pondok pesantren Darul Iman.
Language and communication strategies for climate change engagement among Indonesian millennials and gen z Putri, Putri Bunga Yossilia; Arifin, Muhammad Andy; Lestari, Herlina Devi; Nasrullah, Riki; Rohim, Rohim
NOTION: Journal of Linguistics, Literature, and Culture Vol. 7 No. 2 (2025): NOTION: Journal of Linguistics, Literature, and Culture
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/notion.v7i2.12578

Abstract

This study examines how language and communication strategies can influence the perception and response of Gen-Millennials and Gen-Z towards climate change issues in Indonesia. Using a quantitative survey method, data were collected from 127 respondents consisting of 77 Gen-Z and 50 Gen-Millennials, and presented concisely and structured through frequency tables and illustrative diagrams. The data analysis process was carried out through several stages, namely descriptive analysis, inferential analysis, and then interpreting the findings. The findings show that the intensity of social media use from Gen-Millennials is more often aimed at seeking information than Gen-Z which is only for entertainment, the result is that Gen-M interacts more often with climate change issues than Gen-Z, although both still consider it important. Furthermore, persuasive technical terms have the potential to increase the motivation of both generations to be directly involved in climate change action. This study highlights the need for targeted communication strategies to increase public awareness and engagement on climate change issues. These findings enrich approaches to language teaching and intercultural training, particularly in the context of environmental education, broaden understanding of intergenerational communication styles in environmental advocacy, and provide practical insights for developing impactful campaigns tailored to generational preferences, thereby contributing to the success of climate advocacy efforts in Indonesia.
Integrating Mbojo Folklore and Culture Preneurship to Shape Modern Leadership Values Alaini, Nining Nur; Hidayatullah, Dede; Saefuddin, Saefuddin; Supriadi, Asep; Rohim, Rohim; Ali, Tengku Intan Marlina Tengku Mohd
Aptisi Transactions On Technopreneurship (ATT) Vol 7 No 2 (2025): July
Publisher : Pandawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34306/att.v7i2.637

Abstract

The Mbojo community in West Nusa Tenggara has a folklore entitled "Oi Wobo". Like fairy tales or myths that always contain messages, this "Oi Wobo" folklore reflects the values of the Mbojo community. This Oi Wobo story becomes important when we look back at why the Mbojo people feel the need to pass down and teach these values through folklore, and see whether the old concepts of ancestral heritage contained in the Oi Wobo story today can be contextualized or relevant to the challenges that exist today. Through semiotic studies and literary sociology conducted, it is known that Oi Wobo folklore, one of them, reveals values related to the concept of leader and leadership of the Mbojo community. The concept of leader and leadership of the Mbojo community reflected in the folklore "Oi Wobo" adheres to the concept of nggusu waru. From the studies that have been conducted, it can also be concluded that the concept of leadership of the Mbojo community, which is based on the philosophy of nggusu waru, can be recontextualized or relevant to today's leadership challenges. The ignorance and incomprehension of the Mbojo people towards these values causes that thenoble values related to leaders and leadership are not widely realized in today's leadership. Thus, this study is important so that the values of the noble ancestral heritage can be known, understood and reused to achieve a more quality community life.