Claim Missing Document
Check
Articles

IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR DASAR PENGERITINGAN RAMBUT PADA SISWA KELAS XI TATA KECANTIKAN RAMBUT SMK NEGERI 2 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 ., Kadek Devi Saras Patmawati; ., Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd; ., Dr. Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 8, No 2 (2017):
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12385

Abstract

Penelitian yang telah dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dalam 1) meningkatkan aktivitas siswa 2) meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Dasar pengeritingan rambut. Variabel bebas dari penelitian ini adalah Model Pembelajaran Kooperatif tipe NHT, sedangkan variabel terikat dari penelitian ini terdiri dari aktivitas dan hasil belajar siswa. Sumber data dari penelitian ini adalah siswa kelas XI Tata Kecantikan Rambut. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes untuk hasil belajar ranah kognitif, lembar observasi untuk aktivitas belajar siswa dan hasil belajar ranah afektif dan penilaian keterampilan untuk ranah psikomotor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Aktivitas belajar siswa ditunjukkan dengan rata-rata kelas sebesar 75,94 pada siklus I menjadi sebesar 91,88 pada siklus II. Peningkatan yang terjadi pada siklus I dan II aktivitas belajar siswa sebesar 6,25. 2) Ketuntasan klasikal untuk hasil belajar pada siklus I sebesar 93,75% menjadi sebesar 100% pada siklus II. Peningkatan yang terjadi pada siklus I dan II pada hasil belajar 6,25%.Kata Kunci : Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, Pembelajaran Pengeritingan Rambut The research that has been conducted is Classroom Action Research. This study aims to implement cooperative learning model type NHT in 1) increase student activity 2) improve student learning outcomes in learning Basic hair curling. Independent variable of this research is Cooperative Learning Model of NHT type, while the dependent variable of this research consists of activity and student learning outcomes. Sources of data from this study are students of class XI Tata Beauty Hair. Data collection techniques used in the form of tests for cognitive domain learning results, observation sheets for student learning activities and affective learning and the assessment of skills for psychomotor domain. The results of this study indicate that 1) Student learning activity is shown by the average class of 75.94 in the first cycle to be 91.88 in cycle II. The increase that occurred in the first and second cycle of student learning activities amounted to 6.25. 2) Classical completeness for learning outcomes in the first cycle of 93.75% to 100% in cycle II. The increase in cycle I and II on the learning outcomes of 6.25%. keyword : Learning Activity, Learning outcomes, Learning Hair Curling
Pengembangan Modul Pembuatan Hiasan Busana Berbasis Pendekatan Saintifik untuk Siswa Kelas XI Tata Busana di SMK Negeri 2 Singaraja Ikhtiari, Annisa; Sudirtha, I Gede; Widiartini, Ni Ketut
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v13i1.40308

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Hasil pengembangan modul pembuatan hiasan busana berbasis pendekatan saintifik, 2) Kelayakan isi modul pembuatan hiasan busana berbasis pendekatan saintifik untuk siswa kelas XI Tata Busana di SMK Negeri 2 Singaraja dilihat dari kelayakan materi dan kelayakan media. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian pengembangan. Menggunakan model pengembangan R&D (Research and Development) yang dicetuskan oleh Borg and Gall yang telah dimodifikasi oleh peneliti yang terdiri dari 3 tahap yaitu: analisis kebutuhan produk, mengembangkan produk awal dan validasi ahli beserta revisi. Metode pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dengan presentase. Hasil penelitian ini berupa: 1) Modul pembelajaran pembuatan hiasan busana berbasis pendekatan saintifik untuk siswa kelas XI Tata Busana, 2) Modul yang sangat layak digunakan baik dari segi materi maupun tampilan modul. Kelayakan modul pembelajaran pembuatan hiasan busana berbasis pendekatan saintifik berdasarkan penilaian ahli materi sebesar 91,6% atau terdapat dalam kategori sangat layak untuk digunakan dan penilaian ahli media sebesar 95,4% atau terdapat dalam kategori sangat layak untuk digunakan. Ini berarti bahwa modul pembuatan hiasan busana berbasis saintifik untuk siswa kelas XI Tata Busana sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran bagi siswa di SMK Negeri 2 Singaraja.Kata Kunci:Bahan ajar, Saintifik, Modul pembelajaran, Pembuatan hiasan busana.
PERKEMBANGAN KAIN TENUN ENDEK KOLOK DI DESA BENGKALA Suryani, .; Widiartini, Ni Ketut; Angendari, Made Diah
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v13i1.45051

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan (1) perkembangan motif kain tenun endek kolok, dan (2) faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan motif kain tenun endek kolok di Desa Bengkala. Metode deskriptif kualitatif ialah metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini.  cara yang digunakan pada pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi kepada pengrajin dan ketua KEM (Kawasan Ekonomi Masyarakat) Kajanan. Instrumen yang digunakan yaitu lembar observasi dan lembar wawancara, sumber informan sebanyak 2 orang. Hasil dalam penelitian ini menunjukan (1) perkembangan motif kain tenun endek kolok pada desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng mengalami perkembangan dari segi motif. Mulai dari terciptanya kain tenun endek tanpa motif, kemudian mulai menciptakan kain tenun endek yang bermotif namun motif yang diciptakan masih motif endek pada umumnya. Seiring berjalannya waktu KEM Kajanan di  Desa Bengkala mulai membuat kain yang menciri khaskan desa Bengkala yaitu motif kolok. (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan motif kain tenun endek kolok di Desa Bengkala terbagi menjadi dua yaitu faktor eksternal dan faktor internal, dimana faktor internal yaitu: kemauan, dan pengetahuan Sedangkan faktor eksternal ada faktor budaya, ekonomi, lingkungan, hubungan sosial, dan teknologi. Kata Kunci: Endek, Kolok, Perkembangan Motif
Identifikasi Tenun Gegambir di Kelompok Tenun Sari Bhakti Banjar Pesalakan, Pejeng Kangin, Gianyar. Sukaniti, Ni Luh; Widiartini, Ni Ketut; Sudirtha, I Gede
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v13i1.43926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Proses pembuatan Tenun Gegambir, (2) Karakteristik Tenun Gegambir pada Kelompok Tenun Sari Bhakti Banjar Pesalakan, Pejeng Kangin, Gianyar. Jenis penelitian menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan metode wawancara. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi dan lembar wawancara. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Proses pembuatan Tenun Gegambir dibagi menjadi 2 tahapan yaitu: (a) proses awal pembuatan dimulai dari persiapan benang hingga alat, (b) dilanjutkan dengan proses menenun yang dimulai dari nyulak (pemintalan benang lungsi), nganyinan (pengaturan dan menghitung jumlah benang yang diperlukan sesuai dengan lebar dan pajang tenun), nusuk (memasukan benang lungsi ke serat/sisir), nyasah (pengaturan benang lungsi pada papan yang ada pada alat tenun cagcag), ngeliing (proses pemintalan benang pakan), dan terakhir adalah penenunan yang berbeda dari cara menenun tenun tradisional lainnya yaitu pengrajin dibantu dengan alat bantu bernama cobo yang sudah digulung dengan benang tambahan yang akan diatur oleh pengrajin untuk membentuk lubang yang tersusun sesuai bentuk/pola sesuai dengan kreasi para pengrajin. (2) Karakteristik Tenun Gegambir yang menjadi ciri khas dari tenunan ini dibandingkan dengan tenun pada umumnya terletak pada warna yang bervariasi, motif berlubang dan teknik menenun dengan menggunakan alat bantu cobo. Kata Kunci: Tenun, Tenun Gegambir, Proses Pembuatan, Karakteristik
Penerapan Teknik Painting dan Teknik Sulam Pada Motif Hias Busana Pesta Siang apriliasari, ikka; Widiartini, Ni Ketut; Angendari, Made Diah
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol 13, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jppkk.v13i1.44344

Abstract

 PeneIitian jenis eksperimen ini bertujuan untuk mendeskripsikan kuaIitas motif hias dengan teknik painting dan teknik suIam pada busana busana pesta siang berdasarkan prinsip-prinsip desain yaitu keseIarasan, keseimbangan, irama, dan kesatuan. Metode pengumpuIan data yang digunakan daIam peneIitian ini yaitu metode kuesioner. DaIam peneIitian ini diIibatkan dua orang ahIi isi untuk menguji instrumen dan dua orang ahIi busana dan ahIi painting untuk menguji kuaIitas produk yang dihasiIkan. SeteIah instrumen dinyatakan vaIid, instrumen akan digunakan untuk uji produk. PeniIaian produk diniIai berdasarkan 4 aspek kuaIitas yaitu keseIarasan, keseimbangan, irama, dan kesatuan, dengan tingkat pencapaian sesuai dengan kriteria yang ditentukan. Data uji kuaIitas dianaIisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Berdasarkan uji produk yang teIah diIakukan oIeh para ahIi busana mendapatkan hasiI 95,23% dari penguji 1, dan 95,23% oIeh penguji ke 2, rata-rata presentase yang menunjukkan hasiI bahwa penerapan teknik painting dan teknik suIam pada motif hias busana pesta siang memiIiki kuaIifikasi yang sangat baik dengan rata-rata 95,23%.Kata Kunci : motif hias, painting, suIam, busana pesta.This type of experimentaI research aims to describe the quaIity of decorative motifs with techniques painting and embroidery techniques on afternoon party dresses based on design principIes, nameIy harmony, baIance, rhythm, and unity. The data coIIection method used in this research is the questionnaire method. In this study, two content experts were invoIved to test the instrument and two fashion experts andexperts were invoIved painting to test the quaIity of the resuIting product. After the instrument is decIared vaIid, the instrument wiII be used for product testing. Product assessment is assessed based on 4 aspects of quaIity, nameIy harmony, baIance, rhythm, and unity, with the IeveI of achievement in accordance with the specified criteria. QuaIity test data were anaIyzed using quantitative descriptive techniques. Based on product test conducted by experts fashion to get the 95.23% of the testers 1, and 95.23% by the examiner to 2, the average percentage of which showed that the appIication of the techniques of painting and embroidery techniques on decorative motif during the party dress have very good quaIifications with an average of 95.23%.Keywords : decorative motifs, painting, embroidery, party dress.DAFTAR PUSTAKAAli, M. (1993). Strategi Penelitian Pendidikan. Angkasa.Alsa, A. (2004). Pendekatan Kuantitatif Kualitatif dalam Penelitian Psikologi. pustaka pelajar.Hadi, S. (1985). Metodologi Research Jilid 4. Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi UGM.Hery Suhersono. (2004). Desain Motif. Puspa Terampil.Kotler, P. and A. (2012). Principles of Marketing (N. Jersey (ed.); 14 ed.). Pearson : Prentice Hall.Malik, Y. (2014). Karya Ilmiah Remaja Trend Mode Pada Remaja. http://yhulianayuli.blogspot.com/2014/02/karya-ilmiah-remaja-trend-mode-pada.htmlNetty Juiana. (2013). Desain Tekstil. http://nettyjuliana14.blogspot.com/2013/09/bab-i-arti-kriya-tekstil-keragaman-seni.htmlPebrianti, R. (2017). “Penerapan Motif Hias pada Kain Jadi dengan Menggunakan Kombinasi Teknik Painting dan Bordir.” Undiksha, 8.Prapti Karomah; Sicilia Sawitri. (1998). Pengetahuan Busana. IKIP Yogyakarta.Schumpeter, J. (1934). The Theory of Economic Development. Harvard University Press.Simbolon, A. (2016). Analisis Kemampuan Membuat Hiasan pada Rok dengan Teknik Sulaman Tiongkok Siswa Kelas XI Tata Busana SMK Negeri 1 Laguboti. Universitas Negeri Medan.Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta.Tegeh, Dkk. (2014). Model Penelitian Pengembangan. Graha Ilmu.Tiara Arliani,.dkk,. (2016). “Pengembangan Motif Kerawang Gayo pada Busana Pesta Wanita di Aceh Tengah.” Undiksha, 1.
UMPAN BALIK MODEL PEMBELAJARAN PADA MATERI MEMBUAT POLA BUSANA NI KETUT WIDIARTINI
Jurnal Evaluasi Pendidikan Vol 3 No 2 (2012): JURNAL EVALUASI PENDIDIKAN
Publisher : PROGRAM STUDI PENELITIAN DAN EVALUASI PENDIDIKAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.712 KB) | DOI: 10.21009/JEP.032.07

Abstract

The purpose of this study is to find out the effect of the feedback and learning models toward the students’ achievement on dress pattern making by controlling the students’ artistic talent of class X of the State Vocation Schools in Denpasar Bali. This research is 2 x 2 Experimental Design Factorial. The samples were taken based on the Multistage Random Sampling with 80 students. This study applied the analysis of covariance (ANCOVA). The results, after controlling the students’ artistic talent, are as follow: (1) the achievement in dress pattern making for the students who were given the feedback of the formative test immediately after the test given is higher than those who were given the formative test feedback delayed, (2) the achievement in dress pattern making for the students who were given the cooperative learning model is higher than those who were given the conventional learning model, (3) there was an effect on the interaction between the formative test feedback and the learning models towards the students’ achievement in dress pattern making, (4) the students who were given the formative test feedback immediately after the test given and were taught by using CO-Op cooperative learning model is higher than those who were taught by using conventional teaching model, (5) the students who were given the formative test feedback delayed after the test given and were taught by using CO-Op Cooperative Learning Model is lower than those who were taught by using conventional teaching model, (6) the students who were taught by using the Co-Op cooperative learning model and were given the formative test feedback immediately after the test given show higher achievement in the dress pattern making than those who were given the formative test feedback delayed, and (7) the students who were taught by using the conventional learning model and were given the feedback immediately after the test given show lower achievement in the dress pattern making than those who were given the feedback delayed after controlling the artistic talent. Based on the research findings, it is recommended to the teachers of the state vocational school that: to improve the students achievement in dress pattern making, the teachers need to use the formative tests feedback and learning models correctly and carefully.
PENERAPAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR PADA MATA PELAJARAN CETAK SARING SISWA KELAS X SMKN 1 SUKASADA Komang Erna Astari .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani,M.Pd .; Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v2i1.3497

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kreativitas belajar siswa kelas X DPK Tekstil SMKN 1 Sukasada dalam pelajaran cetak saring melalui penerapan media pembelajaran audio visual, dan (2) respon siswa terhadap penerapan media pembelajaran audio visual. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SMK Negeri 1 Sukasada dengan subjek penelitian siswa kelas X DPK Tekstil tahun pelajaran 2013-2014 dengan jumlah siswa sebanyak 11 orang. Objek penelitian ini adalah kreativitas belajar siswa membuat motif cetak saring dan respon siswa terhadap penerapan media audio visual. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data kreativitas siswa adalah tes unjuk kerja membuat motif cetak saring yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Data respon siswa diperoleh dengan menggunakan angket. Hasil penelitian tindakan kelas penerapan media audio visual untuk meningkatkan kreativitas belajar pada mata pelajaran cetak saring siswa kelas X DPK Tekstil SMKN 1 Sukasada menunjukan (1) kreativitas belajar siswa meningkat pada kategori sangat kreatif dengan nilai rata rata sebesar 82,4 dan (2) penerapan media audio visual mendapatkan respon positif dengan nilai rata-rata 51.Kata Kunci : Audio Visual, Kreativitas, Respon. This study aimed to determine (1) class X studying creativity deposits SMK 1 Sukasada Textile screen printing lesson learning through the application of audio-visual media, and (2) students' response to the application of audio-visual instructional media. This study was conducted action research in SMK Negeri 1 Sukasada with research subjects class X DPK Textiles 2013-2014 school year the number of students as many as 11 people. Object of this study is to learn students 'creativity to make screen printing motif and students' response to the application of audio-visual media. The method used to obtain the data creativity test performance of students is making a print motif strain quantitatively analyzed descriptively. Student response data obtained using a questionnaire. The results of the application of action research to improve the audio-visual media creativity on subjects learn screen printing class X DPK Textile SMK 1 Sukasada showed (1) increased student learning creativity in the category of very creative with average scores of 82.4 and (2) the application of audio-visual media to get a positive response with an average value of 51.keyword : Audio Visual, Creativity, Response.
EKSPERIMEN PENGEMBANGAN MOTIF KAIN TENUN BEBALI Sang Ayu Alit Wilantari .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani,M.Pd .; Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v2i1.3498

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) proses pengembangan motif kain tenun Bebali. (2) hasil pengembangan motif kain tenun Bebali. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan adalah “quasi experiment”. Bentuk desain eksperimennya adalah pre-experimental dan jenis rancangan eksperimennya yaitu One-shot Case Study. Objek penelitian yaitu proses pengembangan motif pada kain tenun Bebali dan hasil pengembangan motif kain tenun Bebali. Sumber informannya yaitu perajin dan pemilik usaha tenun Surya Indigo, Metode pengumpulan data adalah metode wawancara, dan observasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan (1) proses pengembangan motif kain Bebali dilakukan dengan dua tahapan antara lain 1) Tahap pra produksi, yang meliputi : Persiapan alat dalam pembuatan desain motif dan bahan dalam pembuatan benang lungsi. Tahap produksi : yaitu tahap penenunan kain.(2) hasil penilaian yang dilakukan oleh15 orang panelis terlatih melalui uji kualitas kain tenun secara keseluruhan yang ditinjau dari aspek warna, motif dan tekstur. Dari aspek motif rerata skor yang diperoleh 2,93 pada kategori “Baik” menjadi 3,73 pada kategori “Sangat Baik”, dari aspek warna rerata skor yang diperoleh 2,67 pada kategori “Baik” menjadi 3,93 pada kategori “Sangat Baik” dan dari segi tekstur mengalami peningkatan namun tidak terlalu signifikan yaitu 3,13 menjadi 3,73 keduanya masih termasuk pada kategori “Sangat Baik”. Kata Kunci : motif, pengembangan, tenun Bebali This study aimed to determine (1) the process of developing motifs woven fabric Bebali. (2) the results of the development of motifs woven fabric Bebali. This study is an experimental research. The design of the study is a "quasi-experiment". Shape design of experiments is pre-experimental and experimental design types, namely One-Shot Case Study. The object of research is the development of motifs on fabrics Bebali and development results Bebali motifs woven fabric. Sources informant ie weaving artisans and business owners Surya Indigo, methods of data collection were interviews, and observation. Data were analyzed with descriptive analysis techniques. The results suggest (1) motif development process is done in two stages Bebali include 1) pre-production stage, which includes: Preparation tool in design motifs and materials in the manufacture of yarn lungsi. Stage production: that is phase weaving cloth. (2) the results of the assessment carried out by trained panelists oleh15 test overall quality woven fabric which viewed from the aspect of color, pattern and texture. From the aspect of motive mean score of 2.93 obtained in the category of "good" to be 3.73 in the category of "Very Good", from the aspect of color mean score of 2.67 obtained in the category of "good" to 3.93 in the category of "Very Good "and in terms of texture but the increase was not significant ie 3.13 becomes 3.73 both are still included in the category of" Very Good ". keyword : motif, development, weaving Bebali
RAGAM HIAS TENUN TRADISIONAL GALENDO DI KELURAHAN OI FO’O KECAMATAN RASA NA’E TIMUR KOTA BIMA PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Jurani .; Putu Agus Mayuni, S.Pd, M. Si. .; Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 2 No. 1 (2014)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v2i1.3876

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui jenis ragam hias tenun tradisional Galendo di Kelurahan Oi Fo’o Kecamatan Rasa Na’e Timur Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (2) Mengetahui fungsi dan makna ragam hias tenun tradisional Galendo di Kelurahan Oi Fo’o Kecamatan Rasa Na’e Timur Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat. Penelitian dilakukan di Kelurahan Oi Fo’o Kecamatan Rasa Na’e Timur Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat. Objek penelitian adalah jenis ragam hias dan fungsi serta makna ragam hias tenun tradisional Galendo. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen. Instrumen penelitian adalah lembar observasi, wawancara, dan pencatatan dokumen. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Jenis Ragam hias pada kerajinan tenun tradisional Galendo di Kelurahan Oi Fo’o Kecamatan Rasa Na’e Timur Kota Bima adalah: 1. Jenis Ragam Hias Geometis meliputi: Gari Kota-kota, Ngusu Upa, Jompa Fare. 2. Jenis Ragam Hias Tumbuhan meliputi: Isi Mangge, Suri Kakando, Ntara. 3. Jenis Ragam Hias Binatang meliputi: Koha Kapi Keu. Fungsi dan Makna ragam hias tenun tradisional Galendo adalah: 1 Gari Kota-kota fungsi dipakai oleh perempuan pada saat haid atau nifas, dengan makna kejujuran dan ketaatan. 2 Ngusu Upa fungsi sebagai sorban yang diselempangi melingkar pada leher dengan makna kekuasaan tertinggi hanya di tangan Allah. 3 Jompa Fare fungsi sebagai sarung dengan makna surga. 4 Isi Mangge fungsi dipakai oleh lelaki pada upacara adat perkawinan dengan makna Do’a dan kebaikan. 5 Suri Kakando fungsi sebagai penutup kepala dengan makna keselamatan dan kebaikan. 6 Ntar Ntara fungsi sebagai selendang dipakai pada leher dan pinggang dengan makna sebagai lambang kedamaian. 7 Koha Kapi Keu fungsi dipakai pada upacara adat pernikahan dengan makna lambang warna merah adalah pemberani. Kata Kunci : Fungsi, Makna dan Ragam Hias This reasearch aims to: (1) Determine the type of Galendo traditional weaving decorative in Oi Fo’o village, Rasa District, east of Bima city. (2) Knowing the function and significance of Galendo traditional weaving decorative in Oi Fo’o village, Rasa District, east of Bima city. The research was done in Oi Fo’o village, Rasa District, east of Bima city. The results of this researh indicate that. The existing ornament on the craft of traditional weaving in Oi Fo’o village, Rasa District, east of Bima city. are: 1. Variety of Ornamental geometric, Gari Cities, Ngusu Upa, Jompa Fare. 2. Variety of Plants Ornamental, Isi Mangge, Suri Kakando, Ntara. 3. Variety of animals Ornamental, Koha Kleu Kapi. The function and significance of Galendo decorative traditional weaving are: 1. Gari kota-kota cities Ornamental function are used by women during menstruation or parturition, meaning of honesty and obedience. 2. Nungsu Upa Ornamental functions as circular turban on the neck, means that only the highest power in the hands of God. 3. Jompa Fare Ornamental functions as a glove with the meaning of heaven. 4. Isi Mangge used by men on the occasion of the traditional wedding with Benediction meaning and goodness. 5. Suri kakando functioned as ornamental and safety headgear with meaning and goodness. 6. Ntara Ornamental functioned as a scarf worn on the neck and waist with meaning as a symbol of peace. 7. Koha Kapi Keu Ornamental is used during traditional wedding with symbolism of the color red is brave.keyword : Function, Ornamental Variety, and Ornamental Variety Meanings
TEKNIK PEWARNAAN DAN PENERAPAN MOTIF KAIN PADA DESAIN BUSANA DENGAN ADOBE PHOTOSHOP CS3 Ni Made Sari Rezeki .; Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .; Made Diah Angendari, S.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6539

Abstract

Penelitian jenis eksperimen ini bertujuan Mengetahui kualitas teknik pewarnaan dan penerapan motif kain pada desain busana dengan Adobe Photoshop CS3 pada aspek penerapan gradasi warna dan motif kain dilihat dari segi intensitas warna, gradasi warna dan motif kain yang terlihat jelas dan tingkat kerapian. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar ceklist berdasarkan tolak ukur dan dikonversi dengan pedoman skala 3 (baik, cukup, kurang baik) yang diujikan kepada 17 panelis terlatih. Data uji kualitas dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah Kualitas teknik pewarnaan dan penerapan motif kain pada desain busana dengan Adobe Photoshop CS3 pada aspek penerapan gradasi warna dilihat dari segi intensitas warna, gradasi warna yang terlihat jelas dan tingkat kerapian berada dalam kategori baik (2,82) sedangkan pada aspek penerapan motif kain dilihat dari segi intensitas warna, motif kain yang terlihat jelas dan tingkat kerapian berada dalam kategori baik (3,00). Kata Kunci : adobe Photoshop CS3, desain busana, kualitas, pewarnaan The purposes of this research to know the quality of coloring techniques and the application of fabric pattern in fashion design with Adobe Photoshop CS3 on aspects of the application of the gradation of colors and patterns of fabric in terms of the intensity of the colors, shades and motifs are clearly visible and the level of neatness. Data collection method used in this research is the method of observation. The instrument used in this study are based on a benchmark checklist sheet and converted to the guidelines 3 scale (good, sufficient, poor) were tested to 17 trained panelists. Quality of the test data were analyzed using descriptive qualitative and quantitative techniques. Results of this research is the quality of coloring techniques and the application of fabric pattern in fashion design with Adobe Photoshop CS3 on aspects of the application of color gradation in terms of color intensity, which is clearly visible color gradation and level of neatness are in either category (2.82) while the aspects of the application motif fabric in terms of the intensity of the color, fabric pattern that looks clear and the level of neatness are in either category (3.00). keyword : adobe Photoshop CS3, coloration, fashion design, quality
Co-Authors . SURYANI ., Anak Agung Ratih Urmila Santhi ., Dwi Sekrita Rizki ., Kadek Devi Saras Patmawati ., Kadek Mirayanti ., KETUT SURA SUARDANA ., Khaeriyah Ramdani ., Kiki Agus Winarsih ., Luh Putu Sri Indra Partiwi ., Made Mahatmi Pradnya Pramita ., Muniah ., Ni Ketut Dewi Tara Dipa ., Ni Made Devi Meilasari ., NI MADE GUNARSIH DWIPAWATI ., Ni Made Oktasari ., Ni Nyoman Dina Triana Dewi ., Ni Putu Ayu Ari Anggarwati ., NI WAYAN SRI BUDI ., Nilam Sari ., Nurmayana ., Putu Nada Widiya Purnashita ., Ririn Pebrianti ., Rizki Ari Safitri AGUS SOLEH . Anak Agung Istri Ngurah Marhaeni Anak Agung Ratih Urmila Santhi . ANAK AGUNG SRI SUARNITI ., ANAK AGUNG SRI SUARNITI Annisa Ikhtiari apriliasari, ikka Ariasa, I Wayan Artanayasa, Wayan Asih, Ni Made Utami Asnur, Rukdianti Aslinda Asti Noviana . Cok Istri Sri Pradnya Dewi Darmawan, Made Deddy Desak Putu Parmiti desi gusti yani Dewa Ayu Putu Widya Wulandari . Dewa Gede Hendra Divayana, Dewa Gede Hendra DEWA GEDE SUJANA ., DEWA GEDE SUJANA Dewi, Cok Istri Sri Pradnya Dewi, Kadek Ariek Kusuma dilla, ayu Dwi Sekrita Rizki . Dwitanaya, Made Susanta Gusti ayu, Dindayanti Hermayani, Kadek I Dewa Ayu Made Budhyani I Dewa Ayu Made Budhyani I DEWA NYOMAN GDE SANDYAGRAHA . I GD PURNAMA EKA SAPUTRA ., I GD PURNAMA EKA SAPUTRA I GEDE CAKRA ., I GEDE CAKRA I Gede Ratnaya I Gede Sudirtha I Gst Lanang Agung Parwata I GUSTI AYU DARIYATI ., I GUSTI AYU DARIYATI I Gusti Ngurah Pujawan I Made Candiasa I MADE GEDE ARTA MAHARDIKA ., I MADE GEDE ARTA MAHARDIKA I Nyoman Natajaya I NYOMAN TRI PRAJA KENCANA ., I NYOMAN TRI PRAJA KENCANA I WAYAN PISKA YUDIAWAN ., I WAYAN PISKA YUDIAWAN I WAYAN SUKARYANA . Ida Ayu Reviena Damasanti Ika Mayani . Ikhtiari, Annisa ikka apriliasari Ismail, Nauval Syafiq Jurani . Kadek Devi Saras Patmawati . Kadek Hermayani Kadek Hermayani . Kadek Mirayanti . Kadek Onny Swastini Kadek Onny Swastini . Kadek Wedi Qinardy Kartini, Siluh Made Surya KETUT GEDE RAHADI DIANA PUTRA ., KETUT GEDE RAHADI DIANA PUTRA Khaeriyah Ramdani . Kiki Agus Winarsih . Komang Erna Astari . Komang Setemen KOMANG WIDIASTARI . LUH MERTASARI . Luh Puspaningsih . Luh Putu Sri Indra Partiwi . Made Diah Angendari Made Mahatmi Pradnya Pramita . MADE SURYADANA . Made Yustika Yani Milarika, Ni Putu Oka Muniah . NENI PEBRIYANA . Ni Kadek Budi Adnyani Ni Ketut Dewi Tara Dipa . Ni Ketut Suarni NI LUH MADE MERRIYANTHI ASMI . Ni Luh Sukaniti Ni Made Devi Meilasari . Ni Made Novi Indah Puspita Ni Made Oktasari Ni Made Oktasari . Ni Made Sari Rezeki . Ni Made Sri Mertasari Ni Made Suriani Ni Nyoman Dina Triana Dewi . Ni Putu Ayu Ari Anggarwati . Ni Putu Novi Darmini Ni Putu Veny Lismaharti . Ni Putu Veny Lismaharti ., Ni Putu Veny Lismaharti Ni Wayan Widya Sami . Nilam Sari . Nyoman Dantes Oktasari, Ni Made P. WAYAN ARTA SUYASA Paramartha, I Putu Gede Indra Prengki Gito Sudarsono Prof. Dr. A. A. I. Ngurah Marhaeni,MA . PROF. DR. A.A.ISTRI NGR.MARHAENI,M.A. . Putu Agus Mayuni Putu Ayu Dinda Deviyanti Putu Nada Widiya Purnashita . RATNA SARI DEWI . renianggraini renianggraini Rewo, Josep Marsianus Ririn Pebrianti . Rizki Ari Safitri . Sang Ayu Alit Wilantari . SANG AYU KETUT SUMARGI ., SANG AYU KETUT SUMARGI Sanjaya, Putu Dharma Sawitri, Ni Luh Sukaniti, Ni Luh Suryani Suryani Swastini, Kadek Onny Syifaullinnas Hs . Virnayanthi, Ni Putu Erna Surim Widad Azizah Yani, Made Yustika Yuliawan, Ketut Darma Yundari, Yundari