Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI TENTANG BUSANA PENGANTIN ADAT SUKU SASAK DI LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT Muniah .; Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .; Made Diah Angendari, S.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.11488

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) bagian-bagian busana pengantin adat suku sasak; (2) makna simbolis busana pengantin adat suku sasak di Lombok Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan objek penelitian studi tentang busana pengantin adat suku sasak di Lombok Nusa Tenggara Barat. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan metode wawancara. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif yang menjelaskan dan mengungkapkan sesungguhnya hasil penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) bagian-bagian busana pengantin wanita yaitu; (a) tangkong nine; (b) songket; (c) tongkak; (d) selamben. Untuk bagian-bagian busana pengantin laki-laki yaitu: (a) kelambi pegon; (b)kereng kemati; (c) kelambi jamaq; (d) songket; (e)sapuq nganjeng. Aksesories busana pengantin wanita yaitu; (a) onggar-onggar; (b) mawar; (c)sengkang gigi due olas; (d) kancing rupiah emas; (e) kalong ringgit; (f) kedebong malang; (g) lenteran suku; (h) lenteran. Aksesoris dan milineris busana pengantin laki-laki yaitu; (a)gerantim; (b) keris jamaq; (c) sandal pengantin. (2) makna simbolis busana pengantin adat suku sasak yaitu; (a) sengkang gigi due olas maknanya seorang wanita harus memberikan keturunan pada keluarga; (b) kedebong malang maknanya ketetapan hati yang kokoh; (c) mawar maknanya keberanian seorang wanita memulai kehidupan; (d) kancing rupiah emas maknanya keindahan serta kelemah-lembutan seorang wanita; (e) tangkong nine, mame maknanya keanggunan, kearifan seorang pengantin; (f) songket memiliki makna kehormatan; (g) sapuq maknanya seorang pengantin akan berkembang setelah menikah; (h) sabuk emas mempunyai makna keberanian mengarungi bahtera rumah tangga Kata Kunci : Busana pengantin suku sasak, Makna busana, Bagian-bagian busana. This research aims to describe: (1) parts of traditional wedding dress of sasak tribe; (2) the symbolic meaning of traditional bridal clothing of sasak tribe in Lombok West Nusa Tenggara. This research is a descriptive research with object of study study about traditional bridal dress of tribe sasak in Lombok West Nusa Tenggara. Methods of data collection is using the method of observation and interview methods. The research instrument uses an observation sheet and an interview sheet. Methods of data analysis is using descriptive analysis that explains and reveals the actual results of research conducted. The results showed that, (1) parts of the bride's clothing are; (A) Tangkong nine; (B) songket; (C) tongkak; (D) sesamben. For the parts of the bridal men's clothing are: (a) kelambi pegon; (B) kereng kemati; (C) kelambi jamaq; (D) songket; (E) sapuq nganjeng. Fashion accessories of the bride are; (A) onggar-onggar; (B) mawar; (C) sengkang gigi due olas; (D) kancing rupiah emas; (E) kalung ringgit; (F) kedebong malang; (G) lenteran suku; (H) lenteran. Accessories and milineris men's fashion are; (A) gerantim; (B) kris jamaq; (C) sandal pengantin. (2) the symbolic meaning of traditional bridal clothing sasak tribe are; (A) the meaning of sengkang gigi due olas is woman have to give offspring to the family; (B) the meaning of kedebong malang is a solid resolve; (C) the meaning of mawar is the courage of a woman to starting life; (D) the meaning of kancing rupiah emas is beauty and softness of a woman; (E) the meaning of tangkong nine, mame is elegance and the wisdom of a bride; (F) songket has a meaning of honor; (G) the meaning of sapuq is a bride will develop after marriage; (H) the sabuk emas has meaning of courage to wade the ark of the household. keyword : Traditional wedding dress of sasak tribe, symbolic meaning, Fashion Parts.
Penerapan Teknik Prada Cetak Screen (Sablon) pada Tekstil Anak Agung Ratih Urmila Santhi .; Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani,M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.11489

Abstract

Penelitian jenis eksperimen ini bertujuan mengetahui kualitas penerapan teknik prada cetak screen (sablon) pada tekstil rayon, sifon, dan crepe berdasarkan teori 5 aspek kualitas yaitu bentuk, ciri-ciri produk, ketepatan, ketahanan, dan gaya. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi (lembar uji panelis) berdasarkan tolak ukur teori kualitas dan dikonversi dengan pedoman skala 3 (baik, cukup, tidak baik) dan diujikan secara organoleptik kepada 22 orang panelis terlatih. Data uji kualitas dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian diperoleh bahwa kualitas penerapan teknik prada cetak screen (sablon) berdasarkan kualitas bentuk, ciri-ciri produk, ketepatan, ketahanan, dan gaya mendapat hasil yang baik untuk ketiga jenis tekstil yang diujikan. (1) Penerapan prada pada kain rayon mendapat skor (2,80) dalam kategori baik, (2) Penerapan prada pada kain sifon mendapat skor (2,84) dalam kategori baik, (3) Penerapan prada pada kain crepe mendapat skor (2,81) dalam kategori baik. Kata Kunci : kualitas, penerapan, prada cetak screen, tekstil. This experimental type research is aimed to know the quality of application of screen printing technique on rayon, chiffon, and crepe textile based on the 5 dimension of quality theory, that is shape, product characteristic, accuracy, durability, and style. Data collection methods that used in this research is observation method. The instrument that used in this research is the observation sheet (panelist test sheet) based on the quality theory benchmark and converted with scale 3 (good, enough, not good) guidance and organoleptically tested to 22 trained panelists. Quality test data were analyzed using descriptive technique. The result showed that the quality of application of screen printing technique based on shape quality, product characteristic, accuracy, durability, and style got good result for the three types of textiles tested. (1) Application of prada on rayon textile got score (2,80) in good category, (2) Application of prada on chiffon textile got score (2,84) in good category, (3) Application of prada on crepe textile got score (2,81) in either category.keyword : quality, application, prada print screen, textile.
TATA RIAS PENGANTIN AGUNG KHAS GAYA BULELENG Rizki Ari Safitri .; Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .; Made Diah Angendari, S.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.11713

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: pakem tata rias pengantin Agung khas gaya Buleleng. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara menggunakan lembar observasi dan pedoman wawancara sebagai instrumen penelitian. Metode analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian yaitu: pakem tata rias pengntin Agung khas gaya Buleleng dibagi menjadi 4 bagian yaitu (1) pakem tata rias wajah pengantin Agung khas gaya Buleleng terdiri dari: Serinatha, sudamala, alis-alis, (2) pakem tata rias rambut pengantin Agung khas gaya Buleleng terdiri dari (wanita): Pusung songgeng, petitis, bunga tunjung emas, bunga siratmaya, Empak-empak, kap tolak bala, kancing pusungan, bunga cempaka, bunga mawar. (Pria) : Destar emas. (3) pakem busana pengantin Agung khas gaya Buleleng terdiri dari (wanita): Tapih, Kamen/wastra songket,sabuk toros stagen, kencerik kesir merah, selendang prada, selendang tepi, (pria): Prada tetumbakan, wastra songket, umpal prada, sabuk toros, jas buludru hitam. Dan (4) pakem aksesoris pengantin Agung khas gaya Buleleng terdiri dari (wanita) : Subeng, badong, liontin dolar, gelang kana, gelang paris, cincin bermata, sabuk emas permata madya, (pria): keris togog, kalung dolar, gelang paris, cincin bermata. Kata Kunci : Gaya Buleleng, Pakem, Pengantin Agung, Tata rias. Abstract This study aims at describing the pattern of bridal makeup with Buleleng style. This study is a descriptive study. The method of data collection was done by conducting an observation and interview using observation sheet and interview guide as the research instruments. The method of data analysis used in this study was descriptive analysis technique. The result of this study namely: the pattern of bridal makeup with Buleleng style can be divided into 4 parts, they are (1) the pattern of bridal makeup with Buleleng style consist of serinatha, sudamala, alis-alis, (2) The pattern of bridal hair makeup with Buleleng style consists of (for females) : Pusung songgeng, petitis, bunga tunjung emas, bunga siratmaya, empak-empak, kap tolak bala, kancing pusungan, bunga cempaka, bunga mawar, (for males): Destar emas. (3) The pattern of wedding dress with Buleleng style consists of (for females): Tapih, Kamen/wastra songket, sabuk toros stagen, kencerik kesir merah, selendang prada, selendang tepi, (for males): Prada tetumbakan, wastra songket, umpal prada, sabuk toros, jas buludru hitam, and (4) The pattern of bridal accecories with Buleleng style consists of (for females): Subeng, badong, liontir dolar, gelang paris, cincin bermata, sabuk emas permata madya, (for males): keris togog, kalung dolar, gelang paris, cincin bermata. keyword : Buleleng style, Pattern, Bridal, makeup.
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR DASAR PENGERITINGAN RAMBUT PADA SISWA KELAS XI TATA KECANTIKAN RAMBUT SMK NEGERI 2 SINGARAJA TAHUN PELAJARAN 2016/2017 Kadek Devi Saras Patmawati .; Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .; Dr. Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12385

Abstract

Penelitian yang telah dilaksanakan adalah Penelitian Tindakan Kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dalam 1) meningkatkan aktivitas siswa 2) meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Dasar pengeritingan rambut. Variabel bebas dari penelitian ini adalah Model Pembelajaran Kooperatif tipe NHT, sedangkan variabel terikat dari penelitian ini terdiri dari aktivitas dan hasil belajar siswa. Sumber data dari penelitian ini adalah siswa kelas XI Tata Kecantikan Rambut. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes untuk hasil belajar ranah kognitif, lembar observasi untuk aktivitas belajar siswa dan hasil belajar ranah afektif dan penilaian keterampilan untuk ranah psikomotor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Aktivitas belajar siswa ditunjukkan dengan rata-rata kelas sebesar 75,94 pada siklus I menjadi sebesar 91,88 pada siklus II. Peningkatan yang terjadi pada siklus I dan II aktivitas belajar siswa sebesar 6,25. 2) Ketuntasan klasikal untuk hasil belajar pada siklus I sebesar 93,75% menjadi sebesar 100% pada siklus II. Peningkatan yang terjadi pada siklus I dan II pada hasil belajar 6,25%.Kata Kunci : Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, Pembelajaran Pengeritingan Rambut The research that has been conducted is Classroom Action Research. This study aims to implement cooperative learning model type NHT in 1) increase student activity 2) improve student learning outcomes in learning Basic hair curling. Independent variable of this research is Cooperative Learning Model of NHT type, while the dependent variable of this research consists of activity and student learning outcomes. Sources of data from this study are students of class XI Tata Beauty Hair. Data collection techniques used in the form of tests for cognitive domain learning results, observation sheets for student learning activities and affective learning and the assessment of skills for psychomotor domain. The results of this study indicate that 1) Student learning activity is shown by the average class of 75.94 in the first cycle to be 91.88 in cycle II. The increase that occurred in the first and second cycle of student learning activities amounted to 6.25. 2) Classical completeness for learning outcomes in the first cycle of 93.75% to 100% in cycle II. The increase in cycle I and II on the learning outcomes of 6.25%. keyword : Learning Activity, Learning outcomes, Learning Hair Curling
TENUN SONGKET NGALAM PADA INDUSTRI TENUN PELANGI KECAMATAN SIDEMEN KABUPATEN KARANGASEM Ni Wayan Widya Sami .; Dr. Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .; Made Diah Angendari, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12466

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan kain songket ngalam pada Industri Tenun Pelangi Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem. Penelitian ini merupakan penelitan deskriptif. Pengumpulan data menggunakan teknik analisis deskriptif dengan cara observasi dan wawancara. Hasil penelitian berupa proses pembuatan kain tenun songket ngalam pada Industri Tenun Pelangi Kecamatan Sidemen Kabupaten Karangasem yaitu: alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan songket ngalam antara lain alat: alat tenun bukan mesin, tundak, sorog, peciban, blida, bumbungan, serat/ suah, gilik, nengkrekan, baskom, panci besar, pengaduk, penjemuran, mangkok kecil, sendok makan, plastik pegemas dan gunting benang. Bahan yang diperlukan yaitu benang (benang katun, sutra, metris, emas dan perak), bahan pewarna dari alam (bahan pewarna yang berasal dari daun jati), pembangkit warna, serta tepung tapioka. Motif kain tenun songket yaitu: motif kangkungan, motif bulan kala rau dan burung, motif burung merak, motif bulan bintang, motif bulan karawais, motif batik, motif babi, motif padma bulan, motif don timbul, motif pucuk, motif kedis keker, motif pot, motif naga, dan motif bulan kurung. Kain songket yang sudah selesai ditenun kemudian di finishing dengan dicelup menggunakan bahan pewarna alam yaitu daun jati yang masih muda yang dikeringkan kemudian dihaluskan. Menggunakan pembangkit warna tawas dan soda abu serta kapur tohor sebagai pengikat warna. Pembuatan kain songket ngalam membutuhkan waktu 4 minggu sampai 5 minggu hingga kain songket siap untuk di pakai.Kata Kunci : Pencelupan Kain, Pewarna Alam, Songket Ngalam, Tenun Songket This study aims to find out the process of making songket ngalam fabric in the Weaving Industry Pelangi Sidemen District Karangasem regency. This research is descriptive research. Data collection using descriptive analysis technique by way of observation and interview. The result of the research is the process of making songket ngalam woven cloth in Pelabuhan Weaving Industry of Sidemen Sub-district of Karangasem Regency, namely: Tools and materials used in making songket ngalam among others tools: loom not machine, tundak, sorog, peciban, blida, bumbungan, fiber / suah , goblets, nengkrekan, basin, large pot, stirrer, drying, small bowl, tablespoon, plastic packaging and scissors yarn. The materials needed are yarn (cotton, silk, metris, gold and silver), natural dye (dye originating from teak leaves), color plant, and tapioca starch. Motives of woven cloth songket namely: the motive of kangkungan, the moon motif of kala rau and the bird, the peacock motif, the moon motif, the moon motif, potted motifs, dragon motifs, and moon brackets. Songket fabric that has been woven then finishing by dyed using natural dye materials that are young teak leaves are dried and then mashed. Using alum generation and soda ash and lime tohor as a color binder. Making songket ngalam need 4 weeks to 5 weeks until songket cloth ready for use.keyword : Fabric Dyeing, Natural Dye, Songket Ngalam, Songket Weaving
TATA RIAS PENGANTIN SUKU SASAK PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Khaeriyah Ramdani .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd. .; Dr. Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan : 1) pakem tata rias pengantin Suku Sasak dilihat dari tata rias wajah, rambut, busana, dan pelengkapnya, 2) makna dan fungsi tata rias pengantin Suku Sasak dilihat dari tata rias wajah, rambut, busana, dan pelengkapnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara, instrumen sumber data menggunakan lembar observasi dan pedoman wawancara.Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian yaitu: 1) pakem tata rias wajah seperti pembuatan Semi di daerah dahi, memakai bedak warna kekuning-kuningan, memakai eyelinear (celak mata) sedangkan pakem tata rias pengantin pria hanya memakai bedak yang tipis agar wajah pengantin tidak kelihatan pucat, pakem rambut pengantin wanita yaitu memakai sanggul kedebong malang dan kepang siak, pengantin pria memakai sapuk, busana pengantin wanita yaitu kebaya bludru model kartini sedangkan pengantin pria memakai baju pegon dan leang, aksesoris pengantin wanita memakai gelang plintiran, kalong panjang dan pendek sedangkan aksesoris pengantin pria memakai keris 2) tata rias pengantin Suku Sasak terdiri dari tata rias wajah yaitu pembuatan Semi memiliki fungsi untuk memperindah dahi dan memiliki makna telah siap untuk berumah tangga, tata rias rambut pengantin wanita yaitu pembuatan kepang siak yang berfungsi untuk keindahan rambut dan bermakna sebagai pertanda seorang wanita, busana pengantin pria yaitu memakai pegon memiliki makna kesopanan dan berfungsi untuk menutupi badan pengantin pria serta aksesoris yang digunakan pengantin wanita adalah gelang plintiran yang berfungsi sebagai hiasan dan bermakna mempersatukan kedua pengantin.Kata Kunci : fungsi dan makna, pakem tata rias pengantin. This study aims to describe: 1) Sasak bridal make-up groom is seen from the make-up, hair, clothing, and accessories. 2) meaning and function of bridal make-up Sasak tribe seen from make-up, hair, clothing, and accessories. This research is a descriptive research. Data collection was done by observation and interview method, instrument data sources using observation sheets and interview guides. Data analysis technique used is descriptive analysis technique. The results of research:1) grip makeup like the manufacture of semi in the forehead area, wear yellowish powder, wear eyeliner while grooming groom make-up only use a thin powder so that the bride's face does not look pale, grip the bride's hair that is wearing the bun of malang kedebong and siak kepang. groom wearing a sapuk, fashion bride that is kebaya velvet Kartini model while the groom wearing pegon and leang clothes, bridal accessories wear plintiran bracelets, long and short kalong while the groom accessories wear keris.2) Sasak bridal makeup consists of make-up that is making semi has a function to beautify the forehead and has the meaning of being ready to marry, bridal hair make-up is making siak kepang that work for the beauty of hair and meaningful as a sign of a woman, the groom dress that wearing pegon has the meaning of decency and serves to cover the groom's body as well as accessories used by the bride is a plintiran bracelet that serves as a decoration and meaningful to unite both bride. keyword : function and meaning, grip of bridal make-up.
PERKEMBANGAN BUSANA ADAT SASAK (LAMBUNG) DI LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT Asti Noviana .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd. .; Dr. Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.12613

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) perkembangan busana adat sasak (lambung) ditinjau dari segi model, warna, bahan, dan assosories; (2) faktor-faktor penyebab perkembangan busana adat sasak (lambung di Lombok Nusa Tenggara Barat. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan sumber informan dalam penelitian ini ialah Kepala Desa Sukarara, Ketua adat Sukarara, pengrajin busana adat sasak (lambung), salon Nirmala. Objek penelitian adalah perkembangan busana adat sasak (lambung) dari segi model, warna, bahan, assosories dan faktor- faktor yang mempengaruhi perkembangan busana adat sasak (lambung) di Lombok Nusa Tenggra Barat. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan metode wawancara. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif yang menjelaskan dan mengungkapkan sesungguhnya hasil penelitian yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) perkembangan busana adat sasak (lambung) segi model yaitu; (a) model lambung penjeruk kotak-kotak; (b) model lambung sade; (c) model lambung penjerukt;.perkembangan segi warna alami berkembang menjadi pewarnaan sintetis, perkembangan segi bahan yaitu: (a) bahan katun; (b) bahan satin; (c) bahan songket; perkembangan segi asssosories yaitu; (a) sanggul; (b) onggar-onggar; (c) mawar; (d) sengkang (anting-anting) gigi due olas; (e)kancing rupiah emas; (f) tiken naeng (gelang kaki); (g) tiken ime (gelang tangan); (2) faktor- faktor yang mempengaruhi perkembangan busana adat sasak (lambung) yaitu; (a) faktor ilmu pengetahuan dan teknologi; (b) faktor sosial ekonomi. Kata Kunci : Kata Kunci: Busana adat, Faktor-faktor perkembangan, Perkembangan busana adat ABSTRACT This research aims to describe: (1) the development of custom clothing sasak (hull) in terms of models, colors, materials, and assosories; (2) factors causing the development of traditional sasak fashion (stomach in Lombok West Nusa Tenggara) This research is descriptive research with source of informant in this research is Village Head, Adat chairman, craftsman (hull), salon Nirmala. models, colors, materials, assosories and factors influencing the development of traditional sasak (hull) fashion in Lombok Nusa Tenggra Barat Method of data collection using observation method and interview method The research instrument uses observation sheet and interview sheet The data analysis method using analysis Descriptive explanation of the results of the research indicates that (1) the development of traditional sasak (hull) dresses in terms of models are: (a) the hull-plated model of the hull, (b) the gastric model of sade; (c) model of hatch anther; development of natural color aspect developed into synthetic coloration, development of material facet that is: (a) cotton material; (b) satin material; (c) songket material; developments in terms of asssosories ie; (a) a bun; (b) onggar-onggar; (c) roses; (d) toothbrush (earrings) of due diligence teeth; (e) gold dollar buttons; (f) naeng (leg bracelets); (g) tiken ime (armband); (2) the factors that influence the development of traditional dress sasak (stomach) namely; (a) scientific and technological factors; (b) socioeconomic factors.keyword : Keywords: Custom Clothing, custom clothing development, developmental factors.
Penerapan motif hias pada kain jadi dengan menggunakan kombinasi teknik painting dan bordir Ririn Pebrianti .; Dr. Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .; Dr. I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.13095

Abstract

Penelitian jenis eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui hasil penerapan motif hias pada kain jadi dengan menggunakan kombinasi teknik painting dan bordir dilihat dari prinsip-prinsip dan unsur-unsur desain berdasarkan 7 aspek kualitas yaitu bentuk, warna, tekstur, keselarasan, irama, pusat perhatian dan unity (keseluruhan). Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi (lembar uji panelis) berdasarkan tolak ukur kualitas dan dikonversi dengan menggunakan skala 3 (baik, cukup, tidak baik) dan diujikan secara organoleptik kepada 19 orang panelis terlatih. Data uji kualitas dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa kualitas penerapan motif hias pada kain jadi dengan menggunakan kombinasi teknik painting dan bordir berdasarkan 7 aspek kualitas yaitu (1) bentuk yang memperoleh skor 2,72 dalam kategori baik, (2) warna memperoleh skor 2,80 dalam kategori baik, (3) tekstur memperoleh skor 2,77 dalam kategori baik, (4) keselarasan memperoleh skor 2,77 dalam kategori baik, (5) irama memperoleh skor 2,80 dalam kategori baik, (6) pusat perhatian memperoleh skor 2,85 dalam kategori baik, (7) unity (keseluruhan) memperoleh skor 2,80 dalam kategori baik.Kata Kunci : bordir, kualitas, motif hias, painting, penerapan. This experimental type research aims to find out the results of the application of decorative motif on the finished fabric by using a combination of painting and embroidery techniques seen from the principles and design elements based on 7 aspects of quality, namely shape, color, texture, harmony, rhythm, attention and unity (whole). Data collection methods used in this research is the method of observation. The instrument used in this research is the observation sheet (panelist test sheet) based on the quality benchmark and converted by using scale 3 (good, enough, not good) and organoleptically tested to 19 trained panelists. Quality test data were analyzed by using quantitative descriptive technique. The result of this research shows that the quality of application of decorative motif on finished fabric by using combination of painting and embroidery technique based on 7 aspects of quality that is (1) the form that got score 2,72 in good category, (2) color got score 2,80 in good category , (3) the texture obtained a score of 2.77 in either category, (4) the alignment obtained a score of 2.77 in either category, (5) the rhythm obtained a score of 2.80 in either category, (6) the center of attention earned a score of 2.85 in either category, (7) unity (whole) earned a score of 2.80 in either category.keyword : embroidery, quality, decorative motif, painting, application.
KUALITAS PELAYANAN BEAUTICIAN DI SALON AGATA 2 KABUPATEN BULELENG Dewa Ayu Putu Widya Wulandari .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani, M.Pd. .; Dr. Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.15247

Abstract

Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui, kualitas pelayanan di Salon Agata 2. Terdapat lima unsur dari kualitas pelayan, yaitu tangibles (bukti fisik), reliability (kehandalan), assurance (jaminan), responsiveness (daya tanggap), dan empathy (perhatian). Subjek dalam penelitian ini adalah pelanggan di Salon Agata 2 sebanyak 50 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu metode observasi dan metode angket. Hasil penelitian berdasarkan analisis data maka kualitas pelayanan beautician di Salon Agata 2 Kabupaten Buleleng pada variabel bukti fisik penampilan diri dan kebersihan diri dikategorikan sangat baik, pada variabel kehandalan dikategorikan baik, pada variabel daya tanggap dikategorikan baik, pada variabel jaminan dikategorikan cukup dan pada variabel memberi perhatian dikategorikan tidak baik, maka kualitas pelayanan di Salon Agata 2 dikategorikan baik. Berdasarkan hal tersebut, pihak salon agar dapat meningkatkan pelayanannya seperti memerhatikan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kualitas layanan sehingga dapat berdampak pada kepuasan konsumen terkait dengan memberi perhatian dan jaminan.Kata Kunci : assurance, empathy, reliability, responsiveness, tangible This research included into descriptive research which mainly aimed to find out the service quality at Agata Salon 2. There were five elements in service quality, those were tangibles, reliability, assurance, responsiveness, and empathy. There were 50 people whom taken as the subject of this research. Observation method and questionnaire method were applied in this research in collecting the data which were analyzed descriptively statistic. The result of this research based on the data analysis which showed the beautician service quality at Agata Salon 2 in Buleleng Sub-district, based on the variable of tangibles which were self-appearance and self-hygiene that categorized as very good quality, for the variable of reliability categorized as good quality, for the variable of responsiveness categorized as good quality, for the variable of assurance categorized as sufficient quality, and the last for the variable of empathy categorized as bad quality, therefore the service quality at Agata Salon 2 can be concluded as good quality. Based on the result of this research, Agata Salon should improve the service quality such as paying more attention to the factors that could affect the service quality, therefore the customer satisfaction would increase related to the empathy and the assurance elements of quality.keyword : assurance, empathy, reliability, responsiveness, tangible
PERKEMBANGAN TATA RIAS PENGANTIN MUPUS BRAEN BLAMBANGAN Kiki Agus Winarsih .; Dr. Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .; Made Diah Angendari, S.Pd., M.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.15343

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan di tinjau dari (1) perkembangan tata rias wajah, rambut, busana dan aksesoris, (2) makna dan fungsi tata rias. Penentuan informan menggunakan teknik Snowball Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) bahwa telah terjadi perubahan pada tata rias Mupus Braen Blambangan terkait, tata rias wajah, rambut, busana dan aksesoris. Perubahan yang terjadi mengacu pada sejarah dan tradisi Banyuwangi. (2) tata rias pengantin Mupus Braen Blambangan memiliki makna yang tidak boleh dihilangkan, karena dilambangkan sebagai doa yang diharapkan berdampak baik bagi pengantin, fungsi untuk memberi gambaran kepada penata rias dalam mengaplikasikan tata rias Mupus Braen Blambangan.Kata Kunci : Banyuwangi, Blambangan, Paes, Pengantin Mupus Braen Blambangan     This study aims to find out the bridal makeup of Mupus Braen Blambangan in review of (1) the development of face and hair makeup, clothing and accessories, (2) the meaning and function of bridal makeup. Determination of informants using Snowball Sampling technique. Data collection techniques used observation and interview methods. The research instrument uses an observation sheet and interview guide. Data analysis used is descriptive technique. The results of this study show (1) that there has been some changes in Mupus Braen Blambangan related face and hair makeup, clothing and accessories. Changes that occur refers to the history and traditions of Banyuwangi. (2) bridal makeup Mupus Braen Blambangan has a meaning that should not be removed, because it is symbolized as a prayer that is expected to have a good impact on the bride, a function to give illustrated to the makeup artist in applying makeup Mupus Braen Blambangan.keyword : Banyuwangi, Blambangan, Bride Mupus Braen Blambangan, Paes
Co-Authors . SURYANI ., Anak Agung Ratih Urmila Santhi ., Dwi Sekrita Rizki ., Kadek Devi Saras Patmawati ., Kadek Mirayanti ., KETUT SURA SUARDANA ., Khaeriyah Ramdani ., Kiki Agus Winarsih ., Luh Putu Sri Indra Partiwi ., Made Mahatmi Pradnya Pramita ., Muniah ., Ni Ketut Dewi Tara Dipa ., Ni Made Devi Meilasari ., NI MADE GUNARSIH DWIPAWATI ., Ni Made Oktasari ., Ni Nyoman Dina Triana Dewi ., Ni Putu Ayu Ari Anggarwati ., NI WAYAN SRI BUDI ., Nilam Sari ., Nurmayana ., Putu Nada Widiya Purnashita ., Ririn Pebrianti ., Rizki Ari Safitri AGUS SOLEH . Anak Agung Istri Ngurah Marhaeni Anak Agung Ratih Urmila Santhi . ANAK AGUNG SRI SUARNITI ., ANAK AGUNG SRI SUARNITI Annisa Ikhtiari apriliasari, ikka Ariasa, I Wayan Artanayasa, Wayan Asih, Ni Made Utami Asnur, Rukdianti Aslinda Asti Noviana . Cok Istri Sri Pradnya Dewi Darmawan, Made Deddy Desak Putu Parmiti desi gusti yani Dewa Ayu Putu Widya Wulandari . Dewa Gede Hendra Divayana, Dewa Gede Hendra DEWA GEDE SUJANA ., DEWA GEDE SUJANA Dewi, Cok Istri Sri Pradnya Dewi, Kadek Ariek Kusuma dilla, ayu Dwi Sekrita Rizki . Dwitanaya, Made Susanta Gusti ayu, Dindayanti Hermayani, Kadek I Dewa Ayu Made Budhyani I Dewa Ayu Made Budhyani I DEWA NYOMAN GDE SANDYAGRAHA . I GD PURNAMA EKA SAPUTRA ., I GD PURNAMA EKA SAPUTRA I GEDE CAKRA ., I GEDE CAKRA I Gede Ratnaya I Gede Sudirtha I Gst Lanang Agung Parwata I GUSTI AYU DARIYATI ., I GUSTI AYU DARIYATI I Gusti Ngurah Pujawan I Made Candiasa I MADE GEDE ARTA MAHARDIKA ., I MADE GEDE ARTA MAHARDIKA I Nyoman Natajaya I NYOMAN TRI PRAJA KENCANA ., I NYOMAN TRI PRAJA KENCANA I WAYAN PISKA YUDIAWAN ., I WAYAN PISKA YUDIAWAN I WAYAN SUKARYANA . Ida Ayu Reviena Damasanti Ika Mayani . Ikhtiari, Annisa ikka apriliasari Ismail, Nauval Syafiq Jurani . Kadek Devi Saras Patmawati . Kadek Hermayani Kadek Hermayani . Kadek Mirayanti . Kadek Onny Swastini Kadek Onny Swastini . Kadek Wedi Qinardy Kartini, Siluh Made Surya KETUT GEDE RAHADI DIANA PUTRA ., KETUT GEDE RAHADI DIANA PUTRA Khaeriyah Ramdani . Kiki Agus Winarsih . Komang Erna Astari . Komang Setemen KOMANG WIDIASTARI . LUH MERTASARI . Luh Puspaningsih . Luh Putu Sri Indra Partiwi . Made Diah Angendari Made Mahatmi Pradnya Pramita . MADE SURYADANA . Made Yustika Yani Milarika, Ni Putu Oka Muniah . NENI PEBRIYANA . Ni Kadek Budi Adnyani Ni Ketut Dewi Tara Dipa . Ni Ketut Suarni NI LUH MADE MERRIYANTHI ASMI . Ni Luh Sukaniti Ni Made Devi Meilasari . Ni Made Novi Indah Puspita Ni Made Oktasari Ni Made Oktasari . Ni Made Sari Rezeki . Ni Made Sri Mertasari Ni Made Suriani Ni Nyoman Dina Triana Dewi . Ni Putu Ayu Ari Anggarwati . Ni Putu Novi Darmini Ni Putu Veny Lismaharti . Ni Putu Veny Lismaharti ., Ni Putu Veny Lismaharti Ni Wayan Widya Sami . Nilam Sari . Nyoman Dantes Oktasari, Ni Made P. WAYAN ARTA SUYASA Paramartha, I Putu Gede Indra Prengki Gito Sudarsono Prof. Dr. A. A. I. Ngurah Marhaeni,MA . PROF. DR. A.A.ISTRI NGR.MARHAENI,M.A. . Putu Agus Mayuni Putu Ayu Dinda Deviyanti Putu Nada Widiya Purnashita . RATNA SARI DEWI . renianggraini renianggraini Rewo, Josep Marsianus Ririn Pebrianti . Rizki Ari Safitri . Sang Ayu Alit Wilantari . SANG AYU KETUT SUMARGI ., SANG AYU KETUT SUMARGI Sanjaya, Putu Dharma Sawitri, Ni Luh Sukaniti, Ni Luh Suryani Suryani Swastini, Kadek Onny Syifaullinnas Hs . Virnayanthi, Ni Putu Erna Surim Widad Azizah Yani, Made Yustika Yuliawan, Ketut Darma Yundari, Yundari