Claim Missing Document
Check
Articles

STUDI TENTANG HIGIENE DAN SANITASI PADA USAHA SALON KECANTIKAN DI KOTA SINGARAJA Ni Putu Veny Lismaharti .; Putu Agus Mayuni, S.Pd, M. Si. .; Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: .1 Implementasi higiene dan sanitasi pada usaha salon kecantikan di Kota Singaraja. 2. Kendala dalam implementasi higiene dan sanitasi pada usaha salon kecantikan di Kota Singaraja. Penelitian ini dilaksanakan di salon-salon kecantikan wilayah kota Singaraja. Sampel penelitian adalah enam salon kecantikan yang sudah memiliki surat izin perdagangan. Variabel penelitian ini adalah implementasi higiene dan sanitasi pada usaha salon kecantikan. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi dan panduan wawancara. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Implementasi Higiene dan sanitasi pada usaha salon kecantikan di kota Singaraja masih belum maksimal. Syarat higiene sanitasi pada usaha salon kecantikan yaitu: a) higiene dan sanitasi pegawai, b) higiene dan sanitasi kosmetika, c) higiene dan sanitasi alat, c) higiene dan sanitasi lingkungan salon. 2. Kendala yang sering dialami dalam implementasi higiene dan sanitasi pada usaha salon kecantikan adalah keterbatasan tempat usaha, pengawasan, kelengkapan sanitasi dan kesadaran dari pihak Salon Kecantikan dalam melaksanakan higiene dan sanitasi oleh salon kecantikan. Kata Kunci : higiene sanitasi, implementasi, salon kecantikan This research is aimed to know: 1. the implementation of hygiene and sanitation towards beauty salon in Singaraja. 2. The difficulties on the implementation of hygiene and sanitation towards beauty salon in Singaraja. This research is conducted in some beauty salons in Singaraja. The samples of this research are six beauty salons which have commerce license. The variable of this research is the implementation of hygiene and sanitation towards beauty salon in Singaraja. Method of collecting data are observation and interview. Observation’s worksheets and interview guide are used as the instruments. This research is analyzed through descriptive analyzed technique. The result of this research showed that: 1. the implementation of hygiene and sanitation towards beauty salon in Singaraja did not work properly. They are some requirement of hygiene and sanitation on the beauty salon. a) The staff's sanitation and hygiene, b) the cosmetics' sanitation and hygiene, d) the tools' sanitation and hygiene, d) the salon's environment sanitation and hygiene. 2. The difficulties that are experienced in the implementation of hygiene and sanitation in beauty salon are the limitation of the work's place, the supervision, the completeness of the sanitation and the awareness in doing hygiene and sanitation in beauty salon. keyword : hygiene sanitasion, implementation, beauty salon
PEMANFAATAN PERCA BROKAT MENJADI PRODUK AKSESORIS Syifaullinnas Hs .; I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .; Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v4i1.6552

Abstract

Penelitian jenis eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui kualitas aksesoris perca brokat berupa jepit rambut, anting, kalung, gelang dan cincin dilihat dari prinsip desain. Metode yang digunakan untuk mendapatkan data adalah metode observasi. Produk aksesoris diuji oleh 16 orang panelis ahli. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar uji mutu hedonik dengan lima tingkatan (sangat baik, baik, cukup baik, kurang baik, sangat kurang baik). Kemudian dianalisis melalui analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk aksesoris dilihat dari aspek prinsip desain yaitu: 1) Kualitas produk aksesoris jepit rambut dilihat dari aspek prinsip desain berada dalam kategori sangat baik sesuai tolok ukur yakni keselarasan (3,9), keseimbangan (3,67), irama (3,7). 2) Kualitas produk aksesoris anting dilihat dari aspek prinsip desain sangat baik sesuai tolak ukur yakni keselarasan (3,56), keseimbangan (3,5), pusat perhatian (3,5). 3) Kualitas produk aksesoris kalung dilihat dari aspek prinsip desain berada dalam kategori sangat baik sesuai tolok ukur yakni keselarasan (3,93), keseimbangan (3,81), pusat perhatian (3,5). 4) Kualitas produk aksesoris gelang dilihat dari aspek prinsip desain berada dalam kategori sangat baik sesuai tolok ukur yakni keselarasan (3,81), irama (3,56), keseimbangan (3,75). 5) Kualitas produk aksesoris cincin dilihat dari aspek prinsip desain berada dalam kategori sangat baik sesuai tolok ukur yakni keselarasan (3,68), keseimbangan (3,5), pusat perhatian (3,9). Kata Kunci : aksesoris, kualitas, perca brokat. Research of this type of experiment aims to determine quality brocade patchwork accessories such as hair clips, earrings, necklaces, bracelets and rings views of the design principles. The method used to obtain the data are observational methods. Accessories products tested by 16 panelists expert. Data collection instruments used are the hedonic quality test sheet with five levels (excellent, good, fairly good, poor, very poor). Then Analyzed through descriptive analysis of qualitative and quantitative. The results showed that the product quality accessories from the aspect of design principles, namely: 1) Quality of products accessories hairpin seen from the aspect of design principles are in very good category that is appropriate benchmarks alignment (3.9), balance (3.67), rhythm (3.7). 2) The product quality earrings accessories from the aspect of excellent design principles appropriate benchmark for the alignment (3.56), balance (3.5), the center of attention (3.5). 3) Quality of products necklace viewed from the aspect of design principles are in very good category appropriate benchmarks that alignment (3.93), balance (3.81), the center of attention (3.5). 4) Quality of products accessories bracelet from the aspect of design principles are in very good category appropriate benchmarks that alignment (3.81), rhythm (3.56), balance (3.75). 5) Quality of products accessories ring viewed from the aspect of design principles are in very good category appropriate benchmarks that alignment (3.68), balance (3.5), the center of attention (3.9). keyword : accessories, quality, brocade patchwork.
PERKEMBANGAN TATA RIAS LELUNAKAN DALAM UPAYA PELESTARIAN KEBUDAYAAN BALI Ni Putu Ayu Ari Anggarwati .; Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .; Dra. I Dewa Ayu Made Budhyani,M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v5i2.8373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Perkembangan tata rias rambut, tata rias wajah, aksesoris, dan busana tata rias lelunakan (2) upaya pelestarian tata rias lelunakan. Sumber informan penelitian ini adalah A. A. Ayu Ketut Agung, A. A. Ngr. Mayun Konta Tanaya dan Ni Ketut Resti. Waktu penelitian selama satu bulan. Objek penelitian adalah perkembangan tata rias rambut, tata rias wajah, aksesoris, busana tata rias lelunakan dan upaya pelestarian kebudayaan Bali. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi, metode wawancara dan studi dokumen. Instrumen penelitian adalah lembar observasi, lembar wawancara dan studi dokumen. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Hasil Penelitian menunjukan bahwa: (1) Perkembangan tata rias lelunakan terdiri dari: Tata rias rambut lelunakan menggunakan satu lilitan pada putaran kain di kepala yang berbentuk lelunakan dan menggunakan hair piece/cemara dan kain selendang dikepala menggunakan warna bebas atau menyesuaikan busana yang digunakan. Pada tata rias wajah menggunakan make-up modern. Aksesoris menggunakan berbagai macam bunga seperti: bunga sandat, semanggi sibak, bunga kap, dan bunga jepun pada busana lelunakan menggunakan busana modifikasi. Tata rias lelunakan digunakan pada upacara Agama, juga bisa digunakan pada acara umum seperti: Mc dan prewedding (2) Upaya pelestarian tata rias lelunakan terdapat tiga faktor yaitu: faktor budaya merupakan tindakan, kepercayaan dan adat istiadat, faktor ekonomi konsumen meliputi keluarga, tingkat penghasilan dan sosial ekonomi sedangkan faktor pribadi/personal meliputi usia, gaya hidup, dan tingkat pendidikan.Kata Kunci : Perkembangan, tata rias lelunakan, upaya pelestarian lelunakan. This study aims to determine (1) the development of lelunakan hairdressing, make-up, accessories, and fashion; (2) the means of lelunakan make-up preservation. The informants for this study were A. A. Ayu Ketut Agung, A. A. Ngr. Mayun Konta Tanaya, and Ni Ketut Resti. This study was conducted for one month. The objects of this study were the development of lelunakan hairdressing, make-up, accessories, and fashion, as the means for Balinese culture preservation. The methods of collecting data for this study were observation, interview, and literature study menthods. The instruments for this study were observation sheets, interview guidance, and literature study. The data analysis for study was descriptive qualitative analysis. The result from this study shows that: (1) the development of lelunakan make-up consists of: Lelunakan hairdressing uses a single twist of cloth on the head which is in the form of lelunakan. Beside that, lelunakan hairdressing also uses hair piece and a colored shawl that is appropriate with the clothing used. In make-up, it uses modern make-up. Then, for the accessories, it uses various kinds of flower, such as cananga flower, semanggi/sibak flower, kap flower, and frangipani flower. Next, lelunakan fashion uses and modified clothing. Lelunakan make-up is used in religious ceremony. However, it is commonly used for MC and pre-wedding. (2) The means of lelunakan make-up preservation have three factors. The first is culture factor that consists of action, belief, and custom. The second is consumer economic factor that consists of family, income level, and socioeconomic. At last, the third factor is personal factor that consists of age, lifestyle, and education level. keyword : Development, lelunakan make-up, the means of lelunakan preservation
DESKRIPSI TENTANG TENUN ENDEK MOTIF PUCUK PADA INDUSTRI TENUN PUTRI AYU KECAMATAN BLAHBATUH KECAMATAN GIANYAR Luh Putu Sri Indra Partiwi .; I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .; Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v5i2.8375

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) proses pembuatan tenunan endek motif pucuk, (2) motif pucuk apa saja yang dibuat pada Industri Tenun Putri Ayu Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar. Penelitian ini dilakukan pada bulan Januari hingga Februari 2016 yang bertempat di Industri Tenun Putri Ayu. Objek dari penelitian ini adalah proses pembuatan serta motif dari tenunan endek motif pucuk. Sumber informan dalam penelitian ini adalah pemilik industri, Pegawai dan karyawan. Variabel penelitian adalah proses pembuatan dan motif tenunan. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara. Instrumen penelitian adalah lembar observasi dan pedoman wawancara. Metode analisis data dalam menggunakan analisis deskriptif yang menjelaskan sebagai mana adanya tidak dirubah dalam bentuk simbol maupun bilangan. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Proses pembuatan teununan endek motif pucuk pada Industri Tenun Putri Ayu menggunakan 3 proses kerja dalam pembuatan kain yaitu membatik dengan menggunakan teknik air brush untuk pewarnaan benang pakan, teknik ikat/endek untuk pewarnaan pada benang lungsi dan menggunakan teknik songket pada proses penenunan dengan menggunakan ATBM sistem kartu untuk menghasilkan motif bunga pucuk. (2) Motif yang digunakan pada tenunan ini adalah beberapa jenis bunga pucuk diantaranya bunga pucuk bang, bunga pucuk rejuna, kombinasi dari bunga pucuk dan motif geometri serta motif bunga pucuk 2 dimensi yang bagian baik dan buruknya menghasilkan motif serta warna yang berbeda.Kata Kunci : Bunga Pucuk, Motif Tenun, Tenun Endek Inovasi. This study aims to determine (1) the production process of hibiscus-patterned endek woven cloth, (2) the variety of hibiscus pattern used in the Putri Ayu Woven Industry, Blahbatuh subdistrict, Gianyar Regency. This research was done from January to February 2016 located in Putri Ayu Woven Industry. The object of this study was the production process also the pattern of hibiscus-patterned endek woven cloth. The data was gathered by interviewing the owner of the industry and the employees. The variables of this research were the production process and woven’s pattern. The method of collecting data applied in this study were observation and interviewing method. The instruments of this study were observation sheet and interview guidelines. The method of analyzing data used was descriptive analysis which explained everything literally without converting the data to symbols or numerals. the result of this study: (1) the production process of hibiscus-patterned endek woven cloth in Putri Ayu Woven Industry consisted of three working process, those are: doing the batik work by using the air brush technique for coloring the pakan thread, Tie-dying technique to coloring the lungsi thread and utilizing the songket technique in weaving process by using ATBM card system to deliver the hibiscus pattern (2) Patterns used in these woven were variety of hibiscus flower, among them are bang hibiscus, rejuna hibiscus, the combination of hibiscus flower and geometric pattern, also two-dimensional hibiscus pattern which its positive and negative area resulting in different kinds of colors and patterns.keyword : Hibiscus Flower, Woven Pattern, Innovation Of Endek Woven.
Tata Rias Tari Rejang di Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng Kadek Mirayanti .; Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .; Made Diah Angendari, S.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v5i2.8376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Tata rias wajah dan rambut Tari Rejang di Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng (2) Busana dan aksesoris Tari Rejang di Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Variabel penelitian Tata Rias Tari Rejang meliputi tata rias wajah, rambut, busana dan aksesoris. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi dan wawancara dengan teknik analisis deskriftif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tata Rias Wajah dan rambut Tari Rejang Dewa dan Rejang Adat menggunakan tata rias yang menunjang penampilan dengan menggunakan warna Eye Shadow biru, merah dan kuning, yang membedakan tata rias tari ini pada pemakaian Gecek dan Ganda. Sedangkan tari Rejang Renteng menggunakan tata rias untuk menunjang penampilan penari mendekati tata rias sehari-hari. Tata rias rambut Tari Rejang Dewa diikat rapi, tari Rejang Adat menggunakan sanggul pusung gonjer dan Tari Rejang Renteng menggunakan sanggul pusung tagel. (2) Busana yang digunakan tari Rejang Dewa menggunakan: tapih kuning, wastra putih, sabuk toros, selendang prada, selendang putih, sedangkan aksesoris yang digunakan gelungan. busana rejang adat : kamben putih, longtorso, kebaya dan selendang prada dengan aksesoris: subeng, puspo lembo, cempaka emas. Busana tari Rejang Renteng : Kamben putih, kebaya, longtorso dan selendang putih dengan aksesoris: bunga cempaka emas. Kata Kunci : Aksesoris, Busana, Rias Rambut, Rias wajah, Tari Rejang This study was aimed at determining (1) Makeup and hairdressing of Rejang dance in Madenan village, Tejakula sub district, Buleleng (2) Clothing and accessories which are used in Rejang dance of Madenan village, Tejakula sub district, Buleleng. This study used descriptive research design. The research variables were cosmetology of Rejang dance include makeup, hair, clothes and accessories. The data were collected by using observation and interviews method with qualitative descriptive analysis techniques. The results showed that (1) Face makeup and hairdressing of Rejang Dewa and Rejang Adat dance wore makeup which support the performances by using blue, red and yellow eye shadow, which distinguishes this dance’s makeup on the use of Gecek and Ganda. Meanwhile, Rejang Renteng dance wore daily makeup to support the appearance of dancers. Hairdressing of Rejang Dewa dance was tied neatly, Rejang Adat dance used pusung gonjer bun and Rejang Renteng dance used pusung tagel bun. (2) Clothing which was used by Rejang Dewa was: yellow tapih, white wastra, toros belts, scarves prada, white shawl, while the accessory used was gelungan. clothing of rejang adat: white kamben, longtorso, kebaya and prada scarves with Accessories: subeng, puspo lembo, cempaka emas. clothing of rejang renteng dance: white kamben, kebaya, longtorso and white scarves with Accessories: cempaka emas flower. keyword : accessories, clothing, hairdressing, makeup, Rejang dance
KAJIAN TENTANG TATA RIAS DEÈNG BULELENG Luh Puspaningsih .; Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .; I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v5i2.8378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengungkap: 1) fungsi dan makna tata rias Deèng Buleleng; 2) perubahan penggunaan tata rias Deèng Buleleng kaitannya dengan tradisi medeèng dalam upacara ngaben. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara menggunakan lembar observasi dan pedoman wawancara sebagai instrumen penelitian. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian yaitu: 1) Tata rias Deèng Buleleng dibagi menjadi empat bagian yaitu tata rias wajah, tata rias rambut, busana, serta aksesoris yang memiliki fungsi dan makna tersendiri, sehingga penggunaannya harus benar dan lengkap agar tidak mengurangi fungsi dan maknanya. 2) Perubahan penggunaan tata rias Deèng Buleleng dipengaruhi oleh faktor teknologi dalam bidang tata rias dan minimnya pengetahuan masyarakat. Perubahan tersebut mempengaruhi fungsi dan makna tata rias Deèng Buleleng, serta berdampak negatif terhadap kelestarian tata rias Deèng Buleleng. Untuk itu perlu upaya untuk mempertahankan eksistensi tata rias Deèng Buleleng melalui kajian dan penyuluhan tentang tata rias Deèng Buleleng yang melibatkan berbagai kalangan masyarakat.Kata Kunci : Fungsi, makna, perubahan tata rias Deèng Buleleng. This study aimed to understand and reveal: 1) the function and meaning of Deèng Buleleng cosmetology; 2) the change of the use of Deèng Buleleng cosmetology related to medeèng tradition of Ngaben ceremony. This study was a descriptive research. The data collection was done by observation and interview method using observation sheets and interview guidelines as the research instruments. The data was analyzed by the descriptive analysis technique. The result of the study were: 1) Deèng Buleleng cosmetology was divided into four parts, they are make-up, hairdo, dressmaking, and accessories with its own function and meaning, which had to use correctly and completely in order to not diminish the function and meaning; 2) the change of the use of Deèng Buleleng cosmetology was influenced by the technological factors in the field of cosmetology and also the lack of societies’ knowledge about Deèng Buleleng cosmetology. Those changes influenced the function and meaning of Deèng Buleleng cosmetology, and also gave the the negative impact toward the eternity of Deèng Buleleng cosmetology. Based on the result, it needed such an effort to maintain the existence of Deèng Buleleng cosmetology through study and counseling about Deèng Buleleng cosmetology which involved various communities.keyword : Function, meaning, change of Deèng Buleleng Cosmetology.
PEMANFAATAN PERCA ENDEK MENJADI PRODUK TABLE MAT Dwi Sekrita Rizki .; Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .; Made Diah Angendari, S.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 6 No. 3 (2016)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v6i3.8965

Abstract

Penelitian jenis eksperimen ini bertujuan untuk mengetahui kualitas perca endek menjadi produk table mat dilihat dari aspek unsur dan prinsip desain. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi. Instrumen yang digunakan lembar penilaian berdasarkan tolak ukur dan dikonversi dengan pedoman skala 3 yang diujikan kepada 16 panelis terlatih. Panelis terlatih terdiri dari 2 Dosen PKK Tata Busana, 3 dosen Seni Rupa, 4 Guru Tata Busana SMK Negeri 2 Singaraja, 2 Guru Tata Busana SMK Negeri 1 Seririt, 5 Guru Tata Busana SMK Negeri 1 Sukasada. Selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) Kualitas keselarasan produk table mat berada dalam kategori baik (2, 81), (2) Kualitas keseimbangan produk table mat berada dalam kategori baik (2,93), (3) Kualitas irama produk table mat berada dalam kategori baik (2,93), (4) Kualitas pusat perhatian produk table mat berada dalam kategori baik (2,69), (5) Kualitas keseluruhan produk table mat berada dalam kategori baik (2,93). Kata Kunci : Kata kunci: kualitas, perca endek , table mat. This experiment is to determine the type of quality quilted table mat product endek be seen from the aspect of design elements and principles. Data collecti on menthods used menthod of observation. The instrument used by the benchmark assessment from and converted to 3 scale guidelines are tested to 16 panelists. Panelists consisted of two lecturers PKK dressmaking, 3 Arts lecturer, 4 Master dressmaking SMK Negeri 2 Singaraja, 2 Master dressmaking SMK Negeri 1 Seririt, 5 Master dressmaking SMK Negeri 1 Sukasada. Then the analyzed using quantitative descriptive techniques. The results of this study were (1) the quality of the product alignment table mat be in either category (2,81), (2) the quality of the product table mat balance is in both categories (2,93), (3) The quality of the product cadence table mat are in both categories (2,93), (4) Quality limelight table mat products are in good category (2,69), (5) the overall quality of the product table mat be in good category (2,93). keyword : Keywords: quality, rag endek, table mat.
FACE MAKE OVER DENGAN TEKNIK SHADING DAN HIGHLIGHT (STUDI EKSPERIMEN PADA BENTUK WAJAH BUAH PIR DAN PERSEGI) Ni Made Devi Meilasari .; I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .; Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v7i1.9912

Abstract

Penelitian jenis eksperimen ini bertujuan mengetahui tentang teknik shading dan highlight pada face make over untuk bentuk wajah pir dan persegi. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode observasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar ceklist berdasarkan tolak ukur dan dikonversi dengan pedoman skala 3 (baik, cukup, kurang baik) yang diujikan kepada 5 panelis terlatih. Data uji kualitas dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini adalah (1) Face make over dengan teknik shading pada bentuk wajah pir berada dalam kategori baik (2,60); (2) Face make over dengan teknik highlight pada bentuk wajah pir berada dalam kategori baik (2,60); (3) Face make over dengan teknik shading pada bentuk wajah persegi berada dalam kategori baik (2,60); (4) face make over dengan teknik higlight pada bentuk wajah persegi berada dalam kategori baik (2,40) Kata Kunci : Kata kunci: Bentuk wajah buah pir, bentuk wajah persegi, teknik shading, teknik highlight The purposes of this research to know about shading and highlgiht technique to pear face shape and square face shape. Method of data collection that used in this study are based on a benchmark checklist sheet and converted to the guidelines 3 scale (good, sufficient, poor) were tested nto 5 trained panelists. Quality of the test data were analyzed using descriptive quantitative technique. Result of this research is (1) face make over with shading technique to peachface stand in good category (2.60); (2) face make over with highlight technique to pear face stand in good category (2,60); (3) face make over with shading technique to square face shape stands in good category (2,60); (4) face make over with highlight technique to square shape stand in good category (2,40). keyword : Keywords: pear face shape, square face shape, shading technique, highlight technique
Studi Tentang Batik Painting (Lukis) Sasambo di Desa Rembitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Nurmayana .; I Gede Sudirtha, S.Pd, M.Pd .; Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 7 No. 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v7i1.9942

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) motif hias pada batik painting (lukis) Sasambo (2) komposisi motif hias pada batik painting (lukis) Sasambo di Desa Rembitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah. Sumber informan dalam penelitian ini ialah kepala Desa, Pengelola Batik Sasambo serta 2 orang Karyawan Batik Sasambo. Obyek penelitian ini adalah motif hias Batik Painting (lukis) Sasambo dan komposisi ragam hias Batik Painting (lukis) Sasambo di Desa Rembitan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan wawancara. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) motif hias pada Batik Painting (lukis) Sasambo adalah: (a) motif hias geometris (b) motif hias tumbuhan (c) motif hias binatang (d) motif hias manusia (e) motif hias benda alam. (2) Komposisi ragam hias Batik Painting (lukis) Sasambo di Desa Rembitan Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah meliputi: (a) Prinsip Komposisi berupa repetisi, harmoni, unity dan balance (b) unsur visual komposisi motif hias Batik Painting (lukis) Sasambo berupa garis, bentuk dan warna. Kata Kunci : Batik Painting, Motif Hias, Komposisi Motif This study is proposed to descrption : (1) decorative motifs of “Batik Lukis Sasambo” (2) compotitions motifs of “Batik Lukis Sasambo” in Rembitan Village, The centre of Lombok. The interviewees of this study is the leader of the village, the menager of “Batik Sasambo” and also two person as the staf of “Batik Sasambo”. The object of this study is the decoration motifs and compotitions of the decoration motifs “Batik Sasambo” in Rembitan Village. The technique of collecting data is observation and interview. The instrument of the study is used observation sheet and interview sheet. This study is used descriptive analysis data for the analysis data method. The result of this study shows that, (1) The decoration motifs of “Batik sasambo” is : (a) geometric motifs (b) Ornamental plants motif (c) Ornamental animals motif (d) ornamental human motifs (e) Ornamental of natural objects. (2) The Compotition of the decoration motifs “Batik Sasambo” is (a) Principal of the motifs is rehearsal, harmony, unity, and balance. (b) The visual compotition such as line, form, and colour in Rembitan Village the centre of Lombok.keyword : Batik Painting, Decorations Motif, Compotitions Motif.
Tenun Tradisional Lembah Rinjani Desa Sembalun Lawang Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur Ika Mayani .; Ni Ketut Widiartini, S.Pd.,M.Pd .; Made Diah Angendari, S.Pd. .
Jurnal BOSAPARIS: Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Vol. 8 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpkk.v8i2.11487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) motif khas (2) makna simbolis motif khas; (3) proses pewarnaan menggunakan lumpur; (4) motif yang diwarnai menggunakan lumpur pada tenun tradisional Lembah Rinjani Desa Sembalun Lawang Kecamatan Sembalun Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan objek penelitian tenun tradisional Lembah Rinjnai. Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan metode wawancara. Instrumen penelitian menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) motif khas tenun tradisional Lembah Rinjani yaitu terdiri dari motif geometris dan motif terdiri dari 10 nama motif tenun yaitu; motif Osap Tondang Kolo, Ragi Kelayu, Ragi Kemalo Abang Tongkel, Londong Ragi Rangkep Anak Renggang, Sagak Mandik, Celulut; Sari Menanti, Pucuk Rebung, Sakak; Sutera Jepun. (2) makna simbolis motif khas kain tenun tradisioanl Lembah Rinjani yaitu dimaknai berdasarkan motif yang digunakan, warna dan keperluan penggunaannya seperti motif garis dan kotak-kotak disimbolkan sebagai hubungan manusia dengan Tuhan, motif flora bermakna kesuburan. Makna dari segi warna yaitu warna hijau bermakna kesejukan, hitam bermakna keheningan, merah bermakna berani. (3) proses pewarnaan menggunakan lumpur pada kain tenun tradisional Lembah Rinjani yaitu; (a) persiapan lumpur dan benang; (b) mencelupkan benang dan diamkan selama 3 malam; (c) mengangkat rendaman benang; (d) memperkuat benang; (e) mengkelos benang. (4) motif yang diwarnai menggunakan lumpur adalah motif Ragi Kemalo Abang Tongkel dan Motif Sagak Mandik.Kata Kunci : Lembah Rinjani, Motif Khas, Pewarnaan Lumpur, Tenun Tradisional This study is proposed to descrption : (1) the typical motifs; (2) symbolic meaning of typical motifs; (3) staining process using mud; (4) ) the colored motifs using mud on the traditional weaving Lembah Rinjani at Sembalun Lawang Village at Sembalun District at East Lombok regency. This study is descriptive study with object study is traditional weaving Lembah Rinjani. The technique of collecting data is observation and interview. The instrument of the study is used observation sheet and interview sheet. This study is used descriptive analysis data for the analysis data method. The result of this study shows that, (1) typical motifs of traditional weaving Lembah Rinjani that consists of geometric motifs and motifs of flora consisting of 10 names of weaving motifs are; Motifs Osap Tondang Kolo, Ragi Kelayu, Ragi Kemalo Abang Tongkel, Londong Ragi Rangkep Anak Renggang, Sagak Mandik, Celulut, Sari Menanti, Pucuk Rebung, Sakak; Sutera Jepun. 2) symbolic meaning of typical motifs the traditional weaving Lembah Rinjani that is cloth is interpreted based on the motif used, the color and the necessity of its use such as the line motif and the boxes symbolized as human relationship with God, the flora motif means fertility. Meaning in terms of color that is meaningful green color coolness, black meaning silence, red means bold. (3) staining process using mud on the traditional woven fabric of Lembah Rinjani that is; (a) preparation of mud and yarns; (b) dipping yarn into mud for about 3 nights; (c) lifting the soot of the yarn in the mud; (d) strengthening the yarn; (e) stirring the yarn. (4) the motifs colored using mud is motifs Ragi Kemalo Abang Tongkel and Motifs Sagak Mandik.keyword : Lembah Rinjani, Typical Motifs, Mud Staining, Traditional Woven
Co-Authors . SURYANI ., Anak Agung Ratih Urmila Santhi ., Dwi Sekrita Rizki ., Kadek Devi Saras Patmawati ., Kadek Mirayanti ., KETUT SURA SUARDANA ., Khaeriyah Ramdani ., Kiki Agus Winarsih ., Luh Putu Sri Indra Partiwi ., Made Mahatmi Pradnya Pramita ., Muniah ., Ni Ketut Dewi Tara Dipa ., Ni Made Devi Meilasari ., NI MADE GUNARSIH DWIPAWATI ., Ni Made Oktasari ., Ni Nyoman Dina Triana Dewi ., Ni Putu Ayu Ari Anggarwati ., NI WAYAN SRI BUDI ., Nilam Sari ., Nurmayana ., Putu Nada Widiya Purnashita ., Ririn Pebrianti ., Rizki Ari Safitri AGUS SOLEH . Anak Agung Istri Ngurah Marhaeni Anak Agung Ratih Urmila Santhi . ANAK AGUNG SRI SUARNITI ., ANAK AGUNG SRI SUARNITI Annisa Ikhtiari apriliasari, ikka Ariasa, I Wayan Artanayasa, Wayan Asih, Ni Made Utami Asnur, Rukdianti Aslinda Asti Noviana . Cok Istri Sri Pradnya Dewi Darmawan, Made Deddy Desak Putu Parmiti desi gusti yani Dewa Ayu Putu Widya Wulandari . Dewa Gede Hendra Divayana, Dewa Gede Hendra DEWA GEDE SUJANA ., DEWA GEDE SUJANA Dewi, Cok Istri Sri Pradnya Dewi, Kadek Ariek Kusuma dilla, ayu Dwi Sekrita Rizki . Dwitanaya, Made Susanta Gusti ayu, Dindayanti Hermayani, Kadek I Dewa Ayu Made Budhyani I Dewa Ayu Made Budhyani I DEWA NYOMAN GDE SANDYAGRAHA . I GD PURNAMA EKA SAPUTRA ., I GD PURNAMA EKA SAPUTRA I GEDE CAKRA ., I GEDE CAKRA I Gede Ratnaya I Gede Sudirtha I Gst Lanang Agung Parwata I GUSTI AYU DARIYATI ., I GUSTI AYU DARIYATI I Gusti Ngurah Pujawan I Made Candiasa I MADE GEDE ARTA MAHARDIKA ., I MADE GEDE ARTA MAHARDIKA I Nyoman Natajaya I NYOMAN TRI PRAJA KENCANA ., I NYOMAN TRI PRAJA KENCANA I WAYAN PISKA YUDIAWAN ., I WAYAN PISKA YUDIAWAN I WAYAN SUKARYANA . Ida Ayu Reviena Damasanti Ika Mayani . Ikhtiari, Annisa ikka apriliasari Ismail, Nauval Syafiq Jurani . Kadek Devi Saras Patmawati . Kadek Hermayani Kadek Hermayani . Kadek Mirayanti . Kadek Onny Swastini Kadek Onny Swastini . Kadek Wedi Qinardy Kartini, Siluh Made Surya KETUT GEDE RAHADI DIANA PUTRA ., KETUT GEDE RAHADI DIANA PUTRA Khaeriyah Ramdani . Kiki Agus Winarsih . Komang Erna Astari . Komang Setemen KOMANG WIDIASTARI . LUH MERTASARI . Luh Puspaningsih . Luh Putu Sri Indra Partiwi . Made Diah Angendari Made Mahatmi Pradnya Pramita . MADE SURYADANA . Made Yustika Yani Milarika, Ni Putu Oka Muniah . NENI PEBRIYANA . Ni Kadek Budi Adnyani Ni Ketut Dewi Tara Dipa . Ni Ketut Suarni NI LUH MADE MERRIYANTHI ASMI . Ni Luh Sukaniti Ni Made Devi Meilasari . Ni Made Novi Indah Puspita Ni Made Oktasari Ni Made Oktasari . Ni Made Sari Rezeki . Ni Made Sri Mertasari Ni Made Suriani Ni Nyoman Dina Triana Dewi . Ni Putu Ayu Ari Anggarwati . Ni Putu Novi Darmini Ni Putu Veny Lismaharti . Ni Putu Veny Lismaharti ., Ni Putu Veny Lismaharti Ni Wayan Widya Sami . Nilam Sari . Nyoman Dantes Oktasari, Ni Made P. WAYAN ARTA SUYASA Paramartha, I Putu Gede Indra Prengki Gito Sudarsono Prof. Dr. A. A. I. Ngurah Marhaeni,MA . PROF. DR. A.A.ISTRI NGR.MARHAENI,M.A. . Putu Agus Mayuni Putu Ayu Dinda Deviyanti Putu Nada Widiya Purnashita . RATNA SARI DEWI . renianggraini renianggraini Rewo, Josep Marsianus Ririn Pebrianti . Rizki Ari Safitri . Sang Ayu Alit Wilantari . SANG AYU KETUT SUMARGI ., SANG AYU KETUT SUMARGI Sanjaya, Putu Dharma Sawitri, Ni Luh Sukaniti, Ni Luh Suryani Suryani Swastini, Kadek Onny Syifaullinnas Hs . Virnayanthi, Ni Putu Erna Surim Widad Azizah Yani, Made Yustika Yuliawan, Ketut Darma Yundari, Yundari