Mohammad Mochsen Sir, Mohammad Mochsen
Mahasiswa Program Doktor Teknik Sipil, Universitas Hasanuddin, Jalan Perintis Kemerdekaan KM-1-, Telp 0411588111

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Fasad Bangunan Asrama Haji Makassar Ditinjau dari Ragam Gaya Arsitektur Islam Marzuki, Mardianah; Sir, Mohammad Mochsen; Wikantari, Ria
Jurnal Linears Vol 6, No 1 (2023): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v6i1.10583

Abstract

Fasad merupakan elemen pertama pada bangunan yang dapat kita lihat secara visual dan juga merupakan elemen estetik dari sebuah bangunan dan sekaligus sebagai identitas karya arsitektur dari sebuah bangunan. Kompleks Bangunan yang bergaya arsitektur Islam akan tetapi memiliki fasad yang berbeda pada tiap bangunan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan dan persamaan fasad pada tiap bangunan wisma. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan metode observasi naturalistis. Observasi penelitian kualitatif adalah pengamatan langsung terhadap objek untuk mengetahui keberadaan objek, situasi, konteks dan maknanya dalam upaya mengumpulkan data penelitian. Secara spesifik metode pengamatan (observasi) merupakan sebuah teknik pengumpulan data ruang, tempat, pelaku, kegiatan dan foto-foto serta dokumen dokumen gambar arsip dari Asrama Haji Makassar. Hasil penelitian adalah dari segi geometrik keseluruhan denah mayoritas kotak memanjang horizontal tidak ada yang vertikal terdapat juga ada yang kotak pendek kecil sesuai dengan ukuran lahan, depan gerbang besar dengan teras yang menyesuaikan tinggi bangunan kanan kiri sehingga para jamaah banyak yang bisa berkunjung. Dari penggunaan warna mayoritas krem muda, krem tua, coklat kuning muda dan putih, dalam kolom dengan 2 tipe besar dibagian teras dan kecil di bagian dinding bangunan, pintu kaca yang berlapiskan ketebalan 8 mil corak gelap, jendela memanjang dan ada pendek, terdapat ornamen bintang berlubang. Wisma tersebut dengan keseluruhan rata-rata diatas ukuran 13.257 meter memanjang kiri kanan dimensi dimensinya seperti kolom 1 ukuran 50 mil, dan yang kecil kolom ukuran 25 mil.Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah  bangunan wisma di Asrama Haji Sudiang memiliki bentuk fasad yang berbeda-beda, dari segi lengkungan, kolom bangunan, warna bangunan dan ornamen pada  bangunan dan memiliki gaya arsitektur Islam dari  timur tengah.
Analisis Perencanaan Tempat Evakuasi Sementara dan Jalur Evakuasi Tsunami di Area kurang Sistem Informasi Geografi studi kasus: Kabupaten Mamuju Yusri Tanra, Andi Ayurita; Mulyadi, Rosady; Sir, Mohammad Mochsen
Jurnal Linears Vol 6, No 2 (2023): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v6i2.11572

Abstract

Gempa yang terjadi pada daerah sulawesi barat khususnya di kabupaten mamuju pada tanggal 15 januari 2021 dan beberapa gempa setelah nya dapat memicu banyak getaran sehingga dapat mendorong timbulnya gelombang tsunami. Sehingga kabupaten mamuju merupakan daerah yang sangat rawan terhadap bencana tsunami. Bencana tersebut dapat diminimalkan dengan TES dan perencanaan penempatan jalur evakuasi tsunami. Namun, kurangnya informasi tentang permasalahan tersebut di Kabupaten Mamuju sehingga sangat penting untuk menganalisis TES dan jalur terdekat menuju TES. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis TES dan analisis jalur evakuasi sehingga masyarakat mudah untuk mengevakuasi diri. Pada Penentuan TES menggunakan metode analisis spasial pada ArcGIS (Geographic Information System) dan untuk analisis jalur evakuasi menggunakan metode Network Analysis. Penggunaan analisis spasial pada ArcGIS karena mengacu pada posisi atau TES dan jalur evakuasi adapun penggunaan ArcGIS dapat mempermudah peenggabungan informasi dari beberapa data yang ada dan untuk analisis jalur evakuasi menggunakan metode network analysis agar menemukan jalur yang tercepat menuju ke TES. Hasil analisis penentuan titik evakuasi sementara dipeeroleh 21 titik evakuasi yang tersebar di kecamatan Mamuju, , 11 titik yang tidak layak digunakan untuk menjadi TES. Perencanaan jalur evakuasi dengan network analysis menggenakan jalur terpendek menuju TES dihasilkan dengan pertimbangan area rawan bencana Tsunami dan di area padat penduduk sehingga terdapat 54 jalur evakuasi. Dengan adanya 21 titik TES mempermudah masyarakat untuk di evakuasi dan hasil dari Network Analysis mempercepat masyarakan untuk mengevakuasi diri.
Pelatihan Pembuatan Lansekap Mini untuk Restorasi Atensi Harisah, Afifah -; Wikantari, Ria; Radja, Abdul Mufti; Sir, Mohammad Mochsen; Deapati, Andi Karina
JURNAL TEPAT : Teknologi Terapan untuk Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 1 (2024): Community Development
Publisher : Faculty of Engineering UNHAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25042/jurnal_tepat.v7i1.435

Abstract

This Community Service aims to improve Human Resources (HR) skills directly related to the community. The method of implementation is to train partners to create mini landscapes for residential homes from materials found around them, either in the form of objects obtained from nature or other cheap items, so that it is hoped that this can be used as a business to be economically independent in the future, and can restore human attention. From the routine of daily life (ART: Attention Restoration Theory, according to Kaplan), especially after the end of Covid-19. In this community service, lecturers and students provide materials to make a mini landscape, such as rocks, sand, soil, cactus plants, flower pots, and equipment such as scissors and glue. The theme is rocks and cacti. This theme was taken considering that the target whose skills will be added is the younger generation (children and teenagers of the male gender with elementary and middle school education). They are Hafiz Al-Qur'an Ibnu Abbas at Pondok Jabal Hira on Antang Technology Hill, Manggala, Makassar. They are Hafiz Al-Qur'an Ibnu Abbas at Pondok Jabal Hira on Antang Technology Hill, Manggala, Makassar. The results of the service produce mini landscapes, both made individually and in groups, providing valuable educational experiences. Apart from that, the quantitative pre-test and post-test analysis showed an increase in students' understanding; initially, only an average of 25% of students understood the activity material; after the activity was carried out, it rose to 72.22%. This activity also establishes the Islamic Brotherhood.
The meaning and change in the function of communal space in Lamin house Radja, Abdul Mufti; Harisah, Afifah; Sir, Mohammad Mochsen; Baharuddin, Faizal
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 9 No 1 (2024): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | Januari 2024 ~ April 2024
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v9i1.2569

Abstract

In the modern era, many traditional houses have changed to functional spaces, as stated in several journals, including the Lamin house in East Kalimantan. The changes in spaces of traditional houses are caused by factors such as modernization, the economy, society, and others. Lamin houses, which have communal spaces with activities, have also shown indications of changes in functions. Therefore, the research purpose is to identify the changes in functions and their contributing factors, as well as to explore the meanings behind these functions. This research utilized a qualitative descriptive method with a phenomenological approach. Data collection techniques involved in-depth interviews and observations. The research findings indicate a shift in the functions of Lamin houses, which has an impact on the meaning of space and the addition of functions, accompanied by the meaning of behavior that maintains cultural aspects and encourages the economic sector. The factor causing the change is that the communal space has increased its tourism function. It is hoped that the results of this research will become the basis for maintaining the sustainability of the Lamin house as local architectural wisdom.
Architectural Sustainability of an Achmad Noe'man's Mosque Design Mannan, Abdul; Harisah, Afifah; Wikantari, Ria; Sir, Mohammad Mochsen
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 6 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i6.17071

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mengeksplorasi penerapan konsep arsitektur keberlanjutan masjid yang dirancang oleh Achmad Noe'man. Penelitian ini menekankan metode penelitian deskriptif-kualitatif secara eksplorasi. Untuk mendapatkan data kualitatif, ia menggunakan studi literatur dan pengamatan arsitektur masjid yang dirancang oleh Achmad Noe'man sebagai objek kajian. Pengumpulan data yang dilakukan adalah melalui observasi empiris di lapangan, pengambilan foto atau foto, dan wawancara mendalam dengan penekanan pada ekstraksi informasi, terutama fisik bangunan masjid dan aspek lainnya. Data primer adalah masjid yang dirancang oleh Achmad Noe'man. Data sekunder yang dikumpulkan berasal dari berbagai referensi literatur yang relevan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan konsep keberlanjutan arsitektur masjid Noe'man mencakup beberapa temuan. Ruangan tersebut dapat menghemat penggunaan energi karena suasana masjid yang sejuk dengan langit-langit yang tinggi, ventilasi silang, bukaan, dan lubang yang mengalirkan udara tanpa menggunakan AC. Ini mengesankan harmoni dan keramahan terhadap alam dengan menghijaukan dan menata halaman masjid dengan balok rumput dan bahan paving yang dapat menyerap air hujan.
Decolonizing Tacit Knowledge of The Bugis Traditional House through Ethnomathematics Yusran, Yusfan Adeputera; Utami, Sri; Fadhilah, Siti Mar atul; Sir, Mohammad Mochsen; Prijotomo, Josef
Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol. 14 No. 2 (2022): July 2022
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v14i2.8016

Abstract

This study aims to reveal the logical factors behind the cultural values of traditional house. Through an ethnomathematical study approach, this study reconstructs various patterns of Bugis house forms using photo documentation belonging to the KITLV institution published around 1880-1953. The Bugis vernacular house forms is often described as the embodiment of the basic knowledge of non-physical (intangible) in the form of culture, belief, and the principles of community life. However, when viewed from the building process, rules, and sizes, to the development of its form and typology, a Bugis house cannot be seen as a mere embodiment of the cosmological concept, but also an embodiment of form that implements scientific knowledge. This is indicated by the various patterns of Bugis' traditional houses formed from an ethnomodelling point of view as a result of humans knowledge to the context and the environment in which they inhabit.
Efektivitas Sosialisasi Sistem Keselamatan Konstruksi Pada Pembangunan Stadion BJ. Habibie Firman, Risman; Sir, Mohammad Mochsen; Yunus, Ahmad Tamsil; Sofyan, Yanny Febry Fitriani; Joey Limbongan; Satar, Syahrul; Munadrah, Munadrah; Maruddani, Andi Widiasari; Shafar, M. Uliah; Jumurdin, Muhammad Rusdin; Inriyani, Inriyani; Kurniawan, Erfin; Anshari, Zulkifli; Natsir, Ni'mah; Taufan, M. Ali; AS, Agung Nugroho
Vokatek : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3: Issue 1 (Februari 2025)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v3i1.569

Abstract

Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) merupakan langkah strategis dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan efisien di sektor konstruksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan sosialisasi penerapan SMKK pada proyek pembangunan Stadion B.J. Habibie di Kota Parepare. Sosialisasi dilaksanakan melalui pendekatan multimodal, yaitu kombinasi antara teori, media visual, dan praktik lapangan yang melibatkan 32 peserta dari pihak kontraktor dan konsultan proyek. Pengukuran dilakukan dengan metode pre-test dan post-test menggunakan instrumen kuesioner berbasis skala Gutman. Hasil analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,005), yang menandakan adanya perubahan sikap yang signifikan pada peserta terhadap keselamatan kerja setelah mengikuti sosialisasi. Temuan ini memperkuat bukti bahwa kegiatan edukatif berbasis proyek nyata mampu meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip SMKK. Edukasi yang dirancang secara kontekstual dan partisipatif tidak hanya berdampak pada peningkatan sikap, tetapi juga membentuk budaya kerja yang lebih aman dan bertanggung jawab di lapangan. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi serupa direkomendasikan untuk diimplementasikan secara berkelanjutan pada proyek-proyek konstruksi lainnya, terutama yang berskala besar dan melibatkan banyak tenaga kerja.
The Grand Mosque of Buton Sultanate as the Place for Insan Kamil Umar, Muhammad Zakaria; Radja, Abdul Mufti; Sir, Mohammad Mochsen; Harisah, Afifah
Journal of Islamic Architecture Vol 8, No 4 (2025): Journal of Islamic Architecture (ISSUE IN PROGRESS)
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, UIN Maliki Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jia.v8i4.28777

Abstract

Buton Island, located in Southeast Sulawesi Province, Indonesia, was historically part of the Buton Sultanate, whose governance included Sara Kidhina (religious authority) within the Buton Palace Fortress. The Grand Mosque of the Sultanate of Buton (TGMOTSOB), established in 1541 during the reign of Sultan Murhum, served as the religious and customary center. Now over 480 years old and still active, TGMOTSOB has undergone structural and functional changes, raising concerns about the fading of its original design concept. This study examines TGMOTSOB through the local wisdom of Bhincibhinciki Kuli (BbK), a Butonese life philosophy meaning “before pinching another’s pain, first pinch your own,” which predates Islam and was later integrated with Islamic Sufism to form Islamic BbK. Using Husserl’s transcendental phenomenology, employing phenomenological and eidetic reduction data were collected through in-depth interviews and analyzed inductively with rational validation. The study concludes that the conceptual essence of TGMOTSOB reflects the Sufi notion of Insan Kamil.