Wiryono Wiryono, Wiryono
Department of Forestry, Faculty of Agriculture, University of Bengkulu Jalan Kandang Limun, Bengkulu 38371

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Status Keberlanjutan Dimensi Ekologi Kemitraan Konservasi HHBK Kecombrang (Etlingera elatior) dan Pakis (Diplazium esculentum) Oleh BBTNKS dan KPPL Maju Bersama di Kawasan Hutan Madapi Provinsi Bengkulu Wulansari, Pitri; Aprianto, Enggar; Susatya, Agus; Wiryono, Wiryono; Utama, Satria Putra
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan Vol. 14 No. 01 (2025)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.14.01.40995

Abstract

The Conservation Partnership of Torch Ginger (Etlingera elatior) and Fern (Diplazium esculentum) by BBTNKS and the women's group concerned with the environment (KPPL) has been advancing together in the Madapi Forest Area Utilization Zone on an area of ​​10 Ha since 2019. The Ecological Study of the partnership was carried out so that activities can run according to the agreement stated in the cooperation agreement letter (SPKS). The purpose of this study was to determine the level of sustainability of Torch Ginger and Fern NTFP Management. This study uses a quantitative descriptive research method with Multidimensional scaling (MDS) analysis. The results of the study indicate that the sustainability status of the ecological dimension of the management of Torch Ginger Etlingera elatior and Diplazium esculentum fern in the Madapi Forest Utilization Zone of TNKS after the MDS analysis was carried out was in the sustainable category (76.88%> 75%) with an R2 value (94.52) and Strees 14.12%.
Analisis Karbon Organik dan Sifat Tanah di Lahan Perkebunan Kelapa Sawit Desa Talang Pauh Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu Faradika, Mela; Wiryono, Wiryono; Nurliana, Steffanie
ULIN: Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32522/ujht.v10i1.25518

Abstract

Konversi lahan dari hutan menjadi areal perkebunan kelapa sawit dapat menurunkan kandungan karbon organik tanah. Hutan merupakan ekosistem kompleks dan memiliki keanekaragaman hayati sehingga memiliki kapasitas penyimpanan karbon organik yang lebih tinggi dibandingkan perkebunan monokultur sawit. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan karbon organik dan sifat-sifat tanah pada lahan perkebunan kelapa sawit di Desa Talang Pauh Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah. Pengambilan sampel tanah dilakukan pada kedalaman 0-10 cm, 10-20 cm, dan 20-30 cm. Sampel tanah yang diambil pada setiap kedalaman di uji kandungan karbon organiknya, pH, bulk density, kadar air kapasitas lapang, dan tekstur tanah (persentase pasir, liat, dan debu). Analisis statistik yang digunakan, yaitu analisis ANOVA, LSD, regresi, dan korelasi. Hasil penelitian menunjukkan cadangan karbon organik pada kedalaman 0-10 cm, 10-20 cm, dan 20-30 cm berturut-turut sebesar 46.78 ± 10.01 Mg ha-1; 34.90 ± 5.87 Mg ha-1; dan 35,40 ± 3.26 Mg ha-1. Selain itu, fraksi pasir, liat dan debu memiliki hubungan yang signifikan dengan karbon organik tanah. Lahan perkebunan kelapa sawit di wilayah Sumatera memiliki rata-rata cadangan karbon organik tanah yang relatif sama walaupun aktivitas penggunaan lahan menjadi areal perkebunan dapat menurunkan cadangan karbon organik.