Yayi Arsandrie
Universitas Muhammadiyah Surakarta

Published : 48 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi dan Optimasi Jalur Pedestrian di Kawasan Perkantoran: Studi Kasus ASTC Setiawan, Oki Dandi; Arsandrie, Yayi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi kualitas jalur pedestrian di kawasan perkantoran Alam Sutera Town Center (ASTC) berdasarkan aspek aksesibilitas, keamanan, dan kenyamanan untuk semua pengguna, termasuk kelompok rentan seperti lansia, penyandang disabilitas, dan ibu hamil. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, simulasi inklusif, dan perbandingan dengan jalur pedestrian di Jl. M.H. Thamrin, Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pedestrian ASTC memiliki banyak kekurangan, termasuk tidak tersedianya ramp, guiding block, dan fasilitas pendukung seperti tempat duduk serta tempat sampah. Kerusakan pada paving block dan minimnya vegetasi turut menurunkan kenyamanan, sedangkan elevasi yang tidak sesuai standar menghambat aksesibilitas. Dari segi keamanan, kurangnya pencahayaan dan pembatas fisik meningkatkan risiko kecelakaan bagi pengguna. Sebaliknya, pedestrian Jl. M.H. Thamrin memenuhi hampir semua standar dengan ramp dan guiding block yang optimal, pencahayaan yang memadai, serta fasilitas lengkap yang menunjang kenyamanan. Perbaikan jalur pedestrian ASTC disarankan dengan konsistensi elevasi, penggunaan material yang lebih tahan lama, penambahan vegetasi, dan penyediaan fasilitas pendukung. Peningkatan ini diharapkan dapat menciptakan jalur pedestrian yang inklusif, aman, dan nyaman, serta mendukung mobilitas masyarakat perkotaan secara berkelanjutan.
Analisis Kenyamanan Pencahayaan Ruang Rawat Inap Klinik Pracimantoro Wonogiri menggunakan Simulasi DIALux Ramadhani, Faris Akbar; Arsandrie, Yayi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenyamanan adalah fokus suatu perancangan khususnya di bidang kesehatan. Karena faktor kenyamanan pencahayaan alami dan buatan yang mempengaruhi kenyamanan pasien saat berada di klinik kesehatan Pracimantoro Wonogiri dan berpengaruh bagi kelancaran paramedic pasien yang ada. Dalam penelitian ini permasalahan yang diambil berupa (1) Mengidentifikasi apa saja faktor-faktor kenyamanan pencahayaan dalam perencanaan ruang rawat inap klinik pracimantoro wonogiri; (2) Mengidentifikasi bagaimana kualitas pencahayaan terhadap ruang rawat inap menggunakan software DIALux Evo. Metode pada penelitian ini bersifat kuantitatif, bertujuan mengolah data yang sudah didapatkan (pengukuran lux) untuk selanjutnya membandingkan dengan standar dalam penelitian, dapat diambil kesimpulan. Pengumpulan data dilakukan dengan cara menggunakan penelitian mengenai standar pencahayaan yang ada dan menggunakan software DIALux Evo untuk mensimulasikan pencahayaan ke ruang maupun bangunan. dengan parameter kesesuaian pencahayaan mengacu pada SNI 6197:2020. Hasil pemetaan pencahayaan di ruang rawat inap, dapat disimpulkan bahwa untuk kenyamanan intensitas pencahayaan di ruang rawat inap belum cukup memenuhi standar kenyamanan pencahayaan disebabkan kurang dan lebih dari 350lux. Rekomendasi dari hasil penelitian ini berupa menambahkan double fasad dan tirai vertical blinds pada bukaan jendela yang berfungsi sebagian naungan, privasi, dan ventilasi ke ruang rawat inap dan untuk menghalang jalur masuk intensitas cahaya matahari.
Analisis Kualitas Walkability pada Kawasan Wisata Prioritas Surakarta: Studi Kasus Kawasan Pura Mangkunegaran dan Kawasan Keraton Kasunanan Surakarta Alamsyah, Muhammad Nur; Arsandrie, Yayi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surakarta atau Solo, adalah kota di Jawa Tengah saksi sejarah panjang Indonesia sekaligus yang terus berkembang sebagai pusat budaya, pendidikan, dan pariwisata unggulan. Seiring kemajuan infrastruktur, pemerintah kota berfokus pada peningkatan fasilitas umum, revitalisasi kawasan bersejarah, dan pengembangan destinasi wisata, termasuk melalui 17 Titik Prioritas Pembangunan yang mayoritas mencakup kawasan wisata. Walkability atau Kemudahan berjalan kaki dalam kawasan wisata memiliki peran penting, tidak hanya untuk memastikan kenyamanan para pejalan kaki di suatu area, tetapi juga untuk menghubungkan berbagai objek dan aktivitas yang terdapat di kawasan tersebut. Penelitian menganalisis walkability melalui perbandingan pedshed dari dua Titik Prioritas Pembangunan di Kota Surakarta, yaitu Kawasan Pura Mangkunegaran dan Kawasan Keraton Kasunanan Surakarta. Hasilnya menunjukkan pedshed ratio yang baik, dengan Kawasan Pura Mangkunegaran mencapai 0,76 dan Kawasan Keraton Kasunanan Surakarta mencapai 0,77. Ini mengindikasikan bahwa kawasan prioritas tersebut memiliki kualitas walkability yang tinggi, sehingga berpotensi untuk dikembangkan sebagai area klaster wisata yang ramah pejalan kaki. Tetapi perlu dilakukan peningkatan terutama pada akses menuju titik wisata potensial yang beberapa masih memiliki pedshed ratio ≤ 0.6. Sehingga potensi untuk menciptakan area klaster wisata yang ramah pejalan kaki akan semakin baik.
Evaluasi Aspek Ergonomis pada Interior Ruang Rapat The Gade Tower Jakarta Ajrina, Zhafirah Badzlin Ernawan Putri; Arsandrie, Yayi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain interior ruang pertemuan sangat krusial dalam membangun suasana yang mendukung kenyamanan, efisiensi, dan produktivitas. Studi ini bertujuan menganalisis serta mengevaluasi faktor-faktor ergonomis dalam ruang rapat di lantai 11 The Gade Tower. Titik utama dalam penelitian ini mencakup penerapan furnitur ergonomi dan modular serta pengaturan tata ruang untuk meningkatkan kenyamanan dan produktivitas penggunanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksperimen dan wawancara dengan pekerja konstruksi serta praktikan di pembangunan The Gade Tower, untuk memahami pengalaman pengguna ruang rapat. Peneliti juga berperan sebagai pemakai ruang rapat, memungkinkan observasi langsung terhadap elemen desain interior ergonomi. Dari sudut pandang pengaturan ruang, ruang rapat memiliki alur sirkulasi yang cukup untuk pergerakan yang lancar, kursi pada ruang rapat juga telah dirancang dengan memperhatikan aspek ergonomis. Meskipun ruang rapat memiliki ukuran yang cukup besar, namun potensi ruang tersebut belum mendukung berbagai jenis kegiatan rapat serta konfigurasi meja yang tidak fleksibel menghalangi interaksi antara peserta, khususnya peserta yang duduk di baris belakang terhalang pandangannya oleh peserta lain di depannya. Berdasarkan hasil ini, dua opsi desain diusulkan untuk meningkatkan kenyamanan dan produktivitas: pertama, meningkatkan ketinggian elevasi pada bagian lantai tempat kursi belakang agar visibilitas peserta lebih baik. Opsi kedua, menambahkan roda dan pijakan kaki pada meja serta memanfaatkan penggunaan partisi modular untuk memberi fleksibilitas tata ruang yang lebih optimal, mendukung kolaborasi serta interaksi yang lebih efisien.
Studi Optimalisasi Ruang Kosong di Bawah Jembatan Penyeberangan Orang Jl. MH. Thamrin Kota Tangerang Susanto, Nugroho Bimo; Arsandrie, Yayi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) merupakan elemen penting dalam infrastruktur perkotaan yang dirancang untuk mendukung mobilitas masyarakat. Selain fungsi utamanya sebagai fasilitas penyeberangan, JPO juga memiliki potensi untuk berperan sebagai ruang publik yang menunjang aktivitas kota. Namun, ruang kosong di bawah JPO sering kali diabaikan dan tidak dimanfaatkan secara optimal, sehingga menjadi ruang terbuang dalam konteks perkotaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fungsi ruang kosong di bawah JPO sepanjang Jl. MH. Thamrin, Tangerang, serta merancang alternatif desain untuk meningkatkan pemanfaatannya. Metode penelitian meliputi observasi langsung terhadap kondisi fisik dan aktivitas pengguna di ruang kosong JPO, serta wawancara untuk memahami kebutuhan pengguna secara lebih mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang kosong di bawah JPO saat ini belum sepenuhnya memadai untuk menunjang aktivitas pengguna. Kekurangan utama meliputi minimnya fasilitas seperti tempat duduk, shading, dan tempat sampah, yang mengurangi kenyamanan dan efisiensi ruang tersebut.
Analisis Penerapan Arsitektur Hijau dan Tropis Studi Kasus: Bangunan Kesehatan di Indonesia Ulfatunisa, Febriyani; Arsandrie, Yayi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan arsitektur hijau dan tropis pada fasilitas kesehatan khususnya rumah sakit memberikan dampak yang signifikan terhadap kelestarian lingkungan dan kenyamanan penghuninya. Arsitektur hijau berfokus pada efisiensi energi, penggunaan material ramah lingkungan, serta pengelolaan limbah dan air yang efektif. Arsitektur tropis, sebaliknya, disesuaikan dengan iklim tropis dan memiliki tujuan utama untuk menciptakan kenyamanan termal dan memanfaatkan cahaya alami dan ventilasi timbal balik. Penelitian ini mengkaji penerapan kedua prinsip tersebut pada bangunan rumah sakit di Indonesia dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang mencakup studi kasus, observasi, dan tinjauan pustaka. Studi ini menunjukkan bahwa penggunaan arsitektur hijau dan tropis mengurangi konsumsi energi, meningkatkan kualitas udara, dan memberikan kenyamanan termal yang lebih baik bagi pasien dan staf medis. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk mengintegrasikan kedua konsep ini ke dalam desain bangunan medis untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Optimalisasi Desain Tangga Melingkar untuk Meningkatkan Keamanan dan Kenyamanan pada Gedung Perkantoran Nurzahra, Firda Qonitta; Arsandrie, Yayi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2025: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain tangga merupakan elemen penting dalam arsitektur bangunan, terutama di gedung perkantoran yang sering kali memiliki banyak lantai. Tangga tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antar lantai, tetapi juga berperan dalam aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna. Dalam konteks ini, tangga melingkar menjadi pilihan desain yang menarik, karena dapat menghemat ruang dan memberikan estetika yang unik. Dalam penelitian ini, metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis optimalisasi desain tangga melingkar berdasarkan standar keamanan dan kenyamanan di gedung perkantoran. Penambahan Anti Slip Pada Anak Tangga berfungsi sebagai keamanan bagi pengguna supaya permukaan tidak licin yang mengakibatkan pengguna tergelincir saat menggunakan tangga melingkar. Meredesain bentuk tangga sesuai standar SNI 03-1733-2004 yaitu dengan kemiringan tangga sebesar 30o dan memerhatikan ukuran tinggi per anak tangga, jumlah anak tangga, dan diameter tangga. Sebagai rekomendasi, perlu dilakukan revisi desain dengan memperhatikan prinsip standar SNI 03-1733-2004 misalnya dengan penambahan lapisan anti-slip berbahan karet atau resin pada setiap anak tangga, dan penyesuaian sudut kemiringan agar sesuai dengan standar SNI yang berlaku. Dengan begitu desain tangga melingkar tidak hanya memenuhi fungsi estetika tetapi juga mendukung standar keamanan dan kenyamanan bagi pengguna.
Kajian Identitas Arsitektur Wilayah Kabupaten Magetan (Studi Kasus: Bangunan Pelayanan Publik) Annafi'u, Farrij Tri; Arsandrie, Yayi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Magetan merupakan sebuah wilayah kecil yang terletak di sebelah timur Gunung Lawu dan merupakan sebuah wilayah yang kurang dikenal. Salah satu faktor penyebabnya adalah kurangnya pemahaman karakter dan identitas wilayahnya sendiri, sehingga tidak mampu memiliki sebuah ikon yang bisa membuat nama Magetan mudah dikenali orang. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dan mencari tahu karakter identitas wilayah Kabupaten Magetan dari sudut pandang arsitektur melalui penelusuran dan identifikasi bangunan pelayanan publik. Hasil yang telah didapat, diharapkan dapat menjadi patokan dalam merancang bangunan-bangunan di Magetan, baik bangunan baru atau renovasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dan bersifat deskriptif analisis. Metode yang digunakan berupa survei, penelusuran, dan dokumentasi langsung ke lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa gaya arsitektur yang ditemukan seperti arsitektur modern, arsitektur kontemporer, arsitektur Timur Tengah, arsitektur kolonial, dan yang paling dominan adalah arsitektur Jawa. Kesimpulan yang dapat diambil hasil penelitian dan pembahasan adalah ciri khas serta identitas arsitektur yang terdapat di Kabupaten Magetan masih terikat kuat dengan gaya arsitektur Jawa Mataraman. Hal ini ditunjukan dengan penggunaan gaya arsitektur Jawa yang cukup dominan serta kemiripan antara bangunan Pendopo Surya Graha dengan bangunan-bangunan di kompleks Keraton Surakarta maupun Yogyakarta.
Kenyamanan Termal pada Bangunan Pasar Klewer Surakarta Fausa, Selli Candra; Arsandrie, Yayi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Klewer merupakan pasar tekstil terbesar di Surakarta, yang terdiri dari 4 lantai. Pasar Klewer merupakan bangunan pusat aktivitas perdagangan, sehingga dituntut memenuhi kenyamanan termal agar pengguna yang berada di dalamnya dapat melakukan aktivitas secara nyaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kenyamanan termal pada bangunan Pasar Klewer. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam kajian ini menggunakan pengukuran, wawancara dan observasi. Pengukuran suhu dan kelembaban dengan alat Digital Humidity & Thermometer (Model HTC-1) dan pengukuran kecepatan angin dengan alat Digital Anemometer (Model LM-81AM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil pengukuran suhu, kelembaban, dan kecepatan angin pada bangunan ditemukan suhu ruang rata-rata lebih dari 27.2⁰C, yang mengindikasikan tidak nyaman. Nilai kelembaban rata-rata lebih dari 50%, termasuk kategori lembab. Kecepatan angin rata-rata dalam bangunan 0,0 m/s, termasuk kategori tidak nyaman. Hasil observasi menunjukkan desain bangunan dan desain bukaan udara tidak berpengaruh terhadap intensitas aliran udara yang mendukung kenyamanan termal. Vegetasi cukup berpengaruh pada bagian luar bangunan, akan tetapi tidak berpengaruh pada kenyamanan termal bangunan. Hasil wawancara menunjukkan sebagian besar narasumber merasa kurang nyaman saat berada di Pasar Klewer Surakarta.
Kajian Kenyamanan Termal dan Sirkulasi Ruang pada Bengawan Sport Center, Surakarta Prasetya, Tatag Bagas; Arsandrie, Yayi
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2022: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setelah masa pandemi Covid-19, peningkatan jumlah peminat akan olahraga menjadi semakin bertambah. Fasilitas olahraga publik harus semakin terjaga dan terjamin kualitasnya. Bengawan Sport Center merupakan salah satu gedung olahraga terbesar dan terlengkap di kawasan Solo Raya. Karena itu, Bengawan Sport Center sangat menarik untuk dijadikan sebagai objek penelitan. Tujuan utama penelitian ini adalah mengkaji aspek kenyamanan termal dan sirkulasi ruang yang terjadi di Bengawan Sport Center. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif evaluatif dengan pendekatan kuantitatif yang berfokus kepada pengukuran, observasi, dan dokumentasi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa sebagian besar ruangan mempunyai suhu rata-rata dalam ruang yang cukup tinggi antara 28 - 31d°C dengan kelembaban yang variatif dan kecepatan angin hanya di angka 0 m/s untuk ruangan indoor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan pengukuran objektif kondisi ruang-ruang olahraga pada Bengawan Sport Center memberikan sensasi termal panas dan sebagian hangat dengan nilai PPD mencapai 90% sedangkan PMV mencapai +3. Hasil tersebut menandakan bahwa belum tercapainya kenyamanan termal dikarenakan kurangnya sirkulasi udara dalam ruang yang ditandai dengan minimnya bukaan yang menghubungkan ruang dalam dengan area terbuka. Sistem sirkulasi terencana dengan baik dengan adanya akses pejalan kaki dan pola linier yang digunakan untuk menghubungkan antar ruangnya.