Claim Missing Document
Check
Articles

READING THE URBAN PLANNING IN INDONESIA: A JOURNEY TOWARDS SUSTAINABLE DEVELOPMENT Wisnu Setiawan
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 14, No 2: Juli 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.434 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v14i2.1446

Abstract

Background: As urban population increases rapidly, urban environment has become a focus area in global agenda. Global agenda for this response has lead to the significance of sustainable development. The UN has also published several guidance on how to achieve sustainable environment. This agenda has been adopted across the world. However, such attitude appears to be problematic in the context of developing countries, including Indonesia particularly in the relationship with urban planning practice. Methods: This paper attempts to provide preliminary discussion of how urban planning practice in Indonesia has transformed to embrace the issue of sustainable development. It explores some readings relevant to the planning practice in contemporary context, from the postcolonial period until the recent reformation movement, using chronological interpretative approach on some available literatures on urban planning and development. Findings: The paper hints that the planning practice in Indonesia finds some challenges in adopting the idea of sustainable development, particularly from social sustainability point of view.
Pengaruh Desain dan Fasilitas Ruang Kelas Kampus UMS terhadap Perilaku Mahasiswa Yusuf Agung Pratama; Wisnu Setiawan
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 16, No 1: Januari 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3084.889 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v16i1.10477

Abstract

Ruang kelas merupakan tempat belajar mengajar antara mahasiswa dan dosen. Kampus UMS memiliki kurang lebih 224 ruang kelas dan mahasiswa yang berjumlah lebih dari 35.000. Di dalam dunia desain, arsitektur menciptakan suatu bentuk fisik yang dapat dirasakan atau dinikmati jika dilihat dan dipegang dan sangat mungkin menjadi fasilitator terjadinya perilaku penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu pengaruh ruang kelas Kampus UMS terhadap perilaku mahasiswa. Metode yang digunakankan adalah kualitatif dan pengumpulan data menggunakan teknik pemetaan perilaku yaitu person-centered maps dan place-centered maps serta physical trace pada ruang kelas. Banyak sekali faktor pada desain dan fasilitas ruang kelas Kampus UMS yang dapat mempengaruhi perilaku mahasiswa. Perilaku-perilaku tersebut diantaranya yaitu menggeser bangku atau tempat duduk untuk sirkulasi sehingga menjadi berantakan, laci yang menjadi stimulus untuk membuang sampah di dalamnya, serta meja dan bangku yang dijadikan media gambar dan tulis.
IDENTIFIKASI KENYAMANAN PEJALAN KAKI DI CITY WALK JALAN SLAMET RIYADI SURAKARTA Kuncoro Harsono; Yayi Arsandrie; Wisnu Setiawan
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 13, No 1: Januari 2013
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (642.993 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v13i1.703

Abstract

Pedestrian adalah jalur bagi para pejalan kaki ataupun kursi roda bagi kelompok pengguna berkebutuhan khusus, yang dirancang berdasarkan kebutuhan orang untuk bergerak aman, nyaman dan tak terhalang, termasuk jalur City Walk di Jalan Slamet Riyadi Surakarta. Penelitian ini bermaksud mengkaji ulang apakah City Walk di Jalan Slamet Riyadi Surakarta sudah memenuhi standar kenyamanan bagi penggunanya, termasuk penyandang cacat dan lansia, serta standar aksesibilitas pada fasilitas-fasilitasnya. Penelitian ini mencoba mengidentifikasi faktor kenyamanan yang ada di City Walk. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan menge-mukakan fakta-fakta yang ada di lapangan, kemudian dibandingkan dengan standar aksesibilitas. Hasil riset menunjukkan bahwa secara umum jalur City Walk di Jalan Slamet Riyadi Surakarta memiliki fasilitas-fasilitas utama yang sudah memenuhi standar, seperti lebar pedestrian, kondisi tempat duduk dan vegetasi. Hanya terdapat kekurangan pada kondisi kebersihan dan ketersediaan rambu-rambu bagi kelompok pengguna berkebutuhan khusus. Gangguan terbesar yang dirasakan pengguna bersumber dari keberadaan parkir liar dan Pedagang Kaki Lima (PKL).
EVALUASI PURNA HUNI SIRKULASI DAN FASILITAS TERMINAL KARTASURA An Nuurrika Asmara Dina; Wisnu Setiawan
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 14, No 1: Januari 2014
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.574 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v1i1.1135

Abstract

Pelayanan kepada masyarakat dalam menggunakan kendaraan umum berupa bus,peningkatan kualitas dan penyediaan sarana transportasi yang memadai merupakanfaktor yang perlu diperhatikan terutama masalah prasarana terminal. Penelitian inidilakukan untuk melihat sejauh mana penerapan sirkulasi dan fasilitas terminalKartasura sebagai terminal tipe B. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif (pengamatan langsung). Data yang telah diperoleh diklasifikasikan berdasarkanpermasalahan, kemudian dibandingkan dengan kajian pustaka dan hasil wawancara.Hasil penelitian menunjukkan arah sirkulasi sudah sesuai dengan teori, namun 60%pengunjung belum merasa nyaman dan aman dengan sirkulasi yang diterapkan diterminal Kartasura. Fasilitas terminal Kartasura baru 50% yang memenuhi syaratfasilitas terminal tipe B. Sejumlah 80 % pengunjung mengungkapkan fasilitas diTerminal Kartasura kurang lengkap dan kurang terawat.
Kajian Perbandingan Sirkulasi Bangunan dan Pencapaian terhadap Transportasi Umum pada Bangunan Mixed-Use Ardhiansyah Irsyadi; Wisnu Setiawan
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 15, No 1: Januari 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1300.627 KB) | DOI: 10.23917/sinektika.v15i1.8990

Abstract

Seiring dengan meningkatnya pertumbuhan penduduk, di sisi lain muncul lah permasalahan kekurangan lahan untuk bertempat tinggal terutama di perkotaan, dan salah satu solusinya adalah dengan mendirikan bangunan berkonsep mixed-use. Bangunan mixed-use adalah bangunan yang menggabungkan beberapa fungsi ruang dan aktivitas seperti bekerja dan bertempat tinggal ke dalam satu buah bangunan. Selain itu, bangunan mixed-use diharapkan dapat mengurangi tingkat kepadatan lalu lintas dimana para penghuninya dimudahkan untuk beraktivitas, seperti bekerja, dalam satu bangunan yang sama. Bangunan mixed-use juga terhubung dengan fasilitas transportasi umum sehingga penghuninya dapat berpindah tempat tanpa bergantung pada kendaraan pribadi mereka. Rupanya, tidak semua bangunan mixed-use memperhatikan aspek-aspek sirkulasi bangunan dan pencapaiannya terhadap transportasi umum yang ada, sehingga fungsi utama bangunan mixed-use tidak dapat berjalan secara efektif. Hal-hal tersebut barangkali dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti bentuk bangunan, tata letak, dan lingkungan di sekitar bangunan. Faktor-faktor tersebut menjadi parameter penelitian ini dengan membandingan beberapa objek bangunan mixed-use. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif melalaui pengumpulan data berupa data sekunder yang diperoleh dari literatur dan data bangunan dari internet terhadap tiga bangunan mixed-use, serta pendekatan preseden arsitektur untuk mengolah data-data yang diperoleh ke dalam bentuk diagram sederhana. Melalui penelitian ini dapat diketahui kekurangan dan kelebihan masing-masing objek bangunan serta pola-pola yang terjadi dan terbentuk terkait aspek sirkulasi bangunan dan pencapainnya terhadap transportasi umum
PENGEMBANGAN DESA WISATA BATIK DI DESA PUNGSARI KABUPATEN SRAGEN JAWA TENGAH Handayani Dwi Ambarwati; Setiawan Wisnu
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Arsitektur ARCADE Maret 2019
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.811 KB) | DOI: 10.31848/arcade.v3i1.196

Abstract

Abstract: Pungsari Village is a center for batik craftsmen who have long held the title of tourism villages in Sragen Regency. The title of this tourist village is one of the starting points for the growth of the creative economy embryo. These strategies make the environment something important and environmentally sound. In fact, the strategy has been programmed by the Ministry of Village with the theme of Development of Green Tourism Village in 2017. The program scenario has not used a development strategy that slogan "village build". For example, the development scenario does not yet entirely cover the village, such as: markets, settlements, rice fields, creative industries, and local socio-culture. Therefore, this article is intended to discuss aspects that can be done to develop Pungsari Tourism Village. This research is one of several definitions that can support the development of the village area. Furthermore, these parameters are to increase the tourism potential of tourist villages. This classification will be the basis for developing an environmentally sound rural area. Based on the results of this study, Pungsari Village has grouped characters into four additional clusters: socio-economic clusters, cultural-cultural clusters, residential clusters, and integrated development clusters.Keyword: Creative Economy; Scenario of Tourism Village Development; Planning ClusterAbstrak: Desa Pungsari merupakan sentra pengrajin batik yang telah lama memiliki gelar sebagai desa wisata di Kabupaten Sragen. Gelar desa wisata ini merupakan salah satu titik awal tumbuhnya embrio ekonomi kreatif. Strategi ini berpotensi sebagai penyerapan sumber daya lokal yang bersifat padat karya dan berwawasan lingkungan. Bahkan sebenarnya, strategi tersebut sudah diprogramkan Kementerian Desa dengan tema Pengembangan Desa Wisata Hijau pada tahun 2017. Skenario program tersebut belum mengacu pada strategi konsep pengembangan yang berslogan “desa membangun”. Sebagai contoh, skenario pengembangan belum seluruhnya mencakup potensi desa tersebut, seperti antara lain: pasar, permukiman, persawahan, industri kreatif batik, dan sosial-budaya setempat. Oleh karena itu, tulisan ini bermaksud untuk mendiskusikan aspek-aspek strategis yang dapat dilakukan untuk mengembangkan Desa Wisata Pungsari. Penelitian ini berangkat dari definisi variabel atau parameter yang dapat mendukung skema pengembangan kawasan desa tersebut. Selanjutnya, parameter tersebut digunakan untuk menyusun klasifikasi potensi desa wisata. Klasifikasi ini akan menjadi landasan pengembangan kawasan desa yang berwawasan lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, Desa Pungsari mempunyai karakter yang terkelompok menjadi empat kluster diantaranya : kluster sosial-ekonomi, kluster pendidikan-budaya, kluster pemukiman, dan kluster pengembangan terpadu.Kata Kunci: Ekonomi Kreatif; Skenario Pengembangan Desa Wisata; Kluster Perencanaan
The Development Concept of Organic Village Tourism in Karanganyar Wisnu Setiawan; Andika Saputra
Warta LPM WARTA LPM, Vol. 25, 2022: Special Issue
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1967.518 KB)

Abstract

The ratification of Law No. 6 of 2014 concerning the development of rural environments has had a significant impact on the development of villages in Indonesia, among others, through the concept of a tourist village. Several villages have succeeded in developing the concept of tourism in a rural environment in an authentic and sustainable manner, while on the other hand, several villages seem to have followed the existing trend without carefully looking at the local environmental context. This paper presents the semi research community service activity carried out to understand better this phenomenon in Kampung Ngampel, Gentungan Village, Mojogedang District, Karanganyar Regency which is currently developing the concept of Organic Village Tourism. The activity is carried out with a focus on two things: developing the initial concept of tourism areas and training in tourism area management. This service activity was carried out with the full support of the community and resulted in several ideas. The final results of the training activities provide a clearer picture to the community regarding contextual and sustainable tourism village management.
The Architecture of Langgar Dhuwur in Java: Vernacular Forms in Religious Architecture Arif Budi Sholihah; Asrul Mahjuddin Ressang; Wisnu Setiawan
Journal of Islamic Architecture Vol 8, No 1 (2024): Journal of Islamic Architecture
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Science and Technology, UIN Maliki Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jia.v8i1.21107

Abstract

Research on Friday Mosques dominates the study of religious buildings in Java. Meanwhile, research on small mosques, particularly Langgar Dhuwur, remains limited. The purpose of this study is to examine two Langgar Dhuwur in Kauman Yogyakarta from architectural and narrative perspectives in order to reveal the architectural characteristics as well as their role in society. Direct visual observations, measured drawings, and narratives about the study’s context were conducted. Five major themes from the observations were analyzed and discussed to draw significant conclusions. It is concluded that Langgar Dhuwur is a unique architectural type that preserves Indonesia’s vernacular and pre-Islamic architecture. Langgar Dhuwur in Kauman designated the second floor as a sacred area following the Hindu-Buddhist concept of Triloka (Svarloka). As a public building, Langgar Dhuwur serves as a place of worship as well as a cultural and social center. Therefore, it can be regarded as one of Indonesia’s religious architectural treasures due to its distinctive architectural style and rich history. It is recommended that the existence of Langgar Dhuwur, which has a multifunction role in community development, be preserved. Future design needs to emphasize an architectural typology that follows residential architecture, flexible space, and an open plan to accommodate various activities in the micro-scale community area.
AVOCADO STOCK PREDICTION IN BANTUL CITY USING MAMDANI FUZZY LOGIC Wisnu Setiawan; Tri Hastono; Gunawan, Riyan Fahmi; Rama Sona
Jurnal Publikasi Ilmu Komputer dan Multimedia Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Publikasi Ilmu Komputer dan Multimedia
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupikom.v3i1.2524

Abstract

This journal discusses the development of an avocado stock prediction model in Bantul City using the Mamdani fuzzy logic approach. In this context, fuzzy logic is used to address the uncertainty and complexity associated with factors affecting avocado supplies, such as stock variability, demand and price variables. The Mamdani approach is applied to formulate fuzzy rules based on a combination of expert knowledge and historical avocado stock data. This method aims to produce avocado stock predictions that are more accurate and adaptive to market dynamics. Through a series of experiments, the results show that the Mamdani fuzzy logic model has a significant level of accuracy, outperforming traditional stock prediction methods. The results obtained show the potential of this model in improving the efficiency of avocado inventory management at the local level. This research makes an important contribution especially in the context of agribusiness, providing a foundation for a more sophisticated and adaptive prediction approach to avocado fruit stock management. The implications are widely applicable in the agribusiness sector and provide a basis for the development of similar prediction systems for other agricultural commodities.
Studi Kasus Architecture Universal Design terhadap Konsep dan Pemahaman Inclusive Education Hidayatullah, Arif; Setiawan, Wisnu
Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur 2024: Prosiding (SIAR) Seminar Ilmiah Arsitektur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perwujudan pembangunan inklusif bagi penyandang disabilitas dan/atau Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) masih menjadi tantangan di Indonesia, kondisi tersebut terlihat dari rendahnya tingkat pendidikan yang ditamatkan dan partisipasi sekolah. Indonesia masih belum maksimal dalam mengadakan fasilitas pendidikan inklusif. Sehingga untuk mencapai kesetaraan pendidikan masih menjadi isu yang perlu diselesaikan oleh pemerintah dan masyarakat. Salah satu upaya yang perlu dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat sebagai penyelenggara adalah pengadaan sarana dan prasarana pendidikan yang ramah disabilitas dan ABK. Fasilitas atau sarana dan prasarana terhadap pendidikan inklusif mengacu pada upaya untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang setara. Universal Design atau Desain Universal (UD) memiliki peran penting dalam menciptakan ruang pendidikan tersebut, baik bagi individu dan seluruh warga negara atau masyarakat secara menyeluruh dalam membentuk masa depan bangsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus, yaitu metode mengamati suatu konteks/kasus, kemudian dianalisis dengan mendeskripsikan setiap penerapan prinsip Architecture Universal Design (AUD) dapat mendefinisikan hubungan antara AUD dan pendidikan inklusif. Hasil dari studi kasus tersebut disajikan kembali dalam bentuk catatan-catatan yang dapat membantu dalam merancang sebuah ruang pendidikan yang inklusif dengan pendekatan AUD.
Co-Authors Abdullah, Mu’tashim Agistakumala, Cindy Agus Triyono Alpha Febela Priyatmono An Nuurrika Asmara Dina An Nuurrika Asmara Dina, An Nuurrika Asmara Ananta, Arfian Setia Andika Saputra Ardhiansyah Irsyadi Arfian, Zharfan Al Hafiz RIzkanda Ariefa, Huda Wisnu Arif Budi Sholihah Arif Hidayatullah, Arif Asrul Mahjuddin Ressang Balich, Rama Pratama Brilliani, Indira Dwina Budiwiyono, Akbar Rizky Choirunnisa, Maharani Damayanti, Sekar Deviana, Bella Rizky Alysia Dewi Novita Sari Dhani Mutiari Dwi Budi Santoso Dwi Linna Suswardany Fadhilla Tri Nugrahaini Fathoni, Rois Fatmawati, Denisa Dewi Fitri Ghozie, Muhamad Ezri Saccarhoni Rosa Al Gunawan, Riyan Fahmi Hadiyati, Afina Rahma Hafidasari, Apridina Hananta, Naufal Nurdias Handayani Dwi Ambarwati Hapsari, Regita Hasan, Najib Suwendho Hastono, Tri HIDAYAT, TAUFIK NUR Indah Pratiwi Irsyadi, Ardhiansyah Kuncoro Harsono Kuncoro Harsono, Kuncoro Kuswaji Dwi Priyono Laksana, Nadiifa Firsty Mahadika, Surya Kresna Mahendra, Dewangga Cipta Masruri, Faizal Ramadhan Moch. Solikin, Moch. Mubarak, Fauzi Muhammad Nur Alamsyah Mulyawan, Yudhistira Setya Negoro, Abdul Rafi' Damar Nur Aklis Nur Rahmawati Syamsiyah Pratama, Elbyansyah Rahmat Nur Pratama, Yusuf Agung Prihatin, Silverius Djuni Priyatmono, Alpha Fabela Putra, Iqbal Adiyaksa Eka Putri, Hafizhah Winda Putri, Pramesti Hemartya Rama Sona Ramadhani, Novianti Putri Rini Hidayati Sabila, Zida Salsabila, Syifa Putri Setyobudi, Razin Yogadwilapatri Siti Fatonah Subakti, Imam Aji Sugito, Nur Cahyo Syarifah, Marfuah Nuha Syukur, Muhammad Abdhul Tintya, Tinto Agista Tri Hastono Umar Utama, Dinda Satriya Utami, Dinda Sekar Yayi Arsandrie Yuslimu, Anna Yusuf Agung Pratama Yuwono, Iswahyudi Tejo Zahro, Faridatuz