Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Hubungan antara Smoker Identity dan Entitativity Group pada Emerging Adulthood di Kota Bandung Refina Salma Michelia; Stephani Raihana Hamdan
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v3i1.5955

Abstract

Abstract. Smoker identity is the extent to which an individual can identify himself as a smoker and live the smoking behavior. Smoking behavior is a behavior that is contrary to the views of society and often gets a negative view. To protect the identity of smokers, smokers tend to seek refuge within a group. To form a group that can support each other, it takes an entitytivity group that can be formed by 3 aspects, namely similarity, proximity and common fate. The purpose of this study was to obtain empirical data regarding the relationship between smoker identity and group entitativity in emerging adulthood in Bandung. Data was collected using measuring instruments, namely the smoker identity scale (SIS) and the entitativity group. The method used in this research is correlational. The research subjects are active smokers aged 18-25 years (emerging adulthood) in the city of Bandung, totaling 300 people. Based on the results of data processing, it was found that there was a low positive relationship between smoker identity and entitativity group (0.231). That is, the weaker the smoker identity you have, the lower the entity group you have. Abstrak. Smoker identity merupakan sejauh mana individu dapat mengidentifikasi dirinya sebagai perokok dan menghayati perilaku merokok tersebut. Perilaku merokok merupakan perilaku yang bertentangan dengan pandangan masyarakat dan seringkali mendapat pandangan negatif. Untuk melindungi identitas perokoknya, para perokok cenderung mencari perlindungan di dalam suatu kelompok. Untuk membentuk suatu kelompok yang dapat saling mendukung dibutuhkan entitativity group yang dapat dibentuk oleh 3 aspek yaitu similarity, proximity dan common fate. Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh data empiris mengenai hubungan antara smoker identity dan entitativity group pada emerging adulthood di Kota Bandung. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan alat ukur yaitu smoker identity scale (SIS) dan entitativity group. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah korelasional. Subjek penelitiannya adalah perokok aktif berusia 18-25 tahun (emerging adulthood) di Kota Bandung yang berjumlah 300 orang. Berdasarkan hasil pengolahan data, didapati hasil hubungan positif yang rendah antara smoker identity dan entitativity group (0,231). Artinya, semakin lemah smoker identity yang dimiliki maka semakin rendah entitativity group yang dimiliki.
KOMPETENSI GURU DI DALAM PROSES PEMBELAJARAN INKLUSI PADA GURU SD NEGERI DI KOTA BANDUNG Temi Damayanti; Stephani Raihana Hamdan; Andhita Nurul Khasanah
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 3 No.1 Mei 2017
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.838 KB) | DOI: 10.29313/schema.v0i0.1947

Abstract

Fenomena ditemukannya berbagai permasalahan terkait siswa berkebutuhan khusus yang mengikuti sistem pembelajaran reguler di sekolah dasar negeri menuntut sekolah dasar menyelenggarakan pembelajaran inklusi yang menyatukan proses belajar mengajar antara siswa reguler dengan siswa berkebutuhan khusus. Oleh karena itu guru di sekolah dituntut memiliki kompetensi dalam mengajar siswa berkebutuhan khusus. Tujuan penelitian untuk mendapat gambaran empirik mengenai kompetensi guru dalam proses mengajar siswa berkebutuhan khusus. Kompetensi guru dibatasi dengan konsep kompetensi profesional guru yang diadaptasi dari konsep dari Mulyasa (2013) dan Garnida (2015) mengenai kompetensi guru profesional dalam pendidikan inklusif. Subjek penelitian adalah guru wali kelas dari kelas 1 hingga kelas 6 yang menangani siswa berkebutuhan khusus dari perwakilan 9 wilayah rayon yang menjadi representasi kota Bandung. Hasil penelitian kompetensi domain student, assessment, instruction, collaboration communication dan professional, mayoritas sedang, sedangkan untuk domain content mayoritas menunjukkan komptensi yang rendah. Domain yang mayoritas hasilnya tinggi yaitu domain learning environment.
Peningkatan Keterampilan Sosial Siswa Slow Learner di Sekolah Dasar Inklusi dari Kacamata Orang Tua Wynne Anggraini Widjaningrum; Stephani Raihana Hamdan
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 7 No. 1 Mei 2022
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.375 KB) | DOI: 10.29313/schema.v0i0.4999

Abstract

Dari beragam kondisi kebutuhan khusus, siswa dengan jenis hambatan belajar (slow learner) memiliki hambatan yang paling banyak dibandingkan dengan siswa yang memiliki kebutuhan khusus jenis lainnya. Siswa slow learner tidak hanya memiliki keterbatasan didalam intelektualnya saja, namun dalam hal bersosialisasi pun potensial memiliki keterbatasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh data empiris mengenai keterampilan sosial siswa slow learner di Sekolah Dasar dengan Program Pendidikan Inklusi. Metode yang dilakukan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan subjek penelitian sebanyak 65 orang tua siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan alat ukur baku Social Skill Improvement System – Rating Scales (SSIS-RS) berdasarkan teori Gresham & Elliot, dengan reliabilitas 0.825. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan sosial siswa slow learner di Sekolah Dasar Negeri Kota Bandung termasuk rendah.
KECERDASAN EMOSIONAL DALAM AL-QUR’AN Stephani Raihana Hamdan
SCHEMA (Journal of Psychological Research) Volume 3 No.1 Mei 2017
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (534.819 KB) | DOI: 10.29313/schema.v0i0.1807

Abstract

Kecerdasan emosional merupakan faktor yang menentukan langkah hidup seseorang sehingga mengantarkan pada keunggulan hidup. Goleman menyatakan kecerdasan emosional dapat dilihat dari kemampuan mengenal emosi diri, kemampuan mengelola emosi diri dengan tepat, kemampuan memotivasi diri, kemampuan mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan membina hubungan dengan orang lain. Berabad-abad sebelum Goleman berbicara mengenai kecerdasan emosional, terdapat ajaran yang telah mengarahkan manusia untuk mencapai kesuksesan dunia maupun akhirat. Wahyu Allah melalui Nabi Muhammad SAW dalam bentuk Al-Qur’an telah mengajarkan manusia untuk meraih kesuksesan hidup. Oleh karena itu berdasarkan studi yang dilakukan terhadap para penghafal Al-Qur’an (hafidz Qur’an), penulis ingin membuktikan kecerdasan emosional merupakan bagian dari nilai-nilai Qur’ani.
Konformitas Teman Sebaya dan Stres: Studi Pada Penyebab Perilaku Merokok Mahasiswa Hanifah, Sylvanita; Hamdan, Stephani Raihana
Psycho Idea Vol 22, No 1 (2024): Psycho Idea
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/psychoidea.v22i1.19727

Abstract

Faktor yang menyebabkan perilaku merokok dapat berasal dari faktor eksternal dan faktor internal. Adapun tujuan penelitian ini memprediksi faktor penyebab perilaku merokok pada mahasiswa yakni konformitas teman sebaya sebagai faktor eksternal dan kondisi stress sebagai penyebab internal yang mempengaruhi perilaku merokok mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi berganda. Pengambilan sampel dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur menggunakan skala Konformitas Teman Sebaya, Perceived Stress Scale dan skala Perilaku Merokok. Subjek penelitian yang dianalisis sebanyak 188 orang dan hasil menunjukan bahwa konformitas terhadap perilaku merokok terdapat pengaruh dengan p = 0,000 t = 0,597, stress terhadap perilaku merokok terdapat pengaruh dengan p = 0,010 t = 0,184 dan terdapat pengaruh antara faktor konformitas teman sebaya dan faktor stres terhadap perilaku merokok dengan p = 0,000 R = 0,633. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukan bahwa konformitas teman sebaya dan stress berpengaruh pada perilaku merokok baik secara parsial maupun simultan.
Studi mengenai Adaptabilitas Karir Mahasiswa dhinepuji, Dhine Pujiastuti; Stephani Raihana Hamdan
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9934

Abstract

Abstract. Current technological developments are causing various changes in life, one of which is in the field of work. The change in working conditions from on-site to online is one of the unexpected changes that occurred in the field of work. Students need career adaptability so they can face all the definite and unexpected changes that occur in the work environment. This research aims to determine the picture of career adaptability in students. The method used is a descriptive analysis technique with a quantitative approach. Participants consisted of 120 psychology students from the 2016–2021 class at Bandung Islamic University who were taken using purposive sampling techniques. The measuring tool used is the Career Adaptability Scale—Short Form (CAAS-SF) from Maggiori, Rosier, and Savickas (2017), which was adapted by Panjaitan and Sahrah. The results of this research show that students have a high level of career adaptability. Abstrak. Perkembangan teknologi yang terjadi saat ini menimbulkan berbagai perubahan dalam hidup, salah satunya di bidang pekerjaan. Perubahan kondisi kerja yang semula on-site menjadi online merupakan salah satu perubahan tidak terduga yang terjadi di bidang pekerjaan. Mahasiswa membutuhkan adaptabilitas karir agar bisa menghadapi segala perubahan pasti maupun tidak terduga yang terjadi di lingkungan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran adaptabilitas karir pada mahasiswa. Metode yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif pendekatan kuantitatif. Partisipan terdiri dari 120 orang mahasiswa Psikologi angkatan 2016 – 2021 di Universitas Islam Bandung yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Alat ukur yang digunakan adalah Career Adapt-Abilities Scale – Short Form (CAAS-SF) dari Maggiori, Rosier, dan Savickas (2017) yang diadaptasi oleh Panjaitan dan Sahrah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki tingkat adaptabilitas karir yang tinggi.
Gambaran Resiliensi dan Stres Pengasuhan Orang Tua dengan Anak Autis Zahra Ainayah Hafidz; Hamdan, Stephani Raihana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.9936

Abstract

Abstract. Parents of children with autism spectrum disorder (ASD) have higher parenting stress than parents of normal children and child with special needs. In situations where parents feel that challenging behavior in caring for ASD children can have a significant impact on the parents' sense of well-being and ability to cope, where the challenging behavior that is mostly felt is tantrums as a result of the child's difficulty dealing with changes in routine. This study aims to determine the effect of resilience simultaneously on parenting stress in parents who have ASD children. The research design used was quantitative non-experimental with 92 parents who have ASD children in Bandung City with multiple regression data analysis techniques. The results showed the value of R2 = 0.415 with a sig value = 0.00 <0.05, meaning that the resilience variables had a simultaneous influence on parenting stress with a contribution of 41.5%. Based on the results of the study, the variables of resilience have a simultaneous influence on the variable of parenting stress in parents who have children with autism in Bandung City. The resilience variable with the impulse control aspect which appears to have more contribution in reducing the level of parenting stress of parents with ASD children in Bandung City. Abstrak. Orang tua dari anak dengan autism spectrum disorder (ASD) memiliki stres pengasuhan yang lebih tinggi daripada orang tua dengan anak normal dan anak berkebutuhan khusus. Pada kondisi dimana orang tua merasa bahwa perilaku yang menantang dalam mengasuh anak ASD dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap rasa kesejahteraan dan kemampuan orang tua untuk mengatasinya, dimana perilaku menantang yang paling banyak dirasakan adalah tantrum sebagai akibat dari kesulitan anak menghadapi perubahan rutinitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh resiliensi terhadap stres pengasuhan pada orang tua yang memiliki anak ASD. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif non-eksperimental dengan subjek sebanyak 92 orang tua yang memiliki anak ASD di Kota Bandung dengan teknik analisis data regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan nilai R2 = 0,415 dengan nilai signifikansi = 0,00 < 0,05, artinya variabel resiliensi memiliki pengaruh secara simultan terhadap stres pengasuhan dengan kontribusi sebesar 41,5%. Berdasarkan hasil penelitian, variabel resiliensi memiliki pengaruh secara simultan terhadap variabel stres pengasuhan pada orang tua yang memiliki anak penyandang autisme di Kota Bandung. Variabel resiliensi dengan aspek impulse control yang terlihat lebih banyak memberikan kontribusi dalam menurunkan tingkat stres pengasuhan orang tua yang memiliki anak ASD di Kota Bandung.
Studi Ableism pada Mahasiswa Muslim Pramesti Noer Aliffah; Hamdan, Stephani Raihana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i1.10129

Abstract

Abstract. Indonesia has implemented inclusive education that respects diversity and is non-discriminatory. On the other hand, people with disabilities in Indonesia still face obstacles in their social life such as discrimination against people with disabilities (ableism), especially in higher education. In Islam, Allah has created humans in the most perfect form. Islam emphasizes the value of deeds and good deeds rather than physical perfection, so Islam views people with disabilities and other humans equally, and also condemns all forms of discriminatory actions against people with disabilities. Everyone has the potential to be ableist to varying degrees, which can be high and low. In addition, ableism can be overt or covert (unconscious). Ableism in education will only create invisible barriers between people with disabilities and non-disabled people so that a climate of inclusivity is not created. This study aims to determine the level of ableism in Muslim students. This study used an online survey method involving 298 students of Bandung Islamic University. The measuring instrument used was the Symbolic Ableism Scale (Friedman & Awsumb, 2019) which was adapted into Indonesian by the researcher. The results of this study indicate that the level of ableism in non-disabled UNISBA students is low. The low level of ableism is owned by students who are female and have had direct interaction with people with disabilities, especially with physical disabilities. Abstrak. Indonesia telah menerapkan pendidikan inklusif yang menghargai keanekaragaman dan tidak diskriminatif. Disisi lain, penyandang disabilitas di Indonesia masih menghadapi hambatan dalam kehidupan sosialnya seperti diskriminasi terhadap penyandang disabilitas (ableism), khususnya dalam mengenyam pendidikan tinggi. Dalam Islam, Allah telah menciptakan manusia dengan bentuk yang paling sempurna. Islam menekankan nilai amal perbuatan dan perbuatan baik daripada kesempurnaan fisik, sehingga Islam memandang sama antara penyandang disabilitas dan manusia lainnya, juga mengecam segala bentuk tindakan diskriminatif terhadap penyandag disabilitas. Setiap orang memiliki potensi sebagai ableist dengan tingkatan yang bervariatif, dapat tinggi dan dapat pula rendah. Selain itu, ableist dapat bersifat secara terbuka atau secara tersembunyi (tidak disadari). Ableism di dalam pendidikan hanya akan membuat invisible barriers antara penyandang disabilitas dengan non-disabilitas sehingga iklim inklusivitas tidak tercipta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ableism pada mahasiswa muslim. Penelitian ini menggunakan metode survei daring yang melibatkan 298 mahasiswa Universitas Islam Bandung. Alat ukur yang digunakan adalah Symbolic Ableism Scale (Friedman & Awsumb, 2019) yang diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia oleh peneliti. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat ableism pada mahasiswa non-disabilitas UNISBA tergolong rendah. Tingkat ableism yang rendah dimiliki oleh mahasiswa berjenis kelamin perempuan dan pernah berinteraksi langsung dengan penyandang disabilitas, terutama dengan jenis disabilitas fisik.
Studi Deskriptif Tingkat Religiusitas pada Perokok Muslim Anita Firdaus; Hamdan, Stephani Raihana
Bandung Conference Series: Psychology Science Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Psychology Science
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v4i2.12970

Abstract

Abstract. This study aims to explore the level of religiosity among Muslim smokers aged 18-29 in Bandung City. Using a descriptive research approach, the study gathers data primarily through surveys. A total of 100 respondents were chosen via convenience sampling from the population of Muslim smokers in Bandung City. The research instrument is a questionnaire that includes a religiosity scale tailored to smoking behavior, as developed by Hanifah & Hamdan (2019). Data analysis was carried out using Spearman’s correlation test to assess the strength of the relationship between the studied variables. The findings emphasize the role of religiosity in reducing internal conflicts faced by young Muslim smokers in Bandung City. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tingkat religiositas di kalangan perokok Muslim berusia 18-29 tahun di Kota Bandung. Dengan menggunakan pendekatan penelitian deskriptif, data dikumpulkan terutama melalui survei. Sebanyak 100 responden dipilih melalui convenience sampling dari populasi perokok Muslim di Kota Bandung. Instrumen penelitian adalah kuesioner yang mencakup skala religiositas yang disesuaikan dengan perilaku merokok, berdasarkan skala yang dikembangkan oleh Hanifah & Hamdan (2019). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman untuk menilai kekuatan hubungan antara variabel yang diteliti. Hasil penelitian menekankan peran religiositas dalam mengurangi konflik internal yang dihadapi oleh perokok muda Muslim di Kota Bandung.
Sikap dan Kompetensi Guru Pada Pendidikan Inklusi di Sekolah Dasar Putri, Yunita; Hamdan, Stephani Raihana
JPI (Jurnal Pendidikan Inklusi) Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Biasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/inklusi.v4n2.p138-152

Abstract

Pemerintah Kota Bandung mengeluarkan kewajiban bagi seluruh sekolah baik negeri maupun swasta untuk dapat menjalankan program pendidikan inklusi. Adanya program pendidikan inklusi ini membuat guru-guru yang berada di Sekolah Dasar Negeri menganggap bahwa pendidikan inklusi menyulitkan karena guru harus dapat memahami kondisi anak berkebutuhan khusus sedangkan mayoritas guru yang mengajar di sekolah dasar negeri ini hanya bergelar PGSD. Namun, hal tersebut tidak terjadi di salah satu sekolah dasar negeri di Kota Bandung, yaitu Sekolah Dasar Negeri Percobaan X yang menjalankan program pendidikan inklusi dari tahun 2017. Di sekolah ini terdapat guru-guru yang memiliki sikap positif terhadap pendidikan inklusi yang diwajibkan oleh Pemerintah Kota Bandung dimana guru merasa terbantu dengan adanya program pendidikan inklusi. Guru-guru tersebut juga mau memanfaatkan media lain sebagai bahan ajar untuk siswa berkebutuhan khusus di kelasnya. Penelitian ini menggunakan metode korelasi dengan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang cukup antara sikap terhadap pendidikan inklusi dengan kompetensi pada guru.